Arsip untuk Juli, 2008
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 31, 2008
Beberapa waktu lalu digelar dialog mengenai Perencanaan Kota Serang di auditorium Untirta atas nama penyelenggara dari Fisip Untirta yang dihadiri pembicara dari DRPD Kota Serang, Matin Syarqowi sebagai pendiri, dan Sekot Kota Serang. Datang berdua dengan budayawan Al Faris, orang bilang kami berdua pasangan duet maut dan termasuk aktivis paling senior di Kota Serang. Al Faris termasuk orang yang luar biasa, ia sangat berpengalaman, berilmu, dan jago diskusi. Satu yang kusuka darinya, reasoning powernya bagus dan sangat logis, disamping wawasan dan ilmunya yang termasuk tinggi. Begitu juga beberapa orang kawanku yang lain juga termasuk luarbiasa, ada boyke pribadi, iman nurasyadi, eka satia laksamana, ali suro, muhyi mohas, nandang wira kusuma, saefuddin, ucu, hari jaeni, iwan nit net, indra kusumah, manar mas, aditya, mohammad wan anwar, muhammad jais, gola gong, firmanvenayaksa, gandung ismanto, yoki yusanto, darul qutni,nandang aradea, arif senjaya, abdul hamid, anis fuad, dll.
Kami sempat berbincang cukup serius diluar setelah acara berakhir mengenai perkembangan Kota Serang pada saat ini dan rencana yang akan digulirkan. Kami berdua sangat berkepentingan karena sejak awal menjelang Kota Serang didirikan telah banyak melakukan diskusi dengan kawan-kawan untuk melihat sejauhmana persiapan Kota Serang berdiri dan mandiri.
Ditengah Kota Serang yang kini juga sedang ramai dengan bursa calon Walikota Serang, saya tertarik untuk kembali meluncurkan ide lama sejak tahun 2003 yaitu Dewan Kota atau Musyawarah Warga Kota Serang. Musyawarah warga kota merupakan wadah musyawarah pemersatu berbagai elemen masyarakat sekaligus sarana kajian, brainstorming dan problem solver dari berbagai masalah yang dianggap cukup krusial menyangkut kepentingan umum/publik. Hasilnya adalah usulan rekomendasi digunakan untuk dapat berdialog dengan parlemen dan eksekutif merumuskan dan menyelesaikan masalah. Sangat cocok sekali pada saat ini dimana Perencanaan Kota Serang masih belum menemukan format bentuknya yang sempurna sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masih dalam kondisi seperti bayi yang merangkak.
Berita informasi terakhir Sekot Serang mengundang berbagai elemen masyarakat secara lebih spesifik diundang untuk didengar masukan dan keterangannya bagi pembangunan Kota Serang. Semoga ini juga dapat mewakili masyarakat.
Saya ambil ide musyawarah warga kota dari contoh beberapa negara Eropa Barat dan Lembaga Riset AKA 3 Bandung yang pernah sukses menggelar komunikasi sosial pembangunan dan komunikasi politik yang melibatkan partisipasi publik secara massif bernama Sawarung (Musyawarah Warga Bandung), meskpun kemudian akhirnya tenggelam tak terdengar lagi. Mungkin karena masyarakat Bandung sudah berdaya dan tidak membutuhkan lagi atau karena pola gerakannya yang mulai berubah. Saya tak mendengar lagi.
Ditulis dalam Komunikasi dan Perubahan Sosial, Pojok Kampus | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Hari ini selesai sudah mengambil banyak data dari situs untuk kembali pulang mengkaji banyak data akademik dan lain-lain. Kembali pulang kekamar atas yang berantakan seperti kapal pecah dengan buku-buku, koran, majalah, dan kertas yang berhamburan.
Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Bocoran informasi besok akan ada aksi konon terdengar sangat keras terjadi di Pandeglang menuntut Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah mundur dari jabatannya.Pinjaman hutang dari Bank BPD Jabar-Banten sebesar 200 milyard yang konon kurang jelas peruntukannya untuk apa, juga melibatkan pula kasus suap 45 orang anggota DPRD Pandeglang.
Pandeglang kembali terkoyak, banyaknya kasus sejak dulu (1999-KUT 174 M, Karang Sari 5 M, dll) hingga saat ini, membuktikan daerah ini rawan konflik horisontal dan kasus korupsi.
Sangat sedih sekali, daerah ini ditengah kemiskinan rakyatnya, sesungguhnya sangat seksi sekali karena memiliki potensi yang sangat luarbiasa dengan kekayaan alam, keindahan wisata alam, hutan dan budaya, serta sejarah juga prasejarah dimasa lalu. Saya sangat menyukainya.
Ditulis dalam Budaya Lokal, Hukum & Politik | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Sangat mengganggu sekali tokoh yang satu ini bagi masyarakat Banten sejak dulu. Kontroversial dan banyak kasus. Bagi yang mengagumi tokoh yang satu ini berdalih bahwa tokoh satu ini termasuk fenomenal. Beda dengan yang lain.
Hingga tak heran kemudian berdasarkan hasil riset Profesor Okamoto menganggap Hasan Sohib adalah Gubernur Jenderal yang sesungguhnya di Banten.
Ditulis dalam Budaya Lokal | 2 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juli 30, 2008
Gus Dur dan Amien Rais ‘Join’ Selamatkan Kekayaan Negara
Muhammad Nur Hayid – detikNews
Detik.com. Jakarta, Senin, 28/07/2008 – Sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN). Mereka bertujuan menyelamatkan kekayaan negara yang dinilai salah urus. Tampak Amien Rais, Abdurahman Wahid, dan Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan itu.
Dalam pertemuan yang digelar di Gedung GBHN, Senin (28/7/200
yang terletak di Komplek DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, hadir pula beberapa anggota DPR dan DPD.
Informasi yang diperoleh detikcom, KPKN ini dibentuk untuk menyelamatkan kekayaan negara dari kerusakan maupun kegiatan pemanfaatan negara hanya untuk kepentingan segelintar orang. KPKN ini juga menaruh perhatian pada industri strategis dan sumber daya alam. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 29, 2008
Juli 29, 2008
Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.
“Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun untuk pemilik SBI/SUN. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 29, 2008
Ini Dia Wakil Rakyat Penerima Aliran Dana BI
KOMPAS/DANU KUSWORO
Gedung DPR
/
Artikel Terkait:
Kompas Senin, 28 Juli 2008 | 17:30 WIB
JAKARTA, SENIN-Berikut ini adalah nama-nama anggota Komisi IX (Komisi Perbankan dan Keuangan) DPR periode 1999-2004 yang menerima aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) seperti diungkap tersangka Hamka Yamdhu (anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (28/7). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juli 28, 2008
Untirta adalah milik negara, milik Indonesia dan kebanggaan rakyat Banten sesuai cita-cita Propinsi Banten ketika berdiri. Ini adalah realita dan tidak dapat diputarbalik atau justifikasi pembenaran apapun. Jadi dengan demikian pertanggungjawaban harus dilaporkan pada negara, bukan orang perseorangan atau kelompok, termasuk otoritas wilayah fakultas sendiri.
Berita terbaru kini masalah SMUK telah melalui rapat rekomendasi Senat dan Rektor untuk mengantipasi masalah tersebut. Informasi terakhir berdasarkan edaran SK. Rektor adalah laporan keuangan harus transparan dan akuntabilitas disetorkan pada KPKN Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | 7 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Juli 27, 2008
Hari ini saya tetap terus berfikir untuk memecahkan masalah nasional yaitu mngenai ;
- problematika sistem ekonomi
- problematika sosial budaya
- problematika sistem politik
- problematika sistem hukum
Sistem adalah sebuah dinamika yang berkembang dan bergejolak didalam struktur. Ia tidak selamanya sebilah alur garis linier yang dapat dipastikan melalui master plan yang terencana dengan baik (seringkali melesat lihat Bapennas dll), tetapi kadang menciptakan dinamika baru yang sarat pergolakan dimulai dengan adanya tesis-antithesa-dan akhirnya sintesa baru (mengutip hegel). Ketika struktur tidak lagi cocok memenuhi kapasitas kebutuhan rakyat dan dinamika begitu sangat kuat mendesak maka struktur dapat berubah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 4 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 25, 2008
Pertanyaan Burung Kesembilan Belas
Seekor burung lain berkata pada Hudhud, “Katakan padaku, kau yang terpuji di seluruh dunia, apakah yang mesti kuperbuat agar merasa puas akan perjalanan ini? Jika kau katakan padaku, hatiku akan menjadi lebih ringan dan aku akan bersedia dipimpin dalam usaha ini. Sesungguhnya, petunjuk perlu, agar kita tak menjadi takut. Karena aku hanya ingin menerima petunjuk dari dunia gaib, maka dengan alasan yang layak, ku tolak petunjuk palsu dari makhluk-makhluk di bumi.”
“Selama kau hidup,” jawab Hudhud, “hendaklah kau merasa puas mengingat Tuhan, dan waspadalah terhadap omongan yang tak bijaksana. Bila kau dapat berbuat demikian, kerisauan dan kesedihan jiwamu akan lenyap. Hiduplah dalam Tuhan dengan rasa puas; berputarlah bagai kubah langit lantaran cinta pada-Nya. Jika ada yang lebih baik lagi kau ketahui, katakanlah itu, o burung malang, agar kau dapat merasa bahagia setidak-tidaknya buat sejenak.” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 24, 2008
|
Kompas
Rabu , 30 Mei 2007
Oleh : Suhardi Suryadi Direktur LP3ES
Mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia yang menuntut kenaikan gaji memperjelas keberadaan industri ekstraktif di Indonesia yang hingga kini belum mampu menjadi lokomotif dalam menyejahterakan kehidupan negara dan bangsa.
Dalam kacamata awam, kondisi ini tidak masuk akal karena ratusan industri tambang, minyak, dan gas seharusnya memberi pendapatan amat besar dalam membiayai pembangunan dan memperbaiki tingkat sosial-ekonomi masyarakat.
Namun, faktanya terbalik. Industri ekstraktif justru mengakibatkan kemiskinan, pertumbuhan rendah, dan pembangunan lambat. Salah satu indikasinya terlihat dari posisi Indonesia dalam indeks pembangunan manusia yang masih pada kategori kurang memuaskan (PBB, 2002). Baca entri selengkapnya »
|
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 24, 2008
Harga Minyak Terus Turun
Artikel Terkait:
Minyak Naik Jadi Peluang
BEI Dibuka Merah
Kembali Turun, Minyak di Bawah 125 Dollar AS
Minyak Turun Lagi
Kompas Kamis, 24 Juli 2008
SINGAPURA, KAMIS - Harga minyak dunia turun lagi di perdagangan Asia, Kamis (24/7), di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia, kata dealer.
Dalam perdagangan pagi, kontrak utama New York, untuk minyak mentah jenis light sweet pengiriman September turun 55 sen menjadi 123,89 dollar per barel pada Kamis dari penutupan perdagangan Rabu, 124,44 dollar per barrel. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 24, 2008
Juli 24, 2008 Info Indonesia
Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM Tahun 2005
Tags: Anggito Abimanyu, daftar nama pendukung kenaikan harga bbm, Gunawan Muhammad, Luthfi Assyaukanie, M Chatib Basri, Pendukung Kenaikan Harga BBM, Rizal Mallarangeng, Ulil Abshar Abdalla
Berikut nama-nama pendukung kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. Mereka memasang iklan dukungan kenaikan harga BBM di berbagai media massa. Bahkan LPEM FEUI membuat “studi Ilmiah” yang menyatakan kemiskinan berkurang jika harga BBM dinaikkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 24, 2008
Tadi malam perdebatan wacana hukuman mati begitu sangat ramai diacara Debat dan Save Our Nation. Pasal 28i UUD 1945, ratifikasi PBB, dan RPJMN 2009 yang diusung oleh PBHI Hendardi serta Stanley dari Komnas Ham tentang hak hidup manusia. Sementara itu Henry Yosodiningrat Ketua Umum Badan Anti Narkotika Nasional dan Pakar Hukum UI Jakarta Rudi Satriyo berpendapat tetap mempertahankan hukuman mati bagi pelanggar hukum berat seperti koruptor, narkoba, dan tindak kriminalitas yang diluar batas kemanusiaan. Sebagai perbandingan hampir 104 negara termasuk China, Timur Tengah, dan sebagian besar negara bagian Amerika Serikat masih menerapkan hukuman mati. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008

Hukuman mati bagi koruptor kelas kakap bukan dagangan baru di Indonesia. Tahun 2001 kami dari BCW (Banten Corruption Watch) pernah menggelar aksi demonstrasi dan mengeluarkan MANIFESTO ANTI KORUPSI yang berisi tuntutan hukuman mati bagi koruptor kelas kakap berdasarkan standar nominal angka rupiah yang dikorupsi Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Kejagung: Koruptor Bisa Dihukum Mati
TPG Images
/
Artikel Terkait:
Kompas Selasa, 22 Juli 2008 | 21:39 WIB
JAKARTA, SELASA- Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy menegaskan, koruptor di Indonesia bisa dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati ini dijatuhkan apabila koruptor tersebut melakukan korupsi dalam keadaan tertentu. Yakni mengorupsi dana untuk penanggulangan bencana, penanggulangan kerusuhan sosial dan penanggulangan krisis moneter.
“Koruptor bisa dihukum mati kalau yang dikorupsi dana bencana alam,” tegas Marwan seusai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di Kejagung, Jakarta, Selasa (22/7).
Pasal hukuman mati, menurut Marwan terdapat dalam pasal 2 ayat 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Isinya, “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaiman dimaksud ayat 1 dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dijatuhkan”. Penjelasan pasal tersebut adalah,”Yang dimaksud dengan keadaan tertentu, apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter dan penangggulangan tindak pidana korupsi”.
“Kalau ketentuan tersebut tidak dipenuhi, ya tidak bisa,” lanjut Marwan.
Yuli Sulistyawan
Sumber : Persda Network
Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Pemerintah Jangan Bohong
Artikel Terkait:
Kwik Tantang Audit Keuangan Pertamina
Wapres Kecam Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie
Kompas Senin, 21 Juli 2008 | 17:00 WIB
DEPOK, SENIN – Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie meminta pemerintah untuk tidak bohong ketika mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ditempuh untuk menyelamatkan APBN yang tidak sanggup lagi menanggung beban subsidi masyarakat terhadap BBM. Sebelumnya, dalam seminar Mafia Minyak yang diselenggarakan hari ini, Senin (21/7), di FE UI Depok, Kwik menjelaskan tentang selisih perhitungannya terhadap hasil penjualan dan harga pokok penjualan BBM.
Kwik mendapatkan bahwa sebenarnya pemerintah mengalami surplus sebesar Rp 112.649 trilyun. “Jadi sebenarnya bohong kalau dikatakan APBN itu jebol,” ujar Kwik. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
RAPBN 2009, Harga Minyak 140 Dollar AS Per Barel
Artikel Terkait:
Kompas Selasa, 22 Juli 2008 | 22:54 WIB
JAKARTA, SELASA – Meskipun DPR merekomendasikan asumsi harga minyak mentah dunia di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 berkisar antara 95 hingga 120 dollar AS per barrel, pemerintah justru akan menetapkan asumsi harga minyak di RAPBN sebesar 140 dollar AS per barrel. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
ICW tadi malam mengkritik biaya pansus hak angket anggarannya terlalu besar 2 milyard lebih
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juli 22, 2008
Aku sudah lelah mencarimu nomor hpmu lenyap ditelan bumi bersama hilangnya hpku.Aku mencarimu entah dimana kamu berada. Dari tiap musim semi revolusi kemarin dan saat ini, aku menunggumu. Menunggu juga waktu berlalu disaat senja yang gelisah dan pekerjaan yang menyita habis hidupku.Putaran arus begitu sangat deras tak terasa mungkin aku akan melupakanmu seperti daun kering yang jatuh kebumi dimusim kemarau yang meranggas. Jika saja waktu kuputar balik dan kenangan akhir dari desember yang diterpa hujan sangat deras serta badai angin yang begitu sangat kencang menyapu tak menghalangiku surut berani menemuimu, mungkin cerita akan sangat lain. Begitupula kisah yang lain luput dari genggaman jiwaku.
Cerita baru kemudian terurai namun juga berlalu, ada sedikit kenangan yang tersisa, seperti angin berhembus yang datang sepoi-sepoi hanya memberi sedikit asa yang hilang. Tetapi kemudian sirna kembali tak kunjung datang. Aku merasa kehilanganmu.
Mimpiku masih banyak yang belum selesai dan tuntas. Masih amat sangat banyak. Aku membutuhkan air yang jernih ditepi kolam mata air tempat aku melepas dahagaku ketika pulang.
Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Juli 20, 2008
data-korupsi-icw-migas
-
Tolak kenaikan harga BBM
-
Audit hasil migas nasional
-
Nasionalisasi aset strategis nasional
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 17, 2008
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juli 14, 2008
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juli 14, 2008
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Juli 13, 2008
Tadi sore menyaksikan perdebatan mengenai sistem pemilihan umum terutama sistem kepartaian di kita, ternyata hingga hari ini masih mengundang kontradiksi dan ketidakpercayaan rakyat. Bagaimana tidak nomor urut partai politik ada yang ditentukan oleh para broker, bukan berdasarkan mekanisme partai yang sesungguhnya, apalagi yang benar-benar mewakili rakyatnya. Wal hasil wakil rakyat yang sebetulnya akan duduk diparlemen adalah wakil partai (pemilik, penguasa dan broker partai).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel, Hukum & Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Juli 13, 2008
Sudah baca Sinopsis Mistic Iran The Unseen World? (Kategori; Film dan Musik) Film dokumenter itu sangat menarik sekali bercerita banyak tentang kebudayaan Iran dan Suku Kurdi di Pegunungan Kurdistan. Ditengah malam yang indah apalagi bulan nongol saat ini, ada sesuatu yang menarik yang akan membuat kamu jatuh cinta dan merinding, jika kamu melihat adegan tarian mereka yang sudah menjadi tradisi beratus-ratus tahun silam. “Mereka mabuk dan ekstase “. Tarian itu diwariskan turun temurun oleh para pengikut Jalaluddin Rumi di Pegunungan Kurdistan. Pemandangan alamnya sangat indah dan eksotis sekali, begitupula sisa-sisa bangunan kuno yang berserakan berusia ribuan tahun. Kalau penasaran dapat kamu akses atau cari di you tube.
Malam ini aku mungkin akan menonton lagi film Kungfu Hustle yang dibintangi Stephen Chow, martial arts seni adu jotos yang ciamik dan indah juga sedikit kisah cinta romantis yang sangat dalam. Film itu menarik sekali tak pernah bosan untuk ditonton. Sama dengan film The Promise kaya dengan teknik-teknik tinggi yang indah, hanya bedanya lebih terasa sangat hidup dengan kisah cinta sejati.
Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juli 12, 2008
Membaca karya seno gumira aji darma dan attar hari ini seperti terbang kembali dialam lamunan. Sudah cukup lama tidak membacanya, tetapi mungkin sekarang tak cocok lagi untukku. Entahlah.
Jenuh sudah terlalu lama membuatku terpaku tak dapat bergerak, aku ingin segera berlari-lari diatas padang rumput atau melihat peradaban teknologi tinggi.
Saat ini banyak orang bilang dengan rambut yang semakin panjang, aku kelihatan awet muda, gagah dan tak pernah tua seperti bintang film Brad Pitt yang berperan sebagai Tristan dalam film Legends of The Fall.
Esok hari aku ingin segera kembali pergi berkelana entah ke belantara beton Jakarta atau belantara hutan. Yang jelas aku harus segera angkat kaki dari kota tercinta dalam waktu dekat.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 11, 2008
Saya tidak tahu apakah sekarang masih relevankah tuntutan bubarkan Golkar ? Jika ingat dahulu tahun 1998-1999 fenomena itu pernah terjadi, baik dari kalangan aktivis radikal maupun spiritual. Mereka tetap bertahan karena banyak hal yang telah membuat mereka digdaya dengan polanya yang luarbiasa dalam bermain politik. Licin dan cerdik kadang licik. Imbasnya adalah sebuah metode pengajaran yang buruk bagi partai lainnya. Tak heran kemudian ditiru oleh banyak parpol. Jadi sulit sekali mengatakan siapa yang orba dan bukan orba. Kami mungkin hanya cukup mengenang saja dimasa lalu.
Kenangan itu telah berlalu, namun kini rasanya kembali hidup lagi jika berangkat dari proses awal disetujuinya hak angket tanggal 24 Juni bulan yang lalu hingga kemarin perebutan pemilihan ketua pansus hak angket. Seperti menyentak dan membalikan ingatan sebagian besar kami.
Ditulis dalam Buku Harian | 5 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008
BEREBUT PIMPIN ANGKET BBM
Setelah melalui proses berliku, DPR akhirnya berhasil memilih ketua panitia angket kenaikan harga BBM. Orang yang beruntung itu adalah Zulkifli Hasan. Bagi para politisi, terpilihnya Zulkifli itu tentu memiliki makna tersendiri. Bisa bermakna kemenangan, kekalahan, kesenangan, atau kekecewaan. Tapi tentu tidak demikian bagi rakyat.
Rakyat tidak akan merasakan makna langsung dari peristiwa tersebut. Sebab, bagi mereka, yang penting, kesengsaraan rakyat akibat kenaikan harga BBM tersebut segera berakhir. Kelihatannya, harapan itu tidak akan langsung terwujud begitu ketua angket BBM terpilih.
Kalau kita sekedar merekam statemen kalangan anggota dewan, khususnya yang mendukung pembentukan panitia angket memang akan mendatangkan manfaat yang besar bagi rakyat.
Namun, kalau kita menyimak perjalanan pembentukan panitia itu dan pemilihan ketuanya, sangat utopis bila harapan itu masih ditambatkan. Mengapa, sebab bau busuk yang tercium sekarang bukan lagi memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, lebih kepada kepentingan kelompok mereka sendiri.
Dari proses penentuan ketua panitia, DPR benar-benar menusuk ulu hati rakyat. Mereka menyuguhkan permainan politik yang samasekali tak etis, tidak pantas, dan melukai. Tampak sekali wakil rakyat itu tidak peduli samasekali terhadap penderitaan rakyat.
Dalam kasus ini, wakil rakyat dari Partai Golkar dan Demokrat sejak awal menolak angket dan berusaha keras menjegal terlihat ingin menjadi pemegang pengendali (tidak lucu).
Memang, seperti yang sudah-sudah, para wakil rakyat itu sangat lihai dalam dalam memberikan argumentasi untuk membenarkan tindakan mereka. Namun, hati nurani rakyat tetap bisa menilai bahwa argumentasi yang disampaikan itu hanyalah akal-akalan semata.
Rakyat tetap bisa menangkap bahwa upaya menjadi ketua panitia angket tersebut merupakan usaha terakhir setelah gerakan membendung pembentukan hak angket itu gagal. Golkar dan Demokrat sebagai partai pemerintah ingin panita angket yang sudah terlanjur dibentuk itu, menjadi JINAK dan tidak membahayakan pemerintah.
Syukur, upaya Golkar dan Demokrat “membelokan” angket BBM tersebut akhirnya gagal. Sebab, kemudi kemudian dikuasai oleh Zulkifli dari FPAN. Namun, dengan dikuasainya kemudi panitia angket itu oleh Zulkifli Hasan apakah keberadaan panitia itu akan bermakna bagi rakyat.? Jawabannya, waktu yang akan berbicara.
Tetapi, melihat perjalanan wakil rakyat selama ini, rasanya berlebihan jika harapan itu ditambatkan kepada mereka.Mungkin bagi kalangan “oposisi”, hal itu akan bisa mendatangkan keuntungan politis. Namun, bagi rakyat belum tentu.
Bisa jadi, rakyat akan tetap pada posisi tetap menderita dan susah akibat kenaikan BBM. Sedangkan para politisi asyik berbisik-bisik untuk menjadikan hal itu sebagai melanggengkan karir politik mereka.
Kecurigaan tersebut mungkin berlebihan. Namun, itu menjadi sangat wajar bila melihat pengalaman selama ini. Kini kembali kepada para politisi di Senayan, apakah mereka akan semakin menambah dan memperdalam apatisme rakyat atau sebaliknya.
Sumber : Editorial Jati Diri
Harian IndoPos 10 Juli 2008
Ditulis dalam Hukum & Politik, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008
Les Miserables dan Harga Seorang Manusia
“Mati bukanlah soal; yang mengerikan adalah tidak hidup”
(Jean Valjean)
Laki-laki yang dipenjara karena persoalan sepele itu memang bernasib malang. Hukum mengganjarnya dengan tidak adil, mencuri hanya karena ingin menyelamatkan keluarganya yang kelaparan membuat dirinya terlibat akan konflik moral berkepanjangan. 19 tahun dipenjara untuk sebuah roti dan beberapa kali usaha melarikan diri. Jean Valjean, lelaki itu keluar dari penjara dengan api dendam yang berkobar. Diperlakukan semena-mena, hukum yang kaku, aturan yang dingin, hanya secuil dari segudang ketidakpuasaan akan hidup yang dirasainya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juli 10, 2008
Data Tahun 2003
Sumber Daya Alam
” Masalah Hutan, Masyarakat Lokal dan Hapuskan Hutang”
Teguh I Prasetya
Balada orang-orang pedalaman dihutan digunung dan dipesisir, mereka yang datang dari kota, tega bodohi mereka, lihat tatapan mata yang kosong tak mengerti apa yang terjadi, balada orang-orang pedalaman yang menari dan menyanyi dihalau bising, deru ribuan gergaji…. dst.
Balada Orang Pedalaman – Iwan Fals
Petikan lagu “Balada Orang Pedalaman” itu penulis kutip dari karya Iwan Fals masih relevan dengan kondisi saat ini, juga merupakan refleksi masyarakat pedalaman yang ada dipinggir hutan menghadapi pembangunan. Kekalahan komunitas masyarakat lokal dikemudian hari menjadi sumber konflik yang terjadi akibat kekerasan struktural dan sistem kekuasaan yang begitu sangat dominan oleh patron klien dimasa orde baru hingga saat ini.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel, Budaya Lokal, Ekonomi Pembangunan, Lingkungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juli 7, 2008
KETIKA ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH
Universitas negeri adalah wilayah negara, sangat amat tidak layak bilamana didalamnya terdapat wilayah yang bebas, tersendiri, dan memiliki otoritas yang memiliki kecenderungan ” negatif ” untuk lingkungan atmosfir kampus yang sehat dan sangat indah yang sedang kita bangun. Kecenderungan pada adanya perbedaan kelas istimewa yang secara tajam membuka mata kita, bahwa kampus negeri adalah persinggahan para anak-anak orang kaya telah sangat menyudutkan kita, bahwa orang miskin dilarang sekolah sekalipun berkualitas.
Fenomena hari ini juga membuat saya sedih bahkan apa yang kini tengah terjadi disekolah-sekolah negeri yang notebene dibiayai negara, para pelajar kita yang berkualitas mengalami penurunan tajam secara kuantitas, karena pada saat masuk dimintai uang yang sangat besar. Alhasil, mereka pindah kesekolah yang terjangkau atau berhenti sama sekali. Kami kini hanya dapat mengenang dimasa lalu, dahulu kami dapat bermain dan belajar bersama. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pojok Kampus | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juli 5, 2008
Revrisond Baswir
Indonesia tampaknya benar-benar sedang menjadi sasaran empuk campur tangan Amerika. Ibarat adonan roti, melalui beberapa lembaga keuangan dan pendanaan internasional yang secara langsung dan tidak langsung berada di bawah kekuasaannya, Indonesia kini seperti sedang diremas-remas oleh Amerika untuk dibentuk menjadi donat atau roti keju.
Simak misalnya keributan di seputar kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan. Jika ditelusuri ke belakang, boleh dikatakan hampir pada semua aspek perumusan kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM ini, sarat dengan campur tangan Amerika. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 4, 2008
Tadi siang mendapat laporan dari seorang aktivis mahasiswa ternyata sangat mengejutkan sekali, Situs purba Cihunjuran dan Citaman didaerah Kabupaten Pandeglang tidak masuk dalam daftar pariwisata yang layak dikunjungi wisatawan domestik pada saat acara MTQ Nasional kemarin (MTQ yang gelisah). Mungkin juga tidak ada dalam setiap event, agenda, kalender, dan pameran pariwisata Propinsi Banten.
Lokasi disekitar tempat Gunung Pulosari tersebut sebetulnya sangat unik dan menarik (baca kategori budaya lokal : Banten Purba Carita) bagi masyarakat Banten yang belum mengetahui. Betapa tidak, batu purba besar ditengah sawah, kolam yang sangat indah, jernih dan dapat dipakai mandi, kuburan purba yang sangat panjang menurut versi Sunda Kuno disebut Aki Luhur Mulya, atau menurut versi HIndu Anglingdarma, versi Islam Wali Jangkung, menhir, batu peta kuno, dolmen, batu dakon (tempat meramu obat), dll bertebaran sangat menarik pemandangan mata untuk melihatnya. Konon menurut cerita adalah asal muasal Kerajaan HIndu Salakanagara pada abad ke 1 masehi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya menurut banyak sumber, karena bukti dan naskah kuno tesebut masih meragukan.
Banyaknya tempat prasejarah dan sejarah di daerah Banten dari ujung rantai Anyer-Karang Bolong dll. hingga ke daerah Banten Selatan yaitu Gunung Karang, Gunung Pulosari, Lebak Sibeduk, Sasaka Domas-Baduy, dll., konon pula di daerah Ujung Kulon, saya bermimpi tempat tersebut dirawat dan pelihara serta dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, apabila tidak ada tempat untuk merawatnya sebagai museum terbuka untuk umum (atau tidak boleh dibuka seperti Baduy) dan dilindungi oleh hukum adat. Tidak mustahil dimasa datang temuan lain akan menyusul dan Banten sebagai daerah kedua setelah Sangiran yang terkenal dengan manusia purbanya (giganthropus erectus-manusia raksasa).
Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 4, 2008
Para Pembela Venezuela
May 14, 2008 by mulyanihasan
Oleh Mulyani Hasan
Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter berjudul No Volveran diputar. Film itu merekam kehidupan rakyat Venezuela. Di sana ada revolusi tanpa moncong senjata. Sang revolusioner, Hugo Chavez, terpilih sebagai presiden secara konstitusional.
Rakyat begitu gegap gempita menyambut revolusi. Suka cita di mana-mana. Sangat memukau. Mereka bekerja keras, mengendalikan industri, membangun rumah-rumah, bersama-sama membuat konstitusi. Mereka melunasi utang luar negeri, menyalurkan kekayaan negeri, dan memutuskan hubungan dengan International Monetary Fund atau IMF.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | Leave a Comment »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 4, 2008
Sebagai seorang yang pernah hadir bergelut dikancah gerakan mahasiswa, undangan sebagai pembicara pada acara LKM BEM Untirta yang baru pertamakali dilakukan untuk para aktivis tanggal 2 Juli 2008 di Villa Gandarasa Pandeglang, seolah mengulang kembali semangat intelektual dan memahami kondisi politik yang tengah terjadi saat ini.
Dimasa lalu gerakan mahasiswa memiliki warna ideologis yang sangat kental, ideologi yang diwakili Pan Islami (moderat), kiri-sosialisme, nasionalisme, atau hanya sekedar moral intelektual. Kehadiran beragam ideologi saat itu adalah proses pendewasaan intelektual bagi para mahasiswa.
Fenomena pasca orde baru saat ini kehadiran ideologi kanan atau Islam fundamentalis yang memperjuangkan Syariat Islam boleh dibilang masih baru dikalangan mahasiswa. Hadirnya KAMMI yang merupakan representasi kelompok gerakan mahasiswa yang berpegang pada Syariat Islam dan berpatron-klien dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Begitupula Gema Pembebasan dengan kelompok Ormas Islam Hizbut Tahrir, menandakan lahirnya sejarah pemahaman baru tentang Islam secara menyeluruh, dalam hal ini hukum-hukum syariat sebagai problem solver masalah dasar kenegaraan dan masyarakat.
Agung Wisnuwardhana dari Hizbut Tahrir menawarkan hal itu kemarin pada acara yang sama sekaligus mempertegas tidak akan keluar melenceng dari garis ideologi besar negara Pancasila, apalagi dikaitkan secara historis-ideologis dengan Piagam Jakarta.
Masalah politik, ekonomi, sosial-budaya,hukum dibahas secara singkat dan detail dengan perspektif Islam. Secara aktual yang paling ramai adalah masalah politik, hukum yaitu korupsi dan ekonomi terutama SDA-Migas dan Non Migas yang kini tengah trend menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat. Kita semua sepakat bahwa musuh besar bangsa Indonesai adalah Kapitalisme Neoliberalisme terutama pada sektor publik.
Sementara itu di TV swasta kemarin, Fajroel Rahman mantan aktivis dekade 80-an berdebat dengan anggota dewan yang mempertanyakan gerakan mahasiswa berada pada garis anarkisme. Mahasiswa telah menjadi kambing hitam dan dibesarkan media menurut Fadjroel, apalagi dikarenakan pemerintah terlalu protektif melindungi kepentingan kebijakannya yang menaikan harga BBM telah melanggar konstitusi UUD 45 pasal 33.
Ditulis dalam Buku Harian, Pojok Kampus | 1 Komentar »
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juli 4, 2008
Semalam di TV. gejolak masalah sumber daya alam masih terjadi, aksi mahasiswa dari UIN Jakarta menolak kenaikan harga BBM, dan PT. Freeport diminta rakyat Papua hengkang dari bumi Papua dalam hal masalah non migas tambang mineral yaitu emas. Sejarah dan kronologis, dampak dan manfaat serta perbandingan dengan negara lain tentu bagi kita sudah tidak asing lagi.
Ditulis dalam Buku Harian, Ekonomi Pembangunan, Pojok Kampus | Leave a Comment »