Hukuman mati bagi koruptor kelas kakap bukan dagangan baru di Indonesia. Tahun 2001 kami dari BCW (Banten Corruption Watch) pernah menggelar aksi demonstrasi dan mengeluarkan MANIFESTO ANTI KORUPSI yang berisi tuntutan hukuman mati bagi koruptor kelas kakap berdasarkan standar nominal angka rupiah yang dikorupsi Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Juli 22nd, 2008
Hukuman Mati Bagi Koruptor Bukan Dagangan Baru
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Ditulis dalam Artikel, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Koruptor Di Hukum Mati
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Kejagung: Koruptor Bisa Dihukum Mati
Artikel Terkait:
Kompas Selasa, 22 Juli 2008 | 21:39 WIB
JAKARTA, SELASA- Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy menegaskan, koruptor di Indonesia bisa dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati ini dijatuhkan apabila koruptor tersebut melakukan korupsi dalam keadaan tertentu. Yakni mengorupsi dana untuk penanggulangan bencana, penanggulangan kerusuhan sosial dan penanggulangan krisis moneter.
“Koruptor bisa dihukum mati kalau yang dikorupsi dana bencana alam,” tegas Marwan seusai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di Kejagung, Jakarta, Selasa (22/7).
Pasal hukuman mati, menurut Marwan terdapat dalam pasal 2 ayat 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Isinya, “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaiman dimaksud ayat 1 dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dijatuhkan”. Penjelasan pasal tersebut adalah,”Yang dimaksud dengan keadaan tertentu, apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter dan penangggulangan tindak pidana korupsi”.
“Kalau ketentuan tersebut tidak dipenuhi, ya tidak bisa,” lanjut Marwan.
Yuli Sulistyawan
Sumber : Persda Network
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Jangan Bohong APBN Jebol
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Pemerintah Jangan Bohong
Artikel Terkait:
Kwik Tantang Audit Keuangan Pertamina
Wapres Kecam Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie
Kompas Senin, 21 Juli 2008 | 17:00 WIB
DEPOK, SENIN – Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie meminta pemerintah untuk tidak bohong ketika mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ditempuh untuk menyelamatkan APBN yang tidak sanggup lagi menanggung beban subsidi masyarakat terhadap BBM. Sebelumnya, dalam seminar Mafia Minyak yang diselenggarakan hari ini, Senin (21/7), di FE UI Depok, Kwik menjelaskan tentang selisih perhitungannya terhadap hasil penjualan dan harga pokok penjualan BBM.
Kwik mendapatkan bahwa sebenarnya pemerintah mengalami surplus sebesar Rp 112.649 trilyun. “Jadi sebenarnya bohong kalau dikatakan APBN itu jebol,” ujar Kwik. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
RAPBN 2009 Harga Minyak Di Patok 140 USD/Barel
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
RAPBN 2009, Harga Minyak 140 Dollar AS Per Barel
Artikel Terkait:
- Minyak Naik, Dollar AS Terkulai
- Berantas Mafia Minyak, Kuncinya Di Transparansi
- Kenaikan Harga Minyak Dunia Tak Untungkan Sektor Migas Indonesia
- Purnomo Bantah Temuan ICW
- Minyak Terpeleset ke Bawah 130 Dollar AS
Kompas Selasa, 22 Juli 2008 | 22:54 WIB
JAKARTA, SELASA – Meskipun DPR merekomendasikan asumsi harga minyak mentah dunia di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 berkisar antara 95 hingga 120 dollar AS per barrel, pemerintah justru akan menetapkan asumsi harga minyak di RAPBN sebesar 140 dollar AS per barrel. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Biaya pansus hak angket
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
ICW tadi malam mengkritik biaya pansus hak angket anggarannya terlalu besar 2 milyard lebih
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ketika Aku Mencarimu
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Aku sudah lelah mencarimu nomor hpmu lenyap ditelan bumi bersama hilangnya hpku.Aku mencarimu entah dimana kamu berada. Dari tiap musim semi revolusi kemarin dan saat ini, aku menunggumu. Menunggu juga waktu berlalu disaat senja yang gelisah dan pekerjaan yang menyita habis hidupku.Putaran arus begitu sangat deras tak terasa mungkin aku akan melupakanmu seperti daun kering yang jatuh kebumi dimusim kemarau yang meranggas. Jika saja waktu kuputar balik dan kenangan akhir dari desember yang diterpa hujan sangat deras serta badai angin yang begitu sangat kencang menyapu tak menghalangiku surut berani menemuimu, mungkin cerita akan sangat lain. Begitupula kisah yang lain luput dari genggaman jiwaku.
Cerita baru kemudian terurai namun juga berlalu, ada sedikit kenangan yang tersisa, seperti angin berhembus yang datang sepoi-sepoi hanya memberi sedikit asa yang hilang. Tetapi kemudian sirna kembali tak kunjung datang. Aku merasa kehilanganmu.
Mimpiku masih banyak yang belum selesai dan tuntas. Masih amat sangat banyak. Aku membutuhkan air yang jernih ditepi kolam mata air tempat aku melepas dahagaku ketika pulang.
Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »
































RSS - Posts



