Indiana Jones Banten

Saya membayangkan kembalinya Indiana Jones  seperti alm. Halwany Michrob didaerah kami. Dari catatan masa lalu dan pengalaman beliau, ternyata loyalitas dan perjuangannya sangat luarbiasa.Banyak sekali yang harus digali dari penemuan dan rekonstruksi peninggalan Sejarah Banten yang tertunda.  Situs bekas Kerajaan Hindu-Pajajaran didaerah Sempu (Banten Girang) dan rekonstruksi Kesultanan Banten lama.

Merekonstruksi Kesultanan Banten lama sesuai aslinya jelas tidak mudah, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mungkin hanya dapat terlaksana dengan bantuan dana hibah dari luar negeri atau dari pemerintah pusat.

Saya juga membayangkan romantisme Sejarah Banten akan kembali, sekaligus ajang pariwisata dengan tradisi lama dihidupkan seperti di Kesultanan Cirebon dan Yogyakarta.  Tentunya feodalisme religius dengan pemikiran baru yang tercerahkan.

Masjid Agung Banten dan areal wilayah Kesultanan Banten Lama (Surosowan dan Kaibon) dapat digunakan untuk pelantikan  gubernur dan bupati/walikota secara adat (di sumpah diwatu gilang), pemberian gelar kehormatan, upacara perkawinan terbuka untuk umum, kantung-kantung kebudayaan, kereta kuda, dsb.  Penguatan identitas lokal ini saya pikir sangat menarik dan baik untuk kita semua.

Terakhir ke Banten lama pada tanggal 24 Desember 2007 bersama rombongan kelas, saya sangat kecewa sekali dengan kondisi terminal dan pasar baru yang masih semrawut, berantakan, dan terlihat sarat korupsi. Banyak sekali coretan (khas kucing hitam) dikios-kios pasar yang ditinggalkan para pedagang bernada protes, dengan kondisi bangunan pasar yang rapuh, dan asal jadi.

Kawan saya Al-Faris,   begitu sangat kecewanya dengan kondisi pasar tersebut, dan mengecam cara kerja pemborong nakal itu. Petak-petak kotak sabun yang rapuh, dan mungkin hanya tahan 3 tahun.Saya sangat berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini.

Banten Selatan yang Seksi

Selain Banten lama ekspedisi yang paling seksi (misterius) adalah di wilayah Banten Selatan. Disana banyak sekali yang belum terungkap. Lebak Sibedug, Baduy, dan Salakanaga. Bukan hanya itu saja, area Gunung Karang, Ujung Kulon (termasuk P. Panaitan dan Peucang), juga merupakan wilayah yang masih diliputi kabut misteri. Siapa tahu banyak yang terungkap dari peninggalan purba dan sejarah lebih banyak lagi.

Saya berharap banyak para antropolog dan arkeolog menjadi Indiana Jones di daerah kami. Semoga

Iklan

4 responses

  1. Duh blm smpet liput utk smuanya
    sumpah dimasjd terate udik blm dnger tuh pdhl dlu sering mancing didaerah itu.

    Perkawinan adat banten banyak versi dan tergntung daerahnya. Banten utara dan selatan jelas berbeda. Pengaruh dominan sunda dan arab sgt jelas didaerah banten.

    Sepakat bahwa byk org tdk peduli sjrh daerahnya. Dieropa yang kaya dgn mitos saja mereka dokumentasikan dan dikemas dengan indah, bahkan ada yang mnjadi simbol kota.

    Sabtu, Juni 21, 2008 pukul 6:49 pm

  2. D. Naufal Halwany

    Banyak masyarakat tidak perduli dengan sejarah daerahnya, mungkin kurang dikemas cerita sejarah, jadi membuat masyarakat kurang tertarik untuk membaca ataupun berminat mempelajarinya

    Selasa, Juni 17, 2008 pukul 10:59 am

  3. tieas

    gak asik! ceritain tata cara perkawinansukubanten secasra adat donk! huh,,

    Sabtu, Juni 14, 2008 pukul 2:16 am

  4. saeful

    didaerah clegon tpatnya didesa trateudik ada masjid sumpah tolong diliput donk,tentang smuanya

    Selasa, April 8, 2008 pukul 2:48 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s