Filsafat dan Sastra

All posts in the Filsafat dan Sastra category

Hari Pers Nasional Di Banten

Published Minggu, Februari 7, 2010 by Teguh Iman Prasetya

Puisi Langit Senja Di Atas Surosowan

Ibnu Ps Megananda seorang sahabat, sastrawan, budayawan, dan jurnalis, berpuisi bercerita tentang kekuasaan para raja. Puisi yang sangat bagus dan memiliki kekuatan karakter yang sangat kuat. Banten memiliki seniman besar realis sosial seperti WS Rendra. Dibacakan pada hari pers nasional tanggal 5-6 Februari 2010

Read the rest of this entry →

Kisah Cinta Para Majnun

Published Senin, September 14, 2009 by Teguh Iman Prasetya

majnunKisah Cinta Para Majnun

“Majenun” atau “Majnun” menurut kosa kata dan sebuah arti etimologis dari bahasa Arab disebut si gila yang banyak berharap, perenung, pelamun, pengkhayal dan pecinta akan sesuatu. Tidak ada yang lain kecuali yang dicinta.Cinta seorang Majenunpun beraneka ragam, ada yang menjadi pecinta tuhan, pecinta wanita, harta, tahta, dll. Misalnya majenun dalam sebuah kisah karangan seorang sufi terkenal  Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami Gandawi (1141-1299) berabad silam di Timur Tengah.Laila dan Majnun adalah kisah cinta sejati yang sarat seloka, sarat tafsir dan begitu sangat indah. Berbagai kisah cinta kemudian mengalir ke muara seperti air jernih yang dikenalkan oleh Rumi, Attar, Al Hallaj, Jenar, dll.menjadi samudra batin yang tak terukur, sulit diuraikan dengan kata-kata dan puisi.

Read the rest of this entry →

Mimpi Ke Surga

Published Minggu, November 23, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Seorang sahabat seperti cermin tempat kita berkaca mematut diri dan waduh aku merasa menjadi sangat tua sekali. Mimpi ke surga ini adalah kado dari seorang sahabat yang telah berbaik hati mengingatkan kita semua, mungkin kini dan yang akan datang dari setiap jelajah waktu dan kesadaran dimanapun kita berada.

Ruang kosong adalah adalah tempat dimana kita berpijak dan kita adalah tuan rumah dari ruangan itu. Sedangkan waktu adalah yang  berputar dari detik demi detik setiap helaan nafas. Mengenai makna kesadaran yang telah dan akan kita lakukan barangkali demikian maksud dari kado ini. Trims

klik terbang mimpi ke surga

Sufisme di India-The Sufis Cultural History of India

Published Sabtu, Oktober 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Mahkota Sufi
Menembus Dunia Ekstra Dimensi

Idries Shah


TIMUR JAUH

Ikan-ikan mendatangi seekor ikan yang bijak.
Mereka bertanya: apa hakikat air? Ikan bijak
menjawab bahwa air ada di sekitar mereka, namun
mereka masih merasa kehausan.
(Nasafi) Read the rest of this entry →

Kisah Para Pemabuk Tuhan

Published Jumat, Juli 25, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pertanyaan Burung Kesembilan Belas

Seekor burung lain berkata pada Hudhud, “Katakan padaku, kau yang terpuji di seluruh dunia, apakah yang mesti kuperbuat agar merasa puas akan perjalanan ini? Jika kau katakan padaku, hatiku akan menjadi lebih ringan dan aku akan bersedia dipimpin dalam usaha ini. Sesungguhnya, petunjuk perlu, agar kita tak menjadi takut. Karena aku hanya ingin menerima petunjuk dari dunia gaib, maka dengan alasan yang layak, ku tolak petunjuk palsu dari makhluk-makhluk di bumi.”

“Selama kau hidup,” jawab Hudhud, “hendaklah kau merasa puas mengingat Tuhan, dan waspadalah terhadap omongan yang tak bijaksana. Bila kau dapat berbuat demikian, kerisauan dan kesedihan jiwamu akan lenyap. Hiduplah dalam Tuhan dengan rasa puas; berputarlah bagai kubah langit lantaran cinta pada-Nya. Jika ada yang lebih baik lagi kau ketahui, katakanlah itu, o burung malang, agar kau dapat merasa bahagia setidak-tidaknya buat sejenak.” Read the rest of this entry →

Les Miserables dan Harga Seorang Manusia

Published Kamis, Juli 10, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Les Miserables dan Harga Seorang Manusia

“Mati bukanlah soal; yang mengerikan adalah tidak hidup”

(Jean Valjean)

Laki-laki yang dipenjara karena persoalan sepele itu memang bernasib malang. Hukum mengganjarnya dengan tidak adil, mencuri hanya karena ingin menyelamatkan keluarganya yang kelaparan membuat dirinya terlibat akan konflik moral berkepanjangan. 19 tahun dipenjara untuk sebuah roti dan beberapa kali usaha melarikan diri. Jean Valjean, lelaki itu keluar dari penjara dengan api dendam yang berkobar. Diperlakukan semena-mena, hukum yang kaku, aturan yang dingin, hanya secuil dari segudang ketidakpuasaan akan hidup yang dirasainya. Read the rest of this entry →

The Last Air Binder

Published Senin, Juni 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

AVATAR THE LAST AIR BINDER

Menunggu lama dan seringnya episode di ulang-ulang sangat menjenuhkan sekali film  avatar . Akhinya keluar juga minggu pagi kemarin episode paling dramatis dan sarat konflik, transformasi spiritual juga pendewasaan karakter  yaitu The King Earth dan The Guru.

Yang menarik adalah percakapan antara Aang dengan Guru seorang penasehat spiritual dari kuil pengembara udara. Membuka 7 cakra adalah mengalir lepas menerima keadaan dengan jiwa besar untuk membuka energy dan bersatu dengan kosmik semesta. Guru mengatakan kosongkan dirimu dari apa yang membuatmu sedih, apa yang mengesalkan, apa yang membuatmu benci, apa yang kau takuti, dan apa yang kau cintai dilarung lepas seperti air yang mengalir. Indah sekali…

 

Mata Dewa

Published Jumat, Februari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

mataku kian sakit memicu lelah yang datang berganti pagi ini, menatap mesin jendela cakrawala, membasuh muka yang lusuh oleh keringat, membalik nasib hingga catatan lapuk dimakan usia terbentang kembali,bagai pelangi dilangit lajuardi biru terbentang esok hari sangat indah bagi semua orang, aku merasa lega saat ini.

pagi berkabut dan embun yang sangat dingin, aku kembali pulang dari markas besarku yang  meninggalkan kenangan baru dari jejak nafasku, memacu cepat sepeda motor seperti angin menembus dan menebus kegalauan  juga kegelisahan banyak orang.

jaketku dan rambutku berkibar-kibar tertiup angin seperti melambaikan selamat tinggal, entah untuk siapa, aku tak tahu lagi dan tak ingin mengingatnya kembali seperti dimasa yang lalu yang terbang dikelilingi para bidadari dari setiap aliran libidoku, dan mimpi ekstaseku. mimpiku saat ini aku ingin mataku buta

Soul and Mind

Published Jumat, Februari 8, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tiga hari lalu aku benar-benar menghabiskan waktu menonton TV dikamar atas, terutama acaranya Trans 7. Acara yang disuguhkan tengah malam tersebut, sangat menarik sekali disamping kemudian acara Empat Matanya Tukul Arwana. Acara kemarin adalah Chris Angel  seorang maestro spiritual  jalanan di Amerika Serikat yang memperoleh bakat supranatural sejak dari kecil,   sedikit banyak menggoda belajar  menerjuni spiritism dari  kekuatan pikiran, semacam telepati, hipnotis atau telekinetic sebagai cabang dari teori ilmu parapsikologinya Freud.

Read the rest of this entry →

Gelar Sastra Kampus

Published Kamis, Desember 27, 2007 by Teguh Iman Prasetya

Sore hari yang cerah di gedung auditorium Untirta, “Gelar Sastra Kampus” diselenggarakan selama dua hari, atas nama matakuliah Bahasa Indonesia (2 sks) yang digawangi oleh 5(lima) orang dosen FKIP Untirta yaitu; Nandang Aradea, Moh. Wan Anwar, Firmansyah, Ahmad Supena, Herwan FR.

Pada acara tersebut digelar pementasan teater, pemutaran film dokumenter, pembacaan puisi dan prosa, diiringi musikalisasi yang lumayan bagus dari para mahasiswa FKIP tersebut. Proses belajar terlihat masih berjalan dan memberi harapan untuk munculnya para sastrawan baru dikampus.

Dalam acara tersebut selain dihadiri PR 3 Untirta, mantan rektor sebelumnya Prof. Dr. Yoyo Mulyana. M.Ed. yang juga sesepuh sastra, ketika memberikan sambutan mengatakan, ” Mengutip Phinix, gerak dan ekspresi haruslah bermakna”. “Para pemain haruslah mampu memberikan makna terhadap apresiator, begitupula apresiator terhadap para pemain.”

“Makna juga diterjemahkan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap tuhan dan orang lain, apa yang kita lihat harus memahami makna didalamnya, misalnya, kebermaknaan hidup melalui cinta yang disampaikan”.

Sementara itu Ahmad Supena salah seorang dosen Untirta memberikan komentar, “Sastra memiliki dimensi yang sangat luas, bahkan realitas hidup dan tinjauan disiplin ilmu yang berkaitan dengan tema dan isi sastra yang disampaikan.”

Menarik dari acara tersebut tidaklah berlebihan kiranya, sastra sebagai ungkapan seni dari banyak sisi kehidupan dan memiliki kebermaknaan, rasanya bukanlah hal yang aneh bagi kita, dilihat dari sudut mana sastra dipahami dan diterjemahkan. (Teguh)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.