Kumpulan data buku yang merupakan jejak perjalanan Zionisme Israel yang mengerikan dan menjadi kajian ahli sejarah, religi, sosial budaya, politik, hukum, ekonomi, di seluruh penjuru dunia. Sistem ekonomi neo liberalisme yang mencengkram dunia dimulai dari USA, kaum kabbalah, masyarakat rahasia mereka dan dikte budaya global yang ditanamkan di semua ruang dan wilayah termasuk dunia pendidikan, dan banyak lagi. Konspirasi Zionisme Israel belum berakhir bagi peradaban kita. Resensi bukunya belakangan, sementara translate e book bagi yg belum mahir dengan www.translate. google. com atau di situs lainnya.
Cultural Studies
All posts in the Cultural Studies category
Perbedaan Yahudi dan Zionisme Yahudi Israel
Published Kamis, Februari 24, 2011 by Teguh Iman Prasetya
sufi martir
Published Selasa, Februari 22, 2011 by Teguh Iman PrasetyaMencetak Superman
Published Senin, Juli 26, 2010 by Teguh Iman PrasetyaSuperman = Insan Kamil
Jargon diatas adalah manusia super dan manusia sempurna berdasarkan Islam, tetapi rasanya harus dibuktikan. Saya tergoda melakukan eksperimentasi buat anak saya di masa datang diakhir abad 21 masehi. Ilham ide ini di dapat dari dunia experience/pengalaman dengan dilatih, bakat terpendam, dan spiritual/kebatinan. Abad 22 diperkirakan jika tidak kiamat atau perang dunia ke 3 (armagedon), akan diraih dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesadaran baru spiritual iman dan takwa yang lebih baik. Saya sedikit kagum dengan makhluk alien (UFO) mereka menjelajahi antar galaksi dan di bumi tanpa merusak atau merubah sejarah manusia, bahkan diantara mereka masuk Islam (http://teguhimanprasetya.wordpress.com/category/misteri-ufo/)
Anak Indigo Misteri Manusia
Published Selasa, Agustus 18, 2009 by Teguh Iman PrasetyaAnak Indigo Misteri Manusia
Kasyaf. Anak yang memiliki kekuatan luar biasa sekarang banyak bermunculan diberbagai media massa. Mereka mampu membaca masa lalu dan menjangka masa depan. Misteri manusia seperti halnya alam semesta sangat misterius untuk kembali kita kaji dan analisa. Tak heran dunia barat yang sangat rasional misalnya akhirnya harus mengakui kesalahan pemahaman bahwa rasionalitas sebagai dewa satu-satunya justru diruntuhkan oleh misteri manusia itu sendiri.Tak kurang pakar yang sangat ahli tentang psikologi manusia seperti Freud belum tuntas untuk mengungkap tabir manusia dengan bakat-bakat luar biasa, lebih dari binatang. Buku terakhir yang kemudian diluncurkan adalah persoalan supranatural manusia atau dikenal dengan nama Para Psykologi.
Buku Para Psykologi ini mencoba mengungkap pengalaman-pengalaman manusia yang bersifat adi kodrati diluar nalar dan akal sehat manusia. Saya sejak dahulu membaca buku itu sangat tertarik sekali. Meskipun tidak begitu lengkap, tetapi istilah-istilah yang lajim digunakan untuk merasionalisasikan dan mengklasifikasikan demi kepentingan ilmu pengetahuan dikenal lewat buku itu. Misalnya kemampuan telekinetik, hipnotis, telepati, dan lain sebagainya.
Mbah Surip Telah Tiada
Published Rabu, Agustus 5, 2009 by Teguh Iman Prasetya
Mbah Surip Telah Tiada
Sekali Berarti Sudah Itu Mati
Teguh Iman Prasetya
Kata-kata terkenal dari penyair Chaerul Anwar itu terasa sekali bergema di Indonesia dengan kepergiannya Mbah Surip setelah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 60 tahun tanggal 04 Agustus 2009 jam 10.30 WIB. Publik terhenyak kaget tak percaya dengan kepergian penyanyi nyentrik berambut gimbal Rastafarian bak Bob Marley dengan lagu Tak Gendong yang menjadi top hits kegemaran public segala usia tersebut. Penyanyi nyentrik beraliran reggae tersebut melejit bak meteor sukses pada saat usia senja.
Fenomenal barangkali inilah perjalanan hidup Mbah Surip diakhir menjelang wafat yang hanya 3 bulan, dikenal dan disukai public serta berada dipuncak karir sukses setelah puluhan tahun menggelandang menjadi penyanyi jalanan di wilayah Ancol, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.
Turut Berduka Cita, Catatan Singkat Diskusi dan Bom Kuningan
Published Jumat, Juli 17, 2009 by Teguh Iman Prasetya
Catatan Singkat Diskusi Politik dan Islam,
dan Tragedi Bom Bunuh Diri Kuningan
Tragedi bak petir ditengah suasana tenang tak ada angin dan hujan seusai Pilpres telah terjadi ledakan bom bunuh diri di hotel Ritz Cartlon dan JW Marriott pada pukul 07.47 WIB pagi pada hari Jumat 17 Juli 2009. Aksi terorisme ini menimbulkan reaksi keras dari dalam dan luar negeri sekaligus mengulangi aksi untuk keduakalinya di tempat yang sama di Hotel JW. Marriot pada tahun 2003. Aksi terorisme tersebut diduga berkaitan dengan kelompok yang sama yaitu kelompok Noordin M. Top dengan dugaan pelaku bom bunuh diri bernama Nur Sahid dan Ibrahim orang dalam JW Marriott yang hingga kini masih buron. Kelompok radikal anarkis Jamaah Al Islamiyah yang diduga bermarkas di Malaysia ini (1999-2002, diduga pula memiliki jaringan dengan Al Qaeda) dituding sebagai pelaku tindakan bom bunuh diri (klik http://www.tvone.co.id/arsip/view/18344/2009/07/17/cctv_detikdetik_menjelang_ledakan_di_jw_marriott)
iman, islam, ihsan, esoterik, eksotisme, ekstase, wihdatul wujud, jihad fisabilillah, fana, mahabbah
Published Jumat, Juni 26, 2009 by Teguh Iman PrasetyaMatinya Iklan Politik
Published Rabu, Februari 25, 2009 by Teguh Iman PrasetyaMatinya Iklan Politik
Oleh: Sumbo Tinarbuko
Ketika kita menyaksikan iklan politik yang bertebaran di berbagai jagad media luar ruang, media massa cetak, dan elektronik, sebenarnya kita sedang melihat upaya keras para caleg dan
kandidat presiden merelasikan iklan politiknya sebagai sebuah realitas kedua. Bangunan realitas kedua tersebut ditopang dengan aspek-aspek komunikasi visual, relasi-relasi sosial dan kultural yang berperan membangun pencitraan dirinya.
Para caleg dan kandidat presiden mengemas pencitraan dirinya, lewat citraan visual dengan menekankan pesan verbal yang bertemakan: ’peduli wong cilik’, ‘peduli orang miskin’,‘peduli kesehatan bagi rakyat miskin’, ‘peduli produksi dalam negeri’, ‘peduli dengan nasib petani’, ‘peduli pendidikan murah dan gratis’ atau ‘peduli dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia’. Semuanya itu merupakaan janji politik yang terlihat indah dan menentramkan hati calon pemilih. Tetapi realitasnya sulit untuk direalisasikan di kehidupan nyata. Read the rest of this entry →
Bung Kelirumologi
Published Rabu, Desember 24, 2008 by Teguh Iman PrasetyaBeberapa waktu lalu komentar pakar kelirumologi bung Jaya Suprana pada saat diwawancarai Mucle Iskandar di TV swasta mengenai genre Karikatur berbeda jenis dengan kartun sangat bagus sekali. Begitupula ketika bercerita mengenai romantika karikatur politik dimasa lalu orde baru yang sangat menarik, seksi dan berani, berbeda dengan masa kini. Sebab pada masa orde reformasi malah tidak ada lagi yang lucu untuk diorbitkan dimedia, bahkan parodi itu tidak perlu lagi dikarikaturkan sudah lucu.
Fenomena Sufisme Di Belantara Kota
Published Rabu, Desember 24, 2008 by Teguh Iman PrasetyaFenomena Sufisme di Tengah Masyarakat Posmodern:
Sebuah Tantangan Bagi Wacana Spiritualitas
Yasraf Amir Piliang
Salah satu fenomena menarik yang mewarnai perkembangan masyarakat kontemporer —khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta— adalah marak tumbuhnya berbagai bentuk wacana spiritual berupa kelas-kelas pengikut tasawuf atau sufi. Kelas-kelas ini —yang dominan diikuti masyarakat golongan menengah atas, dengan bayaran cukup tinggi menawarkan berbagai bentuk dan metode pencerahan jiwa di tengah-tengah deru kehidupan perkotaan, yang sarat dengan berbagai patologi kejiwaan. Read the rest of this entry →
Sub Kultur Kaum Muda
Published Rabu, Desember 24, 2008 by Teguh Iman PrasetyaKAUM MUDA GAYA HIDUP DAN PENOLAKAN
Androe. S
Munculnya kaum muda dihubungkan dengan kategori usia muda. Talcot Parson berpendapat bukan hanya masalah usia, tetapi juga merupakan suatu kontruksi social dan budaya terhadapnya pada situasi dan kondisi tertentu. Jadi pada saat alam kapitalisme begitu menonjol Parson menyatakan bahwa ada perubahan keadaan social dan budaya terhadap kaum muda dalam keluarga, dari masa pra kapitalisme masuk ke kapitalisme. Read the rest of this entry →
Seni Grafis Komik dengan Komputer (Digital Painting)
Published Selasa, Desember 16, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Menggambar komik atau cerita bergambar (cergam) sekarang dengan bantuan software komputer sudah banyak digunakan para ilustrator melalui photoshop dan corel draw serta dengan bantuan digitalpoin dan touchscren yang tersedia. Karya yang dihasilkan tidak kalah dengan cara manual bahkan terasa sangat mudah dan banyak pilihan yang tersedia untuk pewarnaan dan lain sebagainya. Meskipun demikian masih ada komik dan film animasi yang menggunakan guratan tangan manual untuk menonjolkan karakter yang kuat.Namun kini sudah mulai terjawab dengan teknologi komputer sebagai alat bantu yang mudah. Untuk menghasilkan gambar yang bagus, teknik cara manual dan dengan bantuan teknologi hingga kini sebagian besar masih tetap membutuhkan bakat yang kuat dari seorang ilustrator komik, kecuali yang hanya mengandalkan kekuatan ide atau narasi sangat bagus pada komik serius serta gambar kartun juga karikatur. Contoh bakat yang kuat adalah komik manga dari Jepang dan komikus dari Amerika juga RA. Kosasih, Ganes TH, Jan Mintaraga, Teguh Santosa, Djair, Hans Jaladara, dll. dari Indonesia.
Sejarah Cultural Studies di Indonesia
Published Rabu, November 26, 2008 by Teguh Iman PrasetyaKajian Budaya di Indonesia
Nuraini Juliastuti dan Antariksa
Seperti diingatkan oleh Stuart Hall, kajian budaya selalu berbicara tentang artikulasi antara budaya dan kekuasaan (Morley and Chen, 1996: 395). Apa yang dipertaruhkan dalam kajian budaya adalah hubungan antara politik dan kekuasaan, perlunya perubahan dan representasi dari dan untuk kelompok sosial yang terpinggirkan, dalam kelas, gender, dan ras, juga dalam hal umur, nasionalitas, dsb. Kajian budaya bersifat politis karena ia adalah ranah akademis yang sekaligus merupakan sebuah gerakan politik pemberdayaan kelompok-kelompok sosial marjinal. Read the rest of this entry →
Soeharto Pahlawan Nasional dan Guru Bangsa?
Published Rabu, November 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya
PKS (Partai Keadilan Sejahtera) kali ini benar-benar kontroversial telah berani menobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dan Guru Bangsa. Tidak takut citranya runtuh. Melalui Iklan bernuansa nasionalisme menyambut 10 November yang menggambarkan kisah episode sejarah bangsa Indonesia diusung oleh PKS di luar kebiasaan dari pakem yang umumnya telah dilakukan.
RUU Anti Pornografi Di Media Massa
Published Rabu, November 5, 2008 by Teguh Iman PrasetyaRibut dan pertengkaran hingga ke akar rumput mengenai RUU Anti Pornografi ini bukan main hingga ke berbagai daerah. Esensi dari RUU Anti Pornografi yang hingga kini masih menjadi perdebatan diantara para pakar dan aktivis masih belum terselesaikan karena sangat detail dan menyangkut masalah teknis. Read the rest of this entry →
Di Balik Minuman Isotonik
Published Senin, November 3, 2008 by Teguh Iman PrasetyaDi Balik Minuman Isotonik
Minuman isotonik semakin gencar menyerbu pasaran.
Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat.Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan. Read the rest of this entry →
Ilusi Demokrasi
Published Jumat, Oktober 17, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMuhammad Hilman Fikri
Menarik sekali membaca dua tulisan dalam wacana publik Radar Banten (5/1) tentang demokrasi yang disampaikan oleh Kacung Marijan dan Yuanita Utami. Keterkaitan antara demokrasi dan kesejahteraan serta proses ‘pembelajaran’ masyarakat Indonesia dalam memahami dan menerapkan demokrasi memang kajian yang cukup menggelitik. Namun bagi saya, patut dikritisi. Read the rest of this entry →
Menyingkap Kode Bahasa Estetika Post-modernisme
Published Jumat, Oktober 17, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMenyingkap Kode Bahasa Estetika Post-modernisme
Judul: Hipersemiotika: Tafsir Cultural atas Matinya Makna
Penulis: Yasraf Amir Piliang
Penerbit: Jalasutra, Cetakan I September 2003
Tebal: 336 halaman
Semiotika dan Strukturalisme
Published Jumat, Oktober 17, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSemiotika dan Strukturalisme
Oleh: AUDIFAX
Peneliti di IISA-Surabaya, Penulis buku Mite Harry Potter (2005, Jalasutra) Read the rest of this entry →
Filsafat Strukturalis VS Post Strukturalis
Published Jumat, Oktober 17, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Strukturalis VS. Post Strukturalis
Strukturalis adalah metodologi.
Manusia dan arbate nature-nya (alam) memiliki hibungan yang melahirkan culture (budaya). Culture melahirkan scap idea (karsa) dan karya. Manusia yang optimal dan seimbang karsa dan karyanya adalah manusia ideal. Read the rest of this entry →
Sejarah dan Multi Dimensi Posmodernisme
Published Kamis, Oktober 16, 2008 by Teguh Iman Prasetya|
Mengenal Lebih Dalam Posmodenisme |
Cultural Studies
Published Kamis, Oktober 16, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Cultural Studies
Bidang ilmu pengetahuan yang relatif baru ini dengan sengaja mengambil kata majemuk sebagai penamaan diri, yakni studies (kajian-kajian), bukannya study (kajian). Penamaan ini dengan sendirinya menyiratkan sikap dan positioning para penggagas cultural studies terhadap kondisi ilmu pengetahuan di era modern yang terkotak-kotak, saling mengklaim kebenaran, meskipun lambat laun dimengerti juga bahwa kebenaran yang dihasilkan disiplin ilmu pengetahuan bersifat parsial. Kondisi semacam itu dijawab oleh cultural studies dengan menempuh strategi inter dan multidisipliner. Cultural studies memasukkan kontribusi teori maupun metode dari berbagai disiplin ilmu yang dipandang strategis untuk mengedepankan realita kehidupan umat manusia maupun representasinya yang dipandang krusial dalam kehidupan mutakhir. Read the rest of this entry →
Sufisme di India-The Sufis Cultural History of India
Published Sabtu, Oktober 4, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMahkota Sufi
Menembus Dunia Ekstra Dimensi
Idries Shah
TIMUR JAUH
Ikan-ikan mendatangi seekor ikan yang bijak. Mereka bertanya: apa hakikat air? Ikan bijak menjawab bahwa air ada di sekitar mereka, namun mereka masih merasa kehausan. (Nasafi) Read the rest of this entry →Indonesia Post Struktural
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaIndonesia dalam Kacamata Post-Struktural
Samuel Hanneman
Ketika kuliah post-kolonial baru saja dimulai, seorang mahasiswa mengajukan pandangan. Menurut dia, melakukan kajian post-kolonial bagai anak kecil dan mainannya. Dia bisa membongkar mainannya, tetapi tidak bisa merakitnya kembali. Read the rest of this entry →
Post Modernisme dan Post Kolonialisme
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaTEORI POSTMODERNISME DAN POSTKOLONIAL
Karya Suwardi Endraswara (Metodologi Riset Budaya-UGM Press) Read the rest of this entry →
Strukturalisme Levi-Strauss
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaTEORI-TEORI MODERN PENELITIAN KEBUDAYAAN
Suwardi Endraswara Metodologi Riset Budaya-UGM Press
Interaksionisme Simbolik, Grounded Theory, dan Cross Cultural Studies
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Interaksionisme Simbolik, Grounded Theory, & Cross Cultural Studies
Karya: Suwardi Endraswara
Metodologi Riset Budaya-UGM Press
Fenomenologi-Teori
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaFENOMENOLOGI
Karya: Suwardi Endraswara
Metodologi Riset Budaya-UGM Press
Catatan Pinggir
Published Senin, September 15, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMukjizat
Senin, 08 September 2008
Mukjizat tak pernah datang tanpa mengecoh. Manusia punya kemampuan besar untuk membentuk khayal jadi janji— Read the rest of this entry →
Islam, Polygami, and The State
Published Selasa, September 9, 2008 by Teguh Iman PrasetyaIslam, Polygami, and The State
Over the last few weeks, the public has learned about a famous Muslim preacher, Abdullah Gymnastiar (aka Aa Gym), who took a second wife and has started to practice a polygamous marriage. Read the rest of this entry →
Ranc SAP Cultural Studies (Metode Kerja)
Published Selasa, September 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Materi Pengantar
Cultural Studies (Kajian-Kajian Budaya)
Oleh : Antariksa
Cultural studies (kajian budaya) memfokuskan diri pada hubungan antara relasi-relasi sosial dengan makna-makna. Berbeda dengan “kritik kebudayaan” yang memandang kebudayaan sebagai bidang seni, estetika, dan nilai-nilai moral/kreatif, kajian budaya berusaha mencari penjelasan perbedaan kebudayaan dan praktek kebudayaan tidak dengan menunjuk nilai-nilai intrinsik dan abadi (how good?), tetapi dengan menunjuk seluruh peta relasi sosial (in whose interest?).
Dengan demikian setiap pemilahan antara masyarakat atau praktek yang “berkebudayaan” dan yang “tidak berkebudayaan”, yang diwarisi dari tradisi elit kritisisme kebudayaan, sekarang dipandang dalam terminologi klas. Read the rest of this entry →

