Arsip untuk Agustus, 2008
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 30, 2008
SDA DIKERUK UNTUK NEGARA LAIN dan MNC
Teguh Iman Prasetya
Ditengah rakyat mulai kesulitan dengan harga tabung gas elpiji yang mulai mahal dan bertahan kembali antri mengkonsumsi minyak tanah, diskusi kemarin malam cukup ramai sekali di TV One dengan pembicara Andi Malaranggeng, Prof Kurtubi dan Dr. Soni Keraf Mantan Menteri KLH. Tema malam itu adalah seputar penjualan LNG Tangguh Papua yang dijual dibawah standar internasional. Harga jual USS 3.3/mmbtu (million metric british thermal unit) dengan perbandingan harga internasional 20 USS per MMBTU.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel, Ekonomi Pembangunan | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Agustus 29, 2008
Greatest Natural Gas Reserves by Country, 2006
| Rank |
Country |
Proved reserves
(trillion cu ft) |
| 1. |
Russia |
1,680 |
| 2. |
Iran |
971 |
| 3. |
Qatar |
911 |
| 4. |
Saudi Arabia |
241 |
| 5. |
United Arab Emirates |
214 |
| 6. |
United States |
193 |
| 7. |
Nigeria |
185 |
| 8. |
Algeria |
161 |
| 9. |
Venezuela |
151 |
| 10. |
Iraq |
112 |
| 11. |
Indonesia |
98 |
| 12. |
Norway |
84 |
| 13. |
Malaysia |
75 |
| 14. |
Turkmenistan |
71 |
| 15. |
Uzbekistan |
66 |
| 16. |
Kazakhstan |
65 |
| 17. |
Netherlands |
62 |
| 18. |
Egypt |
59 |
| 19. |
Canada |
57 |
| 20. |
Kuwait |
56 |
|
|
|
| Top 20 countries |
5,510 |
| Rest of world |
602 |
| World total |
6,112 |
NOTE: Proved reserves are estimated with reasonable certainty to be recoverable with present technology and prices.
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
Banyaknya permintaan para bloger baik dari luar Banten maupun dari dalam mengenai situs purba cihunjuran, citaman dan situs lainnya di Banten Selatan, membuat saya sejak kemarin tercenung untuk mengikuti pendapat para pembaca menyelenggarakan Seminar Budaya Lokal secara spesifik mengenai Salakanagara atau Semiloka secara keseluruhan Mosaik Banten yang Bersejarah, berikut pameran foto dan film dokumenter.
Ada banyak cita-cita termasuk membangun komunitas lokal didaerah cagar budaya untuk memiliki kesadaran yang tinggi menjaga warisan budaya tersebut, serta memberdayakan secara ekonomi melalui hasil dari kegiatan seminar atau lokakarya (cinderamata souvenir yang dapat dijual, buku saku, katalog foto, dan cd film). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Lokal, Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
Beda Harga Ancam Konversi
Soal Elpiji, Pemerintah Tidak Boleh Lepas Tangan
Stok gas elpiji 12 kg masih rapi tersusun di agen gas Jl. Bekasi Timur IV, Jakarta Timur, Selasa (26/8). Pembelian gas 3 kg melonjak setelah kenaikan harga gas elpiji 12 kg.
Elpiji 12 Kg Akan Naik Harga Tiap Bulan /KompasTV
Artikel Terkait:
Rabu, 27 Agustus 2008 | 08:20 WIB
JAKARTA, RABU - Pemerintah diingatkan, program konversi elpiji terancam gagal apabila disparitas atau senjang harga elpiji subsidi dan nonsubsidi semakin lebar. Rakyat akan kembali memakai minyak tanah.
Ekonom Senior Indef Fadhil Hasan, Selasa (26/8), mengatakan walaupun harga gas kapasitas 3 kilogram (kg) tidak naik, sebagian masyarakat dipastikan akan beralih ke tabung gas 3 kilogram yang jauh lebih murah. “Bisa juga beralih kembali ke minyak tanah. Dikhawatirkan, harga gas 3 kilogram ikut-ikutan naik di tingkat konsumen. Rakyat seakan ditipu dengan program konversi energi,” ujar Fadhil. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 2 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
KSAL Mengeluh Anggaran Kecil
Masalah di TV One kemarin, KSAL mengeluh anggaran yang kecil tidak akan mampu tangkal ancaman pada sektor kelautan kita. Ilegal fishing dan kasus pelanggaran batas wilayah adalah termasuk masalah krusial bangsa ini. Sektor kelautan dari sejak jaman orde baru hingga kini kurang sama sekali terperhatikan, padahal wilayah kita sebagian besar adalah lautan samudera yang lebih luas dibanding luas daratan. Masalahpun kini semakin kompleks dengan adanya zonasi perbatasan yang seringkali dilanggar pihak asing Ingat kasus sipidan dan ligitan serta kasus lainnya yang berdampak luas. Dalam Platform Nasional FP 98 yang sekarang dipegang oleh Sekjend Sdr. Wahab, kami berpendapat masalah kelautan dalam pertahanan keamanan harus mendapat prioritas utama sebab negara Indonesia adalah negara kepulauan.
ICW Menyoal Kasus Gratifikasi BI
Adnan Topan Husodo dari ICW sekali lagi mempertanyakan kasus gratifikasi dana aliran Bank Indonesia yang mestinya harus dibongkar tuntas oleh pihak pemerintah (lihat kembali data Harian Kompas diblog ini).
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
WS. Rendra Si Burung Merak yang Tak Pernah Tua …
WS. Rendra ternyata masih tetap konsisten dalam menyoal masalah kebudayaan. Ia terlihat masih memaknai hidup dengan kedalamannya yang esensial dan terasa lebih menjiwai serta sarat pengalaman. Tema kemarin yang disuguhkan adalah menyoal hasil karya budaya kita yang banyak dicuri oleh bangsa lain, dan dengan sangat bijaksana ia menasehati untuk menjadikan hasil karya bangsa sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Buku Harian, Ekonomi Pembangunan, Komunikasi dan Perubahan Sosial | 2 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
Koalisi Pendidikan Waspadai RAPBN 2009
Selasa, 19 Agustus 2008
Bertempat di gedung Indonesia Corruption Wacth (ICW), Jum’at (15/08) sekitar jam 10 pagi, koalisi pendidikan yang terdiri dari ICW, FITRA dan perwakilan orang tua siswa menyelenggarakan konferensi pers guna menyikapi RAPBN 2009 terkait pemilu 2009. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
Ditulis dalam Hukum & Politik | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 27, 2008
Seribu Lebih Transaksi Uang Di Daerah Mencurigakan
Sumber: http://www.kompas.com Hari/tgl: Selasa, 26 Agustus 2008
Modus Rekening Pribadi Paling Sering dilakukan
JAKARTA – Pemerintah harus berhati-hati jika ingin memacu kemampuan daerah mengelola keuangan. Pasalnya, dalam tempo delapan bulan saja, periode Januari 2008 hingga 22 Agustus 2008, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima sekitar 375 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LKTM). Kepala PPATK Yunus Husein mengungkapkan, jika dihitung sejak 2002 hingga 2008, maka temuan LKTM yang terkait dengan keuangan daerah semakin banyak. Jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1.000 LKTM. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 26, 2008
Ditulis dalam Pojok Kampus | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 24, 2008
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 24, 2008
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 24, 2008
OlehAsmar Oemar Saleh Wakil Direktur Eksekutif Reform Institute dan Advokat
Meski masih samar-samar, wacana bahwa Indonesia bisa dikategorikan sebagai negara gagal (failed state) makin kencang terdengar. Setidaknya, berbagai indikasi aktual di Tanah Air meneguhkan wacana tersebut. Sebuah studi kemiskinan Bank Dunia bertema Making The New Indonesia Work For The Poor menunjukkan bahwa di negara ini masih terdapat 39,1 juta orang atau 17,75 persen populasi masyarakat yang miskin. Artinya, angka kemiskinan di Indonesia sejak 1998 belum membaik. Jumlah orang miskin periode 1998-2006 berkisar 34-50 juta orang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 23, 2008
Ditengah RAPBN 2009 kita dengan pembayaran bunga hutang yang sangat tinggi 110,3 triliun, argumentasi hapuskan hutang luar negeri sangat mendesak untuk diwujudkan dan diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat. 2 (dua) argumentasi ini adalah zonasi wilayah geografis dan kekayaan sumber daya alam hutan kita (Borneo, Papua dll) adalah penyangga/buffer paru-paru dunia. (lihat makalahku tahun 2003; Hutan, Masyarakat Adat, dan Hapuskan Hutang).
Apa yang terjadi di Brasil dan Filipina (?), mestinya kita dapat ambil sebagi studi banding untuk mempertanyakan hal itu kepada lembaga donor asing IMF, WTO, Bank Dunia.
Lemahnya bargaining politik diplomasi sejak dulu dan kurang bergeloranya tuntutan tersebut membuat kita hanya sebagai alat kepentingan mereka saja. Mustahil jika hapuskan hutang tidak terkait dan berkorelasi dengan isu global warming dan climate change. Maaf mereka (termasuk aktivis lingkungan) hanya pandai menuntut kita dengan isu itu tetapi tidak menghitung kompensasi yang harus mereka bayar.
Sayang sekali konferensi dunia masalah lingkungan yang pernah digelar di Pulau Bali juga sama sekali tidak mengagendakan hal tersebut.
Masalah yang kedua, kenapa kita harus hapuskan hutang adalah disebabkan dosa-dosa masa lalu WTO, Bank Dunia, IMF, yang sengaja membiarkan terjadinya korupsi dan penyelewengan serta berbagai kebijakan-kebijakan yang mereka terapkan sebagai obat mujarab, ternyata menimbulkan efek yang membuat bangsa ini terjebak dampak negatif neo liberalisme dan belum lepas dari bayang-bayang krisis ekonomi dimasa datang.
Teguh Iman Prasetya
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Agustus 22, 2008
Mendagri: Pemekaran Daerah Harus Ditertibkan
Kompas Jumat, 22 Agustus 2008
JAKARTA, JUMAT - Pemekaran dan pembentukan daerah baru terus terjadi. Sejak tahun 1999 hingga saat ini telah terbentuk 191 daerah otonom baru, sehingga jumlah totalnya mencapai 510 yakni 33 propinsi, 386 kabupaten dan 91 kota. Menurut Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, pemekaran daerah tersebut perlu ditertibkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 21, 2008
JAKARTA – Kredibilitas RAPBN 2009 dipertanyakan. Pasalnya, selain penyusunan asumsi makro maupun alokasi anggaran dilakukan secara tergesa, pembiayaannya juga masih sangat bergantung pada utang.
Ekonom Indef Ahmad Erani Yustika mengatakan, RAPBN 2009 masih tidak jauh berbeda dengan APBN tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, defisit pembiayaan anggaran masih sangat tinggi, yaitu 1,9 persen terhadap PDB atau Rp99,6 triliun dari total belanja pemerintah.
“APBN kita masih sama dengan tahun-tahun lalu dengan defisit yang besar, apalagi ditambah dengan anggaran pendidikan, pembayaran utang. Risikonya, kita akan sangat tergantung dari utang baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/08/2008). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 21, 2008
| RAPBN 2009: Memelihara Momentum Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi |
|
|
|
RAPBN 2009:Memenuhi Amanat Konstitusi di Bidang Pendidikan di Tengah Ketidakpastian Perekonomian Global
Jakarta, 15 Agustus 2008 — RAPBN 2009 merupakan instrumen yang sangat penting untuk menjaga tujuan bernegara dan menjaga stabilitas terutama karena tahun 2009 Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi. RAPBN 2009 disusun dalam suasana ketidakpastian yang tinggi pada perekonomian global. Krisis finansial di Amerika Serikat bersama dengan gejolak harga energi dan pangan telah menciptakan beban dan ketidakpastian yang tinggi terhadap perekonomian dunia. Sejak tahun lalu harga minyak bergerak sangat tidak menentu. Selama semester pertama tahun 2008, harga minyak melonjak hampir 50 persen hingga mencapai puncaknya sekitar USD147 per barel. Namun sejak awal bulan Juli harga minyak mengalami penurunan hingga lebih dari 20 persen.
Situasi geopolitik yang masih rentan menimbulkan tekanan kuat terhadap pasar minyak, yang memang masih ketat dilihat dari fundamentalnya. Ketidakpastian harga minyak hari ini maupun prediksi harga tahun mendatang menyulitkan penyusunan RAPBN 2009, karena komponen subsidi energi mempunyai kontribusi yang besar terhadap RAPBN. Perubahan asumsi harga minyak akan mempengaruhi penerimaan pajak dan bukan pajak, belanja subsidi BBM dan listrik, alokasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Otonomi Khusus, serta pada akhirnya postur dan defisit APBN 2009.
Untuk menciptakan anggaran yang kredibel dan sekaligus hati-hati (konservatif), pemerintah terus melakukan pemutakhiran hitungan asumsi harga minyak agar seluruh postur RAPBN 2009 dapat mencerminkan besaran penerimaan, belanja, transfer ke daerah, dan defisit yang paling realistis. Pemutakhiran perhitungan asumsi harga minyak 2009 menghasilkan asumsi harga minyak untuk RAPBN sebesar USD100 per barel. Dasar penetapan asumsi harga minyak ini adalah perkembangan terakhir harga minyak yang cenderung menurun, yang merupakan koreksi dari kenaikan yang dianggap tidak realistis dari harga minyak yang terlalu tinggi dan terlalu cepat selama enam bulan terakhir. Sementara itu, proyeksi ekonomi dunia 2009 masih cenderung lemah meskipun tidak akan memburuk. Kedua faktor tersebut akan menyebabkan harga minyak cenderung mengalami koreksi turun.Meskipun demikian, keseimbangan antara sisi pasokan dan permintaan minyak dunia masih cukup ketat, sehingga harga minyak tetap akan tertahan pada tingkat yang cukup tinggi. Penetapan asumsi harga minyak USD100 per barel dianggap yang paling tepat pada kondisi tersebut. Sekalipun demikian pemerintah tetap mengajukan pos cadangan belanja untuk menutupi risiko kenaikan harga minyak hingga mencapai USD130 per barel serta ketidakpastian akibat kenaikan volume konsumsi. Baca entri selengkapnya »
|
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 21, 2008
Berita kemarin aktivis buruh Surabaya melakukan aksi di Jakarta dengan pagelaran reog Ponorogo menolak privatisasi di BUMN dan pemerintah hendaknya menghidupkan kembali serikat buruh di BUMN. Berita lainnya ICW mengingatkan untuk mewaspadai politik uang, BPS menerima untuk memperbaiki data kemiskinan, bunga utang di APBN masih sangat tinggi 110,3 triliun. Kita masih harus berupaya keras ditengah keputus asaan dan komitmen yang kuat dalam hal politik luarnegeri untuk menghapuskan hutang luar negeri seperti halnya Brasil dan Philipina agar tidak terdapat kendala menjadi negara yang maju dimasa datang.
Berita terkait
http://www.ekon.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=252&Itemid=1
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/19/20/137973/bunga-utang-tembus-rp100-triliun
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/20/Utama/ut04.htm
http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=19361
http://www.detikfinance.com/read/2008/08/20/115530/991417/4/bunga-utang-makin-bebani-apbn
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjQ0NDc=
http://www.ymp.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=210
Rabu, 20 Agustus 2008 09:03 WIB
Pembayaran Bunga Utang Bakal Bebani Ekonomi 2009
JAKARTA–MI: Pembayaran bunga utang pemerintah yang diproyeksi mencapai Rp109,3 triliun pada 2009 dipastikan akan membebani situasi ekonomi tahun depan mengingat situasi pasar keuangan yang belum dipastikan akan membaik, serta kinerja ekspor yang diperkirakan menurun seiring penurunan harga komoditas.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 20, 2008
Kini Aku Tak Lagi Dibunuh Malam
Beranjak pergi dari kampungku sebelum menempuh perjalanan jauh dengan banyak keperluan, mampir sebentar ke mini market. Dan hmm … (sst rahasia)
Siang itu matahari sangat terik, motorku kutancap gas melaju kencang menerobos angin dan debu membelah kota, menepis rasa malas dan kejenuhan, mengejar rencana membangun studio kamarku lebih lengkap dengan speedy. Aku sudah jenuh begadang dikampus.
Antri sebentar…, dan dengan cepat dapat penjelasan maksimal satu minggu fasilitas terpasang sudah dapat dinikmati, begitupula dengan paket merdeka yang dijanjjikan customer service. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Buku Harian | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 20, 2008


|
ADAKAH CERGAM INDONESIA?
oleh Ifan Adriansyah Ismail
dipublikasikan di harian Media Indonesia, Rabu, 20 Februari 2008
“Jepang banget!”
“Gaya Amerika tidak masuk akal di sini. Mana ada orang Indonesia posturnya seperti itu?” “Bikin cergam yang meng-Indonesia dong.”“Blablabla…”
Dari penikmat musiman sampai yang mbahurekso dunia cergam Indonesia agaknya kenyang mendengar kalimat-kalimat itu (catatan: cergam, sebutan untuk komik asli Indonesia). Apakah cergam Indonesia? Perdebatannya tak kunjung usai. Sampai sebuah suara pragmatis muncul, “Sudahlah, komik memang sudah medium Barat. Yang penting bagaimana memanfaatkan mediumnya.”
Demi menjaga kewarasan berkarya, mungkin sikap itu patut ditiru. Tapi, jika memerhatikan betapa karakter sebuah bangsa bisa begitu menonjol dalam cergamnya tetap saja memancing pertanyaan. Kenapa kita bisa membedakan cergam Amerika, Eropa dan Jepang? Lalu, kenapa Indonesia tidak juga bisa ‘dikenali’?
Cergam di Amerika yang dimulai dari komik humor memang tak diniatkan serius. Sementara di Eropa cergam justru dinobatkan sebagai seni kesembilan. Jadi apa rahasia ciri khas cergam Amerika dan Eropa? Karakter! Baca entri selengkapnya »
|
Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia, Pojok Kampus | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 17, 2008
SELAMAT PAGI INDONESIA
SALAM MERDEKA !!!
Setelah usai bekerja dan merenung mencari ilham tadi malam menjelang tanggal 17 Agustus 2008 dengan tidak menghiraukan apapun diluar, saya mulai menyadari ternyata memiliki keinginan dan rasa ingin tahu yang sangat banyak juga minat-bakat terpendam yang belum tumbuh berkembang, seperti tanaman yang masih muda tak pernah dialiri air dan pupuk yang baik.
Seperti juga banyak orang lainnya keinginan kadang tak ujungnya dan tak mudah untuk digapai dengan cara instan, butuh semacam perjuangan dengan tekun, dan semangat belajar yang tak pernah ada habisnya, ditambah mungkin semacam guratan nasib baik, keberuntungan, serta ridha-Nya.
Hari ini saya mencoba untuk merefleksikan kembali, memetakan apa saja keinginan yang ada di dalam hati dan mengajak banyak sahabat untuk bergabung, serta berkolaborasi untuk memberi banyak bantuan juga sama-sama belajar. Dengan semangat dian yang tak kunjung padam dan ingin menorehkan banyak karya serta proses belajar hingga akhir hayat tutup usia kelak.
Ditulis dalam Buku Harian, Pojok Kampus | 7 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 16, 2008
PIHAK ASING BERMAIN
MEMBUAT NEGARA KITA SEMAKIN MISKIN
GLOBALITAS
Belakangan ini hampir seluruh lapisan masyarakat indonesia dihinggapi pesimisme, terutama menyangkut kondisi dan posisi bangsa ini dalam percaturan bangsa-bangsa di dunia. Sebuah paradoks bagi indonesia yang kaya sumberdaya alamnya tapi miskin dalam banyak hal dan terus diliputi pertikaian. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | 2 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 16, 2008
JALAN PERGERAKAN PEMUDA
KONSOLIDASI KERAKYATAN MENUJU KONSOLIDASI NASIONAL
MEMBANGUN KEKUATAN KAWASAN
MELAWAN NEO-KOLONIALISME IMPERIALISME
Eman Sulaiman
SEBAGAI AWALAN
Keterlambatan ideologi kaum pergerakan mengantisipasi gelombang baru pemiskinan dan pembodohan harus diatasi dengan menggali nilai-nilai perjuangan-perubahan dari dasar-dasar penindasan-penghisapan; baik ia bernama moda produksi, moda konsumsi, atau sebatas moda distribusi ekonomi politik masyarakat.
Situasi nasional saat ini sangat dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa global yang langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi politik di Indonesia. Bangkitnya faksi baru dalam pertarungan hegemoni global Modal Internasional dan mulai tertatanya ekonomi politik kawasan khususnya di Asia memberi pemahaman baru terhadap kita bahwa, peristiwa perang dingin yang melahirkan dua kekuatan besar dunia antara Blok Barat yang diwakili oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang diwakili oleh Uni Soviet telah bergeser jauh.
Tesis baru yang ditelorkan oleh Samuel F Huntington yang kemudian dikuatkan oleh pemikiran filosofis Franscis Fukuyama tentang akan munculnya benturan peradaban baru yang tidak lagi diwakili oleh pertarungan antar dua kekuatan negara adidaya melainkan didasari oleh pertarungan kepentingan Ideologi atau lebih tepat disebut pertarungan sentimen agama yang secara historis dilegitimasi oleh sejarah benturan di masa Perang Salib.
Pertarungan Blok Barat antara Amerika dan sekutunya serta Blok Timur yang diwakili oleh Irak dan Iran serta beberapa negara Islam lainnya mulai memuncak di penghujung tahun 2001 tepatnya 11 September ketika diledakannya gedung WTC yang mengorbankan ribuan orang, telah menjadi tonggak baru pertarungan global. Sehingga secara cepat Amerika kemudian melahirkan Resolusi untuk memerangi Terorisme. Osamah Bin Laden sebagai tokoh sentral dijadikan entry point untuk menyerang Afganistan dan selanjutnya menyulut perang di Irak dengan meruntuhkan Rezim Saddam Husein. Belum berhenti di tahap tersebut serangan akan dilanjutkan ke Iran akan tetapi karena Iran sebagai salah satu negara penghasil minyak dunia serta memiliki angkatan perang kuat juga telah mempersiapkan diri dan bahkan berani menyulut peperangan dengan mengalihkan konsolidasi ekonomi politiknya dengan Rusia dan Korea Utara. Namun yang harus dicatat, tesis besar Huntington tentang benturan peradaban mulai diragukan, bangkitnya Cina dan Jepang sebagai kekuatan utama perekonomian Asia bahkan dunia tidak saja mengancam eksistensi Amerika dan Eropa sebagai kekuatan besar dunia tapi juga mulai mempengaruhi pranata dan keseimbangan tatanan ekonomi politik di kawasan.
Korea Utara sebagai salah satu kekuatan baru yang sedang tumbuh di Asia juga menjadi ancaman yang cukup besar, selanjutnya kebangkitan beberapa negara-negara berkembang yang sering disebut negara dunia ke III seperti kebangkitan India, Vietnam, dan SriLanka menjadi inspirasi baru dalam lahirnya kekuatan baru dunia yang tidak lagi “menghamba” terhadap kekuatan Amerika melainkan mulai bergerak maju dan coba menisbatkan diri sebagai kekuatan dalam kancah pertarungan global. Di lain sisi. kebangkitan beberapa kekuatan di Asia juga disertai konsolidasi efektif beberapa kekuatan Negara Dunia ke III di daratan Amerika Latin bahkan di dekade akhir abad ke-20 kekuatan Amerika Latin telah bangkit disertai berkuasanya kekuatan-kekuatan sosialisme yang dilatar belakangi oleh perjuangan Nasional masing masing negara, seperti Argentina, Chili, Bolivia, Venezuela, Brazil dan beberapa negara Amerika Latin lainnya.
Fenomena kebangkitan beberapa kekuatan negara-negara yang tidak pernah diprediksi sebelumnya telah menggeser pertarungan Ekonomi Politik global tidak lagi pada dua kekuatan blok dunia baik pasca perang dingin maupun pasca Black September, kebangkitan tersebut memberi sinyalemen pertarungan global lebih didasari oleh kekuatan-kekuatan kawasan yang sedang mempertaruhkan harga diri kebangsaan mereka sebagai wujud kebangkitan dari sebuah kekuatan dunia yang tidak lagi di bawah dominasi salah satu negara maupun blok yang bertarung. Sesungguhnya fenomena kemunculan kekuatan yang terus berkembang secara signifikan didasari oleh menguatnya paradigma penguatan Nasional sebagai alat pertarungan di wilayah kawasan maupun dunia secara global, selanjutnya kita secara kritis bertanya lalu Indonesia sebagai salah satu negara Dunia ke III di kawasan Asia telah bergerak kemana atau sedang melakukan strategi kebangkitan seperti apa dalam kancah pertarungan antar kawasan dan jerat pertarungan global? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Agustus 15, 2008
Aviliani: Inflasi 2009 bakal lebihi asumsi APBN
Jumat, 15 Agustus 08
Jakarta, Koran Internet: Pengamat ekonomi Aviliani memperkirakan inflasi tahun 2009 bakal di kisaran 8-9 persen, lebih tinggi dari asumsi tingkat inflasi pada APBN 2009 sebesar 6,5 persen menyusul bayang-bayang dampak kenaikan harga minyak. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Agustus 15, 2008
Belanja negara tembus Rp1.122,2 triliun
Jumat, 15 Agustus 08
Jakarta, Koran Internet: Berdasarkan kerangka ekonomi makro tahun 2009 serta sejalan dengan RKP tahun 2009, pemerintah mengajukan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2009, sebagai berikut pendapatan negara dan hibah direncanakan Rp 1.022,6 triliun, atau meningkat Rp 127,6 triliun (14,3 persen) dari APBN-P tahun 2008. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Membangun kembali semangat belajar dan mencapai tujuan tidak mudah, butuh dorongan kuat energi yang luarbiasa. Pemikiran dan tindakan adalah dua kata yang mestinya tidak terpisahkan.
Pemikiran hanyalah ide dan spirit
Tindakan adalah perbuatan berdasarkan ide yang ingin dicapai
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Begadang hari ini di warnet dan hampir tiga bulan lebih dikampus harus segera diakhiri, tetapi kebutuhan informasi dari dunia cybernet ternyata tidak dapat dielakan lagi bagiku. Aku harus berlangganan speedy telkomnet yang kini mengadakan diskon gratis.Banyak sekali informasi dan masalah berguna yang dapat diakses.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Mahasiswa dan Pers Harus Kurung Hak Angket BBM Agar Tidak Menguap
Kamis, 31 Juli 2008
Jakarta, KPKN – Mantan ketua MPR RI Amien Rais menyatakan, kalangan mahasiswa dan pers harus mengawal proses hak angket DPR RI terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak “menguap”.
“Saya imbau mahasiswa dan media massa agar mengurung Pansus hak angket ini. Insya Allah tidak ke mana-mana,” kata Amien setelah menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ” Posisi dan Orientasi Harakah Nahdliyah di Tengah Umat Islam Global” di gedung PBNU, Jakarta, Kamis.
“Kalau tidak dikurung, biasanya hangat-hangat tahi ayam,” tambah Amien. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Pajak Atas Sumbangan Parpol
|
Staf Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Keuangan Dirjen Pajak Darmin Nasution menyatakan bahwa sumbangan pengusaha ke parpol akan mengganggu penerimaan pajak 2009. Baca entri selengkapnya »
|
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Biarkan Sidang WTO Gagal
|
Sidang WTO (World Trade Organization) di Jeneva, Swiss, dalam rangkaian putaran Doha (Doha Round) gagal mencapai sejumlah kesepakatan penting bagi usaha lanjutan liberalisasi perdagangan internasional.
|
Oleh Djoko Susilo
Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tidak berhasil memperjuangkan sejumlah konsesi penting baik bagi Indonesia maupun bagi kelompok negara berkembang yang terkenal dengan nama G-33. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Perlu Nasionalisasi Sektor Migas
Kamis, 31 Juli 2008
Jakarta, KPKN – Pemerintah dan DPR didesak untuk melakukan terobosan kebijakan nasionalisasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) sebagai langkah mengatasi krisis energi dan pangan saat ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Rabu, 06 Agustus 2008
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
Korupsi sudah diakui sebagai kejahatan luar biasa dan penyakit paling membahayakan bagi Indonesia. Bersama kolusi dan nepotisme, korupsi bahkan secara tepat ditempatkan sebagai akar dari semua masalah bangsa (Kwik, 2004).Masalahnya, hingga kini tidak tampak adanya kesadaran publik tentang KKN sebagai akar masalah bangsa tersebut. KKN hanya dipahami sebagai salah satu saja dari sekian banyak masalah bangsa. Padahal, seandainya kesadaran ini timbul pada critical mass secara metodis, efek bola saljunya akan membawa perubahan signifikan bagi pencepatan pencapaian tujuan konstitusional bangsa. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Selasa, 12 Agustus 2008
Mengatasi Stagnasi Ekonomi
Yudi Latif (2005) menulis, setiap perubahan sosial-politik di negeri ini, negara selalu menjanjikan akan mewujudkan tanggung jawab etisnya terhadap rakyat. Janji itu berupa kesejahteraan sosial.Namun, setelah 63 tahun Indonesia merdeka, janji tersebut tampaknya masih jauh dari harapan. Buktinya, angka kemiskinan dan pengangguran di negeri kita masih sangat tinggi. Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, BPS melaporkan bahwa pada tahun 2006 kemiskinan meningkat menjadi 39,05 juta jiwa atau 17,75% dibanding tahun 2005 sebesar 35,10 juta jiwa atau 15,97%.
Begitu pun jumlah pengangguran, yakni angka pada tahun 2005 sebesar 10,3% lalu naik pada tahun 2006 menjadi 10,8%. Pada tahun 2007 angka pengangguran terbuka berada di angka 12,6 juta jiwa.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Agustus 12, 2008
Saat ini banyak sekolah-sekolah yang menggunakan laboratorium komputer dan bahkan juga laboratorium bahasa agar proses belajarnya lebih efektif.
Meski sekolah-sekolah yang menggunakan laboratorium komputer dan bahasa umumnya mempunyai dana yang cukup besar, tapi banyak juga yang keuangannya pas-pasan. Sehingga biaya operasional yang besar dirasa cukup berat. Sebagai contoh jika di laboratorium ada 20 komputer di mana masing-masing komputer mengkonsumsi listrik sekitar 270 watt (CPU 200 watt dan monitor 70 watt), maka seluruh komputer tersebut mengkonsumsi listrik 5400 watt. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Bandit Politik dan Politik Anggaran
|
Oleh: Dahnil Anzar*
Senin, 11-Agustus-2008
|
|
|
|
|
Istilah bandit politik saya pinjam dari Mancur Olson melalui bukunya ”Power and Prosperity ”(2000) yang dikutip Didik J.
|
Rachbini dalam bukunya, ”Teori Bandit”. Rachbini mencoba mendeskripsikan tersumbatnya saluran aspirasi publik (rakyat) yang dipercayakan kepada legislatif baik pusat maupun daerah, dan mandulnya kinerja eksekutif melakukan maksimalisasi pelayanan publik. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Kualitas Mahasiswa Baru SNMPTN
|
Dalam Sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia, PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Memegang Peranan Penting.
|
Oleh Priyo Suprobo *
Peran tersebut ditunjukkan dengan banyaknya peminat yang mendaftar, baik sejak model Skalu (Skala Lima Universitas), Perintis, UMPTN, SPMB, hingga SNM PTN sebagai model penerimaan gabungan 57 PTN se-Indonesia tahun 2008.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Agustus 12, 2008
Dicecar Pertanyaan, Ahmad Ali Setujui Hukuman Mati
|
Melihat Seleksi Calon Hakim Konstitusi
|
Panitia Seleksi hakim konstitusi melakukan wawancara terbuka untuk menjajaki kenegarawanan 15 kandidat yang telah ditetapkan. Mereka dicecar pertanyaan seputar pemahaman hukum sampai dengan kinerjanya saat masih menduduki jabatan lama.
Hari pertama kemarin, panitia menyeleksi mantan hakim konstitusi Abdul Mukti Fadjar, Prof Dr Achmad Sodiki (Universitas Brawijaya), Prof Dr Ahmad Ali (Universitas Hasanudin). Hari ini (Jumat, 8/8), wawancara akan dilanjutkan dengan menjajaki calon lain seperti Fajrul Falaakh (UGM), Harkristuti Harkrisnowo (Dirjen HAM Depkumham) serta Todung Mulya Lubis (praktisi).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 10, 2008
Ditengah aktivitas Gunung Krakatau yang sejak kemarin menunjukan gejalanya sebagai gunung berapi hingga menarik kembali perhatian masyarakat dan para ahli vulkanologi, seminggu lalu menerima tawaran bekerjasama dengan Suwaib Amiruddin yang baru selesai menamatkan S3nya dari Unpad untuk mendirikan lembaga riset Krakatau Institute. Namun yang membuat masih ragu, adalah mengingat nama besar Krakatau sangat menginternasional dikenal manca negara. Sementara itu personil yang ada belum tentu mampu menjulangkan sama besarnya dengan nama Krakatau. Bukan berarti meragukan tetapi butuh orang-orang besar dan ahli serta kaya dengan ide yang mampu memberikan sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Lokal, Buku Harian | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 10, 2008
Di malam yang sunyi senyap sambil mengetik dan download data saat ini mendengar lagu Genjer-Genjer yang dibawakan Lilis Suryani, ketika itu masih menjadi penyanyi remaja tahun 60-an yang dikenal sebagai penyanyi rakyat hingga pada masa orde baru (ingat lagu Gang Kelinci yang juga terkenal, seringkali dibawakan oleh Titik Puspa).Lagu itu telah menjadi spirit dan motivasi untuk melakukan makar yang gagal dimasa lalu.
Suaranya yang syahdu, merdu, dan syairnya yang sangat menggetarkan dinding hati membuat bulu romaku merinding dan termenung. Sedih,.. dan haru biru.
Ditulis dalam Buku Harian, Film & Music | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 9, 2008
BCW ACTion
Melihat Banten sebagai sebuah daerah yang sarat sejarah dan budaya serta pergolakan pemikiran juga perjuangan yang tak ada kata akhir, dan setelah banyak total 100 % mengerahkan segala pemikiran baik yang orisinil maupun mengambil sumber data dari banyak sumber mengenai masalah nasional, aku berniat kembali membuat bcwbanten.blogspot.com semakin cantik dan sarat informasi juga sedikit kegelisahan, atau berbagi celotehan suka duka yang juga dialami banyak orang di Propinsi Banten.
Untuk itu silahkan bagi warga Banten meski banyak kekurangan dari blog ini masih dalam taraf perbaikan dan pembenahan organisasi /rekruitmen pengurus baru dan konsultan ahli (www.bcwbanten.blogspot.com), semoga dalam waktu dekat dapat memiliki web hosting dan iklan yang tepat untuk kegiatan tersebut, serta desain serta saran-saran terbaik yang dapat anda berikan. Untuk itu kami juga mohon bantuan teknik dari anda.
Sementara ini setidaknya kumpulan kliping dan informasi dari berbagai sumber dapat anda akses sebagai pengetahuan dan menjadi bagian dari catatan Sejarah Banten kita.
Teguh I Prasetya HP. 085920770007
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Agustus 9, 2008
Biaya Pembelian Buku Paket Beratkan Orangtua
Serang, Kompas- Meski pemerintah telah memberlakukan buku sekolah elektronik, sebagian besar sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Banten tetap menggunakan buku paket yang harus dibeli di sekolah maupun toko buku yang ditunjuk. Para orangtua siswa merasa keberatan, karena harganya mencapai ratusan ribu rupiah.
Berdasarkan pantauan, Rabu (23/7), biaya pembelian buku pelajaran yang harus dikeluarkan para orangtua siswa berkisar antara Rp 100.000-Rp 500.000. Diantaranya, para orangtua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Koalisi Serang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Agustus 8, 2008
PENYAIR
Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Pertengkaran tadi siang dengan antar keluarga sangat tidak mengenakan bagiku. Masalah yang mestinya diperbaiki melalui generasi terbaik untuk melupakan dan tidak lagi mewarisi bibit konflik dikemudian hari. Jika menjadi dewasa artinya kita harus hadapi masa datang dengan tegar meninggalkan masa lalu dengan menciptakan dan memahami masa kini lebih baik.
Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Yang masih tersisa dan masih sangat kusayang dari perangkat perangku hingga kini, juga paling sangat bersejarah, sekaligus kisah romantis ketika berangkat dengan motor kekampus, adalah helmku. Helm itu bentuknya tidak karuan, kumal, dan dekil, dengan warna ungu yang kian pudar. Aku sangat sayang dengan helm itu dan tidak ingin kehilangannya.
Aku menyebutnya si helm keramat … yang bercerita banyak tentang kesaktian gerakan intelektual dan moral
si helm butut ……… helm dekil dengan kusam sejarah bangsa masa lalu dan kini yang tetap saja miskin
si helm kenangan …….. yang bercerita banyak tentang cinta yang hilang, lahir dari mata hati terdalam
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Hari ini aku memiliki suasana baru dengan mendandani motorku si elang perak tampak tampil elegan kembali. Hasilnya seperti gaya bandung saja dengan penampilan coreng moreng warna UNGU lumayan gagah dan sangat berbeda dengan motor lainnya, jadilah I N D I A N S T Y L E ala YUCATAN. Begitupula ketika ditambah kaca besar penahan angin yang sangat unik dan gagah. Kombinasi tinggal ditambah asesoris rumbai – rumbai buntut singga dirumahku. Sangat trendi dan berjiwa muda Motor Honda Supra X 125 DB dengan kaca besar antik terlihat dari jauh amat mirip dengan singa.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Semakin Banyak Artefak Indonesia Yang Dicuri: TREND EKONOMI KREATIF??
Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri atas pulau-pulau. Ada begitu banyak suku dan adat istiadat di Indonesia. Latar belakang ini melahirkan keragaman yang luar biasa. Ada ribuan, atau mungkin jutaan artefak budaya yang tersimpan di bumi pertiwi, mulai dari tarian, ornamen, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu, makanan dan minuman, seni Pertunjukan, produk arsitektur, dan lain sebagainya. Ini merupakan sebuah kekayaan luar biasa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ke Negara Indonesia.
Saat ini, kita hidup di era globalisasi yang sarat atas persaingan yang tinggi. Di babak ini, inovasi menjadi “bahan bakar” pertumbuhan ekonomi. Tingginya tingkat persaingan mengakibatkan ekonomi global harus terus bergerak mencari inovasi-inovasi baru. Intensitas kompetisi ini membuat terjadinya pergeseran dari “inovasi berbasis teknologi” menjadi “inovasi berbasis kreativitas”. Artefak-artefak tradisional, yang pada awalnya dianggap tidak bernilai ekonomi tinggi, menjadi sangat berharga. Hal inilah yang melatarbelakangi pencurian, pempatenan dan klaim Negara atau oknum Warga Negara Lain terhadap artefak budaya Indonesia. Beberapa artefak budaya Indonesia yang telah dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh negara lain antara lain: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Ekonomi-Politik Kebutuhan Pokok *
oleh: Rocky Gerung
Ekonomi Indonesia, kendati harus bekerja dalam tekanan imperatif global, sesungguhnya tidak pernah hanyut sepenuhnya dalam arus besar ekonomi pasar. Kita terus merasakan semacam dualisme pikiran dalam berbagai kebijakan ekonomi pemerintah, yaitu antara tuntutan global efficiency dan berbagai pertimbangan local wisdom.
Memang, berbagai indikator makro harus kita ukur dalam besaran-besaran efisiensi global, tetapi dimensi keadilan sosial juga selalu menuntut semacam politik pemihakan pada ekonomi kebutuhan pokok (basic needs). Dimensi etis ini mungkin merupakan sisa-sisa sosialisme dalam sejarah pemikiran sosial bangsa ini, yang sesekali muncul manakala disparitas kemakmuran terasa terlalu melebar. Atau barangkali hal itu merupakan reaksi instingtif sebuah negara post-colonial yang ingin mengartikulasikan politics of difference dalam politik internasional. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Agustus 7, 2008
Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya?
oleh: Syahrituah Siregar
Headline BPost, 13 Mei 2008 yang berjudul Subsidi Bagi Orang Kaya Rp.300T mengangkat tema yang sering dijadikan propaganda pendukung pencabutan subsidi BBM disamping subsidi yang dibakar rakyat. Makna yang dibangun dengan ini adalah betapa sia-sianya nilai tersebut untuk dibagikan kepada kalangan mampu ditengah merebaknya kemiskinan dan pengangguran. Lebih lanjut dalam berita tersebut, Khrisnamurti, Deputi Menko Perekonomian menjelaskan sekitar 70 persen BBM bersubsidi yang nilainya Rp.250-300 triliun hanya dinikmati oleh 40 persen orang kaya. Setelah itu, kelas menengah menikmati 10 persen dan warga miskin hanya menikmati 7 persennya. Secara absolut subsidi untuk orang miskin hanya Rp 75 triliun.
Pengamat ekonomi, Faisal Basri, juga mengamini hal tersebut. Menurutnya, selama ini subsidi BBM lebih banyak dinikmati orang kaya yang jumlahnya 10%, sebesar 45%, sementara 10% orang miskin menikmati kurang dari 1%. Kesimpulannya, subsidi BBM merupakan pemborosan sehingga sebaiknya harus segera dicabut. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 6, 2008
Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak ke PTS
Kompas Rabu, 6 Agustus 2008
JAKARTA, RABU – Kebijakan pendidikan tinggi yang dikeluarkan pemerintah terlihat masih belum berpihak kepada perguruan tinggi swasta. Akibatnya, perguruan tinggi swasta memiliki akses terbatas untuk bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan kualitas layanan pendidikan di masing-masing perguruan tinggi. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 6, 2008
KPK Periksa Ketua Komisi V DPR
Artikel Terkait:
Rabu, 6 Agustus 2008
JAKARTA, RABU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Achmad Muqoam, terkait kasus dugaan suap pembelian kapal patroli Departemen Perhubungan (Dephub) dengan tersangka anggota Komisi V dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (F-PBR) Bulyan Royan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Agustus 6, 2008
Rp 40 M Dana BI juga Mengalir ke Banyak Fraksi
Kompas Rabu, 6 Agustus 2008/
Artikel Terkait:
Paskah Makin Terseret Kasus Dana BI?
Baharudin Siap Dikonfrontasi dengan Hamka
Dana Bantuan Hukum Tak Perlu Dipertanggungjawabkan
Presiden Tidak Konsisten
Aulia: Ada Pertemuan Burhanuddin-Paskah-Rusli
JAKARTA, RABU – Mantan anggota Komisi IX DPR RI, Antony Zeidra Abidin, meminta uang sebesar Rp 40 miliar kepada Bank Indonesia untuk penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan amandemen UU BI. Laporan tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kasus aliran dana BI ke DPR.
“Antony pernah minta Rp 40 miliar karena melibatkan fraksi-fraksi, bukan individu. Tapi terealisasi cuma Rp31,5 miliar dan permintaan itu dilaporkan ke Aulia Pohan. Uang Rp40 miliar itu, Rp15 miliar untuk BLBI dan Rp25 miliar untuk amandemen,” ujar mantan analis BI 2001-2002, Asnar Ashari, ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (6/8) sore. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Agustus 4, 2008
Umumnya 95% lebih dari karyawan perusahaan MNC yang ada di Indonesia adalah putra-putri Indonesia. Pekerja di sektor gas Indonesia juga banyak ditarik oleh perusahaan gas Qatar: Qatargas. Para pelajar Indonesia Indonesia juga meraih medali emas dalam Olimpiade Sains dunia untuk Kimia dan Fisika. Begitu pula medali perak dan perunggu.
Ini merupakan satu tanda bahwa Indonesia bisa mandiri mengelola kekayaan alamnya sendiri. Tinggal bagaimana bangsa Indonesia memilih pemimpin yang mampu memimpin Indonesia jadi bangsa yang mandiri.
OLIMPIADE SAINS
Pelajar Indonesia Raih Medali Emas
Kompas, Jakarta, Senin, 28 Juli 2008 – Tradisi membawa pulang medali emas dari tim olimpiade sains Indonesia terus berlanjut. Pada Minggu (27/7) diinformasikan, Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu dari ajang Olimpiade Fisika Dunia yang berlangsung di Hanoi, Vietnam.
Persembahan medali emas juga diberikan kepada pelajar Indonesia yang bertarung dalam kompetisi Olimpiade Kimia Internasional di Budapest, Hongaria, yang diikuti 261 pelajar dari 73 negara. Tim yang pulang ke Tanah Air, Sabtu, juga merebut 1 medali perak dan 1 perunggu.
Medali emas dari Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) diraih Kevin Winata (SMAK I Penabur Jakarta) dan Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1, Medan), medali perak didapat Adam Badra Cahaya (SMAN 1, Jember) dan Thomas A Nugraha (SMAN 78, Jakarta), serta medali perunggu diraih Tyas Kosasih (SMA Taruna Nusantara, Magelang). Tim pelajar yang tergabung dalam TOFI dipimpin Kamsul Abraha dan Hendra Kwee.
Dalam Olimpiade Fisika Asia dan Internasional, pelajar Indonesia memiliki tradisi membawa pulang medali emas.
Perolehan medali emas dari Olimpiade Kimia Internasional dipersembahkan Kelvin Anggara (SMA Sutomo 1, Medan), medali perak diraih Vincentius Jeremy Suhardi (SMA St Louis, Surabaya), dan medali perunggu diraih Ariana Dwi Candra (SMAN 1 Pati, Jawa Tengah).
Baca artikel selengkapnya di:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/28/00233595/pelajar.indonesia.raih.medali.emas
Ditulis dalam Ensiklopedia, Pojok Kampus | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 3, 2008



Lokasi Gunung Pulosari, Situs Cihunjuran-Salakanagara; Pemandian Kolam Anglingdarma, kerajaan jaman batu sisa dolmen, menhir, dll. (foto doc. fisip kom a nr)


Klik dapat diakses dibawah ini contoh hasil karya mahasiswa Fisip Untirta
salakanagara
Citaman
Kenangan bersama anak-anak mahasiswa fisip Ikom Untirta 2008 dan Al Faris sebagai dosen tamu.
Menelusuri jejak sejarah dan budaya peninggalan megalitik purba dan konon Kerajaan Salakanagara abad ke 1 M. Mengandalkan intuisi untuk menemukan situs dan selebihnya dipandu oleh masyarakat.
Kami mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan yang tengah gonjang ganjing politik nasional dan berkabut kontradiksi. Dilereng gunung sebelum naik ke atas puncak Gunung Pulosari kami masih mendengar Soeharto telah wafat dari prosesi kematiannya yang selama ini sangat alot.
Dalam perjalanan hanya satu orang mahasiswi yang terkena halusinasi dan akhirnya sadar kembali. Diatas gunung hanya sebagian kecil dari kami dapat bersenang-senang, menari dan bernyanyi seperti orang indian yang menang perang, melabur muka dan badannya penuh coreng moreng dengan abu sisa kepulan letusan magma dari bawah kawah yang menyembur panas.
Udara dingin kabut tipis dan kolam air dilereng gunung pulosari hingga kini masih terasa sangat menyejukan bagi kami.
Ditulis dalam Budaya Lokal, Buku Harian | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Agustus 3, 2008
Keluarga Imam Samudera akan laporkan Kejagung ke Mahkamah Internasional
Minggu, 03 Agustus 08
Serang, Koran Internet: Keluarga Imam Samudera tersangka bom Bali I akan melaporkan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Mahkamah Internasional jika eksekusi itu dilaksanakan. Hal itu dikatakan adik Imam Samudera, Lulu Jamaludin, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »