English Course dan Bahasa Asing Lainnya Metode Wirid
Budaya Lokal
All posts in the Budaya Lokal category
Mencetak Superman
Published Senin, Juli 26, 2010 by Teguh Iman PrasetyaSuperman = Insan Kamil
Jargon diatas adalah manusia super dan manusia sempurna berdasarkan Islam, tetapi rasanya harus dibuktikan. Saya tergoda melakukan eksperimentasi buat anak saya di masa datang diakhir abad 21 masehi. Ilham ide ini di dapat dari dunia experience/pengalaman dengan dilatih, bakat terpendam, dan spiritual/kebatinan. Abad 22 diperkirakan jika tidak kiamat atau perang dunia ke 3 (armagedon), akan diraih dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesadaran baru spiritual iman dan takwa yang lebih baik. Saya sedikit kagum dengan makhluk alien (UFO) mereka menjelajahi antar galaksi dan di bumi tanpa merusak atau merubah sejarah manusia, bahkan diantara mereka masuk Islam (http://teguhimanprasetya.wordpress.com/category/misteri-ufo/)
Hari Pers Nasional Di Banten
Published Minggu, Februari 7, 2010 by Teguh Iman PrasetyaPuisi Langit Senja Di Atas Surosowan
Ibnu Ps Megananda seorang sahabat, sastrawan, budayawan, dan jurnalis, berpuisi bercerita tentang kekuasaan para raja. Puisi yang sangat bagus dan memiliki kekuatan karakter yang sangat kuat. Banten memiliki seniman besar realis sosial seperti WS Rendra. Dibacakan pada hari pers nasional tanggal 5-6 Februari 2010
Batu Mustika
Published Minggu, Februari 7, 2010 by Teguh Iman PrasetyaBanyak hal yang membuat kita kagum dengan fenomena ajaib yang ditunjukan Allah dan alam pada manusia, diantaranya fenomena alam yang membentuk batu-batu mustika yang dapat diuji misalnya. Keajaiban tersebut datangnya dari Allah dinikmati sebagai hal yang biasa yang tak lebih merupakan sebuah tanda atau ujian. Semoga fenomena ajaib batu-batu mustika ini menambah keimanan dan kecintaan kita semua kepada Allah Swt.
Refleksi Jati Diri dan Propinsi Banten
Published Sabtu, Oktober 31, 2009 by Teguh Iman PrasetyaHari ini acara mengajar di kelas Sosiologi (31/10) terpaksa diliburkan dan menjadi pengamat perhelatan besar. Di aula sedang terjadi pembicaraan serius mengenai Propinsi Banten dengan tema Seminar Nasional Jati Diri dan Refleksi Propinsi Banten yang digelar atas nama Bantenologi dan LPSB. Acara itu sangat penting mengingat keterikatan secara emosional sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Banten dan karena diundang oleh seorang sahabat di kampus.
Hak Karya Cipta Indonesia
Published Jumat, September 11, 2009 by Teguh Iman PrasetyaMemburuknya hubungan Indonesia dan Malaysia menyoal hak karya cipta intelektual bagi saya tidak aneh dan sudah dapat diduga sebelumnya. Beberapa artikel dan juga saran dari blog dan situs lainnya juga saya telah kumpulkan. Bahkan beberapa bulan yang lalu sempat berdiskusi sangat serius dengan Ketua Paska Sarjana Untirta dan pakar hukum Untirta, Beni Irawan SH.MH membahas masalah tersebut, senior saya sangat ahli dalam hal Undang-Undang yang mengatur masalah hak karya cipta tersebut. Sempat kami berdua ingin membahas masalah tersebut di forum ilmiah dan menyelenggarakan Seminar Nasional.
Situs Thothweb Hilang
Published Kamis, September 3, 2009 by Teguh Iman Prasetya
Dunia Kehilangan Situs Thothweb
Hari ini membuka data link sahabat, komunitas, serta memeriksa kembali situs-situs bernilai ternyata ada yang hilang dan dunia kehilangan besar untuk mendapatkan akses gratis. Situs itu adalah situs kebudayaan dan peradaban dunia yang sangat bernilai sekali bagi kita semua.
Situs itu adalah www.thothweb.com saya biasa menaruhnya digaleri budaya dunia sejak dua tahun lalu (sekarang sawung budaya), situs yang berisi kebudayaan dan peradaban dunia tersebut begitu sangat memikat dan disajikan sangat indah dilengkapi pula karya foto jurnalistik dari berbagai dunia serta artikel yang sangat bagus serta teruji.Sangat mengagumkan sekali
Geger! Mahkota berlambang Buto Ijo ditemukan di Merak
Published Jumat, Agustus 28, 2009 by Teguh Iman PrasetyaGeger! Mahkota berlambang Buto Ijo ditemukan di Merak
Buat sahabat-sahabat bloger yang suka hal-hal yang berbau klenik berikut ini ada liputan dari dunia klenik di Lingkungan Serut RT02/07, Kelurahan Mekarasari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mendadak heboh menyusul ditemukan sebuah mahkota kepala buto ijo dililit ular naga. Mahkota berlapis mirip emas ini ditemukan Serian, 40, warga setempat. Penemuan mahkota kerajaan itu terjadi Rabu (26/8) sekitar pukul 17:00 WIB, saat ngabuburit di tepi laut di samping Hotel Mangkuputra Cilegon.
Menteri Malaysia Minta Maaf
Published Jumat, Agustus 28, 2009 by Teguh Iman Prasetya
Menteri Pelancong Malaysia Minta Maaf ke RI
Pemerintah Malaysia akhirnya resmi meminta maaf kepada Indonesia atas klaim Tari Pendet.
Permintaan maaf itu disampaikan Menteri Pelancongan Malaysia Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik.
Budaya Lokal Kita Sering Di Curi Malaysia
Published Kamis, Agustus 27, 2009 by Teguh Iman Prasetya
SERANG | Aksi protes dari tanah air atas klaim yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia terhadap tari pendet terus bergulir. Sekelompok mahasiswa Banten yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) UNTIRTA, IAIN dan PMII Untirta Banten turun ke jalan menuntut pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
Dalam aksi yang berlangsung selama hanya 15 menit di depan kantor Walikota Serang itu, para aktifis sempat membakar bendera Malaysia. Akibatnya sempat terjadi kemacetan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman Serang.
Anak Indigo Misteri Manusia
Published Selasa, Agustus 18, 2009 by Teguh Iman PrasetyaAnak Indigo Misteri Manusia
Kasyaf. Anak yang memiliki kekuatan luar biasa sekarang banyak bermunculan diberbagai media massa. Mereka mampu membaca masa lalu dan menjangka masa depan. Misteri manusia seperti halnya alam semesta sangat misterius untuk kembali kita kaji dan analisa. Tak heran dunia barat yang sangat rasional misalnya akhirnya harus mengakui kesalahan pemahaman bahwa rasionalitas sebagai dewa satu-satunya justru diruntuhkan oleh misteri manusia itu sendiri.Tak kurang pakar yang sangat ahli tentang psikologi manusia seperti Freud belum tuntas untuk mengungkap tabir manusia dengan bakat-bakat luar biasa, lebih dari binatang. Buku terakhir yang kemudian diluncurkan adalah persoalan supranatural manusia atau dikenal dengan nama Para Psykologi.
Buku Para Psykologi ini mencoba mengungkap pengalaman-pengalaman manusia yang bersifat adi kodrati diluar nalar dan akal sehat manusia. Saya sejak dahulu membaca buku itu sangat tertarik sekali. Meskipun tidak begitu lengkap, tetapi istilah-istilah yang lajim digunakan untuk merasionalisasikan dan mengklasifikasikan demi kepentingan ilmu pengetahuan dikenal lewat buku itu. Misalnya kemampuan telekinetik, hipnotis, telepati, dan lain sebagainya.
Situs Cihunjuran Mandalawangi Salakanagara
Published Senin, Agustus 3, 2009 by Teguh Iman PrasetyaHari Minggu yang cerah tanggal 2 Agustus lalu bertandang ke wilayah Mandalawangi menuntaskan ngidam mandi dikolam Anglingdarma. Entah kenapa aku ingin sekali datang ke wilayah dilereng paling bawah Gunung Pulosari Mandalawangi tersebut sejak hari Sabtu lalu. Bahkan terpaksa membatalkan berkunjung ke Bandung memenuhi undangan Mubes UPM Jumpa Unpas Bandung dan rendezvous dengan kawan-kawan lama.
Pemandangan alam yang eksotis dan langka bernuansa sangat purba serta alami terhampar diwilayah situs yang kecil tersebut. Batu-batu purba ditengah areal persawahan yang masih dapat digarap oleh petani, taman kolam purba yang sangat indah, dolmen, batu ramuan, batu peta, kuburan purba Kyai Jangkung yang sangat panjang, dan kolam pemandian Anglingdarma.
Geger Penemuan Emas Batangan Bergambar Tokoh Wayang
Published Selasa, Juni 30, 2009 by Teguh Iman PrasetyaGeger Penemuan Emas Batangan Bergambar Tokoh Wayang

Jika Terbukti Bersejarah, Minta Kompensasi
Warga Cempaka, Kalimas, Pontianak, Kalimantan Barat, dihebohkan penemuan emas batangan bergambar tokoh wayang. Logam mulia itu ditemukan saat warga membersihkan parit. Penemunya mengaku bermimpi aneh sebelum menemukan benda tersebut.
FAHROZI – Pontianak
SEJAK Rabu, 24 Juni lalu, rumah Muslim di Dusun Cempaka, Desa Kalimas, ramai dikunjungi. Warga ingin melihat emas batangan yang ditemukan Muslim bersama tiga temannya.
iman, islam, ihsan, esoterik, eksotisme, ekstase, wihdatul wujud, jihad fisabilillah, fana, mahabbah
Published Jumat, Juni 26, 2009 by Teguh Iman PrasetyaTechnology E-Learning dan Diskusi di BP3S
Published Selasa, Juni 23, 2009 by Teguh Iman PrasetyaSiang hari yang terik setelah bada dhuhur mengikuti Seminar Internasional mengenai Technologi Pembelajaran di auditorium agenda berikutnya adalah mengikuti diskusi di Kantor BP3 S atas undangan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta yang berkunjung ke Banten sekaligus melakukan penelitian dan berwisata ke daerah kami.
Banyak hal yang menjadi bahan renungan sekaligus pekerjaan rumah yang tertinggal dari kedua kegiatan tersebut dari Seminar Internasional Technologi E-Learning yang menghadirkan pembicara dari Florida University dan diskusi budaya sangat berat di BP3S di daerah Letnan Jidun.
Bagi saya Technologi E- Learning merupakan kewajiban yang mesti di miliki oleh para dosen dan para guru sebagai alat bantu dalam memberikan materi pelajaran. Sedangkan Diskusi Budaya di BP3S bukan hanya tugas dari dinas terkait tetapi juga merupakan pekerjaan bersama yang mesti dilakukan banyak komponen dan elemen lainnya. Banyak yang ingin saya ceritakan dari hasil diskusi tersebut tetapi rasanya amat sangat kompleks dari masalah cagar budaya tersebut.
Realitas Dinasti Rawu Di Banten
Published Minggu, Juni 14, 2009 by Teguh Iman PrasetyaRealitas Dinasti Rawu Chasan Sochib Di Banten
Malam ini saya diajak kembali berdiskusi merevieuw ulang perjalanan sejarah yang telah dilewati bersama kawan-kawan. Secarik catatan yang tersisa dan semangat yang sempat hilang dan patah arang, kembali dibuka kembali malam ini disebuah warung jagung bakar lesehan di alun-alun kota Serang. Bersama seorang kawan yang datang dari jauh untuk tujuan penelitian dan seorang sobat muda, diskusi dibuka dan kembali mengkaji fenomena yang kini terjadi di Banten.
Banyak yang telah dilalui sebagai catatan sejarah yang menarik ketika awal Propinsi Banten berdiri hingga saat ini, sehingga tak heran banyak peneliti baik warga asing maupun local tertarik melakukan penelitian. Saya teringat Clifford Gertz ketika meneliti Mojokuto menghasilkan tesis yang sangat terkenal sekali, yaitu kaum priyayi, abangan, dan santri. Barangkali juga di Banten ini menghasilkan tesis baru, yaitu metamorfosa kaum Jawara (stratitifikasi tradisional lama; ulama, umaro dan jawara) dalam hal ini Klan H. Hasan Sochib dan kekuatan dinasti keluarga yang dibangun adalah fenomena sosial menarik yang tidak terdapat di daerah lainnya di Indonesia.
Nafas Budaya Rakyat Banten
Published Kamis, April 30, 2009 by Teguh Iman PrasetyaSeminar Regional Seni Budaya Banten
Kebudayaan adalah nafas kehidupan sehari-hari… inilah yang saya tangkap dari studi banding dikota-kota yang berbudaya. Kebudayaan seringkali dianggap berpatokan pada nilai … dan pada sistem sosial budaya yang menjadi payung ketika panas terik membawa keteduhan dan hujan menguyur kita.
Kebudayaan juga dipahami secara luas (keseluruhan budaya) berdasarkan 7 budaya universal dunia dan ethnografi yang terdiri dari 9 (sembilan) unsur. Kebudayaan juga barangkali bukanlah hanya sekedar kata-kata dan retorika serta tanda…kebudayaan adalah sesuatu yang ajeg … dan merupakan pedoman dasar ketika kita semua bersepakat memilihnya.
Kebudayaan adalah milik semua warga bukan hanya milik kaum elit, seniman, budayawan, akademisi-intelektual, aktivis, dll. yang ada dikaca etalase dan pameran. Kebudayaan sekali lagi adalah nafas dan ruh yang berada dimana-mana, berumah dicahaya dan milik semua warga, semua rakyat. Read the rest of this entry →
Kisah Sufisme Syekh Siti Jenar
Published Senin, Maret 16, 2009 by Teguh Iman PrasetyaSYEKH SITI JENAR
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat, terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar. Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran – ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti. Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang bertentangan dengan cara hidup Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.
Tanjung China, Goa Purba, Batu Petir
Published Rabu, Februari 25, 2009 by Teguh Iman PrasetyaRomantisme Mistis Hari Ini
Hari ini siang hari yang terik meluncur bersama si elang perak terbang menuju Anyer. Sampai disana semilir angin dan perjalanan jauh membuatku ngantuk, ingin berhenti sejenak disebuah kedai beratap sawung dan mengisi bensin. Disana aku ngobrol ngalor ngidul dengan pemilik kedai dan tamu yang berkunjung. Dari informasi yang kudapat ada sesuatu yang menarik darinya yaitu adanya gua purba didaerah sekitar Anyer.Namun, jika menuju ke daerah tersebut sama artinya balik kembali menuju pulang, sementara tujuanku sudah sangat dekat dengan Karang Bolong, Karang Suraga, Karang Tumaritis, dan Tanjung China.
Amalgamasi yang Aneh di Kampungku
Published Selasa, Desember 9, 2008 by Teguh Iman PrasetyaDahulu pada tahun 70-an dikampungku pernah terjadi peristiwa yang menggegerkan masyarakat. Dikampungku kedatangan orang bule yang bernama Harry dan saweran membagi-bagikan uang dolar untuk masyarakat dihalaman depan rumahku yang waktu itu beratap rumbia. Pria setengah tua yang mengaku mendapat mimpi aneh untuk datang ke Indonesia, ingin menemui saudara nenek buyutnya. Ia yang dilahirkan di Amerika Serikat adalah orang yang memiliki darah campuran Indo-Belanda dan telah putus hubungan komunikasi puluhan tahun yang silam dengan saudara-saudaranya di Indonesia.
Read the rest of this entry →
Wayang Purwa
Published Sabtu, Desember 6, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMembaca kisah pewayangan kembali, aku teringat koleksi buku wayangku dimasa lalu. Dari berbagai buku dan sumber, banyak kisah pewayangan memiliki karakteristik berbeda antara daerah yang satu dengan daerah lainnya, serta akar sejarah yang juga berbeda.
Kisah epik Ramayana, Mahabharata, Bharatayudha, menurut versi India Kuno karya Valmiki dan Vyasa ternyata sangat berbeda dengan versi Indonesia. Contohnya para punakawan dalam versi India tidak ada dalam kisah epik terkenal tersebut. Read the rest of this entry →
Debus Banten
Published Rabu, November 26, 2008 by Teguh Iman PrasetyaJawara yang Berjiwa
Published Kamis, November 20, 2008 by Teguh Iman PrasetyaOleh : Teguh Iman Prasetya
Fenomena para Jawara Banten kelihatannya telah berakhir ditengah arus massa rakyat. Dinegeri sendiri para jawara tidak lagi mendapat tempat yang populer dan simpati rakyat, meskipun belum lama mengadakan konsolidasi di daerah Lampung. Dinegeri sendiri kadang hujan batu kadang hujan emas, dinegeri orangpun kadang demikian. Pengerahan massa sudah tidak laku lagi.
Perubahan paradigma besar atau mungkin revolusi budaya yang kini terjadi akan dapat ditandingi oleh hal yang sama, apabila para Jawara Banten yang tergabung dalam korps organisasi pendekar juga harus mereposisi diri dengan tema-tema besar kerakyatan dan atau independen sebagai pilihan terbaik.
Potensi Simbol Propinsi Jawara sebagai identitas lokal sangat mungkin terjadi jika melihat kesenian tradisional pencak silat dan debus masih terpelihara dengan baik. Apalagi bilamana kurikulum lokal mewajibkan dan memuat dua hal pokok pada para siswa yaitu bahasa daerah dan pencak silat (terumbu, bandrong, cimande,dll.) sebagai kekayaan budaya lokal yang harus dipelihara dan dijaga. Maka yang kedua telah terjadi memasyarakatkan nilai positif kaum jawara melalui pendidikan sekolah. Mengingatkan seperti masa Restorasi Meiji di Jepang pada abad 19 masehi membubarkan kaum samurai, tetapi mentransformasikan nilai-nilai budaya kaum samurai ditengah masyarakat.
Jawara yang berjiwa pada dasarnya sangat mungkin terjadi apalagi banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan semakin tinggi, serta realitas sosial yang dipengaruhi kedewasan alam pemikiran baru rasionalitas, juga adanya tokoh-tokoh Jawara Banten dimasa datang dan kini yang masih konsisten.
Tokoh-tokoh tersebut meskipun saat ini terjadi cross interest ideology (persilangan kepentingan ideologi) masih ada harapan munculnya paradigma sama dan sebangun dimasa datang yang lebih CERAH. Latarbelakang sama sebagai orang Banten yang mencintai kesenian tradisional dan pada dasarnya sebagai ORANG BAIK merupakan modal sosial yang bagus.
Orang-orang tersebut adalah H. Suminta sebagai pewaris tokoh legendaris kesenian debus dan pencak silat Lurah Idris (alm), H. Embay Mulya Syarief, H. Maman Rizal, H. Lulu Kaking, dan masih banyak lagi diabad millenium saat ini. Peran dari mereka untuk memajukan potensi Banten masih diharapkan murni sebagai tokoh kesenian tradisional, serta memberikan kontribusi yang terbaik bagi generasi saat ini.
Semoga
RUU Anti Pornografi Di Media Massa
Published Rabu, November 5, 2008 by Teguh Iman PrasetyaRibut dan pertengkaran hingga ke akar rumput mengenai RUU Anti Pornografi ini bukan main hingga ke berbagai daerah. Esensi dari RUU Anti Pornografi yang hingga kini masih menjadi perdebatan diantara para pakar dan aktivis masih belum terselesaikan karena sangat detail dan menyangkut masalah teknis. Read the rest of this entry →
Salakanagara-Banten yang Bersejarah
Published Jumat, September 26, 2008 by Teguh Iman PrasetyaStudi Etnografi dan Folklore – Antrplgie
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaStudi Religi dan Ritual-Antro
Published Kamis, September 25, 2008 by Teguh Iman PrasetyaDolmen Salakanagara
Published Rabu, September 24, 2008 by Teguh Iman Prasetya
Konon merupakan jejak yang masih utuh yang berada masih dikomplek situs cihunjuran salakanagara. Dolmen ini juga dapat memperkuat bahwa disini pernah berdiri sebuah kerajaan, yaitu Salakanagara (doc.nr)
Situs Banten Lama Milik Siapakah ?
Published Sabtu, September 20, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSitus Kerajaan Banten Lama Yang Membingungkan
Iman Nurasyadi
SEDERHANA sekali pertanyaan anakku ketika kubawa ke reruntuhan keraton di Desa Banten, 10 kilometer sebelah utara Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (16/10-2007). Pertanyaan itu adalah siapakah yang punya keraton ini sekarang? Aku terdiam sejenak, tak langsung menjawab pertanyaan sederhana yang memerlukan jawaban yang rumit. Read the rest of this entry →
Jihad
Published Minggu, September 7, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSore hari yang menyentuh mendengar dakwah Ustad Abu Sangkan di TV swasta begitu sangat cerdas dan membuat hati kembali tenang, ia berkata, manusia yang khusu beribadah adalah kontak batin dari seorang hamba kepada Khalik-Nya seperti getaran gelombang solar elektromagnetik yang tidak kelihatan, tetapi dapat terasa dengan jelas dan sangat kuat. Read the rest of this entry →
Syekh Abdul Karim Pemimpin Tarekat
Published Sabtu, September 6, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSyekh Abdul Karim Pemimpin Tarekat dan Haji-haji Pemberontak
Gerakan kebangkitan kembali (revival) yang dipimpin Syekh Abdul Karim alias Kiai Ageng memang memperlihatkan sikap yang keras dalam soal-soal keagamaan dan bernada puritan. Tetapi ia bukan seorang revolusioner yang radikal. Kegiatan-kegiatannya terbatas pada tuntutan agar ketentuan-ketentuan agama, dengan tekanan khusus kepada salat, puasa, mengeluarkan zakat dan fitrah, agar benar-benar dilaksanakan. Dan tentu saja, zikir merupakan kegiatan yang pokok pula.
Semiloka Budaya Banten-Pameran Film Dokumenter dan Fotografi
Published Rabu, Agustus 27, 2008 by Teguh Iman PrasetyaBanyaknya permintaan para bloger baik dari luar Banten maupun dari dalam mengenai situs purba cihunjuran, citaman dan situs lainnya di Banten Selatan, membuat saya sejak kemarin tercenung untuk mengikuti pendapat para pembaca menyelenggarakan Seminar Budaya Lokal secara spesifik mengenai Salakanagara atau Semiloka secara keseluruhan Mosaik Banten yang Bersejarah, berikut pameran foto dan film dokumenter.
Ada banyak cita-cita termasuk membangun komunitas lokal didaerah cagar budaya untuk memiliki kesadaran yang tinggi menjaga warisan budaya tersebut, serta memberdayakan secara ekonomi melalui hasil dari kegiatan seminar atau lokakarya (cinderamata souvenir yang dapat dijual, buku saku, katalog foto, dan cd film). Read the rest of this entry →
Kisah Cinta Komik Indonesia
Published Rabu, Agustus 20, 2008 by Teguh Iman Prasetya
|
ADAKAH CERGAM INDONESIA? oleh Ifan Adriansyah Ismail “Jepang banget!” Dari penikmat musiman sampai yang mbahurekso dunia cergam Indonesia agaknya kenyang mendengar kalimat-kalimat itu (catatan: cergam, sebutan untuk komik asli Indonesia). Apakah cergam Indonesia? Perdebatannya tak kunjung usai. Sampai sebuah suara pragmatis muncul, “Sudahlah, komik memang sudah medium Barat. Yang penting bagaimana memanfaatkan mediumnya.” Demi menjaga kewarasan berkarya, mungkin sikap itu patut ditiru. Tapi, jika memerhatikan betapa karakter sebuah bangsa bisa begitu menonjol dalam cergamnya tetap saja memancing pertanyaan. Kenapa kita bisa membedakan cergam Amerika, Eropa dan Jepang? Lalu, kenapa Indonesia tidak juga bisa ‘dikenali’? Cergam di Amerika yang dimulai dari komik humor memang tak diniatkan serius. Sementara di Eropa cergam justru dinobatkan sebagai seni kesembilan. Jadi apa rahasia ciri khas cergam Amerika dan Eropa? Karakter! Read the rest of this entry → |
Hak Karya Intelektual Indonesia
Published Kamis, Agustus 7, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSemakin Banyak Artefak Indonesia Yang Dicuri: TREND EKONOMI KREATIF??
Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri atas pulau-pulau. Ada begitu banyak suku dan adat istiadat di Indonesia. Latar belakang ini melahirkan keragaman yang luar biasa. Ada ribuan, atau mungkin jutaan artefak budaya yang tersimpan di bumi pertiwi, mulai dari tarian, ornamen, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu, makanan dan minuman, seni Pertunjukan, produk arsitektur, dan lain sebagainya. Ini merupakan sebuah kekayaan luar biasa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ke Negara Indonesia.
Saat ini, kita hidup di era globalisasi yang sarat atas persaingan yang tinggi. Di babak ini, inovasi menjadi “bahan bakar” pertumbuhan ekonomi. Tingginya tingkat persaingan mengakibatkan ekonomi global harus terus bergerak mencari inovasi-inovasi baru. Intensitas kompetisi ini membuat terjadinya pergeseran dari “inovasi berbasis teknologi” menjadi “inovasi berbasis kreativitas”. Artefak-artefak tradisional, yang pada awalnya dianggap tidak bernilai ekonomi tinggi, menjadi sangat berharga. Hal inilah yang melatarbelakangi pencurian, pempatenan dan klaim Negara atau oknum Warga Negara Lain terhadap artefak budaya Indonesia. Beberapa artefak budaya Indonesia yang telah dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh negara lain antara lain: Read the rest of this entry →
Pulosari Mandalawangi
Published Minggu, Agustus 3, 2008 by Teguh Iman PrasetyaLokasi Gunung Pulosari, Situs Cihunjuran-Salakanagara; Pemandian Kolam Anglingdarma, kerajaan jaman batu sisa dolmen, menhir, dll. (foto doc. fisip kom a nr)
Klik dapat diakses dibawah ini contoh hasil karya mahasiswa Fisip Untirta
Kenangan bersama anak-anak mahasiswa fisip Ikom Untirta 2008 dan Al Faris sebagai dosen tamu.
Menelusuri jejak sejarah dan budaya peninggalan megalitik purba dan konon Kerajaan Salakanagara abad ke 1 M. Mengandalkan intuisi untuk menemukan situs dan selebihnya dipandu oleh masyarakat.
Kami mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan yang tengah gonjang ganjing politik nasional dan berkabut kontradiksi. Dilereng gunung sebelum naik ke atas puncak Gunung Pulosari kami masih mendengar Soeharto telah wafat dari prosesi kematiannya yang selama ini sangat alot.
Dalam perjalanan hanya satu orang mahasiswi yang terkena halusinasi dan akhirnya sadar kembali. Diatas gunung hanya sebagian kecil dari kami dapat bersenang-senang, menari dan bernyanyi seperti orang indian yang menang perang, melabur muka dan badannya penuh coreng moreng dengan abu sisa kepulan letusan magma dari bawah kawah yang menyembur panas.
Udara dingin kabut tipis dan kolam air dilereng gunung pulosari hingga kini masih terasa sangat menyejukan bagi kami.
Hutang 200 M dan Suap di Pandeglang
Published Rabu, Juli 30, 2008 by Teguh Iman PrasetyaBocoran informasi besok akan ada aksi konon terdengar sangat keras terjadi di Pandeglang menuntut Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah mundur dari jabatannya.Pinjaman hutang dari Bank BPD Jabar-Banten sebesar 200 milyard yang konon kurang jelas peruntukannya untuk apa, juga melibatkan pula kasus suap 45 orang anggota DPRD Pandeglang.
Pandeglang kembali terkoyak, banyaknya kasus sejak dulu (1999-KUT 174 M, Karang Sari 5 M, dll) hingga saat ini, membuktikan daerah ini rawan konflik horisontal dan kasus korupsi.
Sangat sedih sekali, daerah ini ditengah kemiskinan rakyatnya, sesungguhnya sangat seksi sekali karena memiliki potensi yang sangat luarbiasa dengan kekayaan alam, keindahan wisata alam, hutan dan budaya, serta sejarah juga prasejarah dimasa lalu. Saya sangat menyukainya.
Hasan Sohib
Published Rabu, Juli 30, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSangat mengganggu sekali tokoh yang satu ini bagi masyarakat Banten sejak dulu. Kontroversial dan banyak kasus. Bagi yang mengagumi tokoh yang satu ini berdalih bahwa tokoh satu ini termasuk fenomenal. Beda dengan yang lain.
Hingga tak heran kemudian berdasarkan hasil riset Profesor Okamoto menganggap Hasan Sohib adalah Gubernur Jenderal yang sesungguhnya di Banten.
Balada Orang Pedalaman
Published Kamis, Juli 10, 2008 by Teguh Iman PrasetyaData Tahun 2003
Sumber Daya Alam
” Masalah Hutan, Masyarakat Lokal dan Hapuskan Hutang”
Teguh I Prasetya
Balada orang-orang pedalaman dihutan digunung dan dipesisir, mereka yang datang dari kota, tega bodohi mereka, lihat tatapan mata yang kosong tak mengerti apa yang terjadi, balada orang-orang pedalaman yang menari dan menyanyi dihalau bising, deru ribuan gergaji…. dst.
Balada Orang Pedalaman – Iwan Fals
Petikan lagu “Balada Orang Pedalaman” itu penulis kutip dari karya Iwan Fals masih relevan dengan kondisi saat ini, juga merupakan refleksi masyarakat pedalaman yang ada dipinggir hutan menghadapi pembangunan. Kekalahan komunitas masyarakat lokal dikemudian hari menjadi sumber konflik yang terjadi akibat kekerasan struktural dan sistem kekuasaan yang begitu sangat dominan oleh patron klien dimasa orde baru hingga saat ini.
Purbacarita Situs Cihunjuran
Published Jumat, Juli 4, 2008 by Teguh Iman PrasetyaTadi siang mendapat laporan dari seorang aktivis mahasiswa ternyata sangat mengejutkan sekali, Situs purba Cihunjuran dan Citaman didaerah Kabupaten Pandeglang tidak masuk dalam daftar pariwisata yang layak dikunjungi wisatawan domestik pada saat acara MTQ Nasional kemarin (MTQ yang gelisah). Mungkin juga tidak ada dalam setiap event, agenda, kalender, dan pameran pariwisata Propinsi Banten.
Lokasi disekitar tempat Gunung Pulosari tersebut sebetulnya sangat unik dan menarik (baca kategori budaya lokal : Banten Purba Carita) bagi masyarakat Banten yang belum mengetahui. Betapa tidak, batu purba besar ditengah sawah, kolam yang sangat indah, jernih dan dapat dipakai mandi, kuburan purba yang sangat panjang menurut versi Sunda Kuno disebut Aki Luhur Mulya, atau menurut versi HIndu Anglingdarma, versi Islam Wali Jangkung, menhir, batu peta kuno, dolmen, batu dakon (tempat meramu obat), dll bertebaran sangat menarik pemandangan mata untuk melihatnya. Konon menurut cerita adalah asal muasal Kerajaan HIndu Salakanagara pada abad ke 1 masehi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya menurut banyak sumber, karena bukti dan naskah kuno tesebut masih meragukan.
Banyaknya tempat prasejarah dan sejarah di daerah Banten dari ujung rantai Anyer-Karang Bolong dll. hingga ke daerah Banten Selatan yaitu Gunung Karang, Gunung Pulosari, Lebak Sibeduk, Sasaka Domas-Baduy, dll., konon pula di daerah Ujung Kulon, saya bermimpi tempat tersebut dirawat dan pelihara serta dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, apabila tidak ada tempat untuk merawatnya sebagai museum terbuka untuk umum (atau tidak boleh dibuka seperti Baduy) dan dilindungi oleh hukum adat. Tidak mustahil dimasa datang temuan lain akan menyusul dan Banten sebagai daerah kedua setelah Sangiran yang terkenal dengan manusia purbanya (giganthropus erectus-manusia raksasa).
Syekh Nawawi Al Bantani
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman PrasetyaPELOPOR GERAKAN INTELEKTUAL ISLAM NUSANTARA
Oleh: Martin Muntadhim S.M.
Kiai Nawawi Banten(1230-1314 H/1813-1897 M) alias Syaikh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani Asy-Syafi’I adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib MInangkabau, dan Kiai Mahfudz Termas (wafat 1919-20 M).
Namanya yang lengkap ialah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H/ 1813 M. Ayahnya seorang tokoh yang agama yang sangat disegani. Ia masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Istrinya yang pertama bernama Nasimah, juga lahir di Tanara. Darinya, Kiai Nawawi dikaruniai tiga putri, Nafisah, Maryam, dan Rubi’ah. Istrinya yang kedua, Hamdanah, memberinya satu putri: Zuhrah. Konon, Hamdanah yang baru berusia berlasan tahun dinikahi sang kiai pada saat usianya kian mendekati seabad. Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Makkah, karena saat itu Indonesia –yang namanya masih Hindia Belanda- dijajah oleh Belanda, yang membatasi kegiatan pendidikan di Nusantara. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat.
Padhastrian Ilmu
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman PrasetyaJALAN KE ARAH SYEIKH NAWAWI
Oleh Wan Anwar
Ikan-ikan di laut akan memohonkan ampunan
bagi orang yang mau berjalan
menuju orang alim (guru) untuk belajar.
Hidup itu pilihan, dan pilihan adalah kesadaran. Manakala sebuah jalan ditetapkan sebagai pilihan, jalan-jalan lain niscaya ditinggalkan. Ilmu mantik (logika) mengajarkan kepada kita: tak mungkin satu wujud (katakanlah seseorang) berada di beberapa tempat (jalan) pada waktu bersamaan. Seperti jalan kebenaran dan kebatilan, tak mungkin keduanya ditempuh bersamaan.
Figur Ulama Besar
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman PrasetyaKIAINYA PARA KIAI TERKEMUKA DI INDONESIA
Oleh Ahmad Rofi’ Usmani
Serang, Banten, Ahad 2 September 2007.
Selepas menginap semalam di Wisma Puspitek, Serpong, saya dan istri bersama tiga saudara ipar, pada siang hari itu meluncur ke Desa Ciloang, Serang. Tujuan kami adalah untuk bersilaturahmi dengan Mas Gola Gong yang telah mendirikan Pustakaloka “Rumah Dunia” bersama beberapa temannya: Tias Tatanka, Rys Revolta (alm.), dan Toto ST Radik (lihat websitenya: www.rumahdunia.net). Ketika menjelang berpamitan, Mas Gong bercerita, salah satu ruang di pustakaloka tersebut sedang disiapkan sebagai ruang khusus yang berkaitan dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani: seorang ulama besar yang bertaraf internasional asal Serang, Banten. Mendengar cerita Mas Gong tersebut, segera dalam benak muncul ide untuk mencari tahu lebih jauh tentang ulama yang namanya mampu tinggi menjulang di kawasan Timur Tengah ini.
Kyai Betawi
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman PrasetyaKisah Ulama-ulama Betawi
Ikon Ilmu
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya19 Agustus 2007 (Diposting dari : Rumah Dunia)
NAWAWI JADI IKON KEILMUAN DI BANTEN
Oleh Gola Gong
“Keranda Merah Putih”, 15 – 26 Agustus 2007 yang digagas Rumah Dunia, Forum Kesenian Banten, dan Komunitas Perupa Banten tidak hanya menampilkan pameran lukisan, pertunjukan teater, pembacaan puisi, bimbingan melukis untuk guru dan murid, serta lomba melukis tingkat SD saja, tapi juga dua tuntutan penting, yaitu Taman Budaya Banten/gedung Kesenian dan Perpustakaan segera dibangun. Itu terus mengerucut dalam menu disuksi-diskusinya.
Simbol Perlawanan
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya15 September 2007 (Diposting dari: Rumah Dunia)
SYEKH NAWAWI SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN
Oleh Aji Setiakarya
Nama Syekh Nawawi dilingkungan pesantren salafi tentu tidak bisa diragukan lagi keterkenalannya. Itu disebabkan karya-karya beliau banyak digunakan di pesantren. Sebut saja misalnya Syarah Al-Jurummiyah yang isinya tentang tatabahasa Arab, yang terbit tahun 1881 di Mekkah. Kitab ini menjadi kitab dasar bagi para santri yang masuk pesantren salafi. Selain Sarah Al-Jurumiyah ada pula Fathul Mujib, yang isinya uraian tentang lima bagian-bagian penting daripada hukum Islam dan lima rukun Islam.
Mencari Syekh Nawawi
Published Rabu, Maret 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya31 Agustus 2007 – 03:39 (Diposting dari : Rumah Dunia)
YANG MENCARI SYEKH NAWAWI
Oleh: Ibnu Adam Aviciena
Suatu hari aku bertemu dengan seorang yang ingin sekali bertemu dengan Syekh Nawawi al-Bantani. Ia, Chaidar, bertutur kepadaku bagaimana keinginan kuatnya itu mempertemukan dirinya dengan Syekh Nawawi di Ma’la, Mekkah, Arab. “Hatiku bergolak selalu, seolah-olah berteriak: Kyai Nawawi! Kalau tuan bersedia menerima kedatangannku, aku pasti mampu tiba di hadapanmu, Insya Allah. Sebaliknya, bila mana aku gagal berusaha berangkat ke Mekkah, kuartikan tuan tidak rela aku datang kepadamu. Dan dengan ini terimalah salam perkenalanku dari jauh, berupa bacaan Surat Alfatihah untukmu semata-mata.”
Kebenaran Salakanagara
Published Jumat, Februari 15, 2008 by Teguh Iman PrasetyaKebenaran Salakanagara
Sore hari yang cerah bersama dengan Kepala BP 3 S (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang) Imam Sunaryo dikantornya, saya melakukan wawancara dan diskusi singkat mengenai kebenaran Kerajaan Salakanagara. Sedikit informasi tentang BP3 S yang berkantor di jalan Letnan Djidun Serang ini, memiliki wilayah kerja yang sangat luas yaitu Banten, Jawa-Barat, DKI Jakarta, dan Lampung.
Lagu Rakyat
Published Sabtu, Februari 9, 2008 by Teguh Iman PrasetyaLagu – lagu rakyat Banten khas daerah utara yang dulu dimainkan pada acara tertentu, misalnya terang bulan, kini dikumandangkan kembali oleh seorang penyanyi pengamen jalanan yang bernama Toton Greentoel. Bagus dan menarik sekali, unik, asing,lucu, merdu, juga renyah didengarkan. Sumbangan yang diberikan Toton Greentoel luarbiasa bagi kita semua, berjasa besar memelihara dan mewariskan (enkulturasi) khasanah tradisi lagu-lagu rakyat yang tadinya sudah dianggap telah hilang.
Sayangnya perhatian dari kita semua kurang terhadap lagu-lagu rakyat kita sendiri. Berbeda dengan daerah lainnya seperti Padang, Jawa Tengah, Jawa Timur,Jawa-Barat, dsb. lagu-lagu rakyat itu telah menjadi ciri dan entititas maskot kebanggaan daerahnya.
Semoga ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Setidaknya Toton sering diundang dalam acara resmi pemerintah maupun tidak resmi masyarakat.
Soul and Mind
Published Jumat, Februari 8, 2008 by Teguh Iman PrasetyaTiga hari lalu aku benar-benar menghabiskan waktu menonton TV dikamar atas, terutama acaranya Trans 7. Acara yang disuguhkan tengah malam tersebut, sangat menarik sekali disamping kemudian acara Empat Matanya Tukul Arwana. Acara kemarin adalah Chris Angel seorang maestro spiritual jalanan di Amerika Serikat yang memperoleh bakat supranatural sejak dari kecil, sedikit banyak menggoda belajar menerjuni spiritism dari kekuatan pikiran, semacam telepati, hipnotis atau telekinetic sebagai cabang dari teori ilmu parapsikologinya Freud.
Banten Purba Carita
Published Rabu, Februari 6, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMEGALITIKUM DI BANTEN SELATAN
Situs SangHyang Dengdek dan SangHyang Heuleut
Situs ini ditemukan disekitar lereng Gunung Pulosari daerah Pandeglang. SangHyang Heuleut merupakan menhir yang ditemukan di daaerah sanghyang dengdek Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang. Di dekat sanghyang heuleut terdapat arca perwujudan nenek moyang yang disebut SangHyang Dengdek. Konon menurut cerita masyarakat setempat, sanghyang dengdek dan sanghyang heuleut adalah sepasang suami istri dari nenek moyang mereka. Sanghyang Dengdek ”SangHyang Dengdek” atau yang mempunyai nama “ Prabu Jayasati Wisesa” adalah arca laki-laki dan sanghyang heuleut atau “Mas Ratu Lenglang Jagad” adalah arca perempuannya.
Mutiara Banten
Published Senin, Februari 4, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMAKALAH ANTROPOLOGI
RUDAT, MUTIARA BUDAYA YANG TERSEMBUNYI
Disusun Oleh :
-
Ade Yusnita,
-
Izzati Ainun Khairina
-
Ratu Yulya Chaerani
-
Siti Irma
-
Tritama Chaerani
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah S.W.T karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang seni tradisional Rudat Banten. Makalah ini mengupas kesenian tradisional Rudat di Banten yang hampir terlupakan. Dalam pembuatan makalah ini kami mulai memahami bahwa menggali kembali mutiara budaya khas Banten akan membuat kita merasa kagum terhadap warisan-warisan budaya yang ada di sekitar kita.Kami berharap melalui makalah ini kami dapat memberikan sumbangsih berupa pengetahuan mengenai seni tradisional Banten yang mulai terlupakan. Namun, kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat keterbatasan. Untuk itu kami memohon maaf atas segala keterbatasan kami dan mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca.
Eksotisme Salakanagara
Published Senin, Februari 4, 2008 by Teguh Iman PrasetyaHasil Penelitian Kerajaan Salakanagara
O l e h :
Dani Prayudhi, Maslim Lesmana, Nurhaedi,
Renny .Y. Adystiani, Vinchentia RH
SALAKANAGARA
Pandeglang menyuguhkan banyak sejarah yang sangat menarik untuk di teliti. Salah satunya sejarah Kerajaan Salakanagara. Cihunjuran, Citaman, Pulosari dan Ujung Kulon merupakan tempat-tempat yang menyimpan banyak situs tentang Salakanagara. Di Cihunjuran misalnya, di tengah hamparan pesawahan terdapat beberapa batu-batu purba serta kolam-kolam pemandian purba tepatnya zaman Megalitikum.
Salakanagara
Published Senin, Januari 28, 2008 by Teguh Iman PrasetyaAsal Muasal
Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).
Salakanagara
Published Sabtu, Januari 26, 2008 by Teguh Iman PrasetyaAsal Muasal
Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).
Kerajaan Hindu pertama Salakanagara menurut Yoseph Iskandar dibuktikan berdasarkan literatur yang sebelumnya pernah ada. Sumber literatur berasal dari Pangeran Wangsakerta-Kasepuhan Cirebon dan bukti-bukti fisik yang ada di Pulau Panaitan serta tersebar diwilayah Gunung Pulosari.
Menurut pakar sejarah Edi S. Ekajati, dalam buku Naskah Sunda (1988), Pangeran Wangsakerta pada tahun 1677 M hasil pertemuan kekeluargaan (mapulung rahi) dan musyawarah (gotraswala) menyusun naskah berseri berjumlah 47 naskah, 4 (empat) diantaranya ditemukan di Banten. Huruf yang ditulis umumnya berasal dari Bahasa Kawi (Jawa Kuno) gaya Cirebon dengan menggunakan tinta Jafaron.
4 (empat) naskah kuno Pustaka Wangsakerta tersebut yaitu :
1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, 2. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadhipa
3. Pustaka Nagara Kretabhumi, 4. Pustaka Carita Parahiyangan.
Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta tebal tiap jilid bervariasi antara 100-250 halaman, dengan isi 21 sampai 23 baris tiap halaman.Naskah kuno tersebut mencakup pengetahuan sejarah, hukum, kesehatan, dsb. Bahasa yang digunakan juga terdiri dari; Jawakuna, Melayukuna, Balikuna, dan Sundakuna.
Setiap jilid karya Wangsakerta terdiri dari 3 (tiga) bagian : 1.Purwaka, 2.Uraian kisah sejarah, 3. Kolofon (sumber : ayatroehadi, 1985: 530-557)
Purwaka, memberikan keterangan tentang nama naskah, parwa dan sarga, penyusun, sumber, alasan penyusunan, tujuan penyusunan, dsb. yang berkaitan dengan tanggung jawab secara ilmiah dari para penyusun.
Bagian kedua, merupakan bagian isi tentang sejarah sesuai dengan jilid yang bersangkutan.
Kolofon, berisi akhir penulisan jilid tersebut.
Pertemuan (mapulung rahi) dan musyawarah (gotraswala) Nusantara tersebut diakomodir oleh Pangeran Wangsakerta dan dihadiri para ahli sejarah serta arkeolog dimasanya pada tahun 1677 M (1599 Saka), sebagai pengemban amanat dari Sultan Kasepuhan sebelumnya yaitu Pangeran Girilaya. Banyak karya dari berbagai penjuru nusantara tersebut disalin dan diambil isinya bahkan diserahkan kepada Sultan Cirebon, termasuk diantaranya karya Mpu Prapanca yang dibawa mahakawi dari Bali.
Pertemuan dan musyawarah tersebut juga mendapat restu sangat kuat dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Sultan Amangkurat II). Bukti otentik dan tradisi lisan yang diperoleh merupakan referensi sejarah yang tidak ternilai harganya.
Yosep Iskandar sebagai penulis sejarah Salakanagara selain menggunakan data pustaka Wangsakerta, juga menggunakan data Sejarah Babad Banten yang ditulis oleh Hussein Djayadiningrat.
Sebelumnya pakar sejarah Ayatroehadi dan Edi S Ekadjati pada tahun 2001 dalam acara Bedah Naskah Sejarah Banten di Puri Salakanagara milik Triana Syamun menyimpulkan, bahwa Kerajaan Salakanagara pernah ada di wilayah pesisir barat Pandeglang.
Kerajaan tersebut dipimpin oleh Dewawarman I (130-168 M) sampai dengan IX. Terakhir merdeka hanya pada masa dinasti Dewawarman VIII (348-363 M), sebelum akhirnya takluk oleh Purnawarman raja ketiga yang perkasa (434-455M) dari Kerajaan Tarumanegara pada masa dinasti Dewawarman IX, raja terakhir Salakanagara. Kerajaan Salaka Nagara Salakanagara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara. Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa. Kemudian Dewawarman menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pohaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 363 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Sementara Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya. Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman pemuja fanatik Dewa Wishnu aliran Hindu itu mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara disebelah barat Citarum. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.Referensi
Ayatrohaedi: Sundakala, Cuplikan Sejarah Sunda Berdasar Naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Pustaka Jaya, 2005 Iskandar, Yoseph: Sejarah Banten, Dari Masa Nirleka (Prasejarah) Hingga Akhir Masa Kejayaan Kesultanan Banten (abad ke 17), Tryana Syam’un Corp. Jakarta, 2001Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat dan Banten
Orang Kalang dan Suku Bajang
Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSetelah Syeh Siti Jenar dihukum mati, konon menurut cerita para pengikut Syeh Siti Jenar dipelihara kembali oleh para wali dan pewaris tahta Demak, Pajang, dan Mataram. Mereka dikenal dan disebut sebagai orang Kalang dan Suku Bajang.
Orang Kalang itu umumnya memiliki raut muka dan tubuh yang aneh diluar kelajiman manusia.Mereka bertugas mengiringi para raja ketika upacara religi dan ritus yang digelar oleh keraton. Hingga saat ini upacara yang mengikutkan sertakan orang Kalang ini masih sering dilaksanakan adat Keraton Mataram, sebagai satu simbol kepedulian orang keraton terhadap mereka, bahkan merupakan pusaka keraton yang mesti dipelihara.
Sedangkan orang Bajang adalah kelompok kecil masyarakat terpencil yang hidup tersembunyi, dan bertugas menggiring kemana arah angin politik dan kekuasaan berlabuh dengan cara yang aneh pada saat yang gawat. Mereka adalah orang-orang yang sulit ditemui dan jarang sekali ikut bersentuhan dengan kekuasaan.
Simbol makna yang tersirat dari kedua kelompok itu adalah bahwa keberadaan mereka tidaklah diremehkan, tetapi dihargai, bahkan dianggap memiliki kelebihan tertentu diluar keumuman manusia.
Studi Ethnografi Baduy
Published Rabu, Januari 16, 2008 by Teguh Iman PrasetyaA. Pengertian Etnografi
Etnografi berasal dari kata etnos yang berarti suku bangsa dan graphein yang berarti gambaran. Jadi etnografi adalah gambaran tentang suku-suku bangsa. Menurut J.A. Cliffton, kesatuan social dalam etnografi ditandai oleh:
Sartono Kartodirdjo
Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman PrasetyaMengenang Prof A Sartono Kartodirdjo
M Nursam
Sudah sejak setahun terakhir kondisi kesehatan Prof Dr Aloysius Sartono Kartodirdjo kian menurun. Akhirnya, pada Jumat, 7 Desember 2007, pukul 00.45 WIB, guru utama Sejarawan Indonesia itu menghembuskan napas terakhir. Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sepanjang usianya yang hampir 87 tahun, Prof Sartono tidak saja memberi contoh di wilayah publik sebagai guru utama Sejarawan Indonesia, tetapi juga memberi teladan dan inspirasi dari sosok pribadinya: memilih hidup asketis.
Generasi Awal
Sartono merupakan wakil pertama generasi baru sejarawan Indonesia yang menerapkan metode penelitian modern pada lapangan studi sejarah.Puluhan buku dan ratusan artikel telah lahir dari tangannya. Kariernya sebagai sejarawan bermula ketika pada tahun 1950, ia memilihmelanjutkan studi di Jurusan Sejarah UI dan menyelesaikannya enamtahun kemudian, 1956. Sepuluh tahun kemudian, 1966, ia mendapat gelar Doktor di Universitas Amsterdam dengan disertasi, “The Peasants’Revolt of Banten in 1888, It’s Conditions, Course and Sequel: A CaseStudy of Sosial Movements in Indonesia”.
Disertasi ini menjadi batu loncatan dalam studi sejarah Indonesia. Menurutnya, penulisan disertasinya didorong oleh hasrat melancarkan protes terhadap penulisan sejarah Indonesia yang konvensional dan Neerlandosentris. Dengan menggunakan social scientific approach, Sartono memberikan cahaya terang dalam perkembangan dan arah historiografi Indonesia-sentris. Petani atau orang-orang kecil yang dalam sejarah konvensional menjadi non-faktor, dalam karya Sartono menjadi aktor sejarah.
Berbuah Sekali Lalu Mati
Pada ulang tahunnya yang ke-80, tahun 2001, Sartono masih menerbitkan buku berjudul Indonesian Historiography. Apa yang ingin diperlihatkanSartono adalah usia bukan alasan untuk berhenti berkarya. Kerja seorang ilmuwan adalah kerja tanda henti. Dalam setiap kesempatan, ia selalu mengingatkan siapa pun, khususnyakepada murid-muridnya, bahwa ilmuwan “jangan seperti pohon pisang,yang hanya berbuah sekali kemudian mati.” Menurut Sartono, apa yang dihasilkan adalah buah dari asketisme yangdihayatinya secara terus-menerus; ketekunan, ketelitian, ketuntasan,serta kesempurnaan teknis. Ia menjalani apa yang dalam Wedatama disebut mesu budi. Bau kertas arsip atau buku kuno akan merangsang semangatnya untuk bergulat tanpa henti. Baginya, identitas seorang profesional memuat secara inheren suatu keahlian, keterampilan, pengetahuan teknis, otonom, dan memiliki integritas tinggi.
Sikap Asketis
Dalam berbagai kesempatan, Sartono selalu mengingatkan bahwa sikapasketis menjadi esensi dari keahlian seorang profesional. Sebagaisejarawan generasi pertama, Sartono telah menghasilkan banyak muridyang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Murid-muridnya itulahyang menjadi benang penyambung ide dan gagasan Sartono. Di tingkat global, jaringannya tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaan dari berbagai universitas dan lembaga internasional telah didapatkannya. Salah seorang koleganya, Joseph Fischer, dari University of California, mengatakan, “Bagi saya, Pak Sartono merupakan kombinasidari tokoh Arjuna, Gatotkaca, dan Semar. Arjuna karena kehalusan sikapnya. Gatotkaca karena kejujurannya, dan Semar karena kearifannya.Pak Sartono benar-benar seorang cendekiawan profesional dan seorang guru yang baik.”
Budaya Abangan
Sartono dilahirkan pada tengah malam di Wonogiri, 15 Februari 1921,dari pasangan Tjitrosarojo dan Sutiya sebagai anak bungsu dari tigabersaudara kandung. Sebagai manusia Jawa, Sartono dibesarkan dalamruang sosial budaya abangan. Ruang inilah yang paling awal membentukpandangan dunianya. Melalui dunia pendidikan formal yang dijalaninya—HIS, MULO, HIK—iamenyerap nilai budaya Barat. Di HIK Muntilan, selain menyerap budayaBarat secara lebih intensif, Sartono juga menyerap nilai-nilai dan ajaran Kristiani. Selama di HIK, nilai Kristiani semakin membentuk kepribadian Sartono karena ia mendapat pendidikan khusus sebagai (calon) bruder. Meski akhirnya memilih karier sebagai guru, nilai-nilai yang diajarkan selama di HIK tetap menjadi pemandu dalam perjalanan hidupnya. Endapan pengalaman Sartono yang demikian beragam dan multidimensi menjadi batu-batu dalam perjalanan hidupnya, baik sebagai sejarawan maupun sebagai manusia biasa.
Ketetapan Hati
Sebagai manusia biasa, ia pernah mengalami berbagai keraguan dan kebimbangan dalam hidupnya, baik saat merintis karier maupun mempertahankan integritasnya sebagai sejarawan. Dalam kondisi demikian, menurut Sartono, dibutuhkan ketetapan hati berdasarkan keyakinan bahwa “setiap usaha membawa pahalanya sendiri”. Pada titik-titik kisar seperti itu, peran istrinya, Sri Kadaryati,yang dinikahinya 60 tahun silam, memiliki peran besar. Bagi Sartono, dalam pembangunan bangsa, sejarawan memberi sumbangandalam merekonstruksi sejarah nasional sebagai lambang identitas nasional.
Fungsionalisasi pelajaran sejarah dapat merevitalisasi nasionalisme pada generasi muda sehingga dapat dijiwai lagi etos nasionalismenya. Dengan demikian, generasi baru dengan spirit baru dapat menghadapi tantangan masa depan dengan menengok ke belakang sesuai semboyan bahwa melupakan sejarah berarti menutup pintu bagi masa depan. Hidup dan karya Prof A Sartono Kartodirdjo telah diabdikan untuk“membuka pintu bagi masa depan”. Untuk Sang Teladan: Selamat jalan kepangkuan-Nya dengan damai!
M Nursam Alumnus Ilmu Sejarah UGM; Penulis Buku Biografi Sartono Kartodirdjo yang sedang dalam Proses Penerbitan, Tinggal di Yogyakarta. Sumber: Kompas 8 Desember 2007
Indiana Jones Banten
Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSaya membayangkan kembalinya Indiana Jones seperti alm. Halwany Michrob didaerah kami. Dari catatan masa lalu dan pengalaman beliau, ternyata loyalitas dan perjuangannya sangat luarbiasa.Banyak sekali yang harus digali dari penemuan dan rekonstruksi peninggalan Sejarah Banten yang tertunda. Situs bekas Kerajaan Hindu-Pajajaran didaerah Sempu (Banten Girang) dan rekonstruksi Kesultanan Banten lama.
Merekonstruksi Kesultanan Banten lama sesuai aslinya jelas tidak mudah, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mungkin hanya dapat terlaksana dengan bantuan dana hibah dari luar negeri atau dari pemerintah pusat.
Saya juga membayangkan romantisme Sejarah Banten akan kembali, sekaligus ajang pariwisata dengan tradisi lama dihidupkan seperti di Kesultanan Cirebon dan Yogyakarta. Tentunya feodalisme religius dengan pemikiran baru yang tercerahkan.
Masjid Agung Banten dan areal wilayah Kesultanan Banten Lama (Surosowan dan Kaibon) dapat digunakan untuk pelantikan gubernur dan bupati/walikota secara adat (di sumpah diwatu gilang), pemberian gelar kehormatan, upacara perkawinan terbuka untuk umum, kantung-kantung kebudayaan, kereta kuda, dsb. Penguatan identitas lokal ini saya pikir sangat menarik dan baik untuk kita semua.
Terakhir ke Banten lama pada tanggal 24 Desember 2007 bersama rombongan kelas, saya sangat kecewa sekali dengan kondisi terminal dan pasar baru yang masih semrawut, berantakan, dan terlihat sarat korupsi. Banyak sekali coretan (khas kucing hitam) dikios-kios pasar yang ditinggalkan para pedagang bernada protes, dengan kondisi bangunan pasar yang rapuh, dan asal jadi.
Kawan saya Al-Faris, begitu sangat kecewanya dengan kondisi pasar tersebut, dan mengecam cara kerja pemborong nakal itu. Petak-petak kotak sabun yang rapuh, dan mungkin hanya tahan 3 tahun.Saya sangat berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini.
Banten Selatan yang Seksi
Selain Banten lama ekspedisi yang paling seksi (misterius) adalah di wilayah Banten Selatan. Disana banyak sekali yang belum terungkap. Lebak Sibedug, Baduy, dan Salakanaga. Bukan hanya itu saja, area Gunung Karang, Ujung Kulon (termasuk P. Panaitan dan Peucang), juga merupakan wilayah yang masih diliputi kabut misteri. Siapa tahu banyak yang terungkap dari peninggalan purba dan sejarah lebih banyak lagi.
Saya berharap banyak para antropolog dan arkeolog menjadi Indiana Jones di daerah kami. Semoga
Primordialisme Saya Tersentuh
Published Rabu, Januari 2, 2008 by Teguh Iman PrasetyaSaya cukup kaget dan sangat miris dimasa lalu, ketika seorang kawan dengan sangat marah mengingatkan tentang kekalahan orang lokal di tanah kelahirannya sendiri (seperti orang Indian saja).Ada beberapa sebab yang nantinya suatu saat akan menjadi pemicu konflik.
Menurut seorang dosen saya, lahirnya konflik bernuansa SARA disebabkan oleh ; tersumbatnya akses ekonomi, politik, sosial budaya, dan hukum.
Identitas
Published Sabtu, Desember 22, 2007 by Teguh Iman PrasetyaLucu sekali akulturasi dan asimilasi, jika orang batak jadi orang sunda, orang jawa jadi orang sumatera.
Identitas dan cirikhas daerah itu ada, begitupula orang lokal yang telah memelihara identitas tersebut, juga para pendatang yang telah beradaptasi cukup lama menjadi warga pribumi melalui pergaulan, perkawinan, adat tradisi, agama, dsb.
Ciri khas daerah terbentuk melalui proses yang sangat lama dan panjang menjadi kebudayaan yang otentik dari suatu daerah melalui proses meniru, dan menciptakan, serta mengembangkan hasil kebudayaan tersebut.
Ikatan emosional juga merupakan hal yang sangat menarik, ketika seseorang jatuh cinta dengan suatu daerah merelakan dirinya untuk berkorban baik materi, jiwa maupun raga. Tahun 1945 perang kemerdekaan misalnya, tidak sedikit orang Gurkha (tentara Nepal sewaan Inggris) dan Belanda yang membelot dan menjadi orang Indonesia. Begitupula para pendatang lainnya yang memiliki ikatan emosional yang sama dengan warga lokal setempat.
Mosaik Banten Bersejarah
Published Senin, Desember 3, 2007 by Teguh Iman Prasetya
Banten yang bersejarah dari peninggalan sejarah dan nukilan kisah komunitas Suku Baduy (Kanekes), Salakanagara-Pandeglang (130-168 Masehi-Pustaka Wangsakerta), serta Hindu Pajajaran di Banten Girang, juga Kesultanan Banten(abad 16-18 m), merupakan kekayaan sejarah yang paling tua, dan kaya di Indonesia. Sekaligus merupakan bukti otentik jejak sejarah awal menelusuri siapa orang Banten dan orang Sunda-Pasundan.
Membedah siapa orang Sunda Pasundan dan orang Banten, sangat dibutuhkan sekali kearifan dan berjiwa besar bagi keduabelah pihak. Salah satu tentu harus ada yang mengalah. Jika melihat dari factor kesamaan bahasa local saja, maka latar belakang diambil dari Banten Selatan diakui sangat dekat dengan Sunda – Pasundan. Jika diambil dari Banten Utara (kecuali Betawi-Tangerang), maka lebih dekat dengan Cirebon dan Indramayu.


Dolmen Salakanagara






