Buku Harian

All posts in the Buku Harian category

Jum’at ???

Published Kamis, Desember 31, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Jum’at Di Hari Besar Agama

Mendapatkan sms yang  ternyata sangat jeli sekali menyadarkan kita bahwa banyak  hari besar agama yang jatuh pada hari Jum’at.

Jika tidak percaya coba kita lihat kalender 2009 yang akan kita lewati dengan 2010. Dimulai sejak Hari Raya Iedul Adha hingga tahun 2010, sebagian besar hari besar agama jatuh pada hari Jum’at.

  • Hari Raya Iedul Adha, 27-11-2009
  • Tahun Baru Islam 1 Muharam, 18-12- 2009
  • Natal tanggal, 25-12-2009
  • Tahun Baru Masehi,  1-1-2010
  • Maulid Nabi Muhammad, 26-2-2010
  • Wafat Isa Al-Masih,  2-4-2010
  • Hari Waisak,  28-5-2010
  • Hari Raya Iedul Fitri, 10-09-2010

Kiamat menurut Al-Quran jatuh pada hari Jum’at menurut sms itu. Semoga kiamat belum  terjadi sebab kita  masih menunggu Imam Mahdi dan Isa Al Masih muncul melawan ketidakadilan dan kedzaliman.



Tuhan Cybernet ?

Published Senin, Desember 28, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Tradisi atau  kebiasaan barangkali namun mungkin dapat dikategorikan sangat tidak hemat dengan  sms yang seringkali kukirimkan pada banyak kawan atau seseorang yang sangat istimewa hampir setiap hari atau hanya kadang-kadang saja ketika sedang ada ilham.Terus terang aku lebih merasa nyaman dibandingkan menulis diblog ini. Lebih bebas juga dibandingkan di mailing list, twitter atau face book, apalagi sekarang ada UU ITE wah gawat.

Mengutip Emillie Durkheim pakar sosiologi klasik, dari sekian banyak sms yang kukirimkan mungkin ada yang berguna dan bermanfaat (the sacred) bagiku dan banyak orang,  atau barangkali hanya sms sampah yang harusnya masuk dalam tong sampah.

Read the rest of this entry →

Mohammad Wan Anwar

Published Senin, November 23, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Innalillahi wainnailaihi rodziuun

Turut Berbela Sungkawa

Telah berpulang ke Rahmatullah  Sdr. Mohammad Wan Anwar meninggalkan kita semua didunia pada pukul. 04.00 WIB pagi dini hari. Bagi yang pernah mengenalnya sebagai salah seorang saudara, sahabat, dan  sastrawan yang pernah ada di Indonesia, mari kita semua ikut mendoakan semoga amal ibadah saudara kita Moh. Wan Anwar diterima disisi Allah S.W.T., dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran. Kenangan dari jejak yang ditinggalkan pada kita semasa hidup almarhum adalah karya yang berguna bagi kemaslahatan umat dan kemanusiaan.

Refleksi Jati Diri dan Propinsi Banten

Published Sabtu, Oktober 31, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Hari ini acara mengajar di kelas Sosiologi (31/10) terpaksa diliburkan dan menjadi pengamat perhelatan besar. Di aula sedang terjadi pembicaraan serius mengenai Propinsi Banten dengan tema Seminar Nasional Jati Diri dan Refleksi Propinsi Banten yang digelar atas nama Bantenologi dan LPSB. Acara itu sangat penting mengingat keterikatan secara emosional sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Banten dan karena diundang oleh seorang sahabat di kampus.

Read the rest of this entry →

Suka Melihat Bintang ?

Published Rabu, Oktober 14, 2009 by Teguh Iman Prasetya

KIAMAT 7Memandang Malam Menikmati Semesta

Sudah minat saya barangkali mengamati alam semesta dan menikmati keindahan pemandangan malam. Jika malam tiba duduk diberanda halaman atas ditemani secangkir kopi dan menghirup udara malam serta memandang semesta.Terkadang dari situ saya merencanakan memulai aktivitas baru, atau hanya sekedar menerawang apa yang telah saya lakukan hari ini, atau pula hanya sekedar menenangkan jiwa dengan memandang  langit alam semesta.

Read the rest of this entry →

Mengenang Situs Thothweb

Published Selasa, September 29, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Gambar-gambar ini merupakan sebagian kecil data yang dikumpulkan sangat banyak oleh situs Thothweb yang telah tiada di dunia cyber. Peradaban yang hilang, Misteri jejak UFO, dll. Sumbangan yang sangat banyak  pada saat  saya penasaran dengan mimpi aneh bawah sadar pada masa silam  sebelum ada cybernet. Tahun 1999 saya pernah diskusikan dengan kawan-kawan di markas Pers Mahasiswa Jumpa Unpas Bandung. Sangat  fokus dengan  dunia cybernet tahun 2007 hingga sekarang  gairah mengumpulkan data kembali kumat, hasilnya berbagai data dan juga artikel  Al-Quran dan Science membuka Tabir Makhluk UFO (Alien). Komentar dari berbagai penjuru waktu itu sangat banyak sekali  menjadi picu kajian lebih bagus lagi di berbagai forum situs dan blog.

679624151m133863094m

417731245m831960096m614875762m

Read the rest of this entry →

Kisah Cinta Para Majnun

Published Senin, September 14, 2009 by Teguh Iman Prasetya

majnunKisah Cinta Para Majnun

“Majenun” atau “Majnun” menurut kosa kata dan sebuah arti etimologis dari bahasa Arab disebut si gila yang banyak berharap, perenung, pelamun, pengkhayal dan pecinta akan sesuatu. Tidak ada yang lain kecuali yang dicinta.Cinta seorang Majenunpun beraneka ragam, ada yang menjadi pecinta tuhan, pecinta wanita, harta, tahta, dll. Misalnya majenun dalam sebuah kisah karangan seorang sufi terkenal  Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami Gandawi (1141-1299) berabad silam di Timur Tengah.Laila dan Majnun adalah kisah cinta sejati yang sarat seloka, sarat tafsir dan begitu sangat indah. Berbagai kisah cinta kemudian mengalir ke muara seperti air jernih yang dikenalkan oleh Rumi, Attar, Al Hallaj, Jenar, dll.menjadi samudra batin yang tak terukur, sulit diuraikan dengan kata-kata dan puisi.

Read the rest of this entry →

Hak Karya Cipta Indonesia

Published Jumat, September 11, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Memburuknya hubungan Indonesia dan Malaysia menyoal hak karya cipta intelektual bagi saya tidak aneh dan sudah dapat diduga sebelumnya. Beberapa artikel dan juga saran dari blog dan situs lainnya juga saya telah kumpulkan. Bahkan beberapa bulan yang lalu sempat berdiskusi sangat serius dengan Ketua Paska Sarjana Untirta dan  pakar hukum Untirta, Beni Irawan SH.MH membahas masalah tersebut, senior saya  sangat ahli dalam hal Undang-Undang yang mengatur masalah hak karya cipta tersebut. Sempat kami berdua ingin membahas masalah tersebut di forum ilmiah dan menyelenggarakan Seminar Nasional.

Read the rest of this entry →

Situs Thothweb Hilang

Published Kamis, September 3, 2009 by Teguh Iman Prasetya

ufo1242Dunia Kehilangan Situs Thothweb

Hari ini membuka data link sahabat, komunitas, serta memeriksa kembali situs-situs bernilai ternyata ada yang hilang dan dunia kehilangan besar untuk mendapatkan akses gratis. Situs itu adalah situs kebudayaan dan peradaban dunia yang sangat bernilai sekali bagi kita semua.

Situs itu adalah www.thothweb.com saya biasa menaruhnya digaleri budaya dunia sejak dua tahun lalu (sekarang sawung budaya), situs yang berisi kebudayaan dan peradaban dunia tersebut begitu sangat memikat dan disajikan sangat indah dilengkapi pula karya foto jurnalistik dari berbagai dunia serta artikel yang sangat bagus serta teruji.Sangat mengagumkan sekali

Read the rest of this entry →

anakku bintang kejora

Published Rabu, Agustus 12, 2009 by Teguh Iman Prasetya

images

Anakku Bintang Kejora

Putra Langitan

Berita menggembirakan dua minggu lalu dari test kehamilan dan dokter kandungan belum lama ini,   setelah tiga bulan lebih kami menikah tepatnya pada tanggal 06 Juni 2009,  istriku ngidam satu bulan lebih. Aku sekarang menanti kedatangan anakku, ia bagiku seperti bintang kejora yang kuharapkan menerangi alam semesta.

Secara naluriah sejak awal menikah sebelum kedatangan bakal anakku membuat kami kembali ke masa kanak-kanak, mengumpulkan banyak mainan Saint Seiya, Avatar, dan Dragon Ball berikut seni instalasi medan lapangannya yang belum selesai kubuat. Mimpiku adalah mendapat seorang putra lak-laki.

Read the rest of this entry →

Selamat Jalan Mas Willy

Published Jumat, Agustus 7, 2009 by Teguh Iman Prasetya


imagesWS Rendra Telah Berpulang Ke Rahmatullah

Tak diduga akhirnya WS Rendra meninggalkan kita semua didunia. Meninggal dunia pada hari kamis pada pukul 22.00 WIB, pada usia 74 tahun di RS. Mitra Keluarga. Banyak sudah jejak dan kenangan yang ditinggalkannya semasa hidup. Sebagai seniman penyair, dramawan, dan budayawan yang sangat kritis dan vokal , ia dikenang sebagai pemberontak dimasa Orde Baru.

Getaran dari puisinya begitu sangat kuat mempesona  sangat ekspresif membakar semangat kaum muda untuk melakukan perubahan sosial. Konsistensi terhadap perjuangan dan karakter yang sangat kuat ia tampilkan dengan tegar menghadapi marabahaya.

Rendra semasa hidup dikenal dengan karyanya yang memiliki kekuatan akar realitas sosial yang lekat dengan rakyat kecil. Saya dan kawan-kawan seringkali membacakan karya-karya puisinya pada masa pergerakan mahasiswa di Bandung. Bagi saya pribadi ia begitu sangat mengerti dan bijaksana terhadap masalah kerakyatan kita yang hingga kini belum tuntas.

Read the rest of this entry →

Mbah Surip Telah Tiada

Published Rabu, Agustus 5, 2009 by Teguh Iman Prasetya

imagesMbah Surip Telah Tiada

Sekali Berarti Sudah Itu Mati

Teguh Iman Prasetya

Kata-kata terkenal dari penyair Chaerul Anwar itu terasa sekali bergema di Indonesia dengan kepergiannya Mbah Surip setelah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 60 tahun tanggal 04 Agustus 2009 jam 10.30 WIB. Publik terhenyak kaget tak percaya dengan kepergian penyanyi nyentrik berambut gimbal Rastafarian bak Bob Marley dengan lagu Tak Gendong yang menjadi top hits kegemaran public segala usia tersebut. Penyanyi nyentrik beraliran reggae tersebut melejit bak meteor sukses pada saat usia senja.

Fenomenal barangkali inilah perjalanan hidup Mbah Surip diakhir menjelang wafat yang hanya 3 bulan, dikenal dan disukai public serta berada dipuncak karir sukses setelah puluhan tahun menggelandang menjadi penyanyi jalanan di wilayah Ancol, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Read the rest of this entry →

KKM di Daerah Rawa Danau

Published Selasa, Agustus 4, 2009 by Teguh Iman Prasetya

KKM – Desa Kadu Agung-Gunung Sari, Paninjauan, Rawa Danau

KKM telah berjalan dua minggu lebih, banyak yang telah dilakukan para mahasiswa Untirta di desa-desa di wilayah Kabupaten Serang. Pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, konsultasi, serta musyarawah yang dilakukan. Kegiatan yang digelarpun beraneka ragam dan cukup sukses.

Saya di tugaskan sebagai pembimbing KKM Untirta di desa Kadu Agung yang juga masuk di daerah wisata Gunung Sari Paninjauan dan  rekonvasi cagar alam rawa danau. Sudah 2 minggu lebih  memonitor kegiatan para mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKM.

Pada tanggal 3 Juli  musibah datang menimpa kelompok KKM yang kubina. Salah seorang mahasiswaku Ryandi Ahdiyat dengan berkendaraan motor tabrakan dengan motor salah seorang pemuda masyarakat  desa suka laba.Kondisinya sekarang dirawat dirumah sakit KS (Krakatau Steel) dan jari tangannya mengalami cedera.

Situs Cihunjuran Mandalawangi Salakanagara

Published Senin, Agustus 3, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Hari Minggu yang cerah tanggal 2 Agustus lalu bertandang ke wilayah Mandalawangi menuntaskan ngidam mandi dikolam Anglingdarma. Entah kenapa aku ingin sekali datang ke wilayah dilereng paling bawah Gunung Pulosari Mandalawangi tersebut sejak hari Sabtu lalu. Bahkan terpaksa membatalkan berkunjung ke Bandung memenuhi undangan Mubes UPM Jumpa Unpas Bandung dan rendezvous dengan kawan-kawan lama.

Pemandangan alam yang eksotis dan langka bernuansa sangat purba serta  alami terhampar diwilayah situs yang kecil tersebut. Batu-batu purba ditengah areal persawahan yang masih dapat digarap oleh petani, taman kolam purba yang sangat indah, dolmen, batu ramuan, batu peta, kuburan purba Kyai Jangkung yang sangat panjang, dan kolam pemandian Anglingdarma.

Read the rest of this entry →

Turut Berduka Cita, Catatan Singkat Diskusi dan Bom Kuningan

Published Jumat, Juli 17, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Catatan Singkat Diskusi Politik dan Islam,

dan Tragedi Bom Bunuh Diri Kuningan

Tragedi bak petir ditengah suasana tenang tak ada angin dan hujan seusai Pilpres telah terjadi ledakan bom bunuh diri di hotel Ritz Cartlon dan JW Marriott pada pukul 07.47 WIB pagi pada hari Jumat 17 Juli 2009. Aksi terorisme ini menimbulkan reaksi keras dari dalam dan luar negeri sekaligus mengulangi aksi untuk keduakalinya di tempat yang sama di Hotel JW. Marriot pada tahun 2003. Aksi terorisme tersebut diduga berkaitan dengan kelompok yang sama yaitu kelompok Noordin M. Top dengan dugaan pelaku bom bunuh diri bernama Nur Sahid dan Ibrahim orang dalam JW Marriott yang hingga kini masih buron. Kelompok radikal anarkis Jamaah Al Islamiyah yang diduga bermarkas di Malaysia ini (1999-2002, diduga pula memiliki jaringan dengan Al Qaeda) dituding sebagai pelaku tindakan bom bunuh diri (klik http://www.tvone.co.id/arsip/view/18344/2009/07/17/cctv_detikdetik_menjelang_ledakan_di_jw_marriott)

Read the rest of this entry →

Technology E-Learning dan Diskusi di BP3S

Published Selasa, Juni 23, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Siang hari yang terik setelah bada dhuhur mengikuti Seminar Internasional mengenai Technologi Pembelajaran di auditorium agenda berikutnya adalah mengikuti diskusi di Kantor BP3 S atas undangan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta yang berkunjung ke Banten sekaligus melakukan penelitian dan berwisata ke daerah kami.

Banyak hal yang menjadi bahan renungan sekaligus pekerjaan rumah yang tertinggal dari kedua kegiatan tersebut dari Seminar Internasional Technologi E-Learning yang menghadirkan pembicara dari Florida University dan diskusi budaya sangat berat di BP3S di daerah Letnan Jidun.

Bagi saya Technologi E- Learning merupakan kewajiban yang mesti di miliki oleh para dosen dan para guru sebagai alat bantu dalam memberikan materi pelajaran. Sedangkan Diskusi Budaya di BP3S bukan hanya tugas dari dinas terkait tetapi juga merupakan pekerjaan bersama yang mesti dilakukan banyak komponen dan elemen lainnya. Banyak yang ingin saya ceritakan dari hasil diskusi tersebut tetapi rasanya amat sangat kompleks dari masalah cagar budaya tersebut.

Biaya Tinggi Pelantikan DPRD Banten, Pembimbing KKM dan Musyawarah Desa

Published Sabtu, Juni 20, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Setelah mendengar kasus pelantikan anggota DPRD Banten 2009-2014 dengan anggaran yang cukup fantastis 600 juta dan tidak rasional beberapa hari lalu dari Muhamad Ali Syurachman dan komentar dari Gandung Ismanto serta Manar Mas,  sore hari ini menjadi pembimbing  KKM dan diundang diskusi dengan mahasiswa mengenai pemberdayaan masyarakat didesa.

Mengenai pemberdayaan masyarakat didesa mengingatkan kembali bagaimana menciptakan partisipasi rakyat kuat diakar rumput melalui musyawarah desa tiap kali program/proyek pembangunan di desa.

Ide ini sudah sangat lama sekali sejak tahun 2001 tetapi tidak mendapat tanggapan yang yang positif dari pemerintah daerah Se- Banten.  Hanya dari Kabupaten Serang pernah diupayakan melalui Intruksi Bupati Taufik Nuriman sedangkan Kab/Kota lainnya tidak terdengar sama sekali, alhasil banyak kasus diakar rumput yang kemudian mencuat naik  melalui media massa.

Read the rest of this entry →

Realitas Dinasti Rawu Di Banten

Published Minggu, Juni 14, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Realitas Dinasti Rawu Chasan Sochib  Di Banten

Malam ini saya diajak kembali berdiskusi merevieuw ulang perjalanan sejarah yang telah dilewati bersama kawan-kawan. Secarik catatan yang tersisa dan semangat yang sempat hilang dan patah arang, kembali dibuka kembali malam ini disebuah warung jagung bakar lesehan di alun-alun kota Serang. Bersama seorang kawan yang datang dari jauh untuk tujuan penelitian dan seorang sobat muda, diskusi dibuka dan kembali mengkaji fenomena yang kini terjadi di Banten.

Banyak yang telah dilalui sebagai catatan sejarah yang menarik ketika awal Propinsi Banten berdiri hingga saat ini, sehingga tak heran banyak peneliti baik warga asing maupun local tertarik melakukan penelitian. Saya teringat Clifford Gertz ketika meneliti Mojokuto menghasilkan tesis yang sangat terkenal sekali, yaitu kaum priyayi, abangan, dan santri. Barangkali juga di Banten ini menghasilkan tesis baru, yaitu metamorfosa kaum Jawara (stratitifikasi tradisional lama; ulama, umaro dan jawara) dalam hal ini Klan H. Hasan Sochib dan kekuatan dinasti keluarga yang  dibangun adalah fenomena sosial menarik yang tidak terdapat di daerah lainnya di Indonesia.

Read the rest of this entry →

Gaza Kenangan Duka 22 Hari

Published Sabtu, Mei 30, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Mengenang duka 22 hari di Gaza Palestina  pada tanggal 27 Desember  2008  hingga 18 Januari 2009 mungkin masih meninggalkan bekas jejak luka bagi kita.  Hampir setiap malam hingga subuh dini hari kita melihat parade kekejaman tentara Israel memamerkan kecanggihan peralatan senjata modern sekaligus kekejaman mereka terhadap warga sipil. Perang yang tak imbang dalam hal senjata tersebut telah menorehkan caci maki seluruh dunia dan menyadarkan kita semua, bahwa masalah Kemerdekaan Palestina  hingga kini tak pernah tercapai sejak konflik  tak berkesudahan dimulai puluhan tahun dan ribuan tahun silam. Tanah yang di juluki Holy Land atau Tanah Surga itu telah menjadi ladang peperangan dan pembantaian besar yang seringkali dilakukan pihak Israel.

Pada tahun 1897 Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948 setelah disetujui PBB pada tahun 1947. Namun akhirnya wilayah Palestina banyak direbut oleh pihak Israel dan negara Palestina yang merdeka tak pernah terwujud.

Lebih lengkap baca  : Anwariansyah – www.wikimu.com (2000-1500 SM  hingga 2002)

http://teguhimanprasetya.wordpress.com/2009/01/18/zat-kimia-israel/

Diskusi Aksi Buruh PHK PT. Putra Tex- Di Banten TV Tolak PHK dan Out Sourching

Published Kamis, Mei 28, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Rendesvouz dan Diskusi PHK PT. Putra Tex

Kangen sekali tadi malam ketika seorang kawan lama menelepon minta didampingi dan bertemu di acara Obor Banten TV. Cukup lama sekali aku tidak bertemu dengan  Prabowo, ia seorang aktivis buruh dikenal sangat lantang bersuara kritis dan menjabat sebagai  Ketua DPD SPN Propinsi Banten. Sudah satu minggu ini ia menggelar aksi demonstrasi menggugat pemecatan sepihak oleh PT. PutraTeX terhadap 70 an orang buruhnya, sementara itu dari pihak perusahaan menjelaskan dengan alasan krisis finansial global telah mempengaruhi kinerja dan produktivitas perusahaan.

Isu PHK massal ini juga merambah ke berbagai perusahaan lainnya di wilayah Banten (5000 orang lebih menurut data Prabowo) dengan alasan yang sama. Sehingga untuk itulah Prabowo dan salah seorang kawan saya dari Untirta yang juga pakar ekonomi dan dikenal cukup kritis, Guswandi diminta untuk hadir di acara Obor (Obrolan Rakyat) pada pukul 1930 -selesai.

Bertemu di lobi luar ruangan Banten TV kami temu kangen, lama sekali kami tidak bersua. Banyak cerita dan kenangan masa perjuangan dimasa lalu juga diskusi berat yang kami bicarakan. Prabowo bagi saya adalah salah satu sahabat terbaik, ia jujur, berani, memiliki sikap,  dan tegas dalam hal aktivitasnya sebagai pejuang kaum buruh. Tak ada yang berubah darinya untuk tetap militan.

Read the rest of this entry →

Public Hearing

Published Jumat, Mei 15, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Diskusi terbatas menyoal LKPJ Gubernur dgn beberapa tokoh DPRD Banten dan LSM, serta Akademisi, selain akan membuat LKPJ tandingan karena banyak sektor-sektor pembangunan di Banten mengalami penurunan, juga mengingatkan Publik Hearing partisipasi rakyat dibutuhkan untuk RAPBD dan LPJ Gubernur.

Pemprov Banten harus sediakan data tsb sebelumnya di media Cyber dengan format PDF (banten go.id dan dinas), agar lebih ringkas dan mudah diakses oleh masyarakat, dengan begitu masyarakat dapat memberikan masukan obyektif dalam dengar pendapat tersebut. Dunia Cyber sebagai media sosialisasi efektif sangat dibutuhkkan masyarakat dalam memperoleh arus informasi terkhusus peran pemerintah dalam pembangunan. Lihat artikel sebelumnya di Komunikasi dan Perubahan Sosial

Melamar

Published Minggu, April 19, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Akhiri Masa Lajang

Hari ini aku akan  mengakhiri petualanganku mencari istri, melepas masa lajang, serta hidup bahagia.

Bersama keluarga melamar seorang gadis yang aku kenal ketika silaturahmi lebaran haji Iedul Adha tahun lalu. Rencana menikah kami  jika tak ada halangan pada tanggal 6 bulan Juni yang akan datang.

Semoga pernikahan kami diridhai, hidup bahagia,  dan dalam Rahmat Allah SWT.

Doa restu dari kawan-kawan blogger dan para sahabat  sangat kami nantikan.

Sekedar Tips kajian kita menikah dari situs era muslim

Read the rest of this entry →

Jejak Parlemen dari Masa Ke Masa

Published Selasa, April 14, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Dahsyat dan luarbiasa sekali ditengah kekacauan Pemilu kali ini, TV One menyuguhkan tontonan film dokumenter  dan komentar jejak parlemen dari masa ke masa dengan narasumber;  Ridwan Saidi, Anhar Gonggong,  Sri Bintang Pamungkas, Arya Bima, George Kamarulah. Peta politik dan instrumen sistem politik masa Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi dibedah dengan sangat bagus, begitupula ruh spirit yang menjadi dasar pijakan para anggota dewan melangkah menjadi orang yang mewakili rakyat. Banyak jejak yang terekam sebagai  refleksi yang  sangat cerdas digambarkan oleh para narasumber tersebut dengan jujur dan lugas.

Kualitas Demokrasi Pemilu 2009 Meragukan?

Published Senin, April 13, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Barangkali inilah fenomena perjalanan demokrasi kita yang hingga kini ditenggarai masih rawan dan belum menunjukan kualitas demokrasi yang sebenarnya.  Dugaan dan indikasi kecurangan pemungutan suara  masih diwarisi Pemilu kita kali ini.

Demokrasi sebagai cita-cita reformasi dimasa Orde Baru dahulu sarat dengan tirani dan despotisme kini telah mengalami fragmentasi dan skenario yang sulit ditebak,  sehingga telah banyak kehilangan esensi awal dan  akhir dari perjuangan yang sejati.

Bagaimana kita akan membangun demokrasi,  jika prosesnya saja diduga akan banyak merugikan perjuangan rakyat, kini dan dimasa datang. Begitupula kompleksitas demokrasi sebagai alat perjuangan terkadang juga menjadi batu sandungan yang harus dengan pahit dan jiwa besar  diterima para pejuang-pejuang rakyat yang memiliki track record, visi dan misi sangat bagus. Sedangkan masalah lainnya diluar hal tersebut adalah tingginya biaya demokrasi dll.
http://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/06/18/kalkulasi-demokrasi-2/) Read the rest of this entry →

Tanjung China, Goa Purba, Batu Petir

Published Rabu, Februari 25, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Romantisme Mistis Hari Ini

Hari ini siang hari yang terik meluncur bersama si elang perak terbang menuju Anyer. Sampai disana semilir angin dan perjalanan  jauh membuatku ngantuk, ingin berhenti sejenak disebuah kedai beratap sawung dan mengisi bensin. Disana aku ngobrol ngalor ngidul dengan pemilik kedai dan tamu yang berkunjung. Dari informasi yang kudapat ada sesuatu yang menarik darinya yaitu adanya gua purba didaerah sekitar Anyer.Namun, jika menuju  ke daerah tersebut sama artinya balik kembali menuju pulang, sementara tujuanku sudah sangat dekat dengan Karang Bolong, Karang Suraga, Karang Tumaritis, dan Tanjung China.

Read the rest of this entry →

Duplikasi Karya

Published Senin, Februari 9, 2009 by Teguh Iman Prasetya

Dahulu acara kelas antropologi tiap tahun kami berekspedisi mengunjungi tempat-tempat bersejarah serta budaya diwilayah pedalaman yang cukup kaya di wilayah Banten. Kali ini iklim para mahasiswa telah berubah, begitupula hasil karya yang kini ditugaskan secara mandiri. Saya berharap tidak menduplikasi karya orang lain dari internet tanpa menyebutkan dari siapa dan tak lagi mau turun ke lapangan. Dan berjuang melakukan kajian studi pustaka, menyukai observasi ke lapangan, dan berani mengeluarkan karya orisinilnya. Pelajaran mengarang dan menganalisa serta diskusi yang intensif barangkali sangat penting dimulai sejak dini. Baik dan buruk sebuah karya adalah melalui proses belajar, dan saya sangat menghargai karya orisinalitas yang lahir dari teori/konsep, pengalaman, serta kajian/analisa melalui hasil perjuangan.

Menghilangkan kebiasaan buruk para mahasiswa dan kita semua dimasa mendatang  haruslah dimulai dari sekarang untuk menghargai karya sendiri dan orang lain. Mengambil karya orang lain haruslah menerangkan sumber kutipan dari sumber yang bersangkutan, baik sedikit atau sebagian besar. Hal ini menunjukan  rasa tanggung jawab dan menghargai pemikiran orang lain, serta membuat kesimpulan yang lebih bagus.

Mohon maaf dengan komentar kemarin baru lalu, ternyata dari hasil karya yang dikumpulkan masih sangat disyukuri, sebagian besar adalah karya sendiri dengan melakukan observasi lapangan, bahkan diantaranya amat sangat menarik  bagi saya, beberapa hari digunung, lembah, dan dirawa dengan membawa cerita rakyat yang tidak diketahui khalayak umum kota kami. Hanya sebagian kecil yaitu 3 kelompok  yang melakukan duplikasi, sebagian besar adalah karya orisinil, sedangkan sebagian kecil lainnya tidak mengumpulkan tugas. Bagi mahasiswa Untirta yang ingin mengakses data nilai silahkan di www.siakad.untirta.ac.id

Kantata Takwa Come Back ?

Published Senin, Februari 9, 2009 by Teguh Iman Prasetya

new-picture2

Setiawan Jodi dkk. Mengeluarkan Film  Kantata Takwa

Di TV. One, Setiawan Jodi kini akan mengeluarkan film lawasnya Kantata Takwa. Film ini pernah digarap dimasa lalu ketika album Kantata Takwa melesat dan menggebrak pada tahun 1990. Saya masih ingat betul pada bulan Juli 1990, konser tersebut di Senayan telah memberi inspirasi yang sangat besar bagi rakyat waktu itu. Semacam oase kerinduan melawan kezaliman  dan salah satu timbulnya bibit pergolakan besar yang kemudian lahir pada tahun 1998. Namun, sejak kreativitas berkembang pada tahun 1998   para mahasiswa telah memiliki lagu  mars kebangsaan sendiri yang selalu dibawa-bawa pada saat berdemonstrasi. Tidak jelas siapa pengarang lagu tersebut, hingga kini masih misteri. Begitupula Sumpah Mahasiswa yang sangat legendaris dan beredar luas dikalangan mahasiswa pada tahun 1995-1998.

Secara pribadi bagi saya, Iwan Fals, Jodi, Jabo, Rendra,  Cs. pada masa itu memang cukup membuat merah penguasa dengan warna musik, puisi, dan lirik lagu kritisnya telah menjadi inspirasi  pemberontakan pada masanya.  Mereka adalah maestro dan Bob Dylannya Indonesia. Lebih pada menajamkan hati nurani dan peka terhadap realitas sosial.

Read the rest of this entry →

Konsultasi Teknologie

Published Jumat, Desember 26, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sore tadi aku berfikir untuk memperoleh ilmu baru dalam hal teknologi komputer dan memperdalam bahasa Inggris. Berkunjung ke salah satu teman pakar teknologi komputer Untirta, Fitri dirumahnya di daerah Cinanggung-Ciceri. Berbincang-bincang dan ngobrol ngalor ngidul seputar isu terbaru teknologi dan menambah motivasi belajar kembali. Sudah sangat lama kami tidak ngobrol  sejak ia pindah ke lokasi baru di Perpusatakaan Untirta. Read the rest of this entry →

Mumi Kelelawar dan Ritual Walet

Published Jumat, Desember 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Dikamar atas cukup mengejutkan bagiku, seekor kelelawar yang telah lama mati menjadi mumi dalam posisi seperti sedang tidur dan seperti dioffset, kaku dan tidak berbau. Aku menemukannya sore itu ketika seekor kelelawar masuk kedalam kamar menjemput dan melihat temannya yang telah lama menjadi mumi. Mungkin ingin bersolidaritas dan menjenguk temannya. Kelelawar itu mati mungkin sudah bertahun-tahun lamanya menjadi mumi. Besok hari aku akan mengubur mumi kelelawar itu diluar rumahku, karena kelelawar temannya itu sempat tidak mau keluar dari kamarku sebelum kuusir. Dianggapnya seperti gua kelelawar mungkin kamarku itu.

Dikamar atas selain kelelawar terkadang jika sore tiba banyak sekali burung walet beterbangan masuk kedalam kamarku. Cukup menyenangkan karena tidak begitu menganggu kegiatan belajar dikamarku, karena hanya berputar-putar didalam kamarku.

Amalgamasi yang Aneh di Kampungku

Published Selasa, Desember 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Dahulu pada tahun 70-an dikampungku pernah terjadi peristiwa yang menggegerkan masyarakat. Dikampungku kedatangan orang bule yang bernama Harry dan saweran membagi-bagikan uang dolar untuk masyarakat dihalaman depan rumahku yang waktu itu beratap rumbia. Pria setengah tua yang mengaku mendapat mimpi aneh untuk datang ke Indonesia, ingin menemui saudara nenek buyutnya. Ia yang dilahirkan di Amerika Serikat adalah orang yang memiliki darah campuran Indo-Belanda dan telah putus hubungan komunikasi puluhan tahun yang silam dengan saudara-saudaranya di Indonesia.
Read the rest of this entry →

Triumvirat

Published Sabtu, Desember 6, 2008 by Teguh Iman Prasetya

blegedes … ujung jalan mager sari dan lontar ditutup tadi sore……ada upacara….. ada ritual …. dan ada ritus yang katanya REFORMASI ……..Nyaman nyamin dilantik jadi walikota kok dekat rumahku … banyak polisi lagi …. serem …dan …sangar, brengsek …. aku jadi malas kekampus. seluruh polisi dalam posisi tegang dan siap tempur….menjaga puluhan mobil mewah yang diparkir hingga meluber ke daerah kami…………….. aku hanya mampu ngedumel……………..nyaman nyamin ……… mana bisa seperti ahmadinejad ketika jadi walikota teheran.

Bila Musim Gugur Tiba

Published Sabtu, Desember 6, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Musim hujan dibulan Desember bagiku seperti menyisakan sedikit kesedihan dan kegundahan. Aku berharap segera datangnya musim gugur yang membawa angin dan menjadi pangkal dari tumbuhnya bunga bermekaran dimusim semi. Pada musim gugur daun-daun kering rontok terbawa dan tersapu angin yang kencang, terbang menjadi serpihan debu dan abu kala terbakar tersambar api yang menjalar dimusim itu. Musim gugur bagiku membawa adanya perubahan dari yang tersisa menuju musim bunga yang tumbuh bermekaran.

Baskoro

Published Senin, Desember 1, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pop .. pop .. pop !!! ia berteriak-teriak memakiku dimasa lalu lucu sekali, dalam hati aku menimpali dengan pop … mie … matanya nyalang marah dan mendelik-delik, gembel gila rambut gimbal mirip Ruud Gulit itu membawa-bawa ransel berisi buku-buku dan alat-alat yang aneh diranselnya. Aku bertemu dengannya 9 tahun yang lalu di markas Pers Mahasiswa Jumpa Unpas Bandung tahun 1999.

Kadang ia takut dan hormat padaku seperti seorang raja, kadang ia menyela ocehanku dengan tepat, yang ia takuti adalah mimpi-mimpiku dan kemabukanku. Si Ruud Gulit dari suku bajang dan orang kalang itu entah dimana kini berada ? Tak lama bertemu dengannya aku kemudian naik haji ke tanah suci.

Masih kuingat betul hingga kini dalam ranselnya yang keberatan banyak buku, hanya buku Jawa Kuno dan topi haji yang ia keluarkan dengan cepat dan ia pamerkan sebentar untuk kemudian dimasukan kembali.

Mimpi Ke Surga

Published Minggu, November 23, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Seorang sahabat seperti cermin tempat kita berkaca mematut diri dan waduh aku merasa menjadi sangat tua sekali. Mimpi ke surga ini adalah kado dari seorang sahabat yang telah berbaik hati mengingatkan kita semua, mungkin kini dan yang akan datang dari setiap jelajah waktu dan kesadaran dimanapun kita berada.

Ruang kosong adalah adalah tempat dimana kita berpijak dan kita adalah tuan rumah dari ruangan itu. Sedangkan waktu adalah yang  berputar dari detik demi detik setiap helaan nafas. Mengenai makna kesadaran yang telah dan akan kita lakukan barangkali demikian maksud dari kado ini. Trims

klik terbang mimpi ke surga

Sawung Kampus

Published Kamis, November 20, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Eureka … begitulah jika kembali kumat menemukan ide ditengah malam buta seperti sekarang ini.Dipelataran kampus ditengah sawung yang sunyi … sudah sangat lama aku tidak memainkan tuts komputer ini dan mengakses internet sepuas hati setelah kehilangan charger laptop dua bulan yang lalu, absen dengan speedy.

Sawung kampus dimasa awal berbulan-bulan yang lalu begitu sangat menggairahkan memberi semangat melihat dunia luar, hmm … banyak yang kemudian kupahami apalagi dengan api unggun yang menyala terang ditengah malam buta.

Kembali Ke Jakarta

Published Selasa, November 11, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Mau bilang apa lagi lagi aku harus ke Jakarta kembali membeli charger laptop yang hilang. Ceroboh dan menjengkelkan, karena aku seringkali mengejar dan membaca banyak teks dan narasi-narasi di internet. Alhasil kembali berkelana dari warnet ke warnet dalam satu bulan ini, sekaligus ber hay-hay dengan sobat lawas. Keenganan bila memanfaatkan fasilitas kampus karena secara psikologis banyak terpukul dengan rasa kesal.

Hidup bagiku seperti garis lurus mata pedang yang di guratkan pada batu karang yang keras kadang usang dan klasik bagi kaum muda saat ini. Gurat naga yang kadang sudah berakar terbentuk melalui kenangan di masa lalu. Kadang aku juga melihat dengan rasa heran dan cemburu banyak orang kiprah di kampus dan masyarakat hanya numpang lewat saja. Kok asyik sekali.

Tata Dunia yang Adil

Published Minggu, November 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Peta politik global di Timur Tengah kini kemungkinan berubah, gerbang perdamaian antara USA dan negara berpengaruh sangat kuat yaitu Iran karena telah merestui serta memberi selamat Barack Husein Obama sebagai Presiden AS. Begitupula Hamas kelompok radikal Islam telah mengajak berdialog kepada AS. Harapan perdamaian di negara Timur Tengah telah berulangkali disampaikan Obama dalam kebijakan politik luar negerinya untuk belahan dunia yang sangat panas tersebut.

AS dan dunia mesti juga berterimakasih pada Ahmadinejad ditengah krisis keuangan global, harga minyak dunia tidak menjadi faktor yang membuat krisis bertambah parah. Read the rest of this entry →

Hendriyana

Published Senin, November 3, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Membaca kembali cultural studies versi terbaru ed.mudji sutrisno dan hendar purtanto serta chris baker, seperti kembali kemasa silam teringat seorang kawanku yang banyak membaca, berdiskusi, dan berteater, kadang ia juga ikut nimbrung berdemontrasi. Hendriyana, ia bagiku seperti hantu juga kawan-kawanku lainnya karena banyak mensubversi dengan sangat cerdas. Post modernisme dimasa itu sudah seringkali ia tamatkan dan ngobrol ngalor ngidul menyebarkan paham barunya ke komunitas gerakan dan pers mahasiswa. Karena pemahaman yang dangkal, kadang kami meledeknya sebagai gerakan yang sama absurdnya dengan modernitas yang kini banyak digugat. Ia dan kami tidak sadar bahwa meski hanya sepenggal sebagian yang kami ketahui seperti kesadaran adanya simbol-simbol kekuasaan orba, waktu itu banyak melakukan kerja-kerja yang melampaui dan menggugat masa modernisme dan orba.

Membaca kembali : Sejarah dan Multidimensi Postmodernisme dari berbagai versi

Refleksi Peran Pemuda dan Revolusi Bangsa

Published Kamis, Oktober 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Menyambut Sumpah Pemuda di TV One (tanggal 29 Oktober) diputar film sejarah gerakan pemuda pada masa kolonialisme hingga terakhir orde baru. Pada masa orde baru yang diwakili oleh saudara Wahab (TV.One) dan Ardian Napitupulu serta Hariman Siregar, Heri Akhmadi (Trans 7 tanggal 31 Oktober), juga Budiman Sudjatmiko. Refleksi sejarah yang sangat bagus melalui film dokumenter tersebut. Hingga saat ini peran saudara Wahab sebagai mantan aktivis dan kawan-kawan lainnya dalam kancah gerakan para aktivis terkait dengan masalah aktual kenaikan harga BBM terbilang cukup berani. Dari solidaritas masalah penyerbuan Kampus Unas pada tanggal 23 Mei 2008 hingga detik terakhir aksi unjuk rasa didepan gedung DPR RI pada tanggal 24 Juni 2008 bertepatan dengan voting terbentuknya Pansus BBM DPR RI. Begitu pula aksi solidaritas terhadap penangkapan sejumlah aktivis Komite Indonesia Bangkit misalnya oleh Forum Aktivis Bandung. Read the rest of this entry →

Baron Kucingku

Published Rabu, Oktober 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Baron kucingku malam ini terkenang kembali. Aku teringat padanya ketika satu obrolan di tepi garis kota tua 10 km beranjak surut diterangi temaram kota, membuatku kangen. Dimasa lalu mahluk satu itu begitu sangat cerdas, instingtif dan begitu setia menemani dan menungguku. Tahun 2004 jika aku pulang larut malam ia telah berada diluar garis demarkasi rumahku, diujung gang setia menungguku. Read the rest of this entry →

History of Civilization

Published Rabu, Oktober 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Rantai yang Putus dari Sejarah Peradaban Dunia

Mengajar membuatku merevisi kembali materi kuliah yang mungkin tidak benar atau sekedar menambah dan mereview ulang ilmu.

Beberapa hal yang mungkin menambah daya pikir dan analisa dari hasil tadi siang mengajar yaitu kritik (critical thinking) terhadap evolusi masyarakat versi masyarakat Eropa yang mengadopsi Teori Darwin pada masa pertengahan abad 19 dan awal abad 20, peradaban masyarakat yang paling tinggi adalah masyarakat Eropa sedangkan bangsa lain lebih rendah (Asia, Afrika, dan Amerika). Read the rest of this entry →

Rehat Sebentar

Published Kamis, Oktober 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kupikir aku harus pamit mundur sebentar dari komunitas blog untuk sekedar  refress kembali fokus menjadi kuli mengajar dan mediator dari para kawan-kawan mahasiswa yang mungkin memiliki ilmu lebih dibanding kami.

Sudah cukup total 100 % berhari-hari dan berbulan-bulan terlalu asyik dengan internet lupa makan dan lupa tidur, rambut juga dah jabrik dan menyeramkan

Ambil yang terbaik dan buang yang terburuk. Jika ada kritik silahkan terbuka untuk umum apalagi menyumbangkan ilmu.Terimakasih dan salam

Reuni Angk 2006

Published Selasa, September 23, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Reuni dan pemilihan ketua angkatan 2006 Ikom Fisip Untirta di tengah lapangan sambil berbuka puasa cukup melegakan, enjoy dinikmati dengan beberapa orang rekan dosen (yoki yusanto, rahmi winarsih dan suwaib amiruddin). Cukup membanggakan anak-anak kulihat kini semakin dewasa dan mandiri, aku baru sadar kian hari telah semakin tua. Dua tahun lalu seperti baru kemarin kami berangkat ke Baduy dan hingga kini aku selalu tetap saja merasa muda. Aneh

Komunitas Film Srangenge

Published Kamis, September 11, 2008 by Teguh Iman Prasetya

*** Gairah Film Indie di Banten ***

Dua hari kemarin kami mengadakan rapat kilat membentuk pengurus baru Komunitas Srangenge Film Maker.Akhirnya 3 (tiga) jam rapat kami memutuskan sebuah organisasi yang terstruktur dan terorganisasi tanpa meninggalkan ciri khas independensi dan orisinalitas kreativitas ide.

Banyak hal yang telah terlewati dari episode pembuatan film Indie yang telah kami garap. Dahulu dari rumah kost Yoki Yusanto sebagai orang film dan pencetus ide menggarap film documenter bertema realisme kritik social yaitu Nasi Aking dengan bendera Commander Line. Read the rest of this entry →

Jihad

Published Minggu, September 7, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sore hari yang menyentuh mendengar  dakwah Ustad Abu Sangkan di TV  swasta begitu sangat cerdas dan membuat hati kembali tenang, ia berkata,  manusia yang khusu beribadah adalah kontak batin dari seorang hamba kepada Khalik-Nya seperti getaran gelombang solar elektromagnetik yang tidak kelihatan, tetapi dapat terasa dengan jelas dan sangat kuat. Read the rest of this entry →

Semiloka Budaya Banten-Pameran Film Dokumenter dan Fotografi

Published Rabu, Agustus 27, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Banyaknya permintaan para bloger baik dari luar Banten maupun dari dalam mengenai situs purba cihunjuran, citaman dan situs lainnya di Banten Selatan, membuat saya sejak kemarin tercenung untuk mengikuti pendapat para pembaca menyelenggarakan Seminar Budaya Lokal secara spesifik mengenai Salakanagara atau Semiloka secara keseluruhan Mosaik Banten yang Bersejarah, berikut pameran foto dan film dokumenter.

Ada banyak cita-cita termasuk membangun komunitas lokal didaerah cagar budaya untuk memiliki kesadaran yang tinggi menjaga warisan budaya tersebut, serta memberdayakan secara ekonomi melalui hasil dari kegiatan seminar atau lokakarya (cinderamata souvenir yang dapat dijual, buku saku, katalog foto, dan cd film). Read the rest of this entry →

Rendra dan Fadjrul Kemarin Tampil di TV One

Published Rabu, Agustus 27, 2008 by Teguh Iman Prasetya

WS. Rendra Si Burung Merak yang Tak Pernah Tua …

WS. Rendra ternyata masih tetap konsisten dalam menyoal masalah kebudayaan. Ia terlihat masih memaknai hidup dengan kedalamannya yang esensial dan terasa lebih menjiwai serta sarat pengalaman. Tema kemarin yang disuguhkan adalah menyoal hasil karya budaya kita yang banyak dicuri oleh bangsa lain, dan dengan sangat bijaksana ia menasehati untuk menjadikan hasil karya bangsa sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari. Read the rest of this entry →

Salam Merdeka !!!

Published Minggu, Agustus 17, 2008 by Teguh Iman Prasetya

SELAMAT PAGI INDONESIA

SALAM MERDEKA !!!

Setelah usai bekerja dan merenung mencari ilham tadi malam menjelang tanggal 17 Agustus 2008 dengan tidak menghiraukan apapun diluar, saya mulai menyadari ternyata memiliki keinginan dan rasa ingin tahu yang sangat banyak juga minat-bakat terpendam yang belum tumbuh berkembang, seperti tanaman yang masih muda tak pernah dialiri air dan pupuk yang baik.

Seperti juga banyak orang lainnya keinginan kadang tak ujungnya dan tak mudah untuk digapai dengan cara instan, butuh semacam perjuangan dengan tekun, dan semangat belajar yang tak pernah ada habisnya, ditambah mungkin semacam guratan nasib baik, keberuntungan, serta ridha-Nya.

Hari ini saya mencoba untuk merefleksikan kembali, memetakan apa saja keinginan yang ada di dalam hati dan mengajak banyak sahabat untuk bergabung, serta berkolaborasi untuk memberi banyak bantuan juga sama-sama belajar. Dengan semangat dian yang tak kunjung padam dan ingin menorehkan banyak karya serta proses belajar hingga akhir hayat tutup usia kelak.

Haru Biru

Published Minggu, Agustus 10, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Di malam yang sunyi senyap sambil mengetik dan download data saat ini mendengar lagu Genjer-Genjer yang dibawakan Lilis Suryani, ketika itu masih menjadi penyanyi remaja tahun 60-an yang dikenal sebagai penyanyi rakyat hingga pada masa orde baru (ingat lagu Gang Kelinci yang juga terkenal, seringkali dibawakan oleh Titik Puspa).Lagu itu telah menjadi spirit dan motivasi untuk melakukan makar yang gagal dimasa lalu.

Suaranya yang syahdu, merdu, dan syairnya yang sangat menggetarkan dinding hati membuat bulu romaku merinding dan termenung. Sedih,.. dan haru biru.

Istiqomah

Published Kamis, Agustus 7, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pertengkaran tadi siang  dengan antar keluarga sangat tidak mengenakan bagiku. Masalah yang mestinya diperbaiki melalui generasi terbaik untuk melupakan dan tidak lagi mewarisi bibit konflik dikemudian hari. Jika menjadi dewasa artinya kita harus hadapi masa datang dengan tegar meninggalkan masa lalu dengan menciptakan dan memahami masa kini lebih baik.

Helm Butut Elangku

Published Kamis, Agustus 7, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Yang masih tersisa dan masih sangat kusayang dari perangkat perangku hingga kini, juga paling sangat bersejarah, sekaligus kisah romantis ketika berangkat dengan motor kekampus, adalah helmku. Helm itu bentuknya tidak karuan, kumal, dan dekil, dengan warna ungu yang kian pudar. Aku sangat sayang dengan helm itu dan tidak ingin kehilangannya.

Aku menyebutnya  si helm keramat …  yang bercerita banyak tentang kesaktian gerakan intelektual dan moral

si helm butut  ……… helm dekil dengan kusam sejarah bangsa masa lalu dan kini yang tetap saja miskin

si helm kenangan …….. yang bercerita banyak tentang cinta yang hilang, lahir dari mata hati terdalam

Pulosari Mandalawangi

Published Minggu, Agustus 3, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Lokasi Gunung Pulosari, Situs Cihunjuran-Salakanagara; Pemandian Kolam Anglingdarma, kerajaan jaman batu sisa dolmen, menhir, dll. (foto doc. fisip kom a nr)

Klik dapat diakses dibawah ini contoh hasil karya mahasiswa Fisip Untirta

salakanagara

Citaman

Kenangan bersama anak-anak mahasiswa fisip Ikom Untirta 2008 dan Al Faris sebagai dosen tamu.

Menelusuri jejak sejarah dan budaya peninggalan megalitik purba dan konon Kerajaan Salakanagara abad ke 1 M. Mengandalkan intuisi untuk menemukan situs dan selebihnya dipandu oleh masyarakat.

Kami mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan yang tengah gonjang ganjing politik nasional dan berkabut kontradiksi. Dilereng gunung sebelum naik ke atas puncak Gunung Pulosari kami masih mendengar Soeharto telah wafat dari prosesi kematiannya yang selama ini sangat alot.

Dalam perjalanan hanya satu orang mahasiswi yang terkena halusinasi dan akhirnya sadar kembali. Diatas gunung hanya sebagian kecil dari kami dapat bersenang-senang, menari dan bernyanyi seperti orang indian yang menang perang, melabur muka dan badannya penuh coreng moreng dengan abu sisa kepulan letusan magma dari bawah kawah yang menyembur panas.

Udara dingin kabut tipis dan kolam air dilereng gunung pulosari hingga kini masih terasa sangat menyejukan bagi kami.

Pulang

Published Rabu, Juli 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Hari ini selesai sudah mengambil banyak data  dari situs untuk kembali pulang mengkaji banyak data akademik dan lain-lain. Kembali pulang kekamar atas yang berantakan seperti kapal pecah dengan buku-buku, koran, majalah, dan kertas yang berhamburan.

Mystic Iran dan KuNgFu HuStLe

Published Minggu, Juli 13, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sudah baca Sinopsis Mistic Iran The Unseen World? (Kategori; Film dan Musik) Film dokumenter itu sangat menarik sekali bercerita banyak tentang kebudayaan Iran dan Suku Kurdi di Pegunungan Kurdistan. Ditengah malam yang indah apalagi bulan nongol saat ini, ada sesuatu yang menarik yang akan membuat kamu jatuh cinta dan merinding, jika kamu melihat adegan tarian mereka yang sudah menjadi tradisi beratus-ratus tahun silam. “Mereka mabuk dan ekstase “. Tarian itu diwariskan turun temurun oleh para pengikut Jalaluddin Rumi di Pegunungan Kurdistan. Pemandangan alamnya sangat indah dan eksotis sekali, begitupula sisa-sisa bangunan kuno yang berserakan berusia ribuan tahun. Kalau penasaran dapat kamu akses atau cari di you tube.

Malam ini aku mungkin akan menonton lagi film Kungfu Hustle yang dibintangi Stephen Chow, martial arts seni adu jotos yang ciamik dan indah juga sedikit kisah cinta romantis yang sangat dalam. Film itu  menarik sekali tak pernah bosan untuk ditonton. Sama dengan film The Promise kaya dengan teknik-teknik tinggi yang indah, hanya bedanya lebih terasa sangat hidup dengan kisah cinta sejati.

 

Jenuh

Published Sabtu, Juli 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Membaca  karya seno gumira aji darma dan attar hari ini seperti terbang kembali dialam lamunan. Sudah cukup lama tidak membacanya, tetapi mungkin sekarang tak cocok lagi untukku. Entahlah.

Jenuh sudah terlalu lama membuatku terpaku tak dapat bergerak, aku ingin segera berlari-lari diatas padang rumput atau melihat peradaban teknologi tinggi.

Saat ini banyak orang bilang dengan rambut yang semakin panjang, aku kelihatan awet muda, gagah dan tak pernah tua seperti bintang film Brad Pitt  yang berperan sebagai Tristan dalam film Legends of The Fall.

Esok hari aku ingin segera kembali pergi berkelana entah ke belantara beton Jakarta atau belantara hutan. Yang jelas aku harus segera angkat kaki dari kota tercinta dalam waktu dekat.

Bubarkan Golkar

Published Jumat, Juli 11, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya tidak tahu apakah sekarang masih relevankah tuntutan bubarkan Golkar ? Jika ingat dahulu tahun 1998-1999 fenomena itu pernah terjadi, baik dari kalangan aktivis radikal maupun spiritual. Mereka tetap bertahan karena banyak hal yang telah membuat mereka digdaya dengan polanya yang luarbiasa dalam bermain politik. Licin dan cerdik kadang licik. Imbasnya adalah sebuah metode pengajaran yang buruk bagi partai lainnya. Tak heran kemudian ditiru oleh banyak parpol. Jadi sulit sekali mengatakan siapa yang orba dan bukan orba.  Kami mungkin hanya cukup mengenang saja dimasa lalu.

Kenangan itu telah berlalu, namun kini rasanya kembali hidup lagi jika berangkat dari proses awal disetujuinya hak angket tanggal 24 Juni bulan yang lalu hingga kemarin perebutan pemilihan ketua pansus hak angket.  Seperti menyentak dan membalikan ingatan sebagian besar  kami.

 

LKM BEM Untirta

Published Jumat, Juli 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sebagai seorang yang pernah hadir bergelut dikancah gerakan mahasiswa, undangan sebagai pembicara pada acara LKM BEM Untirta yang baru pertamakali dilakukan untuk para aktivis tanggal 2 Juli 2008 di Villa Gandarasa Pandeglang, seolah mengulang kembali semangat intelektual dan memahami kondisi politik yang tengah terjadi saat ini.

Dimasa lalu gerakan mahasiswa memiliki warna ideologis yang sangat kental, ideologi yang diwakili Pan Islami (moderat), kiri-sosialisme, nasionalisme, atau hanya sekedar moral intelektual. Kehadiran beragam ideologi saat itu adalah proses pendewasaan intelektual bagi para mahasiswa.

Fenomena pasca orde baru saat ini kehadiran ideologi kanan atau Islam fundamentalis yang memperjuangkan Syariat Islam boleh dibilang masih baru dikalangan mahasiswa. Hadirnya KAMMI yang merupakan representasi kelompok gerakan mahasiswa yang berpegang pada Syariat Islam dan berpatron-klien dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Begitupula Gema Pembebasan dengan kelompok Ormas Islam Hizbut Tahrir, menandakan lahirnya sejarah pemahaman baru tentang Islam secara menyeluruh, dalam hal ini hukum-hukum syariat sebagai problem solver masalah dasar kenegaraan dan masyarakat. 

Agung Wisnuwardhana dari Hizbut Tahrir menawarkan hal itu kemarin pada acara yang sama sekaligus mempertegas tidak akan keluar melenceng dari garis ideologi besar negara Pancasila, apalagi dikaitkan secara historis-ideologis dengan Piagam Jakarta. 

Masalah politik, ekonomi, sosial-budaya,hukum dibahas secara singkat dan detail dengan perspektif Islam.  Secara aktual yang paling ramai adalah masalah politik, hukum yaitu korupsi dan ekonomi terutama SDA-Migas dan Non Migas yang kini tengah trend menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat. Kita semua sepakat bahwa musuh besar bangsa Indonesai adalah Kapitalisme Neoliberalisme terutama pada sektor publik.

Sementara itu di TV swasta kemarin, Fajroel Rahman mantan aktivis dekade 80-an berdebat dengan anggota dewan yang mempertanyakan gerakan mahasiswa berada pada garis anarkisme. Mahasiswa telah menjadi kambing hitam dan dibesarkan media menurut Fadjroel, apalagi dikarenakan pemerintah terlalu protektif melindungi kepentingan kebijakannya yang menaikan harga BBM telah melanggar konstitusi UUD 45 pasal 33.

Gejolak SDA

Published Jumat, Juli 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Semalam di TV. gejolak masalah sumber daya alam masih terjadi, aksi mahasiswa dari UIN Jakarta menolak kenaikan harga BBM, dan PT. Freeport diminta rakyat Papua hengkang dari bumi Papua dalam hal masalah non migas tambang mineral yaitu emas. Sejarah dan kronologis, dampak dan manfaat serta perbandingan  dengan negara lain tentu bagi kita sudah tidak asing lagi.

Hemat BBM

Published Senin, Juni 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Info Indonesia Mei 29, 2008

Sepeda dan Mobil Listrik: Solusi Murah Penghematan BBM

Mobil Listrik Marlip

Dengan meroketnya BBM semakin besar pula pengeluaran untuk perjalanan anda. Bayangkan, jika sehari anda bepergian 40 km pulang pergi, jika memakai mobil anda harus mengeluarkan 4 liter bensin atau Rp 24 ribu sehari. Sedang untuk motor Rp 6.000. Dalam setahun anda menghabiskan Rp 11 juta untuk Mobil (lihat tabel bawah) atau Rp 3,3 juta untuk motor.

Yang jadi solusi untuk perjalanan dalam kota adalah kendaraan listrik. Ada sepeda dan mobil listrik. Untuk sepeda anda cukup mengeluarkan Rp 100 untuk setiap 10 km. Jadi anda hanya mengeluarkan Rp 400 jika naik sepeda listrik setiap hari atau Rp 144 ribu dalam setahun. Untuk mobil anda mengeluarkan rp 100 untuk setiap 1 km. Anda hanya mengeluarkan Rp 4.000 setiap hari atau Rp 1,44 juta dalam setahun. Anda bisa menghemat Rp 8 juta lebih setahunnya!

Read the rest of this entry →

Viva Spanyola

Published Senin, Juni 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

VIVA EL MATADOR

Sepakbola cantik  dengan indah dan seksi yang diperagakan Spanyol negri para banteng, topi khas sombrero dan main bola bak aroma eksotis khas musik latin bukan main hebatnya,  menyerang dengan  operan pendek cepat dan tajam menusuk ditiang gawang. Postur tubuh yang rata-rata lebih pendek dibanding Jerman dan pemain Eropa lainnya bukan masalah, begitupula tampilnya skuadron rata-rata para pemain muda dan pelatih tertua Aragones yang kontroversial. Hasilnya David Siva sebagai top scorer dan Fernando Torres el nino sebagai pencetak gol berbahaya dikubu lawan. Kemenangan di semifinal atas Rusia 3-0 dan Jerman 1-0 membuktikan Spanyol adalah tim yang sangat tangguh dimasa datang. Tidak pernah kalah, menguasai lapangan dan banyak peluang, pantas menang, dan berhak atas Juara Eropa.

Rizal Ramli

Published Sabtu, Juni 28, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Wah buntut dari seringnya berkomentar kritis kini mendapat tanggapan yang keras pula. Buntut terjadinya kerusuhan telah membuat Syamsir Siregar Kepala BIN kebakaran jenggot dan mulai menuduh kesana-kemari. Kata-kata menteri Sontoloyo, Menteri Mbalelo keluar begitu saja dengan lantangnya.

Begitu juga  ketika tadi malam Rizal Ramli diputuskan oleh pemerintah dipecat dari komisaris PT. Semen Gresik. W ah sekarang masalahnya telah merembet ke masalah kemampuan pribadi. Rizal Ramli dikenal sangat vokal dan kritis bahkan saya amati sejak tahun 2005 ketika menentang kenaikan harga BBM pertama kali dan yang kedua kali (125%) oleh pemerintah. Sebagai bekas menteri dan seorang ekonom yang sudah makan asam garam tentu beliau lebih tahu masalah mendasar dari kenaikan harga BBM tersebut. Wajar jika yang ketiga kali ini sangat marah dan kritis, begitupula pakar-pakar lainnya.

Sebagai Komisaris PT. Semen Gresik saya cukup salut dan anggap sukses, apalagi Jika mengenang  peristiwa seringkalinya kelangkaan semen dimasa orde baru karena dimainkan spekulan.

HP Tertinggal di Bus

Published Sabtu, Juni 28, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sangat merepotkan sekali, cape dan ngantuk berat membuat Hp kembali ketinggalan untuk yang ke tiga kalinya dibus antar kota. Meskipun nomor  kartu dapat kembali dan tetap sama, tetapi banyak alamat nomor hp kawan yang  tidak tersave dan tidak memiliki  cadangan lagi. Ini bagian yang paling penting untuk dapat berkomunikasi. Terpaksa kini banyak diam dan menunggu.

Pak Profesor

Published Jumat, Juni 27, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Catatan untuk Seorang Intelektual Bebas bernama
“ M. AL FARIZ “
Profesor Masyarakat Kota Serang

 

MANUSIA KAMAR
Menjadi manusia kamar artinya kembali menekuni buku-buku, bahkan hasil thesispun ikutpula untuk direvisi dan dibongkar, karena ada pengembangan penemuan baru tentang struktur bertingkat partisipasi politik secara kuantitatif dilihat dari intensitas dan frekwensinya (atas jasa bimbingan pakar sosiolog UI Soelaiman Sumardi yang saya hormati), serta revisi sejarah gerakan mahasiswa pada dekade 80-an. Diantaranya kawan-kawan UGM yang belum saya tulis dan sebutkan yaitu, M. Al Fariz. Senior saya yang satu ini sangat luar biasa selain M. Torik pendiri Tabloid Bulaksumur dan Majalah Balairung yang pernah saya kenal di Yogya. Saya mengenalnya justru ketika kami sama-sama kembali pulang kampung ke Kota Serang dan bertemu tahun 2005 dikampus Untirta (di UPM Jumpa Bandung kami tidak pernah bertemu), adiknya adalah kawan saya sejak SD dan ibundanya termasuk salah satu guru saya ketika di SMPN I Serang.

Tema partisipasi politik mahasiswa yang saya ambil cukup berat saat itu di MPS UI Jakarta, mungkin tidak semua orang berani mengambil karya ilmiah seperti yang saya lakukan. Pengamat social politik dalam hal partisipasi politik mahasiswa dan masyarakat jika tidak salah mungkin baru Arbi Sanit dan Iwan Gardono yang sudah kawakan dari UI Jkt, selain sosiolog terkemuka Tamrin Amal Tomagola dan Imam Prasodjo yang juga mengamati kecenderungan perilaku social masyarakat.

INTELEKTUAL BEBAS

Seorang intelektual yang cerdas tidak selalu sama dan kadang berbeda dari hanya sekedar prosedur meraih gelar kesarjanaan serta kepangkatan. Ia boleh lahir dari jalanan dan proses diskusi yang sangat panjang serta tidak kurang habisnya menimba ilmu. Ia juga seperti avatar, kadang menguasai banyak ilmu. Otodidak dan minat terbesar adalah semacam daya dorong seseorang memiliki energy yang tidak tak terbatas. Dan ia tidak butuh dengan formalitas gelar Ijasah yang dapat dibeli dan berderet title yang hanya menunjukan status social dan kehormatan semu.

Saya mengenalnya kemarin hingga hari ini bernama Al-Fariz, seorang intelektual bebas, sering disapa dan biasa dipanggil oleh masyarakatnya, “Pak Professor”, tanpa diminta.Garis pemikirannya lebih cenderung sebagai intelektual kampus yang sejati. Kekuatan penalaran (reasoning power), kecermatan pengamatan, dan idealismenya, serta ide-idenya menunjukan eksistensinya sangat berhak sebetulnya berada didunia kampus sebagai dosen. Dan ia juga adalah tipikal seorang budayawan yang disegani ditengah masyarakat.

Kenangan UNAS Kampus Legendaris

Published Senin, Juni 23, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Membaca teks peristiwa yang terjadi saat ini seperti membidik dan membalik kenangan dimasa lalu. Tahun itu 1993 kampus UNAS Jakarta sedang menggeliat menjadi kampus pergerakan yang bangun dari tidurnya. Akibatnya kemudian seringkali terlibat bentrok perang saudara dengan Menwa, yang masa itu tidak lebih perintang jalan perjuangan mahasiswa. Banyak korban terjadi waktu itu, dan ketakutan serta kecemasan sangat mencekam di kampus UNAS, hingga membuat kami dari Unpas Bdg datang berkunjung dan ingin tahu apa yang sedang terjadi. Saat itu kampus UNAS betul-betul memiliki sejarah paling legendaris di Jakarta.

Dan kini sejarah berulang kembali, UNAS dikenal kembali lewat aksinya yang dramatik dan menarik perhatian serta keprihatinan publik. Pola orde baru jilid 2  telah terjadi lagi. Penyerbuan pagi dini hari tanggal 24 Mei terhadap demarkasi wilayah kampus, kekerasan, dan kebohongan publik telah terjadi pada peristiwa yang sangat menentukan ketika tanggal 23 Mei malam hari maklumat dari pemerintah kenaikan harga BBM tidak dapat lagi dibendung rakyat. 

Aku cukup heran melihat eskalasi politik saat ini, kegamangan dan kegelisahan tak kurang lebih sama dengan tempo dulu. Dan betul saja, akhirnya kembali lagi jatuh martir  yang tidak berdosa korban dari rezim baru. Kematian yang direkayasa seolah-olah ingin tetap terus mempermalukan dan memojokan para aktor jalanan yang siap mati demi rakyat, seperti tidak ada habisnya untuk memukul mundur semangat perlawanan rakyat.

Bahkan sebelum terjadi kenaikan harga BBM melalui media televisi SBY-Kalla seolah mengejek dan menantang para demonstran tidak lebih dari seminggu. Nyatanya sudah lebih dari 3 minggu aksi rakyat tetap saja terjadi dimana-mana diseluruh penjuru tanah air.

Apa yang terjadi dikampus UNAS menandakan kembalinya masa surut yang tak pasti seperti masa lalu dan kerasnya sudut pandang dari penguasa seperti batu karang yang sulit untuk berubah serta mau mendengar.

Selamat Jalan Maftuh Fauzi,  saudara berhak menyandang gelar Pahlawan Rakyat  buah martir dari cita-cita dan pengorbanan yang anda inginkan untuk melawan kebijakan SBY-JK.

Turut Berduka Cita

Published Jumat, Juni 20, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Turut Berduka Cita atas meninggalnya sdr. Maftuh Fauzi (alm) di rumah sakit Pertamina. Semoga jasa dan niat baik yang diberikan almarhum diterima disisi-Nya dan tergolong husnul khotimah. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran untuk tetap tabah.

Amin

Bingkai Retak Nasionalisme

Published Jumat, Juni 20, 2008 by Teguh Iman Prasetya

BINGKAI RETAK NASIONALISME 2008 – 2009

Kita akan memiliki masa depan yang tidak pasti dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh SBY-Kala/

Kebijakan pemerintah semakin tidak memperdulikan hati nurani rakyat.

Read the rest of this entry →

Kontemplasi

Published Rabu, Juni 18, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Ketika Terang Bulan dan Turun Hujan

Malam ini sebelum pagi subuh datang, aku melihat bulan sangat terang dan indah sekali ditengah alun-alun kota Serang. Aku merasa tercerahkan dan ekstase. Aku merasa sangat tenang dan damai. Sudah lama sekali aku tidak merenung dan bermeditasi mensyukuri semua nikmat tuhan yang telah Ia berikan padaku. Nikmat dan rasa syukur dari semua yang Ia berikan dan segala rintangan serta cobaan yang menghadang, juga kegelisahan yang kian tinggi intensitasnya saat ini. Dan aku melihat bintang dan bulan telah berada pula di hati jutaan rakyat nusantara, cahayanya memendar lewat sudut matanya yang berbinar dari balik gunung, sudut kota, hutan, lembah dan ngarai, juga danau yang jernih, tulus, dan bening.

Di tengah kepenatan melihat banyak sekali fenomena ekonomi, sosial, budaya, politik, dan hukum yang kini telah membuat kita kecewa. Apalagi kemarin malam melihat berita informasi acara kupas tuntas Trans 7 yang dipandu Teguh Usis. Salah satu narasumbernya selain Pukat Korupsi dari UGM, seorang kawanku Syahrin dari Komisi 3 DPR RI mengenai kasus suap yang melibatkan petinggi Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Untung Udji Santoso dan Arthalita pelaku suap kepanjangan tangan dari Samsu Nursalim. Cukup memprihatinkan sekali.

Di tengah beban rakyat akibat kenaikan harga BBM, penetrasi neoliberalisme yang kian deras pada sektor publik, dan berbagai kasus korupsi serta kebijakan publik lainnya yang telah banyak merugikan rakyat, maka sudah saatnya kita tak lagi percaya lagi sepenuhnya terhadap pemerintah dan penegak hukum, jika tak memiliki ketegasan dalam bersikap dan memiliki visi strategis untuk bangsa ini dan untuk kita semua.

Di pagi subuh yang dingin dan hujan gerimis datang yang mulai turun membasahi bumi, menutupi keindahan padhang bulan tadi malam, semoga kita masih tetap diberikan kesabaran, banyak bersyukur, dan TETAP BERGERAK !!! untuk masa datang yang lebih baik.

My Blogs My Curhat

Published Minggu, Juni 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Bagi saya mengenal dunia blog sejak 8 bulan lalu tepatnya bulan November 2007 sangat bermanfaat sekali. Banyak yang telah menjadi guratan pada catatan hingga hari ini, baik yang sudah selesai tuntas ataupun yang belum tuntas sama sekali.

Begitupula dari pengirim pesan yang mengirim komentar, baik yang kukenal maupun yang tidak kukenal sama sekali.

Senang berkenalan kembali dengan sobat lawas dan anda sekalian kawan baru yang memberi semacam obat tidur penenang atau kegelisahan baru untuk terus berfikir mencerahkan.

Sekali lagi saya berterima kasih dan mohon maaf bila dari sekian banyak komentar yang kawan berikan belum saya jawab.

Salut untuk TNI

Published Kamis, Juni 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Salut untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang telah menyerahkan aset bisnisnya tanpa kompensasi kepada pemerintah. Sangat melegakan sekali ditengah individualisme dan hedonisme para pejabat dan politisi serta aparat hukum korup  diera reformasi saat ini. Inilah jalan terbaru  dari TNI untuk terus mereformasi diri dan membuktikan profesionalismenya berkorban untuk negara. Sekali lagi salut

Berkarakter

Published Selasa, Juni 10, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Hugo Chavez akhirnya akan bekerjasama dengan Barack Obama. Mungkin akan menyusul berikutnya Evo Morales dan Ahmadinejad.Aku mengagumi karakter pemimpin besar yang kini menjadi pusat perhatian dunia. Aku berharap tata dunia yang adil tercipta lewat tangan mereka dan berharap selanjutnya membawa dampak yang positif bagi Indonesia. Misalnya politik diplomatis Global Warming dan Climmate Change di Indonesia melalui Sumatera, Borneo, Papua dll mesti mendapat jaminan kompensasi yang adil seperti di Brasil. Begitupula dengan neoliberalisme hendaknya tidak melanggar batas yang keterlaluan.

Aksi Untirta Banten & Unas Jakarta

Published Sabtu, Mei 24, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Malam Sabtu tanggal 23 Mei kemarin dipintu gerbang kampus Untirta terjadi aksi besar mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen organ mahasiswa (BEM Untirta, GMNI, HMI, Hamas, UMC, FAM Banten, dll). Tekad mereka satu yaitu menolak kenaikan harga BBM yang dengan mendadak telah diumumkan Menteri ESDM Purnomo  dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada jam 7 malamnya. Aksi berlangsung damai hingga pagi dini hari, meskipun sempat terjadi insiden pembakaran ban bekas dan aksi saling dorong dipintu gerbang kampus, juga salah seorang mahasiswa membakar foto SBY diakhir acara.

Orasi bergantian dari para mahasiswa pada saat aksi itu berlangsung terasa lebih menyegarkan lagi dan ternyata mereka lebih cerdas dibanding para menteri SBY-Kalla terutama Sri Mulyani dan Purnomo.

Aksi Untirta itu juga bertepatan dengan aksi yang terjadi pula dikampus UNAS Jakarta yang terjadi bentrok dan  baku hantam, bahkan fasilitas kampus ikut pula dijarah oleh aparat keamanan jam 6 pagi dini hari ketika menyerbu kedalam kampus, memukul serta menahan 100 orang mahasiswa UNAS. Rasa frustasi yang amat sangat dan kekecewaan yang paling mendalam telah terjadi malam kelabu kemarin hingga pagi yang beringas dan brutal terjadi dikampus UNAS,  juga sebagian besar rakyat Indonesia.

Apa yang telah dilakukan Sri Mulyani dan Purnomo terhadap rakyat dengan menaikan harga BBM, sangat gegabah sekali. Sri Mulyani sangat jelas sekali sejak dulu ia adalah antek spekulan asing  dan Purnomo juga telah gagal sebagai Menteri ESDM dengan mengobral minyak kita kepada pihak asing AMAT SANGAT MURAH melalui kepemilikan saham dan insentif (Kontraktor Kerjasama Bagi Hasil-KPS), bahkan diblok Natuna kita tak mendapat apa-apa melalui rasio perbandingan 0 : 100 dan cost recovery yang terlalu tinggi. Data tahun 2007 sebesar 93,2 Triliun untuk mereka.

Nasionalisasi asset dan pembagian yang adil harus kita mulai dari sekarang, mengingat hampir 90 % aset kita dikuasai oleh pihak asing. Mati didalam lumbung padinya sendiri kita bernasib sama dengan negara Bolivia.

Logika Yusuf Kalla lebih lucu lagi 44 BUMN kita akan dijual pada saat acara Todays Dialog dengan Amin Rais dan Kwik Kian Gie. Bagaimana mungkin  jika misalnya BNI, BRI, dan BTN yang termasuk perusahaan sehat dan sangat produktif itu hilang dari tangan negara. BTN misalnya telah memiliki pasar dan konsumennya sendiri yaitu para kreditor perumahan yang jumlahnya amat sangat banyak dan menguntungkan. Dan bagaimana mungkin jika itu terlepas sama artinya deviden BUMN dari penyusunan APBN itu telah hilang sama sekali.    

Front Pemuda 98

Published Kamis, Mei 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kejadian kemarin di televisi membuat saya cukup kaget, salah seorang kawan entah siapa saya lupa dikomunitas Angkatan 98 terjebak aksi yang dianggap anarkis oleh aparat dengan sedikit emosional terpicu, setelah peserta aksi lainnya yang sebelumnya ditangkap karena melempar molotov dan mahasiswa dari BEM SI tertembak peluru karet aparat. Sekitar 20 orang mahasiswa telah ditangkap pada peristiwa kemarin. Aparat keamanan terlihat mulai represif dan menerapkan siaga satu di Jakarta. Kemungkinan korban mahasiswa akan berjatuhan jika terjadi aksi kembali.

Saya cukup prihatin tetapi juga dapat memakluminya mengapa bertindak seperti itu. Saya melihat di tv ada nuansa ia ingin membela rakyat dan ingin berdiri digaris depan sebagai frontier. Saya dapat merasakan kekecewaan dan kegelisahannya sama seperti yang saya alami.

Ia salah salah seorang alumni angkatan kami yang merasa turut bertanggung jawab dan ikut andil adanya jaman baru reformasi saat ini.

Wajar dan amat wajar setelah penantian yang sangat panjang untuk kembali berproses mencari format bentuk yang ideal dari generasi kami. Apakah dengan konsep , aksi atau petisi mosi tidak percaya terhadap pemerintah seperti Bang Ali Sadikin (alm) cs Petisi 50 lakukan.

Hari ini apa yang kita lihat adalah bersama rakyat harus turun kejalan. Mengenai tuduhan pemerintah aksi kemarin ditunggangi Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie sangat tidakmasuk akal, keduanya sudah mulai uzur dan tidakmemiliki sama sekali ambisi kekuasaan. Nurani dan rakyatlah yang menunggangi aksi mereka kemarin.

Pola gerakan kami adalah mengembalikan cita-cita reformasi yang sebagian besar mungkin sudah dianggap kandas.

Tahun 2007 lalu ketika saya diundang untuk datang menghadiri acara Pertemuan Aktivis Nasional Angkatan 98 bukan hanya temu kangen dan rendevouz romantisme semata, tetapi lebih dari itu menemukan kembali jati diri kami yang hilang.

Sebelumnya pada tanggal I Juni 2006 di Banten tepatnya Hari Pancasila saya dkk dahulu pernah mendirikan FOLKer 98 untuk mengembalikan esensi perjuangan reformasi yang hilang waktu itu yaitu menggugat kembali dan adili Soeharto.

Karena gerakan waktu itu hanya terdiri dari orang-orang Banten yang pernah melawan rezim orde baru (rata-rata pernah kuliah diluar daerah kami), maka akhirnya kami bergabung ditingkat nasional yang lebih besar, dengan harapan esensi perjuangan tidaklah hilang begitu saja.

Ketika menjadi bagian dari tim perumus FP 98 adalah bagaimana merumuskan platform dasar perjuangan nasional dan pembangunan kita, dalam hal ini adalah resolusi jawaban yang terdiri dari berbagai masalah multi dimensional waktu itu yang dianggap krusial bagi bangsa.

Selain itu sebagai pembuka adalah manifesto untuk menempatkan peran pemuda sebagai identitas yang mesti diberi peran dan tanggung jawab memegang posisi kunci pemerintahan dengan catatan progresif dan intelektual, memiliki nasionalisme dan kebangsaan, serta idealis secara moral. Jadi tidak benar sama sekali bahwa Front Pemuda 98 tidak memiliki pola dan kehilangan orientasi sama sekali. Dengan adanya berbagai masalah bangsa saat ini termasuk dampak naiknya harga BBM yang akan berakibat besar bagi kesengsaraan rakyat, maka sudah selayaknya kami turun kejalan serta ikut pula merumuskan solusi alternatif terbaik bagi pengambil kebijakan dan rakyat Indonesia.

Dialog

Published Rabu, Mei 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kemarin malam mengikuti Todays Dialog di Metro TV edisi khusus yang menghadirkan Amin Rais, Kwik Kian Gie, Habibi, dan Hendro Priyono dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 100 tahun dan 10 tahun reformasi. Sangat menarik sekali terlihat kesemuanya berbicara dengan semangat kenegarawan.

Yusuf  Kalla  yang hadir pada malam itu terlihat sangat bersikukuh sekali dengan pendapatnya, bahwa 20 BUMN harus diprivatisasi dengan mengikuti mahzab pasar persaingan sempurnanya neo-liberalisme, meskipun Amin Rais dan Kwik Kian Gie mengemukakan pendapat bahwa perusahaan nasional tersebut masih sehat dan tidak perlu diprivatisasi seperti India dan China.

Sementara itu Kwik Kian Gie memaparkan harga BBM terkurangi dan terdistorsi oleh segelintir broker di luarnegeri warisan orde baru. Bukan hanya itu Kwik juga menolak RAPBN-P 2008 dikatakan akan jebol jika tidak mengikuti standar internasional harga BBM dunia $ 120/barel. Dan banyak lagi.

Hendro Priyono mantan kepala BIN ikut pula meramaikan dan menyatakan, bahwa neo-liberalisme berbeda dengan demokrasi dan HAM.

Diskusi malam kemarin menyiratkan bahwa masalah bangsa ini semakin krusial dengan persoalan ekonomi dan krisis identitas bangsa ini.

Sedangkan Kompas hari ini Amin Rais menyatakan bahwa reformasi telah gagal dalam acara peluncuran bukunya,  ”Menyelamatkan Indonesia”  yang dihadiri oleh tokoh-tokoh politik dan akademisi seperti Din Syamsuddin, Sutrisno Bachir, Jalaluddin Rahmat, dll.

Di RCTI kemarin juga lebih lengkap lagi dalam hal pemaparan data-data dari berbagai sumber yaitu tentang kemiskinan dll. dari FAO, Bapenas, BPS, Bank Dunia, dll. Reformasi juga telah diangggap gagal.

Privatisasi PT.KS

Published Selasa, Mei 6, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Privatisasi PT. KS

Teguh Iman Prasetya

Hari ini saya membayangkan negara Bolivia yang kaya akan sumber daya alam terutama migas di Amerika Latin dan sektor produksi lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak, tetapi negara itu tidak memiliki sama sekali kekayaannya. Bahkan terjerat oleh kemiskinan dan korupsi yang merajalela sebelum Evo Morales kemudian menduduki jabatan presiden saat ini.

Dimasa lalu Bolivia adalah tempat pembantaian kaum komunis dan tokoh terkenal seperti Che Guavara yang terpancing untuk melakukan perang revolusi dinegara itu, sehingga mengundurkan diri dari jabatan kementrian di Kuba. Sukses di Kuba bersama Fidel Castro ketika menumbangkan rejim boneka Amerika ternyata malah berbuah hasil yang pahit, menemui ajalnya dalam pelariannya ditepi jurang.

Read the rest of this entry →

Polling BCW

Published Sabtu, Mei 3, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Hari ini mengadakan polling lagi untuk masyarakat. Kali ini mengenai hal yang sangat mendasar sejauhmana keterlibatan masyarakat dapat ikut serta menentukan kebijakan publik diwilayah negara dan masyarakat.

Saya menginginkan adanya partisipasi yang sangat kuat dari masyarakat untuk ikut serta menentukan dan mengawasi jalannya roda pembangunan.

Untuk itu saya berfikir  pada tataran teknis harus dilakukan dengan diperkuat adanya peraturan daerah yang menjamin hal tersebut.

Cyber Law I-T-E

Published Jumat, Mei 2, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tadi malam mengikuti diskusi yang cukup menarik tentang Undang-Undang Baru ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) di acara Kupas Tuntasnya  Trans 7 yang dipandu Teguh Usis .  Indonesia sebetulnya terlambat memberlakukan Cyber Law untuk menghadapi Cyber Crime kejahatan dunia internet yang sudah sering terjadi. Diskusi semalam cukup menarik meskipun kurang begitu detail karena waktu terbatas.

Krakatau

Published Kamis, Mei 1, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Gunung Anak Krakatau  kembali  mengeluarkan lahar dan asap tebal  membuat resah kaum nelayan di perairan Selat Sunda.  Gelombang yang tinggi akibat aktivitas Gunung Krakatau membuat nelayan tidak berani mendekati wilayah sekitar gunung tersebut. Tahun ini adalah untuk yang ketigakalinya aktivitas gunung tersebut meningkat.

  

Sementara lainnya menganggap kejadian tersebut adalah gejala yang normal, bahkan  dengan demikian tidak akan meletus sedahsyat pada tahun 1883 dimasa Gunung Krakatau semakin dewasa dan sebelumnya jarang meletus. Semoga

 

 

 

 

Hari Buruh

Published Rabu, April 30, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pagi tadi sulit sekali beranjak dari tidur, badan demam dan terpaksa tidak kekampus. Banyak istirahat dan tidur membuatku sehat kembali. Sore hari meluncur kembali membereskan sedikit masalah sebelum kembali pulang. Dan aku melihat banyak aksi oleh serikat pekerja di televisi menyoal Hari Buruh Internasional masih dengan tema klasik yang hingga kini masih menjadi masalah, seperti masalah outsourching (buruh kontrak), UMK-Upah Minimum Kabupaten/Kota berdasarkan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) diberbagai daerah yang masih rendah, trafficking, masalah HAM TKI kita yang ditindas dll. Solidaritas untuk buruh sebagai tulang punggung ekonomi negara rasanya layak diberikan.

Sawung Kampus

Published Sabtu, April 26, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Hari ini aktivitas dikampus kembali  mangkal di sawung dengan kegiatan yang kini jadi tradisi budaya baru para mahasiswa dan dosen, mendownload internet gratis dengan fasilitas hotspot yang ada ditiap gedung. 

Bertemu kembali dengan Pa Yoyo Mulyana rektor lama, Rizal, dan para aktivis lainnya di sawung kampus. Kami mengenang kembali mancing ikan dan mandi di laut Pulau Panjang dan Pulau Tunda.

 

 

Kmbli Krja dan HP Hlng

Published Senin, April 21, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pulang dari kampus malam hari ini, aku berfikir untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang bertumpuk. Sayangnya seperti yang sudah-sudah tidak ada yang bantuin. Aku butuh asisten, ada yang bersedia ? 

Catatan Kemarin yang hilang

Untuk nomor HP yang hilang   085920770007 Besok mungkin ke ke XL. Center  untuk blokir nomor Hp sementara waktu.

 

 

Refresh

Published Senin, April 21, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Mandi tadi sore jam setengah tiga ternyata sangat menyegarkan, aku merasa muda kembali. Segar bener seperti melepaskan kepenatan dan kelelahan, nikmat sekali. Datang ke kampus, aku melihat kiriman email dari sobat lama.  Isi suratnya bagus sekali. 

Seperti Widji Tukul yang hilang dengan puisi singkatnya, bukannya akupun pernah memberimu sebuah tanda mata puisi dari suara masa lalu, ” Na, bangunkan aku besok pagi!, besok pagi aku ingin demonstrasi”. Dan itu sudah sering kamu lakukan. Terimakasih Na, kamu masih tetap baik seperti dulu, banyak mengingatkan dan memberi nasehat. Kali ini suratmu kuyakin akan memberi banyak motivasi pada banyak orang.

 

Ok

Published Sabtu, April 19, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Suatu ketika terbang mengikuti naluri dan getaran nasib yang tergurat lewat sms. Ah perempuan itu sungguh menggoda dan menyayangiku. Dalam tidurku aku melihat jelas kemana dia pergi. Dan kemudian diantaranya mengajakku diam, diam yang sangat dalam.

Suatu ketika kemudian, bertemu perempuan  yang  lembut dan eksotis  itu datang menggoda, ah aku merasakan sesuatu

Dari semuanya termasuk padamu,  aku menyerahkan semuanya pada takdir.

ekstase

Published Sabtu, April 19, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kehilanganmu dan pengembaraan kesibukanku, kadang ternyata masih ada sedikit yang tersisa dari keindahan yang  menyala sangat terang. Menyentuh keyakinan kembali pada cinta.

Aku berterimakasih dari apa dan siapa yang mencintaiku, dan  masih menyadari memiliki sesuatu yang berharga dalam diriku terperangkap belum berani untuk keluar menjadi cahaya yang terindah, menelusuri jejak sungai, lembah, rawa, danau, langit biru, dan menjadi semesta….

mimpi

Published Sabtu, April 19, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Desember 2006

Hari ini aku ingin berbagi denganmu, entah yang keberapa kali dan tak ingin memberimu masalah yang berat. Waktu yang berlari cepat seperti kuda terbang membuatku ingin berbisik padamu untuk menghabiskan waktu atau berlari bersama waktu.

Sejak aku kehilangan keindahan dan nyala apimu, hidup terasa beku dan keras. Mungkin aku harus kembali seperti dimasa lalu dengan semua keberanian dan kegelisahanku. Tetapi itu artinya aku hidup di masa lalu, bukan hari ini atau yang akan datang.  

Banyak yang telah berubah, tetapi aku masih tetap bermimpi menjadi bagian darimu menjadi pemuja cinta yang saling menatap dari hati yang paling dalam dengan diam yang tidak berujung. Dalam mimpi dimasa lalu dan tiap musim semi bunga yang hanya tumbuh satu kali, aku sayang kamu

 

Ok

Published Minggu, April 13, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Senja datang seperti dalam mimpi, aku bertemu keindahan yang hilang dihalte kampus jam 3 sore. Bidadari cantik yang membuatku asing dan kagum, entah berapa abad aku hanya mencumbu bayangnya.

Hingga detik ini aku tak pernah berani menyapanya, meski kenangan abadi itu masih terpakai padanya. Sumpah, sungguh mati aku tidak berani

 

Kembali Pulang

Published Sabtu, April 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pulang kembali ke kampus sore tadi cukup melegakan bagiku. Tetapi sayangnya  aku terlambat mengajar kembali, arus jalanan begitu sangat  padat dan macet di Jakarta. Begitu juga bis antar kota dari kali deres hmm… membuatku berkeringat kepanasan akibat macet  dan ngetem cukup lama di pool Arimbi.

Untungnya para pengamen jalanan cukup menghibur dengan lagu-lagunya. Saat pertama lagu dangdut yang menggoda, saat kedua qosidahan yang religius, dan yang ketiga adalah lagu-lagu Iwan fals. Aku merasa sudah cukup terhibur.

Pulang kembali ke kota asal aku berfikir untuk mencari pengganti HP ku yang hilang.

Jika Jam Tangan Di Kanan

Published Sabtu, April 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Jika jam ditangan kanan adalah mythos dan legenda, kubunuh dengan telanjang tanpa jam tangan  kembali seperti dimasa silam dengan ideology baru. Tetapi kini kupakai kembali tadi siang setelah mengisi baterai dari seorang anak muda yang berjualan diemper toko.

Banyak kenangan telah terlewati dengan jam tangan yang kupakai ditangan kanan sebagai bentuk symbol pengembaraan dan pencarian, pekerja keras, romantisme, cinta, kegagahan, kejantanan, kepemimpinan, keindahan, juga  pemberontakan, bahkan pernah juga dianggap kekiri-kirian. Ditahun 2000 sepulang haji kebiasaan itu kumulai menjadi ciri khas hingga terakhir tahun 2003. Masa itu Kota Serang adalah kota mati dan sepi, tidak seramai sekarang.

Tetapi pernah sekali diantara tahun itu ketika cinta merubah jam tanganku berpindah ke tangan kiri sekali, aku melihat dampaknya luarbiasa sekali. Sedangkan tahun 2004 hingga sekarang adalah masa pancaroba ditengah lapangan yang  melelahkan ketika jam tangan kulepaskan.

Sementara itu salah seorang kawanku seorang wartawan hingga kini sangat fanatik  bertahan memakai jam tangan di pergelangan kanan, entah apa maknanya baginya. Sedangkan kawanku yang satu lagi telah pergi jauh. Kami dulu hanya bertiga, aku menyebutnya Trigan seperti cerita dalam komik dan memiliki kebiasaan memakai jam tangan ditangan kanan.

Sebetulnya dari dulu sejak jaman mahasiswa dan terakhir 1999 aku selalu memaknainya tanpa jam tangan sebagai satu symbol ketelanjangan, membumi bersama tuhan, bersama rakyat, bersama semesta, sekaligus penyerahan diri, keberanian, juga ketabahan.

Tetapi saat ini, aku ingin memaknainya kembali jam itu pada pergelangan tangan kananku, karena aku merasa sangat lebih nyaman saja, tanpa ada maksud mensakralkannya kembali.

Serasa Naik Ferari

Published Sabtu, April 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kecepatan bertambah semakin tinggi seperti terbang dan serasa naik mobil Ferari  dengan Ram 1,5 GB dan driver  acer yang mulai aktif dilaptopku. Sekarang laptop acerku tidak lagi aseran/pemarah dan sering ngambek. Aku berjanjji merawat  komputerku, tidak akan  lagi ceroboh dan teledor. Bahkan mesin pendingin akan kupasang untuk mengurangi panas baterai dan arus listrik, juga layar monitor yang terlindung dari debu dan kubuat mengkilat bersih.

Bagiku laptop sekarang seperti istri dan pacar  kedua, mungkin aku akan banyak mencurahkan pikiran dan perhatian serta mencurahkan banyak perasaan dengan menulis. Setidaknya dengan begitu aku mengurangi kegiatan di lapangan atau mentransformasikan kegiatan yang sangat banyak dan seabrek itu  dengan  menulis,  bersama harapan untuk mengkomunikasikan setiap peristiwa/narasi dan wacana dengan lebih baik.

Hp Hilang dan Terjebak di Jkt

Published Jumat, April 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Dibelantara beton jakarta kembali aku berkelana memperbaiki laptop dan tambah ram.  Ngantuk dan cape pada saat berangkat membuatku tertidur pulas didalam bus antarkota. Ngantuk berat membuatku lupa dengan HP bututku, ketika turun akhirnya tertinggal lagi. 

Jadi, aku mohon maaf  kepada kawan-kawan,  jika ada yang kontak tak lagi terbalas. Saat ini didaerah mall mangga dua aku merasa tanggung untuk pulang kembali ke kota Serang, karena besok pagi sudah dapat diambil dan siang harinya harus segera cepat kembali mengajar. 

Laptop bagiku saat ini sangat penting bukan lagi barang mewah, ada banyak pekerjaan yang harus segera kuselesaikan. Mengejar waktu dan menyelesaikan banyak program. Aku sekarang menikahi banyak proposal dan banyak konsep, hingga dahiku juga kini kian berkerut-kerut berfikir keras, kadang malas untuk bicara banyak, juga diskusi. Aku sekarang lebih suka menjadi pendiam.

Jika waktuku  kian sempit tak ada lagi waktu buat bersantai, aku merasa sudah saatnya untuk bekerja keras. Hanya berita yang menggembirakan kemarin untuk kawan-kawanku, badanku sekarang mulai gemukan.

Kisah Lalat dan Nyala Api

Published Senin, Maret 24, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Rombongan lalat tertegun tegun kagum melihat nyala api sangat indah dari balik bukit. Nyala api itu menyala sangat terang mempesona, serta mengoda mereka untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Tengah malam temaram dengan nyala api yang sangat indah dari kejauhan memendarkan seribu cahaya berkilau dari balik bukit bagaikan pertunjukan seorang penari, akhirnya membuat rombongan lalat memutuskan mengutus salah satu dari mereka mendekati nyala api itu.

Tiap orang yang diutus ketika kembali menceritakan mengenai api itu dengan pendapat yang berbeda-beda. Akhirnya diutuslah lalat yang dikenal sebagai pemabuk pergi mendekati cahaya api itu.

Lama menanti tak kunjung datang, anehnya lalat pemabuk itu tak pernah pulang kembali

Jalan cinta adalah jalan pengorbanan ia haruslah tenggelam dan terbakar dengan cintanya

Disadur dan diedit dari : Buku Musyawarah Burung karya Fariduddin Attar

Dibalik

Published Senin, Maret 24, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Berbeda dengan kemarin, kesadaran datang sesaat hanya sekian detik secepat kilat, selebihnya hari ini lebih banyak ketidak sadaran, gelisah, sibuk berat, dan kadang sekedar  ikhtiar saja dengan kerja keras.

Ah …  seorang kawan baru dari blog berkata dengan amat keras dan sangat tepat, “ kau ingin tetapi malah agar tidak ingin “… hehehe …

berharap untuk tidak berharap, tidak berharap biasanya dapat undian, bulan jatuh, dan durian runtuh …hehehe …

trimakasih saya terharu, hidup benar tidak ada yang pasti, takut juga terjebak munafik dan gilanya kadang saya bolak-balik

saya menghormati proses, latihan, dan kesabaran, tetapi  juga sangat menikmati kewajaran biasa saja

Diam yang aneh

Published Sabtu, Maret 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

aku jenuh ingin kembali berpuisi dan bercinta menyelami rasa, mengaji sukma sejati yang mengasuh jiwaku siang malam

dari balik tirai kamarku yang bersinggungan dengan langit, aku sangat berharap diam yang hening, diam yang sepi,  diam yang aneh dan melegakan, serasa tuhan sedang memberikan semesta dan menaungi jiwaku

Iqro

Published Sabtu, Maret 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Membaca atau mati kutu!!!

menoreh kembali relung hati yang kosong dengan ukiran huruf-huruf dan mengambil semua hikmah dari setiap pelajaran dengan merenung menyelami kembali hakekat dari semuanya, aku merasa masih tetap saja bodoh

mungkin dengan cara yang sangat sederhana semuanya dapat diterjemahkan dengan mudah, umumnya tanpa kata dan hanya tersenyum

Madah Doa

Published Sabtu, Maret 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

 بسم الله الرحمن الرحيم 

Madah doa hari ini hanya kupersembahkan kepada-Mu

lelah bergulat dengan 1000  kehidupan yang tak pernah mati

hari ini atau esok yang mungkin tak pasti, semua kembali pada jalan hidup keabadian tinggalkan kematian

madah doa dimasa lalu yang entah apa yang kuingat ditengah hiruk pikuk keramaian dan terjebak kepenatan fatamorgana saat ini

Kau yang kucinta dimasa lalu bagai attar, rumi, jenar, dan al-hallaj

aku memohon ampunan atas segala kesalahan dan diperkenankan kembali mencium sedikit wangi kesturi sorga-Mu

jika itu tidak Kau berikan padaku, cukup aku sedikit tetap diberi kekuatan untuk mencintai-Mu 

hari ini aku betul-betul mengetuk batinku untuk kembali terjaga dan

bercinta bersama-Mu     

Warnet ke Warnet

Published Kamis, Maret 13, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sudah 3 (tiga) hari ini meluncur dari warnet ke warnet milik kawan lama sekaligus mengenang sedikit dari keakraban dan  kegundahan dikampus. Dunia kampus  harus melihat bahwa cahaya lampu kecil  dibawah terkadang lebih abadi. Lantas perubahan sosial dan budaya apa yang harus kita sumbangkan untuk propinsi dan kota ini ?  

hidup adalah puisi

Published Kamis, Februari 28, 2008 by Teguh Iman Prasetya

mungkin aku termasuk orang yang memaknai hidup seperti puisi, dengan metafor dan realitas yang nampak jelas, tetap saja bagiku adalah seperti nyanyian dan puisi itu sendiri. aku tak bisa membuat puisi dan nyanyian atau karya yang dibuat-buat seolah-olah aku mengalaminya sendiri, mungkin hanya menggambarkan keadaan orang lain dan lingkungan luar saja. hmm … tentang cinta, kenyataan hidup, dan lain sebagainya.

bagaimana dengan seni drama? drama dalam hidup yang kualami adalah ketika naik haji, saat itu aku memainkan peran (dramaturgi)  para nabi di tanah suci tahun 1999 pada usia yang sangat muda. setidaknya sebelum berangkat telah melewati proses dan latihan selama tiga tahun tahun dengan ketekunan ibadah diatas rata-rata dibanding saat ini yang kacau balau, ayat suci bagiku saat itu seperti puisi yang kadang tak ternyatakan indah sekali.

aku sangat respek terhadap seniman dan budayawan, karena dari mereka kadang aku dapat belajar banyak hal tentang hati nurani dan menghayati makna dari hidup yang kita hadapi sehari-hari.

Mata Dewa

Published Jumat, Februari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

mataku kian sakit memicu lelah yang datang berganti pagi ini, menatap mesin jendela cakrawala, membasuh muka yang lusuh oleh keringat, membalik nasib hingga catatan lapuk dimakan usia terbentang kembali,bagai pelangi dilangit lajuardi biru terbentang esok hari sangat indah bagi semua orang, aku merasa lega saat ini.

pagi berkabut dan embun yang sangat dingin, aku kembali pulang dari markas besarku yang  meninggalkan kenangan baru dari jejak nafasku, memacu cepat sepeda motor seperti angin menembus dan menebus kegalauan  juga kegelisahan banyak orang.

jaketku dan rambutku berkibar-kibar tertiup angin seperti melambaikan selamat tinggal, entah untuk siapa, aku tak tahu lagi dan tak ingin mengingatnya kembali seperti dimasa yang lalu yang terbang dikelilingi para bidadari dari setiap aliran libidoku, dan mimpi ekstaseku. mimpiku saat ini aku ingin mataku buta

Rehat

Published Jumat, Februari 8, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Lelah dan cape sekali malam ini di ruang puskom Untirta  setelah habis koreksi ujian dan menunggu tugas. Sudah tiga bulan lebih diruangan ini bermain internet gratis menghabiskan waktu tiap sore hingga larut malam bersama Fitri, Hasan, Udin, Jais, Yoki,Oji, dan lain-lain. Tempat ini sudah semacam rumah kedua, ruang bermain, berjuang, dan tempat bekerja. Aku menemukan hobi baru sekarang dan berterimakasih banyak dengan mereka, sudah seperti saudara dan sangat nyaman dengan lingkungan ini.

Bertahun-tahun sejak datang kekampus ini tahun 1998 dari Surabaya hampir sebagian besar waktu habis menjadi provokator dan penasehat para aktivis mahasiswa, juga sering diskusi dan turun ke jalan. Terus menerus gelisah dan bertempur dengan penguasa yang tak pernah habis. Kita mungkin kalah dan menang berkali-kali dan mati berkali-kali, tetap saja dian tak kunjung padam.

Kini sudah saatnya jarak dibentang dan waktunya mandiri bebas seperti seekor elang dewasa, transformasi, proses dan sama-sama belajar sudah lebih dari cukup dan selesai. Tidak ada lagi diskusi berjam-jam disawung, warung kopi dan ngalor ngidul menghabiskan waktu dengan generasi sekarang. Sudah selesai.

Saatnya fokus diakademis, membangun riset kecil, juga  membina klub-klub kecil komunitas kelas masih lebih baik dan dibutuhkan,  sangat seksi juga menarik. 

Soul and Mind

Published Jumat, Februari 8, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tiga hari lalu aku benar-benar menghabiskan waktu menonton TV dikamar atas, terutama acaranya Trans 7. Acara yang disuguhkan tengah malam tersebut, sangat menarik sekali disamping kemudian acara Empat Matanya Tukul Arwana. Acara kemarin adalah Chris Angel  seorang maestro spiritual  jalanan di Amerika Serikat yang memperoleh bakat supranatural sejak dari kecil,   sedikit banyak menggoda belajar  menerjuni spiritism dari  kekuatan pikiran, semacam telepati, hipnotis atau telekinetic sebagai cabang dari teori ilmu parapsikologinya Freud.

Read the rest of this entry →

Saya dan Sayang

Published Jumat, Februari 1, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Dimasa lalu dan keseharian saya sama sekali tidak memiliki jiwa pendendam, bahkan hanya untuk menginjak rumput dan menyebrangi sungai saja saya sangat berhati-hati. Tetapi kini saya lebih menginginkan menjadi seekor elang karena kejujuran dan kegagahannya ketika terbang bebas.

Karena itu pula saya tidak berhak memberi maaf bahkan memberi semacam pengampunan dosa kepada beliau. Yang lebih berhak adalah keluarga para korban tragedi kemanusiaan dimasa lalu, mereka adalah korban politik balas dendam tewasnya jutaan manusia orang PKI pada tahun 67-70-an, korban tidak berdosa di Aceh, penculikan para aktivis dan rakyat, Tragedi Trisakti, Semanggi, dan korban lainnya yang tidak berdosa.

Saya juga turut prihatin atas dugaan kasus korupsi yang hingga kini belum tuntas diselesaikan.Mungkin bagi sebagian rakyat ini merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan, termasuk warisan hutang yang hingga kini masih menjadi beban rakyat.

Jika dimasa lalu mungkin meninggalkan, maka kini saya tidak ingin pergi meninggalkan rakyat yang tersisa untuk saat ini. Setidaknya masih ikut memikirkan

Tugas Antropologi Hari Ini

Published Selasa, Januari 29, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tugas Antropologi dikirim melalui email : damarmurub@walla.com

dan kresna_untirta@yahoo.com .

Dikumpulkan segera paling lambat pada tanggal 4 Februari 2008

Tugas PKL Antropologi di Pandeglang pada tanggal 27-28 Januari 2008 diharapkan :

memilah dari banyak metodologi yang umumnya kualitatif (wilayah (setting), cara memperoleh data, teknik yang digunakan dalam analisis, validitas dan reliabilitas data yang digunakan atau tipe pertanyaan, pengumpulan data, penarikan sampel, tipe hasil) yang tepat sesuai dengan minat anda.

Banyak pilihan bidang kajian diantaranya :

  1. Etnografi
  2. Folklore
  3. Religi dan Ritual
  4. Fenomenologi
  5. Naturalisme
  6. Posmodernisme
  7. Budaya Politik
  8. Studi Kasus
  9. Analisa Conten
  10. Cross Cultural Studies
  11. Ethnosains
  12. Interaksionisme Simbolik
  13. Grounded Theory
  14. Life History
  15. Dll.

Tugas dalam bentuk pilihan bebas yaitu :

  1. Makalah lebih bersifat teoritis dan baku mengikuti standar penelitian budaya.
  2. Artikel lebih cenderung berdasarkan fakta dan teori, disertai opini dan argumentasi penulis.
  3. Feature lebih banyak menyerap fakta dari narasumber dan fenomena masyarakat setempat, umumnya kaya akan makna sebagai sebuah laporan jurnalistik
  4. Foto dan Film dokumenter mengenai laporan perjalanan, studi sejarah dan budaya

Contohnya : fenomena menarik peninggalan  batu-batu purba ditengah sawah, ritual para pejiarah, kolam mandi purba, dolmen, menhir, batu peta, cerita rakyat  dsb.  Situs Cihunjuran, Citaman, UjungKulon dan Gunung Pulasari merupakan satu kesatuan wilayah budaya dan peninggalan sejarah Salakanagara.

Upayakan untuk dapat dimuat di media massa lokal atau nasional.

Terimakasih untuk Muhammad Al Faris (budayawan), panitia, Muhit (mhs ane fisip & aktivis lingkungan), mang Nur (supir), Pak Anwar (Ketua RW), dan semua pihak yang telah membantu kegiatan ini terlaksana dengan baik. Terimakasih juga tugas PKL sebelumnya di Banten Lama, Hasanov dan Fitri yang selalu memberi kesempatan akses internet gratis di ruang komputer kampus hingga larut malam. 

Teguh Iman Prasetya

HP. 085920770007 / Esia 02549144437

Jika ada yang harus didiskusikan

Kresna yang Seksi

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Jika Siti Jenar mengenalkan pada semua orang, bahwa hidup adalah kematian, maka Kresna menawarkan keindahan transendental bersatu dengan tuhan melalui jiwa romantisnya yang memikat dan dikelilingi banyak wanita. Saya tidak begitu yakin apakah ini berasal dari aliran asli Hinduisme atau aliran sufisme yang tumbuh berkembang pada masa dinasti Mughal Khan di India

Jenar

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Paham Jenar boleh dikatakan yang paling unik diantara para wali lainnya. Falsafahnya mati sejroning urip-urip sejroning mati lebih dikenal menganggap hidup tidak lebih sebagai kematian. Gairahnya pada kebenaran nurani, juga menampakan rasa simpatinya yang besar terhadap kebanyakan orang awam. Hal yang kemudian aliran ini sesungguhnya memiliki dinamika tersembunyi yang menarik banyak orang tertentu, juga penafsiran yang beragam. Bahkan para pewaris ajarannya kemudian diabad ke 18  dikenal paling bandel dalam menafsirkan ajarannya (Kitab Darmogandul dan Gatoloco, tanpa identitas pengarang, diduga penganut Kejawen)  

Jenar seorang revolusioner sejati mendobrak kemapanan para bangsawan dan kaum ulama, yang cenderung tidak berhati-hati menjalankan roda pemerintahan dan kaum ulama yang hanya ingin disanjung sebagai orang terhormat, bersih, tetapi tergelincir kesombongan dan kemunafikan, serta tidak lebih hanya menopang kekuasaan para raja. Suara kebenarannya telah hilang dengan kemilau harta, ketenaran,  dan kepalsuan yang diberikan para raja. 

Dalam banyak sisi, Jenar adalah identitas kaum pinggiran yang menyampaikan protesnya lewat cara dan ilmu yang sama, tetapi lebih menukik  pada esensi yang mungkin berbeda ruang dan dimensi.  

Babad Cirebon dan Gunung Ciremai

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku tidak percaya jika para wali serius menghukum mati seorang alim seperti Syeh Siti Jenar.  Paham panteisme manunggaling kawula gusti atau wihdatul wujud yang menjadi dalih biang keladi kerusakan, hanyalah sebuah sandiwara saja, bahkan paham ini dikenal dikalangan kaum tarekat. Sedangkan Sunan Bonang dan para wali lainnya adalah pengikut aliran tarekat, sangat dekat bahkan menjadi ruh spirit paham panteisme.  Sesungguhnya mereka semua mengerti dan paham, tetapi pura-pura bersandiwara.

Orang Kalang dan Suku Bajang

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Setelah Syeh Siti Jenar dihukum mati, konon menurut cerita para pengikut Syeh Siti Jenar dipelihara kembali oleh para wali dan pewaris tahta Demak, Pajang, dan Mataram. Mereka dikenal dan disebut sebagai orang Kalang dan Suku Bajang.

Orang Kalang itu umumnya memiliki raut muka dan tubuh yang aneh diluar kelajiman manusia.Mereka bertugas mengiringi para raja ketika upacara religi dan ritus  yang digelar oleh keraton. Hingga saat ini upacara yang mengikutkan sertakan  orang Kalang ini masih sering dilaksanakan adat Keraton Mataram, sebagai satu simbol kepedulian orang keraton terhadap mereka, bahkan merupakan pusaka keraton yang mesti dipelihara.

Sedangkan orang Bajang adalah kelompok kecil masyarakat terpencil yang hidup tersembunyi, dan bertugas menggiring kemana arah angin politik dan kekuasaan berlabuh dengan cara yang aneh pada saat yang gawat. Mereka adalah orang-orang yang sulit ditemui dan jarang sekali ikut bersentuhan dengan kekuasaan.

Simbol makna yang tersirat dari kedua kelompok itu adalah bahwa keberadaan mereka tidaklah diremehkan, tetapi dihargai, bahkan dianggap memiliki kelebihan tertentu diluar keumuman manusia.

Orang Gagah

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Film Brave Hearts, Legends of the Fall, The Promise, Last Samurai dan banyak lagi, sangat membekas hingga hari ini. Orang-orang gagah dan pemberani yang bertarung untuk banyak orang. Mungkin hanya sedikit orang hingga hari ini.

Nabi juga sangat memuji muslim yang kuat, bukan muslim yang lemah hanya duduk mencangkung seharian dimasjid. Tetapi yang cerdas, pekerja keras, memiliki nurani, dan berani hidupi (Jihad Fisabillah). Apa yang terjadi hari ini di Palestina, Libanon dll. sebagai buktinya.

Begitupula di Indonesia, kita membutuhkan para pejuang tangguh baik dijalanan maupun diparlemen dan birokrasi, serta penegak hukum, apapun ideologinya. Apa yang terjadi hari ini kita masih membutuhkan orang-orang yang berkarakter sangat kuat, berani berkorban, serta memiliki visi yang layak sebagai pemimpin. Orang-orang gagah dan revolusioner, tidak membutuhkan mental yang penakut dan pengecut

Senja Hari Ini

Published Jumat, Januari 18, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Fenomena hari ini betul-betul mencengangkan kita semua, logika hukum telah dijungkir-balikan seperti telapak tangan yang dibalik dengan mudah, seperti menggenggam angin dikepalan tangan.Kosong tanpa hasil. Apa yang kita lihat dari pagelaran kekuasaan politik sangat menarik dan satir.

Peradilan Soeharto dianggap selesai dengan diampuninya beliau, dan kompensasi damai ditawarkan SBY melalui Kajagung dengan Yayasan Supersemar dibagi dua, yaitu sekitar 4 trilyun pada tanggal 12 Januari. Itupun gagal, dan ditolak oleh OC. Kaligis mewakili keluarga Cendana. Belas kasihan yang nyatanya malah nol, bahkan menurut Adnan Buyung Nasution, Presiden dapat di impeachment oleh DPR karena melanggar hukum.

Read the rest of this entry →

FOLKer 98

Published Kamis, Januari 17, 2008 by Teguh Iman Prasetya

PRESS RELEASE FOLKER 98

KEMANUSIAAN DAN IDENTITAS  KITA

TOLAK BEBASNYA SOEHARTO    

Kemarin Soeharto Telah Banyak Peristiwa 

Soeharto adalah manusia bagian dari kita, dimana kitapun sangat mungkin mencintainya dalam rangka mempertahankan keinginan tunggal dalam keselarasan dan kelangsungan kemanusiaan. Sebab “kemanusiaan”, selain mimpi buruk adalah juga teologi, cinta, harapan bahkan perkara identitas.

Dengan demikian beberapa bentuk penolakan atas proyek diampuninya Soeharto sangat mungkin menjadi bagian dari proses kembali mencintai kemanusiaan. Sangat kasihan, apabila seseorang diampuni bila pengampunan itu atas dasar sedang sakit atau sepuh, itu sama artinya dengan penghinaan. Penghinaan akan menjadi kultur, tradisi atau bisa pula menjadi bagian dari target.

Pengampunan semacam ini adalah pengampunan yang justru lalim pada prospek kemanusiaan selanjutnya, sedang kemanusiaan adalah juga keimanan. Lalai dari kemanusiaan berarti abai pada aspek spiritual kehidupan. Dan pengampunan bukan cara memberi identitas.  

Peristiwa Terakhir Kemudian 

Bebasnya mantan presiden tiran Soeharto dengan dikeluarkannya SK.P3 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara) pada tanggal 11 Mei 2006 yang menandakan bahwa keadilan tidak mendapat tempat  dalam menegakan hukum di Indonesia. Apalagi jika berdasarkan pasal 4 MPR No. XI/MPR/1998 pada tanggal 13 November 1998 yang menyatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme, harus tegas dilakukan terhadap siapapun baik pejabat negara, keluarga atau kroni, swasta/konglomerat, termasuk mantan Presiden sendiri dan kroni, maka sudah sangat layak apabila keadilan dan mendapat tempat kembali dibumi Indonesia. Mengingat masa 32 Tahun Soeharto berkuasa seharusnya kini merupakan masa akumulasi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat, jika sepanjang masa kekuasaannya itu tidak melakukan penindasan dan negara dikelola dengan benar. 

Mengenang masa menakutkan, menggetirkan, menyedihkan dan sangat represif  dibawah tekanan kekuasaan rejim Soeharto yang penuh kekerasan dan kepentingan ambisi kekuasaan pribadi, serta dengan melihat ketidak adilan hukum saat ini (sangat permisif dan mudah dilakukan). Untuk itu FOLKer (Forum Lintas Kerakyatan) yang merupakan wadah komunitas bagi para aktivis yang pernah melawan dan menjadi korban rejim Soeharto pada decade 70-an hingga tahun 1998 menyatakan ; 

1.Menolak bebasnya mantan Presiden Soeharto dari tuntutan hukum dengan dianggap selesainya kasus tersebut berdasarkan pada fakta-fakta historis dimasa lalu yang sarat dengan kekejaman, despotism, kejahatan korupsi, dan tindak kesewenang-wenangan lainnya. 

 2.Dengan bebasnya Soeharto maka merupakan kegagalan reformasi penegakan hukum dan proses penyadaran hukum bagi masyarakat. 

3.Tetap usut tuntas kekayaan Cendana dan kroni Orde Baru sebagai amanat agenda reformasi. 

 

Bercermin pada masa lalu kami berharap pada tanggal 1 Juni 2006 yang merupakan Hari Lahirnya Pancasila ini, merupakan refleksi kesadaran diri kita dalam bertindak untuk TIDAK melakukan : 

  1. Keserakahan yang maha esa
  2. Kemanusiaan yang tidak adil dan  biadab
  3. Persatuan dan Kesatuan yang direkayasa dan mudah diadu domba
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan yang salah kaprah dan  merugikan  orang banyak.
  5. Keadilan Sosial bagi segelintir orang saja.  

Serang. 1 Juni 2006 

FOLKer 98 terdiri dari para mantan aktivis mahasiswa pada decade 80-an hingga tahun 1998 yaitu : M. Al Faris, Teguh Iman Prasetya, Ali Suro, Eka Satialaksamana, M. Yulis Martawena, Manar Mas, Heri Sanjaya, Heru, Firdaus Ghozali, Arif Sanjaya, Nandang Wirakusumah 

 

1.Isi Statemen : Teguh Iman Prasetya  dan Arif Sanjaya

2.Kord. Aksi : Eka SL dan Ali Suro 

Hutan dan Lokal Banten

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Menulis bagiku sebetulnya cukup banyak, tetapi banyak yang kurang lengkap dan hanya sekedar sketsa atau coretan saja. Jadi mohon maaf dan dimaklumi, besok tentang masalah hutan kita  dan mosaik banten yang bersejarah, sedikit yang belum terkover datanya dengan kondisi aktual saat ini. Semoga besok segera dapat direvisi ulang.  

Saya sudah ngantuk dan masih banyak pekerjaan. Bantu donk !!!!!!!!!  koreksi ujian yang masih tertunda dan membereskan kamar,….he3x merangkap pembantu. Ok Mau ???

hmm… ditunggu sore hari

HUT Malari 1974

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) bagiku  adalah sebuah tragedi dari percaturan politik dimasa awal orde baru menancapkan taringnya. Korbannya adalah Soemitro yang disingkirkan dan Dewan Mahasiswa yang dibubarkan.

Aku memandang dimasa 70-an adalah masa awal transisi bagaimana kekuasaaan mencoba disistematiskan dengan cara yang dipaksakan.

Last Kaibon 2001-2002

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Malam yang dingin dipelataran puing-puing keraton, merenung menatap langit sambil duduk menunggu si ehm … dengan kegelisahan, keresahan mencari ilham, aku seperti terpental ke angkasa luar sebelum akhirnya hawa dingin memelukku. Aku kembali melihat banyak meteor beterbangan. Indah sekali

Tahun itu kami berpacaran di seputar keraton, aku naksir berat dengan kejujurannya, kecantikannya yang alami, dan mungkin sedikit liarnya sebagai gadis desa dari pulau seberang. Masyarakat disekitar kampung dekat situs keraton itu sudah terbiasa dengan kehadiran kami. Jika sore datang, indah sekali pemandangan di Kaibon, matahari yang tenggelam, anak-anak yang bermain bola, dan suasana alam yang menyegarkan.

Banyak sekali masa-masa indah, tetapi juga tidak sedikit ide pada masa itu yang menjadi catatan untuk kembali bergerak

Lahir Kembali

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

“Lepaskanlah masa silammu dengan ikhlas dan engkau akan mendapatkan penerangan,” kata Sang Guru. “Kulakukan tahap demi tahap”, jawab sang murid.

“Pertumbuhan itu setahap demi setahap, pencerahan itu datang mendadak.”jawab Sang Guru. Kemudian lagi ia berkata, “Terjunlah!” Engkau tidak dapat menyebrangi jurang dengan satu loncatan kecil.”

Antonio de mello – Sejenak Bijak

Penciptaan

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sang Guru berpihak pada revolusi, bahkan dengan bahaya ia tidak disukai pemerintah. Ketika ditanya, mengapa ia sendiri tidak aktif terlibat pada revolusi sosial. Ia menjawab dengan peribahasa penuh teka-teki; “Duduk-duduk tenang, bersantai-santai. Musim Semi selalu datang, rumput tumbuh permai.”  

Antonio de Mello – Sejenak Bijak

Last Samurai

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pada tanggal 12 Juni 2003,  ribuan aktivis diperkirakan berjumlah 10.000 orang berduyun-duyun berdemo di gedung Mahkamah Agung, menuntut Akbar Tanjung di adili untuk kasus Bulog Gate. Aksi terbesar kali itu mengingatkan seperti peristiwa Semanggi I dan II. Banyak organ seperti, BEM UI, KAMMI, FAM UI, BEM SE-Bandung, dll. turun dengan massa terbanyaknya. Massa yang tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bogor, Bandung, dan Banten.

Peristiwa itu dikenang pada saat ini, sebagai aksi massa terbesar dan terakhir dari berbagai daerah yang terkonsentrasi di Jakarta. Banyak peristiwa yang terjadi pada saat itu, yaitu belasan para mahasiswa yang dipukul mundur, terluka dan berdarah-darah mengalami cidera, karena diserang oleh aparat keamanan yang mulai berlaku keras menjelang sore hari.Barisan demonstran bubar berantakan dihalau petugas keamanan diserang dipukul mundur dan dilempar botol minuman. Tidak sedikit mahasiswi yang terluka pada waktu itu, yang umumnya kebanyakan dari KAMMI dan BEM. Sangat tidak manusiawi sekali. Pada peristiwa itu, banyak juga para aktivis yang terbilang senior dimasa lalu ikut turun mengawasi adik-adiknya dan bersimpati dengan aksi itu. Rendevouz ditengah aksi.

Akhirnya menjelang magrib tembakan salvo para perwira dari kantor PM (Polisi Militer) diujung jalan mengakhiri segalanya. Upacara bendera Merah Putih berkibar-kibar dengan sangat gagah dan megah, seperti memberikan semacam kehormatan dan keberanian bagi para mahasiswa.

Hingga larut malam, hanya segelintir kelompok demonstran yang masih bertahan, bernyanyi, berteriak, dan berorasi membacakan puisi, dijalan yang mulai sepi mencekam dan masih dikepung ribuan tentara dan para perwira yang berjaga dari kejauhan.

Catatan Khusus :

Peristiwa itu kisah nyata seperti film Last Samurai.

Untuk Ail, Ato, Adit, dll. terimakasih

Ok

Published Sabtu, Januari 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kata, “Ok”, berasal dari bahasa Indian Kuno yang diadopsi menjadi kosa kata kaum Yankes, pendatang imigran dari Inggris yang datang ke benua Amerika menyebar hingga keseluruh dunia. Sisi lainnya yaitu mithos suku Indian dan orang pedalaman lainnya, menarik untuk dibahas. Berbicara tentang keterasingan, marginalisasi, kekalahan,  kegagalan orang pribumi dari kaum pendatang. Akses sumber daya ekonomi, politik, sosial budaya, lingkungan, dsb.

Balada orang pedalaman adalah spirit perjuangan orang lokal lainnya. Termasuk di Indonesia, suku pedalaman umumnya mereka mengalami kekalahan. Saya sangat bersimpati untuk masalah ini.

Banyak film bagus bertema hal senada diatas, dengan sangat kuat memaparkan realitas kebudayaan lokal tersebut, diantaranya, Brave Hearts, The Last Samurai, The Legends Of The Fall, Dances With Wolfes,  dll.

Tetap Adili Soeharto

Published Jumat, Januari 11, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku berfikir bahwa masalah nurani kemanusiaan adalah hubungan antar manusia, bukan dengan tuhan, apalagi dengan politik, budaya, dan agama yang hanya diwakili segelintir manusia.

Bagaimana mungkin hutang 1500 trilyun, sumber daya alam yang kita kini tinggal ampasnya, kejahatan korupsi, kejahatan kemanusiaan, dapat mudah dilupakan banyak orang dengan kata, “Maaf ”.  Dampak dari peristiwa kejahatan Orde Baru masih meninggalkan kenangan pahit bagi banyak orang  (200 juta manusia). Seharusnya kemakmuran sudah kita nikmati pada saat ini. 

Jadi selesaikan saja masalah hubungan antar manusia dengan hukum yang setara tanpa membedakan kasta dsb. dari negara.

Refleksi dan Tahun Baru Islam

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Refleksi dikampus menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1429 Hijriyah hingga larut malam oleh BEM Untirta ternyata lebih menarik. Banyak yang diulas dari peristiwa tahun lalu, tetapi mungkin sudah seringkali dibahas dan tidak aneh lagi bagi kita semua. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepala jernih, hati bersih, serta tekad untuk bekerja keras memecahkan masalah, baik didalam maupun diluar kampus, serta membangun Untirta. Dengan silih asah, silih asih, dan silih asuh, semoga peribahasa ini sangat berguna bagi kita semua.

Tahun Baru Islam juga menyiratkan sesuatu yang lain, bahwa refleksi tidak selalu digelar pada musim tutup tahun masehi akhir desember. Pergantian tahun yang jarang diminati banyak orang dengan acara introspeksi, restropeksi, dan refleksi menyikapi keadaan diri kita dan sekitarnya.

Secara filosofi spiritual,  Tahun Kabisat,  bulan yang beredar mengelilingi bumi jelas berbeda dengan  planet bumi yang  beredar mengelilingi matahari. Sebuah penghormatan dari alam raya tertinggi tentang keberadaan manusia sebagai mahluk mulia yang diciptakan tuhan. Sungguh sangat mendasar sekali bagi saya sejak dulu.

Perbincangan sangat menarik namun sangat formal, yaitu banyak menyoal tentang keberadaan organisasi kampus, baik kinerja Untirta dan ormaswa, serta fenomena sedikit tentang dunia luar.

Sebagian besar isi dialog tersebut adalah ;

  1. Dewan Mahasiswa (Student Government)
  2. Kontrak Politik Rektor yang diusung mahasiswa dengan indikator capaian kinerja (proses dan hasil)
  3. Pembangunan Untirta kemarin,  saat ini, dan dimasa datang.
  4. Lanjutan tentang Pilrek, Pildek, Kajur, serta keberadaan kelas NR
  5. Fenomena masalah negara diluar kampus (demokrasi, hutang, dan lain sebagainya)

Satu hal yang disadari  saat ini adalah justru pada saat terakhir ketika zikir bersama, bahwa demokrasi bukanlah apa-apa dibanding jiwa revolusioner melalui kedekatan kita dengan-Nya.  Hablumminallah dan Hablumminnanas. Maaf  jika tidak ada yang sepakat. Dekat dengan tuhan biasanya seseorang lebih peka dengan lingkungannya, hatinya lebih dekat dengan kasih sayang dan menjauhi larangan-Nya, serta ikhlas, juga tegas menjalankan prinsip hidup.

Saya mengakui demokrasi bukan segalanya dan belum tentu membawa kita menuju tujuan yang sesungguhnya, apalagi mempersoalkan tentang hakikat kebenaran. Hanya sebuah jalan atau cara saja, tinggal bagaimana itu semua diperbaiki.

Diskusi Terbuka dipandu :

  1. Teguh Iman Prasetya  (Dewan Mahasiswa)
  2. Widjiyanto                     (Manajamen Organisasi)
  3. Eri Teguh Sabhara       (Mekanisme Ormaswa)

Ditutup dengan doa dan zikir bersama oleh

Imam Ni’matullah Lc.

Catatan Khusus :

Terimakasih untuk Presma BEM Untirta  Suroyo  dan kesempatan berbicara yang diberikan PR III Untirta Beni Irawan

Mata itu

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku merasa ada yang aneh, batinku seringkali tergetar jika sepasang mata perempuan begitu sangat tajam menatapku. Tetapi tidak semuanya berkesan sangat dalam.

Sehabis acara keluarga pada waktu lebaran haji yang lalu disebuah rumah makan, ketemu lagi dengan seseorang yang matanya begitu sangat tajam menusuk dan hmmmmmmm ….. bukan main. Indah sekali.

Sayang 1000 x sayang sudah ada yang punya.

Syukur

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Alhamdulillah akhirnya laptop kembali, untung ada yang ngerawat, dulu selalu hilang bahkan sudah  yang ke 3 kalinya. Penyakit lupa, teledor dan ceroboh, yang berbahaya. Dimasjid saja sempat hilang. Terakhir pada waktu pilkada hilang di rumah. Menduga ada unsur kesengajaan, sehingga menjadi pemberontak paling  berani.

Sby hari ini

Published Selasa, Januari 8, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Syukur pengampunan dosa Soeharto tidak jadi. Tidak ada yang harus diampuni karena belum ditahan untuk memberikan grasi, abolisi, amnesti dll.

Hari ini juga kelihatannya SBY gerak cepat dengan BPKP untuk memberantas korupsi di daerah, setidaknya mencegahnya, begitu katanya.

Masalah nasional yang tersisa masih banyak, berharap tempo satu tahun ini berakhir segera tuntas terutama,  selesaikan hapuskan hutang, korupsi besar, dan lain sebagainya. Selain itu juga harus korelasional dengan kebijakan publik saat ini dan akan datang,  yaitu tidak akan merugikan dan memberatkan rakyat yang sedang menikmati masa tenang.

Ok Mr. Presiden saya tunggu , dengan rakyat yang mungkin sudah tidak sabar lagi menunggu   

Soeharto Sakit Keras

Published Sabtu, Januari 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Soeharto sakit keras mungkin sebentar lagi mangkat, dia seperti raja bukan presiden, banyak dikagumi, dicintai sekaligus dibenci dengan kelakuannya. Sebagai manusia biasa dia tetaplah manusia.Hitam, putih, dan abu-abu.  Prestasi swasembada beras, figur kebapakan yang dihormati misalnya.

Seperti negara Astina dia mewakili tokoh Destarata yang buta tetapi ikutpula terlibat didalamnya (kombinasi dengan Rahwana), tidak dapat membendung nafsu serakah dirinya, kekuasaan kurawa anak-anaknya, dan kroninya. Tak heran korupsi, kolusi, nepotisme begitu sangat merajalela, dan dengan hutang luarnegeri yang sangat luarbiasa, serta tentara yang begitu sangat keras. 

Orang Hutan Kembali

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kembali kumel, dekil, dan gondrong tidak terawat, seperti jaman mahasiswa dimasa lalu. Elang perak yang hilang dan orang hutan yang nekat, tidak pernah merasa tua seperti dalam film Legends of The Fall. Bedanya sekarang dibatasi kesibukan dan kebekuan yang menjenuhkan. Sangat amat jenuh, aku ingin kembali berlari terbang menerobos hutan, ngarai, lembah, danau, dan menikmati kesunyian.Terbang menikmati eksotisme alam dan mandi ditengah danau, dimalam bulan purnama yang indah.

Lelah

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tersita seluruh tenaga dan banyak berfikir untuk rakyat serta kampus lebih dari 3 tahun belakangan ini. Saya kadang iri dan kesal dengan gaya hidup santai, hedonis, juga pragmatis. Cape dan melelahkan, bahkan waktu luang untuk jeda (istirahat) berhenti sebentar menghirup nafas segar dan menikmati hidup dengan tenang.

Tetapi akhir-akhir ini juga karena menunggu sesuatu, kadang membuat malas untuk mengerjakan dan menuntaskan pekerjaan yang masih menunggu. Saya gelisah.Kesibukan lebih banyak lagi malah sudah menanti, segudang ide, pekerjaan baru, mestinya dihadapi dengan tenang dan tidak lagi gelisah. Ada terminal terakhir yang dituju ketika pulang.

Indiana Jones Banten

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya membayangkan kembalinya Indiana Jones  seperti alm. Halwany Michrob didaerah kami. Dari catatan masa lalu dan pengalaman beliau, ternyata loyalitas dan perjuangannya sangat luarbiasa.Banyak sekali yang harus digali dari penemuan dan rekonstruksi peninggalan Sejarah Banten yang tertunda.  Situs bekas Kerajaan Hindu-Pajajaran didaerah Sempu (Banten Girang) dan rekonstruksi Kesultanan Banten lama.

Merekonstruksi Kesultanan Banten lama sesuai aslinya jelas tidak mudah, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mungkin hanya dapat terlaksana dengan bantuan dana hibah dari luar negeri atau dari pemerintah pusat.

Saya juga membayangkan romantisme Sejarah Banten akan kembali, sekaligus ajang pariwisata dengan tradisi lama dihidupkan seperti di Kesultanan Cirebon dan Yogyakarta.  Tentunya feodalisme religius dengan pemikiran baru yang tercerahkan.

Masjid Agung Banten dan areal wilayah Kesultanan Banten Lama (Surosowan dan Kaibon) dapat digunakan untuk pelantikan  gubernur dan bupati/walikota secara adat (di sumpah diwatu gilang), pemberian gelar kehormatan, upacara perkawinan terbuka untuk umum, kantung-kantung kebudayaan, kereta kuda, dsb.  Penguatan identitas lokal ini saya pikir sangat menarik dan baik untuk kita semua.

Terakhir ke Banten lama pada tanggal 24 Desember 2007 bersama rombongan kelas, saya sangat kecewa sekali dengan kondisi terminal dan pasar baru yang masih semrawut, berantakan, dan terlihat sarat korupsi. Banyak sekali coretan (khas kucing hitam) dikios-kios pasar yang ditinggalkan para pedagang bernada protes, dengan kondisi bangunan pasar yang rapuh, dan asal jadi.

Kawan saya Al-Faris,   begitu sangat kecewanya dengan kondisi pasar tersebut, dan mengecam cara kerja pemborong nakal itu. Petak-petak kotak sabun yang rapuh, dan mungkin hanya tahan 3 tahun.Saya sangat berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini.

Banten Selatan yang Seksi

Selain Banten lama ekspedisi yang paling seksi (misterius) adalah di wilayah Banten Selatan. Disana banyak sekali yang belum terungkap. Lebak Sibedug, Baduy, dan Salakanaga. Bukan hanya itu saja, area Gunung Karang, Ujung Kulon (termasuk P. Panaitan dan Peucang), juga merupakan wilayah yang masih diliputi kabut misteri. Siapa tahu banyak yang terungkap dari peninggalan purba dan sejarah lebih banyak lagi.

Saya berharap banyak para antropolog dan arkeolog menjadi Indiana Jones di daerah kami. Semoga

universalisme sufisme

Published Kamis, Januari 3, 2008 by Teguh Iman Prasetya

terkadang jika ingat masa lalu seringkali bertabrakan dengan realitas sosial yang terjadi, bagaimana dimensi ketuhanan kita, diuji dengan dimensi kemanusiaan dan realitas sosial yang terjadi.  

cahaya keimanan yang sebetulnya melewati batas-batas ruang dan waktu, kegelapan dan sekat-sekat kesukuan, ras dsb.

Primordialisme Saya Tersentuh

Published Rabu, Januari 2, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya cukup kaget dan sangat miris dimasa lalu, ketika seorang kawan dengan sangat marah mengingatkan tentang kekalahan orang lokal di tanah kelahirannya sendiri (seperti orang Indian saja).Ada beberapa sebab yang nantinya suatu saat akan menjadi pemicu konflik.

Menurut seorang dosen saya, lahirnya konflik bernuansa SARA disebabkan oleh ; tersumbatnya akses ekonomi, politik, sosial budaya, dan hukum.

Read the rest of this entry →

Banten Rawan Bencana

Published Rabu, Januari 2, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Banten ternyata rawan bencana bersifat fisik bukan hanya masalah ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan politik. Bencana ini sangat berbahaya bagi keselamatan banyak orang.

Banten yang sering kebanjiran, longsor, gempa (terutama didaerah selatan), ancaman badai tsunami, dan mungkin saja gunung Krakatau (analisa vulkanologi diperkirakan masih sangat lama).

Pelatihan baru lalu di Ciwandan Kotamadya Cilegon yang diikuti 2000 orang untuk menghadapi bencana tsunami, rasanya masih ada yang kurang mengenai mengenai dampak  lanjutannya.

Beberapa saran yang menjadi masukan untuk Pemkot Cilegon dan Pemerintahan Propinsi Banten yaitu sbb. : 

Pertama, Sistem Peringatan Dini Kota  yang diintrusksikan oleh Satkorlak dan Basarnas harus mampu diterjemahkan dengan cepat, akurat, dan terpercaya, serta mampu melakukan koordinasi yang kuat dengan semua lini terkait dalam penanggulangan bencana tersebut.

Kedua,  dampak limbah industri kimia B3 dan radiasi zat kimia yang sangat banyak di Cilegon berbahaya bagi keselamatan banyak orang, bukan hanya diwilayah Cilegon, tetapi hingga keluar kota radius puluhan kilometer, terutama dampak berbahaya yang terbawa angin dan air. Ini harus ditanggulangi dengan sistem yang terkoordinasi dengan pihak perusahaan dan teknik cepat menon-aktifkan, serta pembuangan limbah dampak tersebut. Begitupula sistem pengamanan dan keselamatan bagi warga kota harus dipikirkan.

Ketiga, antisipasi tsunami dengan adanya air pasang dari laut diperlukan Benteng Alam yang sangat kuat, apalagi jika  pantai sudah tergerus akibat abrasi, yaitu dengan menanam mangrove (bakau) di daerah  titik kritis. 

Sebab abrasi ini banyak juga  disebabkan oleh penambangan pasir laut, lebih baik semua dihentikan dan fokus pada potensi perikanan, serta kelautan di seluruh wilayah Banten.

Semoga ini menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait  untuk dapat kembali dianalisa dan dikaji ulang.

Banjir Merendam Kita 

Apa yang terjadi hari ini di Jateng (terutama Karang Anyar-Bengawan Solo), Jatim dan Pandeglang adalah fenomena alam yang kerap terjadi disebabkan oleh banyak hal. Baik oleh tangan tuhan maupun kelalaian manusia.

Saya turut prihatin atas terjadinya banjir tahunan yang cukup besar ini, semoga solidaritas sosial  kita tetap terjaga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang tinggi diantara kita semua.  

AMBISI sikapi korupsi

Published Kamis, Desember 27, 2007 by Teguh Iman Prasetya

Aksi anti korupsi hari ini dikantor Kejati Banten sangat ramai digelar oleh belasan organ gerakan mahasiswa yang tergabung dalam AMBISI (Aliansi Mahasiswa Banten Anti Korupsi).  Hari Anti Korupsi (9 Desember) lalu, masih menyisakan perlawanan dalam SEJARAH GERAKAN MAHASISWA BANTEN hingga detik ini.

Setelah sebelumnya 2 (dua) orang mahasiswa ditahan karena dituduh melakukan tindakan perusakan (anarkisme) dikantor Kajati Banten. Mereka kembali melakukan aksi yang ketigakalinya dan mempertegas esensi aksi unjuk rasa yang dilakukan.

AMBISI dalam aksinya hari ini menyampaikan 10 kasus korupsi di Banten untuk diproses dan tidak dipeti eskan (SP 3-Surat Perintah Penghentian Penyidikan Perkara). Contoh kasus sebelumnya yaitu Karang Sari (5,2 milyard) di Pandeglang yang terbukti merupakan penyalahgunaan wewenang dan korupsi anggaran, dari peningkatan jalan menjadi pembebasan lahan telah di peti eskan pada 27 Juli 2006 oleh Kajati Banten sebelumnya.

AMBISI menurut Rudi Hermawan tidak ingin kasus serupa terulang kembali, dimana kekuasaan politik lebih dominan dibandingkan penegakan hukum di Banten. Korelasi yang sangat kuat membuat penegakan hukum menjadi sesuatu yang mahal dan hanya sekedar jargon.

Lebih aneh lagi jika melihat 8 (delapan) nyawa struktur organisasi di Indonesia yang cukup banyak, dimana kita melihat KPK, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Kejati, Polda, Bawasda, BPKP, Inspektorat Jendral belum lagi ditambah parlemen (fungsi Pengawasan), masih tidak mampu memberantas korupsi. Di China dan Hongkong (ICA) saja hanya ada satu atau tiga lembaga, tetapi sangat keras dan tegas, juga efektif dalam memberantas korupsi.

Di Indonesia rakyat terpaksa harus turun ke jalan, bahkan para mahasiswa yang tugas sebetulnya harus menekuni studi. “Ini betul-betul menguras energi, waktu, dan masalah bagi kami “, demikian imbuh Rudi Hermawan, aktivis mahasiswa Untirta yang sudah cukup lama sering turun ke jalan melakukan demonstrasi, ketika ditemui dipojok kampus sedang mengadakan kordinasi dan diskusi informal dengan UMC (Untirta Movement Community).(Teguh)

REFLEKSI Pildekan Untirta

Published Selasa, Desember 18, 2007 by Teguh Iman Prasetya

Pemilihan Dekan lalu telah usai oleh Senat Fakultas (terbatas 9 orang) pada akhir November lalu, begitupula Ketua dan Sekertaris Jurusan (Forum Dosen). Saat ini sedang ramai lagi pemilihan Pembantu Dekan disemua fakultas, bahkan kriteria dan syarat diajukan menimbulkan kecemasan dan unjuk rasa disalah satu fakultas.

Saya heran, kenapa tidak pada waktu Pemilihan Dekan terjadi unjuk rasa mahasiswa diseluruh fakultas (?). Alasan yang diajukan pihak rektorat melalui SK Rektor yang diterbitkan, disebabkan waktu yang molor (demisioner cukup lama 3 bulan), sehingga penyelenggaraan Pemilihan Dekan terjadi begitu sangat cepat, dramatis, kurang aspiratif, dan masih diwarnai wajah lama. Tak heran di Faperta (Fakultas Pertanian) mahasiswanya sempat melakukan aksi unjuk rasa menggugat hasil Pildekan tersebut. 

Pemilihan Dekan yang terjadi kali itu lebih menonjolkan terpilihnya suksesi yang cepat, instan (2 minggu lebih) dan diharapkan tepat mewakili aspirasi serta mampu mengakomodasi kepentingan civitas akademika. Mungkin hanya sedikit yang benar terpilih. 

Jika melihat jumlah suara dan kemungkinan calon yang naik dari 9 anggota senat fakultas, misalnya 4 yang mencalonkan, maka yang tersisa berebut suara tinggal  5 suara. Jelas ini tidak sehat dan tidak demokratis, kurang baik untuk terciptanya iklim kampus yang sehat dan kondusif dimasa datang.

Tadinya saya berharap, jika tidak seluruh civitas akademis fakultas (termasuk mahasiswa) minimal Forum Dosen dan Serikat Karyawan Fakultas misalnya. Tetapi apa yang terjadi kemudian merupakan bagian yang jadi tidak penting.

Apa yang terjadi di Untirta sangat paradok dengan Pemilihan Rektor secara langsung desember tahun lalu, bahkan ketika itu dorongan motivasi dari rektorat dan dekanat begitu amat sangat kuat. 

Begitupula apa yang digagas aktivis mahasiswa melalui Tim Independen, ”Sukses dengan Pilrek Langsung” tetapi kalah (gagal pildekan) di tingkat fakultas sesungguhnya mencerminkan kekalahan dikandang sendiri, yang justru sangat fundamental. Begitupula para dosen lainnya termasuk saya, gagal mencegah lahirnya SK. Rektor tersebut melalui Forum Dosen Perubahan Untirta, sehingga kekuatan tidak lagi sekuat dahulu.

Apa mau dikata, “nasi sudah jadi bubur,”konflik perbedaan pendapat tersebut, semoga bukan api dalam sekam yang akhirnya disesali semua pihak “.

Semoga !!!

Mendung

Published Senin, Desember 17, 2007 by Teguh Iman Prasetya

Hari ini konsentrasiku mengajar  kembali buyar berantakan seperti mendung yang jadi beban sejak tadi pagi, bahkan sejak seribu minggu yang lalu. Tidak seperti yang lalu, baru semester kali ini semuanya terasa banyak sekali  melelahkan. Masih mendung kali ini, tetapi semoga besok tidak akan turun hujan dan kembali kita berdiskusi dikelas.

Kontemplasi

Published Minggu, Desember 9, 2007 by Teguh Iman Prasetya

Menulis atau Tidak ?

Menulis ranah spiritualitas membuatku berfikir, menuangkan ide, dan akhirnya kemudian ada (eksis). Hanya sekedar menghapal dan memahami, mungkin tidak berguna sama sekali pada tataran menghayati dan implementasi. Sekali lagi mohon maaf, saya hanya sekedar menghapal dan memahami dari setiap perjalanan dan pengalaman, bahkan mungkin hanya seorang eksistensialis, belum pada taraf menyadari dan mempraktekan kembali. Aku berfikir bukan berarti harus ada, tetapi mestinya aku menyadari, bukan jarkoni (ngajar-ngongkoni, ngajar bise, nglakoni ore bise).

Manusia yang kemudian seperti sebuah mahakarya buku, memahami dan menghayati tanpa cela juga ada. Seperti halnya Muhammad yang terkenal sebagai seorang buta huruf, melalui kepribadiannya yang agung dan mulia, keluar dari setiap kata-katanya yang sangat puitis dan transenden menyampaikan wahyu.

Begitupula seorang penjaga masjid yang tidak terkenal, karena kearifannya didatangi  seorang ahli hadis terkenal hingga membuat banyak orang yang terheran-heran. Ketika orang bertanya, dijawabnya dengan sederhana, “Aku belajar kedalaman ilmu hakekat agama dan kealiman padanya.”

Jernih

Published Senin, Desember 3, 2007 by Teguh Iman Prasetya

KOMENTATOR

Menjadi komentator atau pengamat dibutuhkan ilmu yang tepat, kejelian, kecermataan, sekaligus kejernihan, bahkan sedikit visi yang meloncat kedepan seperti ahli nujum. Seperti halnya melihat permainan sepakbola, melihat dengan kacamata yang lebih luas, berbeda halnya ketika sebagai pemain dan wasit sepakbola.

Komentator yang baik adalah orang yang menekuni bidangnya, setidaknya pernah menjadi pemain atau pelaku yang diamati, atau juga orang yang melihat seluruh masalah dengan jelas.   Sangat aneh, jika seorang komentator tidak lagi jernih, sama artinya menjadi seorang yang berpihak pada kepentingan tertentu.

Meteor

Published Senin, Desember 3, 2007 by Teguh Iman Prasetya

KEBUN METEOR

Melihat jagad raya penuh bintang, melihat gejala alam semesta, melihat meteor beterbangan, dan bulan yang sangat indah, juga siapa tahu, ada kapal piring terbang lewat, kan menarik tuh. Cita-cita membeli teropong hingga saat in belum kesampean.

Aku menikmati bulan penuh dan mengakui berpengaruh sangat besar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.