Identitas

Lucu sekali akulturasi dan asimilasi, jika orang batak jadi orang sunda, orang jawa jadi orang sumatera.

Identitas dan cirikhas daerah itu ada, begitupula orang lokal yang telah memelihara identitas tersebut, juga para pendatang yang telah beradaptasi cukup lama menjadi warga pribumi melalui pergaulan, perkawinan, adat tradisi, agama, dsb. 

Ciri khas daerah terbentuk melalui proses yang sangat lama dan panjang menjadi kebudayaan yang otentik dari suatu daerah melalui proses meniru, dan menciptakan, serta mengembangkan hasil kebudayaan tersebut.

Ikatan emosional juga merupakan hal yang sangat menarik, ketika seseorang jatuh cinta dengan suatu daerah merelakan dirinya untuk berkorban baik materi, jiwa maupun raga. Tahun 1945 perang kemerdekaan misalnya, tidak sedikit orang Gurkha (tentara Nepal sewaan Inggris) dan Belanda yang membelot dan menjadi orang Indonesia. Begitupula para pendatang lainnya yang memiliki ikatan emosional yang sama dengan warga lokal setempat.

Iklan

2 responses

  1. Sudah sering saya tulis dalam berbagai statemen atau mengutip berbagai artikel baik bernada halus atau lugas (baca kategori Ek. Pembangunan dan Pojok Kampus)

    Formasi Sosial adalah dimensi Struktur Sistem Sosial-Budaya, Politik-Hukum dan Ekonomi. Disini repotnya perubahan kemajuan idealnya berjalan berbarengan.

    Jika merujuk pada tinjauan teori ideologi kritis mahzab barat radikal maka yang menjadi pondasi awal adalah EKONOMI, baru kemudian bangunan struktur berikutnya.

    Tetapi pada gambar struktur bawah tsb. bagi saya dan seorang kawan, BELUM TENTU bangunan bawah merupakan pertentangn klas (meskipun ada juga kaum pemilik modal yg diuntungkan atau malah dirugikan dan hengkang dari Indonesia).

    Jadi dapat dikategorikan diskusi ini adalah Post Stukturalis begitupula aliran lainnya.

    Ia dapat saja merupakan turunan dari hubungan korelasi relasi politik siapa yang sdg berkuasa saat ini. Karena tlh mengeluarkan kebijakan yang memiliki dampak terhadap industri.

    Cth.kenaikan harga BBM telah memicu multiplier efect diantaranya ongkos produksi dan inflasi menjadi lbh tinggi shg berdampak thdp kaum buruh dan majikan. SKB 4 Menteri Dsb.

    Mengenai orang asing yang mungkin saja orang barat tsb telah beradpatasi dan mengakui Indonesia sbg tanah air mereka atau nasion ke dua itu tak jadi masalah. Jika perlu direkrut menjadi bagian dari perusahaan nasional kita apabila menjadi warga negara. Kita hrs memilahkan urgensi dari masalah tsb. Ekonomi dan Sosial Budaya, atau berkaitan jika itu menguntngkan bagi kepentingan publik.

    UU Migas misalnya ini jelas sgt merugikan karena keuntungan tsb kurang adil. Begitupula liberalisasi pada sektor migas ini karena dgn bgitu menyerahkan pada mekanisme pasar yg rawan gejolak. Windfall profit kebijakn bagi hasil mellui naikan pajak ini krg seimbang dibanding misalnya jika kitalah yg menguasai aset tsb.

    Sumber daya migas dan non migas strategis merupakan barang langka yang tdk dapat diproduksi atau diciptakan kembali (kecuali ada alternatif energi lain itupun bth konversi 25 tahun utk gntikan alat transportasi utk kasus migas).
    Dst …………………..

    Post Strukturalis lainnya dan Post Modernisme jgn remehkan kaum religi dengan letak tata pondasi nilai kebenaran hakiki, karena hidup didunia tak ada yang tahu dan pasti belum tentu berdasrkan semata karena faktor ekonomi. Tradisi Islam Puasa Ramadhan adalah salah satu titik tekan pada sistem nilai.

    Energi … baru yang siapa tahu akan ditemukan dgn spiritualitas.

    ———————————–0—————————

    Utk budaya BETAWI saya sangat kagum harusnya lahir di wilayah kami pada abad ke 17-18, ketika itu ada kampung pecinaan, arab dan pribumi. Akhirnya dipindahkan setelah pelabuhan banten dan kesultanan banten dihancurkan oleh kolonial belanda.

    Etnis yang unik dan merupakan hasil persilangan dari akulturasi, asimilasi, akomodasi, serta amalgamansi (kawin antar ras; arab, tionghoa, dan pribumi)

    Ondel-ondel merupakan bagian dari khasanah kesenian betawi dan merupakan bagian dari ETHNOGRAFI (9 unsur; 1.lokasi tempat, demografi, ekosisitem, 2. asal muasal sjrh suku bngsa, 3. bahasa, 4.sistem religi,5 sistem ekonmi, 6. sistem pengethuan dan peralatan hidup,8.organisasi sosial, 9. kesenian)

    Dari sini sebagai pedoman kita dapat membedah dan mengakomodasi sumber-sumber:
    1. informan dan stake hlder
    2. folklore/tradisi rakyat (mentifact-asli, socio mentifact-sebagian asli dan non mentifact-tdk asli)
    3. sejarah

    Riset mengenai ondel-ondel bgs juga jarang ada yang menyelidiki. Selamat dan sukses

    Rabu, November 12, 2008 pukul 2:36 am

  2. dhonnie

    terima kasih atas kajian identitasnya, walaupun baru sebatas alibi yang anda miliki. Namun alangkah baiknya kajian identitas ini, khususnya identitas kebudayaan dikaji lebih mendalam. mengingat saat ini orang/pihak asing seenaknya mengatas namakan hukum untuk mengklaim hak orang lain sebagai miliknya.
    saat ini, saya juga sedang meneliti kelayakan Ondel-ondel sebagai identitas kebudayaan Betawi. terima kasih. semoga kita dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai identitas kebudayaan. Dhonnie, e-mail : dhonniedhons@yahoo.com

    Selasa, November 11, 2008 pukul 3:41 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s