Babad Cirebon dan Gunung Ciremai

Aku tidak percaya jika para wali serius menghukum mati seorang alim seperti Syeh Siti Jenar.  Paham panteisme manunggaling kawula gusti atau wihdatul wujud yang menjadi dalih biang keladi kerusakan, hanyalah sebuah sandiwara saja, bahkan paham ini dikenal dikalangan kaum tarekat. Sedangkan Sunan Bonang dan para wali lainnya adalah pengikut aliran tarekat, sangat dekat bahkan menjadi ruh spirit paham panteisme.  Sesungguhnya mereka semua mengerti dan paham, tetapi pura-pura bersandiwara.

Iklan

10 responses

  1. Anonim

    meni ayaan sia teh goblog

    Jumat, Januari 28, 2011 pukul 2:20 pm

  2. Abu hurairoh pernah berkata aku menerima 2 pikulan ilmu dr rosulullah saw.
    Barang siapa yg mebuka rahasia Allah kepada mahluk lain maka kepalanya jd bayaranya.
    Para wali dan syeikh lemah abang adalah orang2 yg mengetahui dan benar.Smg Alloh memuliakan derajat beliau

    Selasa, Januari 11, 2011 pukul 10:24 am

  3. ade casmita

    Konon vonis hukuman mati untuk syeh siti jenar hanya simbolik saja untuk menghindari para muallaf di tanah jawa dari kesesatan iman…sedangkan secara fisik tidak benar2 dilaksanakan..wallahu alam

    Minggu, Oktober 17, 2010 pukul 9:00 am

  4. yus rusmana

    klo merasa diri benar ya sudah dijaga dan dipelihara kebenaran masing2 tidak saling memaksakan . kerna perbedaan itu sunatulloh .karena dgn ada perbedaan itulah maka adanya hukum .masa kita kalah sama pohon.pohon dari yang paling pendek dan kecil sampai yang palingbesar dan tinggi hidup berdampingan.bukankah kita disuruh merenungkan ciptaan alloh agar kita tahu siapa diri kita?

    Selasa, April 21, 2009 pukul 7:48 pm

  5. wangsa liman

    Salam kenal Mas teguh, buat saudara2 yang lain tolonglah jangan skeptis, kita memang tidak hidup di masa lalu, tapi kita perlu belajar masa lalu, menggali kearifan di masa lalu, bukankan semua agama adalah doktrin yang turun dari masa lalu ? dan sadar atau tidak sadar masalalu lebih banyak menyerap kebajikan untuk bekal hidup,apa kita tahu apa yang akan terjadi esok ? kita bisa memprediksikan hari esok karena apa ? karena berita dari masa lalu, so be wise men !!!!

    Sabtu, Maret 28, 2009 pukul 2:23 am

  6. Anonim

    Saudara2ku sekalian, janganlah kita saling memaki, tetapi sadarilah jika memang pengikut Rasullulloh SAW, maka perdalamlah Al Qur’an dan Al Hadish, bacalah Sirah Rasul dan Sahabat, apakah mereka pernah membahas atau mengajarkan adanya aliran2 tarekat?, sesungguhnya sejak awalnya beliau mengajarkan masalah tauhid (adanya Khalik dan hamba), jadi tidak ada penyatuan diri dengan Allah (baik Allah yang menyusup ke tubuh manusia atau manusia menyatukan dirinya dengan tuhan/ 2 sistem wahdatul wujud), jika hal ini adanya maka tidak ada lagi Allah yang disebut maha suci, dll karena alangkah hinanya zat Allah bersatu dengan manusia (pengaruh ajaran sesat nasrani), sedangkan yg dimaksud allah lebih dekat dengan urat nadi manusia adalah sebagai ungkapan yang masih bisa dicerna oleh manusia, dimana maksudnya adl begitu dekatnya Allah dengan manusia (Ikhsan), sehingga manusia harus menyadari segala perbuatannya selalu diawasi oleh Allah, demikian pula agar kita jangan berbuat sirik, karena kenapa harus berbuat hal tsb krn Allah sangat dekat dgn kita shg sgl dpt dimohonkan langsung kepadaNya. mengenai tarekat adl suatu tingkatan apabila seseorang telah menunaikan sareat yg benar, demikian juga hakekat adl seseorang telah menunaikan tarekat dengan benar, bahkan tingkatan makrifat (Mahabbah Ilallah) juga hanya bisa dicapai apabila telah mengeri dan memahami segala haqikat didalam sgl aspek kehidupan ini, jadi sesungguhnya didalam Islam tidak ada pemisahan2, karen syariat, tarekat, Haqikat dan Makrifat adl merupakan satu kesatuan yg tdk dpt dipisah2kan, oleh karena itu jalankan syariat dengan benar InsyaAlloh Makrifat akan dicapai.Mengenai Siti Jenar, masih perlu diselidiki tentang kealimannya, karena berdasarkan riwayat lain Siti Jenar adl merupakan seorang Hakim Agung yg mem-Fatwakan bolehnya raja/ Sultan di Aceh mengawini kepenakannya (alias penjilat atau asal bapak senang), shg beliau dimusuhi para Ulama dan beliau melarikan diri ketanah Jawa

    Rabu, Maret 11, 2009 pukul 9:16 am

  7. DHEENAR QYUD

    ya

    Kamis, November 6, 2008 pukul 3:07 pm

  8. masalah sok tahu mungkin benar namun itu hanyalah masalah riwayat hidup atau historis saja tidak esensi dari setiap aliran sufisme

    historis —— perbedaan pendapat yang menimbulkan konflik—dan akhirnya hukuman mati

    sosiologis + politik —–keguncangan struktur sosial dan kemapanan kekuasaan — ulama dan kesultanan

    kajian budaya —–kesamaan esensi ttg sufisme dari setiap aliran tarekat (yg berlandaskan Islam)

    kenyataannya monotheisme-tauhid mengalami perkembangan pengetahuan yang sangat tajam tidak lagi dangkal. Bahkan masyarakat kota menurut studi budaya skrng adalah memahami panteisme berbeda dengan masyarakat pedalaman/tradisional, baca majalah tempo bln lalu.

    esoterism, emanasi, dan eskstase ini pasti dialami bagi setiap pengamal aliran tarekat karena berdzikir terus menerus dan mabuk menjadi kekasih tuhan maka ia menjadi fana yang ada hanya tuhan
    laa ilaha…………. illalah
    begitu juga kesadaran meletakan tuhanmu dalam kalbumu, ia lbh dekat dibanding urat nadimu.
    maka kemudian al hallaj dan jenar dihukum mati

    teguh iman prasetya
    hanya bekas pengamal aliran tarekat
    qadiriah wa naqsyabandiah bertahun-tahun yang silam

    lihat kembali kategori bacaan lain
    riwayat jalaluddin rumi+video tarian rumi dan lain-lain
    coba baca menarik sekali

    Senin, Oktober 13, 2008 pukul 11:12 pm

  9. Wahyu Hidayat ST

    Kita hidup dijaman sekarang jauh dari jaman para wali terdahulu kalau para wali menghukum mati syech siti jenar jelas pasti ada hal atau kesalahan yang fatal sehingga hukuman mati adalah jalan keluarnya…..
    paara wali adalah utusan tuhan pengganti para nabi sehinga kita tak perlu lagi meragukan iman dan mental mereka, tidak seperti kita yang hanya belajar sedikit tetapi berbicara sangat banyak tanpa tahu apakah itu benar atau salah…..saya bingung anda hidup dijaman sekarang tetapi menilai kejadian pada jaman dahulu hanya berdasarkan cerita cerita yang tidak jelas apalagi kadar iman saudara ” SOK TAHUUU…. ”

    Senin, Oktober 13, 2008 pukul 4:52 pm

  10. Antonius Yulianto

    Sebenarnya apa yang ditentukan dan diputuskan para wali atas Syeh Siti Jenar sangat Mempunyai dasar, dan tidak perlu diperdebatkan lagi.

    Sabtu, Maret 8, 2008 pukul 2:40 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s