Duyung dan Manusia Duyung

Duyung dan manusia duyung berbeda. Duyung, sejenis mamalia laut yang bentuknya seperti anjing laut. Sedangkan manusia duyung, ikan dengan bagian tubuh atas mirip manusia. Fakta menunjukkan manusia duyung pernah hidup.

Duyung merupakan satu makhluk yang hidup di laut dan kini spesies ini semakin langka. Dugong-dugong, nama asing dari duyung merupakan sejenis mamalia laut yang boleh juga disebut “seacow” khususnya di Filipina. Bagi sebagian orang, duyung mungkin tampak seperti lumba-lumba kegemukan atau anjing laut bengkak. Tapi, anggapan itu keliru.

Sebetulnya duyung lebih dekat dengan gajah. Layaknya mamalia darat itu, duyung pun terkenal sebagai vegetarian yang taat. Raksasa laut ini hanya doyan menyantap rumput laut. Dalam satu hari, ia sanggup melahap 25-30 kilogram rumput laut. Itu sebabnya, duyung lebih suka berenang di perairan dangkal, sedang duyung dan anjing laut yang memangsa ikan berada di perairan dalam. Selain itu, orang seringkali menamakan satwa ini dengan sebutan “ikan” duyung. Sama saja kalau menyebut “ikan” lumba-lumba dan “ikan” paus. Padahal, semua hewan itu adalah mamalia laut dan tidak tergabung dalam keluarga ikan.

Hewan laut ini hidup tersebar di 42 negara di sekeliling Samudera Hindia dan Pasifik Barat, termasuk di Indonesia. Meski punya wilayah jelajah yang amat luas, duyung termasuk satwa langka. Nasibnya seperti di ujung tanduk. Di beberapa tempat, hewan ini menjadi satwa yang berada di ambang kepunahan. Itu terjadi akibat ulah manusia juga. Mereka terus memburu duyung untuk diambil dagingnya yang katanya enak. Kabarnya, minyak duyung bisa dimanfaatkan menyembuhkan TBC dan nyeri persendian. Sedangkan taring duyung dipakai sebagai pipa rokok. Di negara kita, duyung telah dipayungi Undang-Undang No. 5 Tahun 1990. Artinya, satwa ini dilindungi negara dan tak boleh diburu.

Di Tanah Air, duyung bisa dijumpai di beberapa daerah, salah satunya di Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki keragaman hayati yang tinggi dan masih dalam keadaan asli. Taman seluas 90.000 ha ini terletak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat berada di tiga kecamatan yaitu Sukadana, Simpang Hilir dan Sungai Laor. Di sini terdapat Cagar Alam Pulau Maya Karimata yang merupakan tipe ekosistem terumbu karang yang tersebar luas di laut yang mempunyai gugusan pulau ini. Pada kawasan laut tersebut terdapat aneka jenis fauna khas yang dilindungi seperti ikan duyung (dugong-dugong) kura-kura (dermocelys coriacaena), tutong (batagur baska), kura-kura gading (orlitia borneensis) dan aneka jenis ikan hias air laut.

Keberadaan ikan duyung yang mendiami kawasan ini, juga mulai jarang terlihat, beberapa tahun yang lalu nelayan pernah menangkap ikan yang penuh legenda ini, namun jauh di perairan Kendawangan. Ancaman dari mamalia endemik ini adalah kesadaran nelayan yang masih kurang, untuk melindungi satwa yang terancam punah itu. Nelayan dan msyarakat sekitar kawasan Cagar Alam Pulau Maya Karimata ini, juga doyan terhadap daging ikan duyung yang terkenal lezat tersebut. Hal ini jauh berbeda dengan jenis ikan lumba-lumba laut (BA Dolphinidae) yang selalu dilindungi, karena hewan ini di kalangan nelayan dianggap hewan mitos, yang akan menyelamatkan manusia saat tenggelam di laut.

Di Jakarta, ikan duyung bisa ditemui di akuarium air laut Seaworld Indonesia. Di sini ada seekor duyung jantan yang menghuni salah satu akuarium air laut. Hewan ini berasal dari Labuhan, Banten. Waktu itu duyung ini ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, nyaris mati akibat jeratan nelayan di pantai daerah Labuhan.Sejak tiga tahun lalu, duyung yang diberi nama Si Dul itu resmi menjadi penghuni Seaworld Indonesia.

Lantas, apa hubungannya duyung dengan ‘manusia duyung’? Selama ini kita sering mendengar ikan dengan separuh tubuh bagian atas berbentuk manusia dalam cerita-cerita dongeng. Mereka digambarkan sebagai seekor ikan dengan paras seperti manusia yang cantik jelita.

Pada September 1929, seorang nelayan di China menangkap seekor hewan laut. Hewan ini mempunyai ekor seperti ikan, kepalanya berupa kepala anjing dan muka hewan ini seperti manusia. Hewan ini beratnya mencapai 80 kg. Hewan yang akhirnya dikeringkan ini panjangnya 120 cm. Sebelumnya pada tahun 1800-an, seorang nelayan yang memancing di sebuah sungai di Osaka, Jepang juga mendapat manusia duyung. Hewan yang tingginya semeter ini mengeluarkan bunyi seperti bayi sedang menangis. Anehnya, manusia duyung ini berwajah buruk, tidak seperti yang selama ini kita dengar dari cerita dongeng.

Pada tahun 1991, para ilmuwan juga telah menemukan fosil ikan duyung betina pertama yang masih utuh di dunia. Fosil itu menunjukkan, tingginya 160 cm, mulai dari bagian pinggang ke atas mirip manusia, bagian kepala berkembang baik, isi otaknya sangat besar, kedua tangan bercakar tajam, matanya sama seperti jenis ikan pada umumnya, tak berkelopak mata. Di bulan Agustus pada tahun yang sama, dua orang nelayan Amerika menemukan sebuah kerangka tulang belulang ikan duyung. (Harian Obor) dari Kuwait pada tanggal 24 Agustus 1980 melaporkan penemuan bangkai ikan duyung di pantai Laut Merah. Bentuk atas ikan duyung seperti ikan bagian bawah menyerupai tubuh wanita, sama seperti manusia mempunyai dua kaki dan sepuluh jari kaki.

Tahun 1962, sebuah kapal yang memuat para tentara dan ilmuwan di luar laut Kuba telah menangkap seorang bocah yang bisa berbahasa manusia, kulit menyerupai sisik ikan, berinsang, kepala mirip manusia, ekor mirip ikan. Duyung kecil tersebut menyebut dirinya berasal dari kota Atlantis, masih menceritakan kepada para peneliti bahwa di beberapa juta tahun lalu, daratan besar kota Atlantis melintangi benua Afrika dan Amerika Selatan, kemudian tenggelam. Manusia jenis ini masih tertinggal dan sekarang hidup di bawah laut, usianya mencapai 300 tahun. Kemudian duyung kecil tersebut dikirim ke sebuah lembaga riset rahasia di Laut Hitam, untuk diteliti secara mendalam oleh para ilmuwan.

Master Li Hongzhi, pada ceramahnya di Swiss dalam bukunya yang berjudul Falun Fofa (Darma Buddha dalam Falun) menyinggung soal keberadaan manusia duyung. “cTidak saja ada manusia di laut, tapi dalam ruang dimensi yang setingkat dengan kita ini pun ada munusia yang lainnya, manusia yang sama seperti kalian, masih ada lagi manusia yang tidak sama dengan kalian, sebut mereka pun boleh, tapi tidak pun tak apa-apa. Karena mereka mempunyai sejumlah kasih sayang tapi tidak memiliki hasrat seperti manusia biasa, sebab tubuh bagian bawahnya berbentuk kematerian, hanya di atas saja berbentuk tubuh manusia, oleh karena itu dia dapat melayang ke mana saja, berterbangan ke mana saja. Kebanyakan manusia di lautan termasuk manusia yang tersingkirkan oleh zaman yang berbeda di bumi sebelumnya. Ada juga manusia di bawah laut, ada yang kurang lebih sama seperti manusia, yang tubuh bagian atasnya manusia tapi bagian bawah adalah ikan, ada juga yang bagian atas ikan tapi tubuh bagian bawahnya manusia.”

(Diolah dari berbagai sumber)

sumber : dipta.blog.com

About these ads

11 responses

  1. wie

    ah bhong……….!!!!!!!!!!!

    Rabu, Desember 22, 2010 pukul 11:16 am

  2. Anonymous

    Q ANTERIN K RSJ YUK MAS

    Kamis, November 4, 2010 pukul 11:45 am

  3. smw tu hnya Allah yg tw,
    krna ssngguh’y Allah Maha Tahu,
    Qt Mnusia hnya dpt brfikir sbts kmmpuan akal Qt, cos ad 1 kbnaran yg hakiki,yaitu kbnaran Illahiah….

    Sabtu, Oktober 2, 2010 pukul 12:57 am

  4. ........

    betoi ka ada ikan duyung ke?

    Jumat, September 10, 2010 pukul 6:39 am

  5. Natasha Baharuddin

    I do believe that DUYUNG or MERMAID are exists.
    They just didn’t show up because they afraid that human will be exploitative their world and so on.
    Even I don’t have any evidence to prove it that mermaid are exist but i just believe it :)
    So to writer that written this article, thank you for sharing the info.

    Kamis, Juli 22, 2010 pukul 12:29 pm

  6. cewek yg mw tau pa ja

    wah,cool.jadi,bocah d uyung yg ngaku dari atlantis tu dah mati pa lom?keren tuh!napa gk tanyak sama tu anak dimana n kayak mana atlantis n penduduk na berada.jadi kan gk perlu repot2 kaya’ skrng

    Rabu, Mei 12, 2010 pukul 2:04 pm

  7. cella john.

    Ayoyo….mcm tu kah, eehh takut saya… blm ketemui pun dah rasa bulu romaku terangkat, silap-silap pengsan bertemu putri duyung. (mistik tu tau ) jgn main2x…

    Jumat, Oktober 9, 2009 pukul 6:55 am

  8. yurnita ananda

    ha.ha..ha
    aku mau sich percaya,pi law aq udah liat langsung putri duyung

    Senin, Juli 13, 2009 pukul 2:40 pm

  9. Farikha Amilahaq

    COOL!!! But I would rather fly than swim. I can’t. But that’s Cool!!! He…

    Minggu, Februari 1, 2009 pukul 11:18 am

  10. jangan suka percaya tahayul maassss,,,,,,,,,,,,
    periksain dirimu ke Dokter deh…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kali2 aja lo kena GJ….
    hua…ha…ha…ha…..
    HARE GENE PERCAYA DUYUNG

    Rabu, Desember 3, 2008 pukul 12:01 pm

  11. Waah…mas…sbenerx ni ulasan bgs bgt…tp lbh bgs lg klo dtambhin gmbr2x…spy lbih menarik dan lbh trbukti k’benaranx…ok… :)

    Jumat, Oktober 3, 2008 pukul 2:47 pm

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 198 pengikut lainnya.