Ketika Aku Mencarimu

Aku sudah lelah mencarimu nomor hpmu lenyap ditelan bumi bersama hilangnya hpku.Aku mencarimu entah dimana kamu berada. Dari tiap musim semi revolusi kemarin dan saat ini, aku menunggumu. Menunggu juga waktu berlalu disaat senja yang gelisah dan pekerjaan yang menyita habis hidupku.Putaran arus begitu sangat deras tak terasa mungkin aku akan melupakanmu seperti daun kering yang jatuh kebumi dimusim kemarau yang meranggas. Jika saja waktu kuputar balik dan kenangan akhir dari desember yang diterpa hujan sangat deras serta badai angin yang begitu sangat kencang menyapu tak menghalangiku surut berani menemuimu, mungkin cerita akan sangat lain. Begitupula kisah yang lain luput dari genggaman jiwaku.

Cerita baru kemudian terurai namun juga berlalu, ada sedikit kenangan yang tersisa, seperti angin berhembus yang datang sepoi-sepoi hanya memberi sedikit asa yang hilang. Tetapi kemudian sirna kembali tak kunjung datang. Aku merasa kehilanganmu.

Mimpiku masih banyak yang belum selesai dan tuntas. Masih amat sangat banyak. Aku membutuhkan air yang jernih ditepi kolam mata air  tempat aku melepas dahagaku ketika pulang.

Ditulis dalam Buku Harian. 3 Komentar »

3 Tanggapan ke “Ketika Aku Mencarimu”

  1. Mimi Says:

    Manusia punya pilihan dalam menjalankan hidupnya. Seperti buku petualangan, pilihan akan mengantarkan kita pada bab yang berbeda-beda.
    Manusia tidak ada yang sempurna, tapi bukan untuk jadi pembenaran “manusia tempatnya salah”, karena manusia diberi akal untuk memilih jalan yang salah atau memilih yang lain, maka cerita akan berlanjut ke bab berikutnya.

  2. boyke Says:

    bro..kadang sebetulnya yang kita cari adanya didepan mata. seperti kata lagu rhoma; gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, tapi kuman di sebrang lautan bisa kelihatan (walaupun dalam konteks lagu rhoma itu tentang kesalahan). Atau kalau pinjam istilah mario teguh, kesempatan ataupun sesuatu itu sebenarnya ada dalam sederetan pintu-pintu yang KELIHATANNYA terkunci, padahal pintu itu sama sekali tidak terkunci ketika kita membukanya. Hanya saja kadang kita malas membuka pintu-pintu itu karena kita menganggap pintu itu terkunci.
    malah skrg yg kamu cari mungkin sedang siaran di radio dgn inisial SL??? he he he he (103.2 FM kaleee’)


Tinggalkan Balasan