Teguh Iman Prasetya

Membangun Masyarakat Islami

Arsip untuk Juli 10th, 2008

Hak Angket

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008

BEREBUT PIMPIN ANGKET BBM

Setelah melalui proses berliku, DPR akhirnya berhasil memilih ketua panitia angket kenaikan harga BBM. Orang yang beruntung itu adalah Zulkifli Hasan. Bagi para politisi, terpilihnya Zulkifli itu tentu memiliki makna tersendiri. Bisa bermakna kemenangan, kekalahan, kesenangan, atau kekecewaan. Tapi tentu tidak demikian bagi rakyat.

Rakyat tidak akan merasakan makna langsung dari peristiwa tersebut. Sebab, bagi mereka, yang penting, kesengsaraan rakyat akibat kenaikan harga BBM tersebut segera berakhir. Kelihatannya, harapan itu tidak akan langsung terwujud begitu ketua angket BBM terpilih.

Kalau kita sekedar merekam statemen kalangan anggota dewan, khususnya yang mendukung pembentukan panitia angket memang akan mendatangkan manfaat yang besar bagi rakyat.

Namun, kalau kita menyimak perjalanan pembentukan panitia itu dan pemilihan ketuanya, sangat utopis bila harapan itu masih ditambatkan. Mengapa, sebab bau busuk yang tercium sekarang bukan lagi memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, lebih kepada kepentingan kelompok mereka sendiri.

Dari proses penentuan ketua panitia, DPR benar-benar menusuk ulu hati rakyat. Mereka menyuguhkan permainan politik yang samasekali tak etis, tidak pantas, dan melukai. Tampak sekali wakil rakyat itu tidak peduli samasekali terhadap penderitaan rakyat.

Dalam kasus ini, wakil rakyat dari Partai Golkar dan Demokrat sejak awal menolak angket dan berusaha keras menjegal terlihat ingin menjadi pemegang pengendali (tidak lucu).

Memang, seperti yang sudah-sudah, para wakil rakyat itu sangat lihai dalam dalam memberikan argumentasi untuk membenarkan tindakan mereka. Namun, hati nurani rakyat tetap bisa menilai bahwa argumentasi yang disampaikan itu hanyalah akal-akalan semata.

Rakyat tetap bisa menangkap bahwa upaya menjadi ketua panitia angket tersebut merupakan usaha terakhir setelah gerakan membendung pembentukan hak angket itu gagal. Golkar dan Demokrat sebagai partai pemerintah ingin panita angket yang sudah terlanjur dibentuk itu, menjadi JINAK dan tidak membahayakan pemerintah.

Syukur, upaya Golkar dan Demokrat “membelokan” angket BBM tersebut akhirnya gagal. Sebab, kemudi kemudian dikuasai oleh Zulkifli dari FPAN. Namun, dengan dikuasainya kemudi panitia angket itu oleh Zulkifli Hasan apakah keberadaan panitia itu akan bermakna bagi rakyat.? Jawabannya, waktu yang akan berbicara.

Tetapi, melihat perjalanan wakil rakyat selama ini, rasanya berlebihan jika harapan itu ditambatkan kepada mereka.Mungkin bagi kalangan “oposisi”, hal itu akan bisa mendatangkan keuntungan politis. Namun, bagi rakyat belum tentu.

Bisa jadi, rakyat akan tetap pada posisi tetap menderita dan susah akibat kenaikan BBM. Sedangkan para politisi asyik berbisik-bisik untuk menjadikan hal itu sebagai melanggengkan karir politik mereka.

Kecurigaan tersebut mungkin berlebihan. Namun, itu menjadi sangat wajar bila melihat pengalaman selama ini. Kini kembali kepada para politisi di Senayan, apakah mereka akan semakin menambah dan memperdalam apatisme rakyat atau sebaliknya.

Sumber : Editorial Jati Diri
Harian IndoPos 10 Juli 2008

Ditulis dalam Hukum & Politik, Pojok Kampus | Leave a Comment »

Les Miserables dan Harga Seorang Manusia

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008

Les Miserables dan Harga Seorang Manusia

“Mati bukanlah soal; yang mengerikan adalah tidak hidup”

(Jean Valjean)

Laki-laki yang dipenjara karena persoalan sepele itu memang bernasib malang. Hukum mengganjarnya dengan tidak adil, mencuri hanya karena ingin menyelamatkan keluarganya yang kelaparan membuat dirinya terlibat akan konflik moral berkepanjangan. 19 tahun dipenjara untuk sebuah roti dan beberapa kali usaha melarikan diri. Jean Valjean, lelaki itu keluar dari penjara dengan api dendam yang berkobar. Diperlakukan semena-mena, hukum yang kaku, aturan yang dingin, hanya secuil dari segudang ketidakpuasaan akan hidup yang dirasainya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | 1 Komentar »

Balada Orang Pedalaman

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008

Data Tahun 2003

Sumber Daya Alam

” Masalah Hutan, Masyarakat Lokal dan Hapuskan Hutang”

Teguh I Prasetya

Balada orang-orang pedalaman dihutan digunung dan dipesisir, mereka yang datang dari kota, tega bodohi mereka, lihat tatapan mata yang kosong tak mengerti apa yang terjadi, balada orang­-orang pedalaman yang menari dan menyanyi dihalau bising, deru ribuan gergaji…. dst.

Balada Orang Pedalaman – Iwan Fals

Petikan lagu “Balada Orang Pedalaman” itu penulis kutip dari karya Iwan Fals masih relevan dengan kondisi saat ini, juga merupakan refleksi masyarakat pedalaman yang ada dipinggir hutan menghadapi    pembangunan. Kekalahan komunitas masyarakat lokal dikemudian hari menjadi sumber konflik yang terjadi akibat kekerasan struktural dan sistem kekuasaan yang begitu sangat dominan oleh patron klien dimasa orde baru hingga saat ini.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Budaya Lokal, Ekonomi Pembangunan, Lingkungan | Leave a Comment »