Obsesi Zionis Israel; Haikal Sulaiman, Dajjal, dan Menguasai Dunia

Mengapa Zionis-Israel Ngotot Hancurkan Masjid Al-Aqsha?

Selasa, 6 Februari 2007, Zionis-Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsha yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat Islam sedunia.

Jika sebelumnya kaum Zionis ini melakukan hal tersebut secara diam-diam, bahkan menyangkalnya dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan Februari ini mereka telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka memang berniat menghancurkan masjid yang pernah menjadi kiblat pertama bagi kaum Muslimin.

Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Hanya saja, apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi di balik penghancuran Masjidil Aqsha dan pendirian Haikal Sulaiman tersebut, hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Klaim Sepihak

Haikal Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut.Setelah itu, tentara Persia yang dipimpin Cyrus merebut Yerusalem dari tangan Babylonia dan membangun kembali Haikal Sulaiman.

Tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman rata dengan tanah.Abad demi abad terus berjalan, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.

Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.

Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini.

Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Hari Akhir

Menyongsong berdirinya Kuil Sulaiman, ‘Presiden’ Zionis-Israel Moshe Katsav melayangkan sepucuk surat kepada Perdana Menteri Vatikan yang berisi permintaan agar Tahta Suci Vatikan mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga yang kini memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.

Kaum Zionis masih ingat betul, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan memboyong banyak harta karun dari Kuil Sulaiman dan membawanya ke Vatikan.

Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak.
Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut.

Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.

Masalahnya, daerah ini sekarang belum bisa dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan yang berhak, yakni di tangan bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.

Memperdaya Pemeluk Kristen

Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil resmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan seutuhnya. Kaum Yahudi menggiring opininya bahwa Maranatha tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kembali di Yerusalem.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan ulah kaum Zionis yang hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun Zionis sehingga tidak bisa bersikap kritis dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga meruntuhkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.

Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan.

Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri. (Rz) Sumber : Habib Info

—0—

Zionisme Bani Israel  Dekat dengan Dajjal

HR Muslim
” Rasulullah SAW muncul di hadapan kami, sementara itu kami sedang berdiskusi. Kemudian beliau bertanya, ” Apa yang sedang kalian diskusikan? “, Kami menjawab ” Kami sedang memperbincangkan tentang Hari Kiamat. ” Kemudian beliau mengatakan ” Sesungguhnya tidak akan datang hari kiamat kecuali kalian melihat sepuluh tanda ; terbitnya matahari dari timur, keluarnya asap yang membumbung tinggi, Dajjal, keluarnya Yakjuj dan Makjuj, turunya Isa Ibnu Maryam, dan ada tiga kota yang tenggelam, satu di daerah timur, satu di daerah barat, dan satu di kepulauan arab, Dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman, yang menggiring semua manusia ke padang Mahsyar. “

Al-Masih Al Dajjal
Dinamakan Al Masih karena Dajjal memiliki mata satu, yang dihapus sehingga ia tidak bisa melihat, juling dan menyeramkan

Sabda Rasulullah SAW
” Tidak akan terjadi hari kiamat hingga Allah membukakan untuk kaum muslimin kota Konstantinopel (Roma) dengan tasbih dan takbir. “

Menurut bangsa Bani Israil, seluruh umat manusia dianggap sebagai hewan yang dapat diperlakukan dengan apapun dan dengan cara apapun (kecuali bangsa Bani Israel).

About these ads

6 responses

  1. bii

    ap benar jika palistine dan israel sudah berdamai itu berarti akan terjadi kiamat?

    Selasa, Juli 6, 2010 pukul 8:59 pm

  2. mari kita berfikir & pecahkan misteri dibalik pemikiran2 kaum zionis, dengan bukti2 semacam itu apakah kita tinggal diam dan secara tidak langsung mengikuti & menggunakan semua ilmu teknologi temuan mereka………

    Kamis, Juli 1, 2010 pukul 8:52 am

  3. Bedakanlah Yahudi Zionisme dan yang Bukan

    Saya tidak benci Yahudi atau anti Semit Yahudi, tidak sama sekali. Saya sepakat dengan Yahya Nasution, Yahudi juga ada yang memiliki hati nurani dan tidak terlibat politik Zionisme yang sangat kejam. Akar politik inilah yang membedakan Yahudi yang pro dan anti zionisme. Yahudi hingga saat ini tersebar dibanyak negara dan sangat berpengaruh. Terutama AS dimasa lalu yang terkenal dengan istilah Lobi Yahudi.

    Politik ras sangat konservatif dalam Kitab Talmud dengan menjaga Keyahudian mereka yang sesungguhnya sudah banyak tidak murni lagi, ketika terjadi amalgamansi atau kawin campur antar ras dengan negara lainnya (bahkan kawin dengan negro juga ada). Kolot dan ambigu dalam hal kemurnian ras yang sesungguhnya sudah banyak yang tidak murni lagi. Bagaimana mungkin pula mereka menganggap sebagai bangsa yang paling superior dimuka bumi dalam ajaran mereka tersebut sebagai bangsa pilihan tuhan ? Jelas sangat tidak universal dan menabrak humanisme. Bertolak belakang dengan Islam dan Kristen misalnya, bagi semua ras dan suku bangsa serta tanpa kelas.

    Pada jaman Baginda Nabi Muhammad S.A.W. melalui Piagam Madinah orang Yahudi dilindungi bahkan ikut perang melawan kaum Quraish dan yang paling terkenal diantara mereka menjadi pahlawan perang Kandag atau Parit dengan menjadi penasehat militer Nabi.
    Namun kemudian perjanjjian itu dibatalkan ketika orang Yahudi mulai berkhianat, namun tetap dilindungi dan diberikan hak-hak yang sama pada masa Kejayaan Islam (baca Kulafurrasyidin pada masa KeKhalifahan yang terkenal, orang Yahudi miskin dibela pada masa Abu Bakar).

    Yahudi Zionisme dan Bukan

    Dalam Al Quran disebutkan Bani Israel dengan tegas bukan Bani Yahudi dan berulangkali disebutkan bahkan diramalkan akan membuat kekacauan dan kerusakan. Yahudi zionisme Israel dan yang bukan inilah yang menjadi pembeda mereka. Bangsa Israel sangat di anak emaskan dimasa lalu ribuan tahun silam, namun selalu mengkhianati ajaran yang diberikan Tuhan. Hingga Nabi Musa marah besar ketika bangsanya kembali menyembah patung anak sapi yang dapat berbicara.

    Zion berasal kata dari bukit Zion pada masa Nabi Musa yang artinya Bukit Tuhan, gerakan untuk kembali pulang dari perantauan Eropa pada masa lalu Perang Dunia Ke 2 akibat dikejar oleh Hitler. Namun kemudian melebar dan melakukan banyak hal yang merugikan bagi kemanusiaan dan umat muslim.

    Satu contohnya adalah pemerintahan bayangan (shadow state) dinegara maju terutama Amerika Serikat, bahkan konon merancang bangun terorisme yang sesungguhnya.

    Freemason aliran sesat yang didirikan bersama Knight Templar berasal dari sisa pasukan perang salib yang sesat. Aliran ini konon digandrungi orang-orang top dunia, tetapi banyak juga yang kemudian sadar.

    Kekuatan ekonomi dan lobi yang dimiliki orang Yahudi memang luar biasa dan sangat mencemaskan. Selain itu pengaruh yang juga sangat besar diberbagai sektor dunia. Mereka juga terbelah ada yang pro dan anti zionisme. Tidak sedikit juga diantara mereka yang menjadi pejuang kemanusiaan.

    Senin, Februari 22, 2010 pukul 11:01 pm

  4. yorri

    dari jaman nabi,, memang islam dan yahudi tidak akan bisa berdamai sampai hari kiamat..
    knp bangsa islam tidak mau bersatu berjihad melawan yahudi?
    islam terus diftnah, didzalimi dan selalu diadu domba oleh bagsa Yahudi…
    Subahanallah….

    Senin, Februari 22, 2010 pukul 10:59 am

  5. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Terimakasih saudaraku anda banyak mengomentari artikel yang saya ambil dari habib info yang berasal dari sumber Islam lainnya. Setiap muslim adalah bersaudara yang merupakan nikmat Iman dan Islam tanpa batas negara dan geografi. Kebesaran Islam ini sungguh benar terjadi jika kita menunaikan ibadah Haji, muslim dari berbagai penjuru dunia dan negara berdatangan, banyak yang kita saksikan dan rasakan, suka cita, haru, dan ikatan emosional bersaudara, meskipun kita tidak mengenal mereka, bahasa dan kebudayaan yang berbeda, bahkan juga mahzab yang juga berbeda.Semua dipertemukan dan dipersatukan pada mata air oase yang sama yang menghilangkan dahaga kita, berputar pada putaran kosmos alam semesta yang sama, serta pijakan akidah yang sama. Kabbah adalah kiblat, ruang kosong dan simbol cinta melalui drama yang ditunjukan Ibrahim dan Ismail, yang membuktikan cintanya tanpa batas pada Allah Swt.

    Ras warna kulit berdasarkan fenotipe dan genotipe sesungguhnya adalah absurd. Hal ini dapat dibuktikan bahwa ras warna kulit terbentuk dari sel pigmen yang dapat dirubah melaui rekayasa genetika melepaskan warisan gen warna kulit nenek moyang yang terbentuk oleh faktor alam. Jutaan tahun silam menusia mengalami evolusi (bukan asal muasal) diberbagai sudut dunia. Afrika (negroid), China dan wilyah Asia lainnya (Mongoloid), Eropa (Caucasoid), dll.

    Begitupula bentuk tubuh yang konon menurut ahli arkeologi mengalami evolusi dari manusia raksasa 10 juta tahun yang silam (Ramapithecus dan Giganthropus), konon pula Nabi Adam memiliki bentuk tubuh raksasa. Keajaiban lainnya didalam tubuh kita menurut ahli embriologi, kromosom manusia terdapat Junk DNA yang merupakan untaian ayat suci Al-Quran. Junk DNA adalah gen DNA yang tidak memproduksi protein dan alat reproduksi serta dna yang tidak terpakai. Silahkan baca soal Junk DNA. Betapa besar kekuasaan Allah bagi manusia sebagai khalifah di bumi. Namun Allah juga berfirman , “Tidaklah Kuciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa yaitu diharapkan untuk saling mengenal” yang artinya manusia mengenal kepemilikan geografi dan memiliki kreativitas hasil cipta dan karsa yang di sebut berbangsa dan berbudaya.

    Menyoal ukhuwah Islamiah muslim bersaudara sesungguhnya benar haruslah memiliki solidaritas yang tinggi tanpa batas negara, jika saudaramu dizalimi maka sesungguhnya bagian tubuhmu mestinya harus merasakan sakit yang sama. Inilah hikmah kita Iman dan Islam. Islam adalah agama universal melawati batas negara dan nasionalisme. Hal yang sesungguhnya sudah diperkirakan oleh ahli futurolog seperti Samuel Hutington yang menyebut paska jatuhnya Uni Sovyet yang komunis tahun 1989, Islam adalah kekuatan baru yang sangat besar disamping China dan dunia barat. Begitupula futurolog lainnnya, yang meramalkan kekuatan Islam. Bayangkan jika kekuatan Islam bersatu sangat hebat sekali untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik.

    Palestine dan Islam Terpecah Belah

    Agresi militer Israel terhadap Gaza pada tanggal 27 bulan desember 2008 menjelang Natal dan berakhir tanggal 18 Januari 2009, ribuan orang 1.330 orang meninggal dunia, 410 lebih di antara mereka anak-anak dan 5450 orang luka-luka. Belum lagi yang hilang dan tidak ditemukan. Sejak 1947-1948 Palestine tak pernah berhenti bergejolak sejak kedatangan bangsa Yahudi Israel, dan melakukan hal yang sama yang pernah dilakukan oleh Hitler yaitu pembasmian etnis atau holocaust.
    PBB sebagai badan dunia seharusnya melakukan tiga hal pada waktu itu sesuai dengan rekomendasi Doha Qatar dan Liga Arab:
    1. Tentara DK PBB (10 anggota tidak tetap dan 5 anggota tetap serta partisipasi tentara dari negara lainnya) turun ke wilayah konflik di Gaza dan memaksa mundur pasukan Israel keluar dari Gaza dan seluruh wilayah pendudukan serta mengembalikan pengungsi Palestina ke tanah airnya.
    2. Sangsi keras dengan mengeluarkan keanggotaan Israel dari PBB serta membayar denda kerugian baik material dan non material akibat agresi militer Israel terhadap bangsa Palestina.
    3. Menetapkan agresor dan penjahat perang terhadap kemanusiaan yaitu PM Israel Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Isreal Ehud Barak, Tzipni Livni Menlu Israel ke Mahkamah Internasional untuk diadili.

    PBB sangat lamban namun rekomendasi resolusi terhadap Israel sudah seringkali dilayangkan sebelumnya soal pemukiman dan lainnya, namun lobi dan ketidak pedulian Israel tak kunjung jera. Bahkan blokade ekonomi telah membuat masyarkat Gaza menderita dan nekad. Terakhir sekali mahkamah internasional memutuskan Israel sebagai penjahat setelah usai mengevakuasi dan meneliti hasil agresi tersebut. Sayangnya sekali lagi Palestine dikhianati dari dalam, Fatah yang menguasai tepi barat dipimpin oleh Mahmud Abbas menolak Peradilan Internasional. Lebih parah lagi Mahmud Abbas telah melakukan kerjasama dengan pihak Israel untuk menghancurkan perjuangan Palestine dari kenangan anak-anak melalui kurikulum dan pembrangusan Pers. Mahmud Abbas kadang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap warganya tetapi terkadang juga sangat meragukan.

    Kekuatan Islam yang awalnya bersatu sejak agresi militer Israel lewat pertemuan Doha-Qatar dan Liga Arab di Kuwait kembali tak berbekas kembali gaungnya. Sementara itu masyarakat Gaza masih kesulitan ekonomi paska perang dan di Al Quds Masjidil Aqsha masih tetap dirongrong dan coba dihancurkan oleh kekuatan fundamentalis garis keras Zionisme Israel untuk mendirikan Haekal Sulaiman yang sudah dihancurkan dan hanya merupakan romantisme yang sengaja untuk dibangunkan. Menyedihkan.

    Kemerdekaan Palestine dan Khilafah
    Kemerdekaan bangsa Palestina adalah mutlak haruslah terjadi tidak lagi menjadi bagian dari wilayah otorita dibawah naungan PLO dan faksi-faksi didalammya yang bersikap ambivalen dan kurang tegas sejak perjanjjian Camp David. Batas yang dituntut minimal seseungguhnya adalah separuh dari luas wilayah peta geografis Palestine dan Israel sejak tahun 1948 hasil perjanjjian PBB dengan Israel secara sepihak, yang luasnya seharusnya berbanding sama.

    Sebagian besar masyarakat Internasional sebetulnya sangat mendukung kemerdekaan bangsa Palestin, mereka sudah jenuh dengan permainan kekejaman zionisme Israel, baik tersamar dan terbuka. Israel sejak dahulu tidak pernah disukai bangsa Eropa, umat muslim dan warga dunia lainnya. Tinggal niat baik kepala pemerintahan mereka yang harusnya lebih agresif mendukung dan mempercepat kemerdekaan bangsa Palestine.

    Sedangkan Khilafah ini adalah soal kepemimpinan umat muslim sebagai jalan keluar kebuntuan untuk mempersatukan umat muslim dunia, meskipun masih timbul pro dan kontra menyoal hal ini. Yang paling substansi sebetulnya adalah bagaimana umat muslim yang diwakili kepala negara masing-masing mampu memainkan peran mereka bersatu diforum resmi seperti PBB untuk menekan Israel keluar dari Palestina serta menghukum Israel. Sedangkan diforum Islam, Israel harus dihukum dengan blokade ekonomi dan pemutusan hubungan diplomatik diseluruh negara muslim tanpa kecuali.

    Jika harus menempatkan pasukan di Palestine, kekuatan Arab dan dunia Islam lainnya sebetulnya tidak dapat dipungkiri mempunyai kekuatan yang sangat besar, dan mestinya DK PBB yang harusnya mengambil tindakan sejak awal mencegah terjadinya perang dunia ketiga, dengan melucuti kekuatan militer Israel termasuk kekuatan nuklir yang mereka miliki. Sebab sumber masalah sebetulnya adalah zionisme Israel yang harus diredam, bukan kekuatan Islam, untuk terselenggaranya kedamaian di seluruh muka bumi.

    Demikianlah uraian singkatku saudaraku, semoga kita umat muslim dunia mendapatkan kemenangan dan keteguhan dari Allah Swt. Amien. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Senin, Februari 15, 2010 pukul 4:44 am

  6. subhanallah…..umat muslim saat ini bgaikan buih di lautan, mengikuti gelombang dan memecah bersama ombak di pantai, begitu besar kekuatan Arab apabila bersatu, namun faktanya….dimana-mana di seluruh bagian dunia umat Islam terpecah belah karena memang di pecah belah. adakah suatu cara untuk mempersatukannya dan menyelamatkan setiap muslim yang tertindas….?

    Sabtu, Februari 13, 2010 pukul 5:46 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 196 pengikut lainnya.