Hari ini selesai sudah mengambil banyak data dari situs untuk kembali pulang mengkaji banyak data akademik dan lain-lain. Kembali pulang kekamar atas yang berantakan seperti kapal pecah dengan buku-buku, koran, majalah, dan kertas yang berhamburan.
Arsip untuk Juli 30th, 2008
Pulang
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »
Hutang 200 M dan Suap di Pandeglang
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Bocoran informasi besok akan ada aksi konon terdengar sangat keras terjadi di Pandeglang menuntut Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah mundur dari jabatannya.Pinjaman hutang dari Bank BPD Jabar-Banten sebesar 200 milyard yang konon kurang jelas peruntukannya untuk apa, juga melibatkan pula kasus suap 45 orang anggota DPRD Pandeglang.
Pandeglang kembali terkoyak, banyaknya kasus sejak dulu (1999-KUT 174 M, Karang Sari 5 M, dll) hingga saat ini, membuktikan daerah ini rawan konflik horisontal dan kasus korupsi.
Sangat sedih sekali, daerah ini ditengah kemiskinan rakyatnya, sesungguhnya sangat seksi sekali karena memiliki potensi yang sangat luarbiasa dengan kekayaan alam, keindahan wisata alam, hutan dan budaya, serta sejarah juga prasejarah dimasa lalu. Saya sangat menyukainya.
Ditulis dalam Budaya Lokal, Hukum & Politik | 3 Komentar »
Hasan Sohib
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Sangat mengganggu sekali tokoh yang satu ini bagi masyarakat Banten sejak dulu. Kontroversial dan banyak kasus. Bagi yang mengagumi tokoh yang satu ini berdalih bahwa tokoh satu ini termasuk fenomenal. Beda dengan yang lain.
Hingga tak heran kemudian berdasarkan hasil riset Profesor Okamoto menganggap Hasan Sohib adalah Gubernur Jenderal yang sesungguhnya di Banten.
Ditulis dalam Budaya Lokal | 2 Komentar »
Tokoh Nasional Kembali
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Gus Dur dan Amien Rais ‘Join’ Selamatkan Kekayaan Negara
Muhammad Nur Hayid – detikNews
Detik.com. Jakarta, Senin, 28/07/2008 – Sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN). Mereka bertujuan menyelamatkan kekayaan negara yang dinilai salah urus. Tampak Amien Rais, Abdurahman Wahid, dan Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan itu.
Dalam pertemuan yang digelar di Gedung GBHN, Senin (28/7/200
yang terletak di Komplek DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, hadir pula beberapa anggota DPR dan DPD.
Informasi yang diperoleh detikcom, KPKN ini dibentuk untuk menyelamatkan kekayaan negara dari kerusakan maupun kegiatan pemanfaatan negara hanya untuk kepentingan segelintar orang. KPKN ini juga menaruh perhatian pada industri strategis dan sumber daya alam. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »






































