Beberapa waktu lalu digelar dialog mengenai Perencanaan Kota Serang di auditorium Untirta atas nama penyelenggara dari Fisip Untirta yang dihadiri pembicara dari DRPD Kota Serang, Matin Syarqowi sebagai pendiri, dan Sekot Kota Serang. Datang berdua dengan budayawan Al Faris, orang bilang kami berdua pasangan duet maut dan termasuk aktivis paling senior di Kota Serang. Al Faris termasuk orang yang luar biasa, ia sangat berpengalaman, berilmu, dan jago diskusi. Satu yang kusuka darinya, reasoning powernya bagus dan sangat logis, disamping wawasan dan ilmunya yang termasuk tinggi. Begitu juga beberapa orang kawanku yang lain juga termasuk luarbiasa, ada boyke pribadi, iman nurasyadi, eka satia laksamana, ali suro, muhyi mohas, nandang wira kusuma, saefuddin, ucu, hari jaeni, iwan nit net, indra kusumah, manar mas, aditya, mohammad wan anwar, muhammad jais, gola gong, firmanvenayaksa, gandung ismanto, yoki yusanto, darul qutni,nandang aradea, arif senjaya, abdul hamid, anis fuad, dll.
Kami sempat berbincang cukup serius diluar setelah acara berakhir mengenai perkembangan Kota Serang pada saat ini dan rencana yang akan digulirkan. Kami berdua sangat berkepentingan karena sejak awal menjelang Kota Serang didirikan telah banyak melakukan diskusi dengan kawan-kawan untuk melihat sejauhmana persiapan Kota Serang berdiri dan mandiri.
Ditengah Kota Serang yang kini juga sedang ramai dengan bursa calon Walikota Serang, saya tertarik untuk kembali meluncurkan ide lama sejak tahun 2003 yaitu Dewan Kota atau Musyawarah Warga Kota Serang. Musyawarah warga kota merupakan wadah musyawarah pemersatu berbagai elemen masyarakat sekaligus sarana kajian, brainstorming dan problem solver dari berbagai masalah yang dianggap cukup krusial menyangkut kepentingan umum/publik. Hasilnya adalah usulan rekomendasi digunakan untuk dapat berdialog dengan parlemen dan eksekutif merumuskan dan menyelesaikan masalah. Sangat cocok sekali pada saat ini dimana Perencanaan Kota Serang masih belum menemukan format bentuknya yang sempurna sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masih dalam kondisi seperti bayi yang merangkak.
Berita informasi terakhir Sekot Serang mengundang berbagai elemen masyarakat secara lebih spesifik diundang untuk didengar masukan dan keterangannya bagi pembangunan Kota Serang. Semoga ini juga dapat mewakili masyarakat.
Saya ambil ide musyawarah warga kota dari contoh beberapa negara Eropa Barat dan Lembaga Riset AKA 3 Bandung yang pernah sukses menggelar komunikasi sosial pembangunan dan komunikasi politik yang melibatkan partisipasi publik secara massif bernama Sawarung (Musyawarah Warga Bandung), meskpun kemudian akhirnya tenggelam tak terdengar lagi. Mungkin karena masyarakat Bandung sudah berdaya dan tidak membutuhkan lagi atau karena pola gerakannya yang mulai berubah. Saya tak mendengar lagi.






































