Hutang 200 M dan Suap di Pandeglang

Bocoran informasi besok akan ada aksi konon terdengar sangat keras terjadi di Pandeglang menuntut Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah mundur dari jabatannya.Pinjaman hutang dari Bank BPD Jabar-Banten sebesar 200 milyard  yang konon kurang jelas peruntukannya untuk apa, juga melibatkan pula kasus suap 45 orang anggota DPRD Pandeglang.

Pandeglang kembali terkoyak, banyaknya kasus sejak dulu (1999-KUT 174 M, Karang Sari 5 M, dll) hingga saat ini, membuktikan daerah ini rawan konflik horisontal dan kasus korupsi.

Sangat sedih sekali, daerah ini ditengah kemiskinan rakyatnya, sesungguhnya sangat seksi sekali karena memiliki potensi yang sangat luarbiasa dengan kekayaan alam, keindahan wisata alam, hutan dan budaya, serta sejarah juga prasejarah dimasa lalu. Saya sangat menyukainya.

About these ads

3 responses

  1. Rohimy Ahmad

    bener” dah bobrok yang kabupatenku tercinta ini… :( :(
    ada apa ini, bahkan kemaren aja pemeriksaan bupati hanya 45 menit doang, apakah dia masih mau melobi para jaksa biar dia lolos dari jeratan hukum :mad: :mad:, aturannya persiden harus menon aktifkan bupati sebab penyelenggaraan pemerintahan pandeglang akan terbengkalai dengan adanya kasus tersebut contohnya: pembahasan LKPj bupati sampai sekarang belum dibahas..

    Sabtu, April 18, 2009 pukul 9:56 pm

  2. abdulmiis

    Yang namanya korupsi tetep KORUPSI..! siapapun itu Presiden, Menteri, Gubernur bahkan Bupati/Walikota harus diberantas karena upeti yang semestinya kita nikmati eh…malah di lebok ku tangkorak Endeh (Dimyati Nata DE COCO dan DPRD Pandeglang yang sudah edan, bokbrok, korup, penghianat. KPK yang terrkesan galak ga bisa nyelesein kasus SUAP 200 M ini percis kaya macan ompong hanya bisa mengaum keasikitan karena giginya diserang rayap.

    Minggu, Februari 1, 2009 pukul 7:51 pm

  3. Dadan

    Bupati sudah korup begitu kok masih di diamkan?Sekarang tinggal menunggu kejaksaan aja apakah sanggup untuk menjebloskan bupati yang korup ke dalam sel?Jangan hanya bisa melindungi penguasa saja,sedangkan orang yang nggak tahu apa2x yang jadi korbannya untuk dijadikan tumbal.Kalo nggak berani,serahkan saja ke KPK.

    Minggu, Agustus 10, 2008 pukul 11:15 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 196 pengikut lainnya.