Saya tidak tahu apakah sekarang masih relevankah tuntutan bubarkan Golkar ? Jika ingat dahulu tahun 1998-1999 fenomena itu pernah terjadi, baik dari kalangan aktivis radikal maupun spiritual. Mereka tetap bertahan karena banyak hal yang telah membuat mereka digdaya dengan polanya yang luarbiasa dalam bermain politik. Licin dan cerdik kadang licik. Imbasnya adalah sebuah metode pengajaran yang buruk bagi partai lainnya. Tak heran kemudian ditiru oleh banyak parpol. Jadi sulit sekali mengatakan siapa yang orba dan bukan orba. Kami mungkin hanya cukup mengenang saja dimasa lalu.
Kenangan itu telah berlalu, namun kini rasanya kembali hidup lagi jika berangkat dari proses awal disetujuinya hak angket tanggal 24 Juni bulan yang lalu hingga kemarin perebutan pemilihan ketua pansus hak angket. Seperti menyentak dan membalikan ingatan sebagian besar kami.






































