Teguh Iman Prasetya

Sekedar Catatan Pejalan Kaki

Arsip untuk Juni, 2008

Akankah Kita Frustasi ?

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 30, 2008

Frustasi Itu dilarang keras maka berjuanglah!

Kekayaan SDA- Migas dan Non-Migas (mineral, dll.) kita sangat luarbiasa bahkan lebih besar dari negara Timur Tengah hingga 25 tahun lebih. Kemudian yang terjadi Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah sumber incaran para kapitalis-neolib dan sebangsanya untuk dicaplok selain faktor kedua pangsa pasar yang luarbiasa besarnya di Asia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih, dan infrastruktur yang sudah terbangun. Maka yang harus kita bangun adalah KESADARAN, KERJA KERAS, SOLUSI, SERTA TINDAKAN STRATEGIS.

Dengan adanya HAK ANGKET yang dilakukan parlemen kita berharap dapat memecahkan masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini.

Melihat fenomena saat ini kita dihadapi masalah yang sangat pelik dan kompleks yaitu ;

  1. Beranikah pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM ?
  2. Beranikah pemerintah menasionalisasi SDA-Migas?
  3. Beranikah pemerintah mengaudit aset SDA-Migas ?

Jika itu semua GAGAL, maka kita harus lakukan melawan dengan 2 kemungkinan yaitu :

A. Yang pertama adalah ;

  1. Membatalkan kenaikan harga BBM dan atau dengan alternatif solusi lainnya
  2. Bongkar kasus korupsi migas
  3. Menasionalisasi aset nasional SDA-Migas

B. Yang Kedua apa yang harus kita lakukan JIKA KITA KALAH melalui paradigma ilmu ekonomi, maka yang harus kita bangun untuk 25-100 THN adalah :

  1. Fokus melakukan penelitian dan pengembangan alternatif BBM selain fosil, (matahari, listrik, biogas, dll)
  2. Menanamkan INVESTASI BESAR-BESARAN untuk produk kendaraan umum serta pribadi BERTENAGA ALTERNATIF .
  3. Kesadaran lingkungan dan penghematan BBM serta energi diseluruh tanah air.

Resiko yang terakhir ini adalah peluang kita untuk bertahan (survival) hingga 100 tahun semacam katalisator pencegah untuk kita tidak frustasi (mati dilumbung sendiri) paling parah dan mensiasati dengan riset penemuan dan penetrasi pasar melalui produk-produk bertenaga alternatif menyebar keseluruh Indonesia. jika kita gagal merebut kekayaan kita yang berlimpah ruah tersebut. Paling lambat 5-10 tahun sejak kita kalah dari mereka (asing dan pemerintah).

Pun demikian sektor migas terutama BBM dari fosil saya yakin untuk transportasi kendaraan umum dan pribadi masih tetap digunakan hingga 25 tahun bagi negara ini dan banyak negara lainnya, meskipun banyak solusi alternatif termasuk ide tersebut diatas, yang sebetulnya masih tetap menguntungkan bagi pemerintah.

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »

Hemat BBM

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 30, 2008

Info Indonesia Mei 29, 2008

Sepeda dan Mobil Listrik: Solusi Murah Penghematan BBM

Mobil Listrik Marlip

Dengan meroketnya BBM semakin besar pula pengeluaran untuk perjalanan anda. Bayangkan, jika sehari anda bepergian 40 km pulang pergi, jika memakai mobil anda harus mengeluarkan 4 liter bensin atau Rp 24 ribu sehari. Sedang untuk motor Rp 6.000. Dalam setahun anda menghabiskan Rp 11 juta untuk Mobil (lihat tabel bawah) atau Rp 3,3 juta untuk motor.

Yang jadi solusi untuk perjalanan dalam kota adalah kendaraan listrik. Ada sepeda dan mobil listrik. Untuk sepeda anda cukup mengeluarkan Rp 100 untuk setiap 10 km. Jadi anda hanya mengeluarkan Rp 400 jika naik sepeda listrik setiap hari atau Rp 144 ribu dalam setahun. Untuk mobil anda mengeluarkan rp 100 untuk setiap 1 km. Anda hanya mengeluarkan Rp 4.000 setiap hari atau Rp 1,44 juta dalam setahun. Anda bisa menghemat Rp 8 juta lebih setahunnya!

Sepeda ListrikAnda selain hemat biaya bensin juga hemat ongkos oli, SNTK dan juga SIM (karena sebagian sepeda listrik tidak perlu pakai itu). Padahal untuk STNK dan SIM saja sudah ratusan ribu rupiah kan? Aa Gym pakai sepeda listrik Betrix meski kontur Daarut Tauhid di Geger Kalong agak turun naik.

Kecepatan untuk sepeda listrik bisa mencapai 40 km/jam. Sementara untuk mobil listrik yang murah (Marlip/Reva) sekitar 80 km dengan jangkauan sekitar 80 km. Kalau mobil listrik (Molis) yang mahal seperti Tesla bahkan sampai 201 km/jam. Untuk jangkauan, mobil listrik umumnya sekitar 80-120 km. Tapi yang sampai 640 km juga ada.

Tabel Perbandingan Biaya Operasional dalam setahun

Asumsi mobil dianggap 1 liter=10 km, motor=1:40, jarak 40 km, pakai Premium Rp 6.000/liter

Kendaraan

Bensin

Oli+Servis/Aki

Listrik

STNK+SIM

Total/thn

Sepeda Motor

2,190,000

600,000

 

500,000

3,290,000

Sepeda Listrik

 

350,000

146,000

 

496,000

Mobil

8,760,000

1,200,000

 

1,200,000

11,160,000

Mobil Listrik

 

350,000

1,460,000

1,200,000

3,010,000

Bagaimana kalau mogok karena akinya habis? Lah kalau naik sepeda motor/mobil mogok atau kehabisan bensin kan lebih repot mendorongnya. Kalau sepeda listriknya ada genjotannya seperti di gambar, anda tinggal genjot. Jika kecepatan genjot anda 15 km/jam dan jarak kantor-rumah anda 15 km, dalam 1 jam sudah sampai! Pilih sepeda listrik yang ada genjotannya. Mengenai harga untuk sepeda listrik antara Rp 2 juta – 6 juta. Ada pun mobil listrik antara Rp 60 juta sampai milyaran juga ada… ) Lama waktu charge untuk molis Reva 2,5 jam (80%) dan 8 jam untuk 100% full.

Mengenai kekuatan kendaraan listrik, jangan diragukan lagi. Pernah naik KRL (Kereta Api Listrik) Jabotabek? Nah itu pakai listrik. Mampu menahan beban berat dengan kecepatan tinggi dan tanpa suara bising.

Saran saya ketimbang ribut mengenai ratusan trilyun rupiah, pemerintah lebih baik memberikan dana Rp 2 trilyun setahun bagi pengembang sepeda dan mobil listrik karena mereka terbukti berjasa menghemat BBM sehingga industri sepeda dan mobil listrik bisa lebih berkembang.TeslaRoadster

Sepeda Listrik:

http://www.betrix.co.id/productlineup.php

http://www.sepedalistrik.com

http://www.trekko-vtb.com

Mobil Listrik:

http://www.marlipev.blogspot.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_car

Reva, mobil India yang terbanyak penjualannya sampai ke Inggris

www.revaindia.com

Mobil Listrik Reva

30 Mobil listrik siap merajalela

http://venturebeat.com/2008/01/10/27-electric-cars-companies-ready-to-take-over-the-road

Tesla: Mobil listrik dengan kecepatan 201 km/jam dan jangkauan 362 km sekali charge. Harga US$ 109.000,-

http://en.wikipedia.org/wiki/Tesla_Roadster

Marlip: Mobil Listrik Indonesia

http://masrahmarlip.blogspot.com/

5. Teknologi mobil listrik (banyak yang meragukan kemampuannya tidak sama dengan mobil konvensional):

a. Propaganda yang dibesar-besarkan :

  1. Mobil listrik tidak bisa lari kencang, alias lelet : Bohong!, membuat mobil listrik menjadi kencang adalah teknologi yang mudah. Justru saat ini mobil tercepat didunia adalah mobil listrik (baca tesla roadster yg dibatasi produksinya hanya 1 unit dlm 1 minggu itupun dijual mahal, mobil ini bisa melaju 200 km/jam) 
  2. Mobil listrik tidak bisa jalan jauh, alias repot isi ulang listrik. Hati-hati ! Ini juga propaganda, (baca : mobil listrik kreasi mahasiswa di LN bisa sampai 340 km jarak tempunya), emangnya ada yang kuat naik mobil lebih dari 8 jam tidak berhenti sama sekali. Mobil BBM juga kan harus diisi BBM. Kenapa kalau listrik dianggap repot kalau mengisi ?
  3. Mobil listrik Pengisian Ulang Energinya Lama , harus nunggu lama, Ini juga info menyesatkan !. Pengisian ulang energi listrik di Power Station (seperti pom bensin) Cuma butuh bisa 2,5 menit sampai 25 menit. Dengan penjualan energi sama seperti jual gas dalam tabung gas, yakni energi listrik disimpan dalam aki bisa dibeli energinya saja tabungnnya miliki produsen aki (jika molis pake aki),
  4. Mobil listrik tidak bisa kena Air : Ini info yg sangat menyesatkan!!!. Orang tidak akan pernah membuat kapal selam kalau tidak ada system tenaga listrik. Banyak mobil-mobil yang bisa menyelam kedalam air hanya bisa pake penggerak listrik (baca: squab concept, Geneva motor show)
  5. Aki mobil listrik menyebabkan polusi : wah lagi2 menyesatkan. Aki bisa dibuat ramah lingkungan, aki bisa didaur ulang, aki gel tidak pake air, technology storage buat mobil listrik sudah maju dan tinggal pilih (baca : LIPI bikin Lithium-ion batterai)
  6. Mobil listrik Mahal : siapa bilang???.. mobil listrik bisa jadi mobil murah, komponennya lebih sedikit dan tidak rewel, bengkelnya juga bersih alias tidak ada oli dan jarang rusak. Justru karena , komponennya lebih sedikit dan tidak rewel inilah sehingga industri otomotif tidak tertarik. Harganya bisa lebih murah dari mobil konvensional.

Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »

The Last Air Binder

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 30, 2008

AVATAR THE LAST AIR BINDER

Menunggu lama dan seringnya episode di ulang-ulang sangat menjenuhkan sekali film  avatar . Akhinya keluar juga minggu pagi kemarin episode paling dramatis dan sarat konflik, transformasi spiritual juga pendewasaan karakter  yaitu The King Earth dan The Guru.

Yang menarik adalah percakapan antara Aang dengan Guru seorang penasehat spiritual dari kuil pengembara udara. Membuka 7 cakra adalah mengalir lepas menerima keadaan dengan jiwa besar untuk membuka energy dan bersatu dengan kosmik semesta. Guru mengatakan kosongkan dirimu dari apa yang membuatmu sedih, apa yang mengesalkan, apa yang membuatmu benci, apa yang kau takuti, dan apa yang kau cintai dilarung lepas seperti air yang mengalir. Indah sekali…

 

Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | 1 Komentar »

Viva Spanyola

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 30, 2008

VIVA EL MATADOR

Sepakbola cantik  dengan indah dan seksi yang diperagakan Spanyol negri para banteng, topi khas sombrero dan main bola bak aroma eksotis khas musik latin bukan main hebatnya,  menyerang dengan  operan pendek cepat dan tajam menusuk ditiang gawang. Postur tubuh yang rata-rata lebih pendek dibanding Jerman dan pemain Eropa lainnya bukan masalah, begitupula tampilnya skuadron rata-rata para pemain muda dan pelatih tertua Aragones yang kontroversial. Hasilnya David Siva sebagai top scorer dan Fernando Torres el nino sebagai pencetak gol berbahaya dikubu lawan. Kemenangan di semifinal atas Rusia 3-0 dan Jerman 1-0 membuktikan Spanyol adalah tim yang sangat tangguh dimasa datang. Tidak pernah kalah, menguasai lapangan dan banyak peluang, pantas menang, dan berhak atas Juara Eropa.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Indonesia Dijajah AS ?

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 28, 2008

Info Indonesia Juni 26, 2008

USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia Dijajah AS?

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Companye (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat. Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.


Sementara di dokumen CIA tentang Indonesia disebut bahwa sektor listrik di Indonesia masih “regulated”. Tarifnya masih “diatur” oleh pemerintah Indonesia, sehingga harganya terjangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia yang masih menengah ke bawah. Hal ini jelas tidak menguntungkan bagi para “investor” AS yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu harus dideregulasi. “Subsidi” harus dicabut sehingga harganya mengikuti harga pasar atau yang sekarang disebut “Harga Keekonomian”.

Untuk itu pemerintah AS lewat USAID mengucurkan jutaan dollar yang dikucurkan kepada kaki tangan mereka agar kebijakan mereka bisa berjalan di Indonesia, yaitu deregulasi, pengurangan subsidi (penaikan harga), dan reformasi bidang energi. Untuk itu USAID jadi “Donatur Utama” agar usaha tersebut berhasil. Untuk tahun 2001 dan 2002 saja mereka menganggarkan masing-masing US$ 4 juta (Rp 37,2 milyar) agar berhasil.

Berikut cuplikan dari dokumen USAID yang berjudul “Energy Sector Governance Strengthened”:

By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies, and promoting private sector involvement, a reformed energy sector can contribute billions of dollars in tax revenue. USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform, which helps leverage larger multilateral loans.

USAID membantu pemerintah Indonesia agar Parlemen, Ormas/LSM, Media, dan Universitas “dilibatkan” sehingga “Penghapusan Subsidi” dan “Penentuan Harga” tidak menimbulkan “jeritan” masyarakat terlalu besar. Bahkan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, menyarankan subsidi dicabut secara bertahap setiap bulan sehingga tidak terlalu kelihatan (meski efeknya tetap terasa oleh warga). Bappenas menyarankan harga minyak dinaikkan sebesar 2% setiap bulan selama setahun (24%) sehingga sama dengan harga pasar. Meski mungkin para demonstran tidak mengetahui, tapi ini tetap akan memukul kantong para supir angkutan umum dan nelayan.

the Government of Indonesia, with USAID assistance, ensured that national and local parliaments, civil society organizations, media, and universities were involved in the decision. As a result, there was minimal public outcry. USAID also supported this process by providing policy analysis for energy pricing and subsidy removal.

USAID bekerjasama langsung dengan pejabat Indonesia yang berwenang merevisi draft UU tentang Listrik dan merancang struktur peraturan:

USAID advisors work directly with Government of Indonesia officials responsible for implementing power sector reform, revising draft electricity legislation and redesigning regulatory structures.

Hebat bukan? Betapa baiknya pemerintah AS “membantu” merevisi dan merancang UU energi dan listrik kita….

USAID “membantu” membuat RUU Minyak dan Gas yang dikirim ke DPR bulan Oktober 2000. Seorang ekonom menyatakan bahwa RUU tersebut dibuat oleh pemerintah AS. Komisi DPR tinggal memberi stempel dan tanda tangan saja:

USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted to Parliament in October 2000.

Di tahun 2001 USAID mengucurkan US$ 850.000 (Rp 7,8 Milyar) ke LSM-LSM dan Universitas-Universitas untuk kampanye masalah energi seperti “Penghapusan Subsidi Energi”:

In FY 2001, USAID plans to provide $850,000 DA to support NGOs and universities in developing programs for raising awareness and supporting involvement of local government and the public of energy sector issues, including removal of energy subsidies

Dengan kucuran dana sebesar itu tak heran jika ada oknum Lembaga Peneliti satu Universitas Negeri terkenal menyatakan jika harga BBM dinaikkan jumlah rakyat miskin akan turun….

USAID bekerjasama dengan ADB dan Bank Dunia dalam “mereformasi” bidang Energi Indonesia. Dengan hutang US$ 20 juta (hanya sekitar Rp 186 milyar), penasehat USAID berperan sebagai manajemen proyek dan perencanaan. ADB dan USAID bekerjasama membuat rancangan UU Migas Indonesia tahun 2000. Melengkapi usaha USAID, Bank Dunia melakukan “Studi Komprehensif” bidang Migas dan kebijakan tarif serta “bantuan” finansial dan restrukturisasi PLN.

Other Donor Programs: USAID works closely with the Asian Development Bank (ADB) and the World Bank on energy-sector reform. USAID assistance is leveraging a $20 million ADB power sector-restructuring loan, with USAID advisors playing project management and planning roles. The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000. Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and provided assistance to the State electric company on financial and corporate restructuring

Yang harus kita sadari adalah bahwa setiap pinjaman dari IMF, Bank Dunia, ADB (yang merupakan alat AS dalam menguasai ekonomi dunia) mempunyai syarat bahwa negara peminjam harus melaksanakan Agenda Neoliberalisme seperti “Privatisasi”, Deregulasi, Pencabutan Subsidi/Kenaikan tarif (mis: pencabutan “Subsidi” BBM agar harga mengikuti harga pasar/harga keekonomian), perdagangan bebas, dan sebagainya (Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft® Encarta® 2006). Dengan menaruh putra/putri Indonesia yang jadi mantan Direktur dari Bank Dunia dan IMF di kementrian bidang Ekonomi, Institusi Globalisasi tersebut dengan bebas dapat menjalankan program Neoliberalisme di Indonesia.

Penjualan BBM di Indonesia sekitar Rp 418 trilyun per tahun sementara listrik PLN sekitar Rp 200 trilyun per tahun. Total sekitar Rp 618 trilyun (belum termasuk batubara). Itu baru di harga bensin Rp 6.000/liter. Jika mengikuti harga “Pasar” atau “Keekonomian” yang sekitar Rp 10.000/liter nilainya naik jadi Rp 1.018 Trilyun!

Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia jelas merupakan “pasar” yang menarik bagi AS. Setelah menguasai sekitar 90% di sektor hulu Migas, adakah dengan program Privatisasi dan Kenaikan Tarif, AS ingin menguasai sektor Hilir dan juga bidang Listrik? Adakah ini merupakan “Penjajahan Ekonomi” oleh AS terhadap Indonesia?

Belanda yang merupakan sekutu dekat AS bertindak tegas menangkap agen-agen CIA yang berusaha memata-matai Belanda, merekrut kaki tangan AS sehingga kebijakan Belanda tidak dapat dipengaruhi AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Lembaga-lembaga AS (baik pemerintah mau pun swasta) dapat dengan bebas memberi dana kepada Individu, Lembaga Pemerintah (Polri, TNI, dsb), dan LSM-LSM Indonesia tanpa proses audit/kontrol dari masyarakat/negara. Adakah Mereka dan LSM-LSM ini akhirnya akan jadi agen asing yang bekerja untuk kepentingan asing ketimbang kepentingan rakyat Indonesia? Dengan proyek NAMRU-2, pejabat militer AS bebas keluar masuk Indonesia tanpa izin khusus.

Mudah-mudahan putra-putri Indonesia mampu melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk kepentingan asing.

Berikut dokumen selengkapnya dari USAID:

http://www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-013.html

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | 8 Komentar »

Rizal Ramli

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 28, 2008

Wah buntut dari seringnya berkomentar kritis kini mendapat tanggapan yang keras pula. Buntut terjadinya kerusuhan telah membuat Syamsir Siregar Kepala BIN kebakaran jenggot dan mulai menuduh kesana-kemari. Kata-kata menteri Sontoloyo, Menteri Mbalelo keluar begitu saja dengan lantangnya.

Begitu juga  ketika tadi malam Rizal Ramli diputuskan oleh pemerintah dipecat dari komisaris PT. Semen Gresik. W ah sekarang masalahnya telah merembet ke masalah kemampuan pribadi. Rizal Ramli dikenal sangat vokal dan kritis bahkan saya amati sejak tahun 2005 ketika menentang kenaikan harga BBM pertama kali dan yang kedua kali (125%) oleh pemerintah. Sebagai bekas menteri dan seorang ekonom yang sudah makan asam garam tentu beliau lebih tahu masalah mendasar dari kenaikan harga BBM tersebut. Wajar jika yang ketiga kali ini sangat marah dan kritis, begitupula pakar-pakar lainnya.

Sebagai Komisaris PT. Semen Gresik saya cukup salut dan anggap sukses, apalagi Jika mengenang  peristiwa seringkalinya kelangkaan semen dimasa orde baru karena dimainkan spekulan.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

HP Tertinggal di Bus

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 28, 2008

Sangat merepotkan sekali, cape dan ngantuk berat membuat Hp kembali ketinggalan untuk yang ke tiga kalinya dibus antar kota. Meskipun nomor  kartu dapat kembali dan tetap sama, tetapi banyak alamat nomor hp kawan yang  tidak tersave dan tidak memiliki  cadangan lagi. Ini bagian yang paling penting untuk dapat berkomunikasi. Terpaksa kini banyak diam dan menunggu.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Amien Rais Menantang BIN

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 27, 2008

Amien Rais: Ungkap Penunggang Aksi Mahasiswa!
Massa merusak dan membalik sebuah mobil plat merah bernomor polisi B 1019 PQ di depan kampus Atmajaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/6). Aksi anarkis berbarengan dengan unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM ini akhirnya dibubarkan secara paksa oleh polisi.

Kompas Kamis, 26 Juni 2008 | 18:06 WIB

JAKARTA, KAMIS – Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar pernah mengatakan bahwa aksi mahasiswa yang berakhir ricuh di depan Gedung DPR/MPR dan juga di depan Kampus Universitas Katolik Atma Jaya ditunggangi oleh aktor tertentu. Syamsir menyebut inisial pelaku tersebut dengan inisial FY.

Dimintai komentarnya soal pernyataan Syamsir tersebut, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais mengatakan menyebutkan ada yang menunggangi aksi mahasiswa adalah persoalan klasik yang sering dilontarkan BIN.

Amien Rais mengatakan aktor atau orang yang dicurigai sebagai pelaku yang menunggani aksi mahasiswa tersebut harus dikatakan secara jelas dan tidak samar-samar. Jika memang terbukti, orang tersebut harus diproses secara hukum. “Kalau memang ada yang menunggangi ya beritahu saja siapa penunggangnya dan proses secara hukum,” tegasnya.

Penyampaian informasi soal pihak yang menunggangi aksi mahasiswa oleh BIN, jelas Amien, jika dikemukakan secara samar-samar hanya akan menimbulkan sikap saling tuduh antarpihak-pihak tertentu.

Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »

3 Nama Jamdatun

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 27, 2008

Siang ini, Jaksa Agung Sampaikan Tiga Nama Pengganti Jamdatun
Jumat, 27 Juni 2008 | 11:49 WIB

JAKARTA, JUMAT - Jaksa Agung akan menyampaikan tiga nama yang direkomendasikannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, siang ini, Jumat (27/6), sebelum akhirnya diputuskan oleh Tim Penilai Akhir untuk menggantikan Jamdatun Untung Udji Santoso.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, BD Nainggolan, usai pertemuan Jaksa Agung dengan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) se-Indonesia di Jakarta. “(Nama-namanya) Belum disampaikan, karena itu rahasia,” ujar Nainggolan.

Menurut dia, ketiga nama itu tentu saja berasal dari lingkungan internal Kejaksaan, namun belum dapat dipastikan apakah itu dari lingkungan Kejaksaan Agung sendiri atau justru dari Kejaksaan di daerah, yang pasti akan disesuaikan dengan kriteria-kriteria yang ada. “Kriteria sudah diperhatikan oleh Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Ada kriteria-kriteria yang digunakan untuk menyeleksi itu,” tambah Nainggolan.

Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »

Kepala BIN Ngambek

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 27, 2008

Kepala BIN : Ada Menteri Sontoloyo!
Kamis, 26 Juni 2008 | 13:31 WIB

Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, KAMIS – Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kendali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di ambang perpecahan selepas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak senilai 28,7 persen dikeluarkan.

Denting indikasi perpecahan kabinet ini secara lugas dikemukakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar kepada wartawan seusai mengikuti peringatan hari Antinarkoba di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/6). “Saya menyesalkan menteri dari parpol yang mengusung pemerintah dalam rapat kabinet setuju naik BBM. Eh, tiba-tiba di DPR lain bicaranya,” jawab Kepala BIN Syamsir Siregar ketika ditanya apakah di anggota KIB ada juga yang terlibat dalam aksi penolakan BBM yang berbuntut kekerasan.

Menurut Syamsir, perilaku dan tindak laku anggota kabinet ini secara etika tidak apik dalam menata pemerintahan yang baik hingga 2009 mendatang. “Itu kan nggak benar. Kalau rapat kabinet sudah putus, kok di luar ngomongnya lain. Sontoloyo!” ujar Syamsir dengan suara meninggi.

Meski memastikan ada anggota kabinet yang mbalelo, Syamsir tak berani menyebut nama, bahkan warna parpol anggota tersebut. “Ya, menteri dari parpol,” jelasnya. Saat disinggung apakah tudingan ditujukan pada Menteri Pertanian Anton Apriantono yang berasal dari Partai Keadilan Sosial, Syamsir berkelit. “Yah tenanglah opung mau merokok dulu,” paparnya dengan santai.

Lebih lanjut Syamsir menyatakan, langkah menteri ini telah masuk dalam pengamatan Presiden Yudhoyono. “Ya sudah tahulah. Orang dia di kabinet dukung. Untung bukan aku presidennya. Kalau aku presidennya, chaoow dia,” sergahnya.

Kisruh di tubuh anggota KIB menyeruak selepas Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengancam akan mundur bila kredit bergulir tak kunjung cair dari Departemen Keuangan. Menyangkut hal ini, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa membantah bila Suryadharma menebar ancaman pengunduran diri. “Saya kemarin bicara dengan Suryadharma Ali, dan tidak begitu maksudnya, bukan mau mundur,” ungkap Hatta.

Mantan Menhub ini menjelaskan, persoalan yang menimpa SDA dalam pencairan dana kredit bergulir akan selesai setelah ada pembicaraan dengan Menteri Keuangan. “Saya rasa persoalannnya itu teknis dan bisa dibicarakan dengan Menteri Keuangan,” tuturnya.

Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »

Kepala BIN mulai Nyenggol

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 27, 2008

Wah gawat Kepala BIN Syamsir Siregar saat ini mulai nyentil, nyenggol2 dan mulai nuduh kabinet dan parlemen.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Pak Profesor

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 27, 2008

Catatan untuk Seorang Intelektual Bebas bernama
“ M. AL FARIZ “
Profesor Masyarakat Kota Serang

 

MANUSIA KAMAR
Menjadi manusia kamar artinya kembali menekuni buku-buku, bahkan hasil thesispun ikutpula untuk direvisi dan dibongkar, karena ada pengembangan penemuan baru tentang struktur bertingkat partisipasi politik secara kuantitatif dilihat dari intensitas dan frekwensinya (atas jasa bimbingan pakar sosiolog UI Soelaiman Sumardi yang saya hormati), serta revisi sejarah gerakan mahasiswa pada dekade 80-an. Diantaranya kawan-kawan UGM yang belum saya tulis dan sebutkan yaitu, M. Al Fariz. Senior saya yang satu ini sangat luar biasa selain M. Torik pendiri Tabloid Bulaksumur dan Majalah Balairung yang pernah saya kenal di Yogya. Saya mengenalnya justru ketika kami sama-sama kembali pulang kampung ke Kota Serang dan bertemu tahun 2005 dikampus Untirta (di UPM Jumpa Bandung kami tidak pernah bertemu), adiknya adalah kawan saya sejak SD dan ibundanya termasuk salah satu guru saya ketika di SMPN I Serang.

Tema partisipasi politik mahasiswa yang saya ambil cukup berat saat itu di MPS UI Jakarta, mungkin tidak semua orang berani mengambil karya ilmiah seperti yang saya lakukan. Pengamat social politik dalam hal partisipasi politik mahasiswa dan masyarakat jika tidak salah mungkin baru Arbi Sanit dan Iwan Gardono yang sudah kawakan dari UI Jkt, selain sosiolog terkemuka Tamrin Amal Tomagola dan Imam Prasodjo yang juga mengamati kecenderungan perilaku social masyarakat.

INTELEKTUAL BEBAS

Seorang intelektual yang cerdas tidak selalu sama dan kadang berbeda dari hanya sekedar prosedur meraih gelar kesarjanaan serta kepangkatan. Ia boleh lahir dari jalanan dan proses diskusi yang sangat panjang serta tidak kurang habisnya menimba ilmu. Ia juga seperti avatar, kadang menguasai banyak ilmu. Otodidak dan minat terbesar adalah semacam daya dorong seseorang memiliki energy yang tidak tak terbatas. Dan ia tidak butuh dengan formalitas gelar Ijasah yang dapat dibeli dan berderet title yang hanya menunjukan status social dan kehormatan semu.

Saya mengenalnya kemarin hingga hari ini bernama Al-Fariz, seorang intelektual bebas, sering disapa dan biasa dipanggil oleh masyarakatnya, “Pak Professor”, tanpa diminta.Garis pemikirannya lebih cenderung sebagai intelektual kampus yang sejati. Kekuatan penalaran (reasoning power), kecermatan pengamatan, dan idealismenya, serta ide-idenya menunjukan eksistensinya sangat berhak sebetulnya berada didunia kampus sebagai dosen. Dan ia juga adalah tipikal seorang budayawan yang disegani ditengah masyarakat.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Lake lare

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juni 25, 2008

mabur adoh tekang langitan

rigel mundun maning tekang nyebur kali

ngojay, kelelep, ngojay, kelelep,

muncul maning sing jero sumur …

ane ning alas jung kulon

mabur maning

Ditulis dalam Filsafat dan Sastra | 2 Komentar »

Kenangan UNAS Kampus Legendaris

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 23, 2008

Membaca teks peristiwa yang terjadi saat ini seperti membidik dan membalik kenangan dimasa lalu. Tahun itu 1993 kampus UNAS Jakarta sedang menggeliat menjadi kampus pergerakan yang bangun dari tidurnya. Akibatnya kemudian seringkali terlibat bentrok perang saudara dengan Menwa, yang masa itu tidak lebih perintang jalan perjuangan mahasiswa. Banyak korban terjadi waktu itu, dan ketakutan serta kecemasan sangat mencekam di kampus UNAS, hingga membuat kami dari Unpas Bdg datang berkunjung dan ingin tahu apa yang sedang terjadi. Saat itu kampus UNAS betul-betul memiliki sejarah paling legendaris di Jakarta.

Dan kini sejarah berulang kembali, UNAS dikenal kembali lewat aksinya yang dramatik dan menarik perhatian serta keprihatinan publik. Pola orde baru jilid 2  telah terjadi lagi. Penyerbuan pagi dini hari tanggal 24 Mei terhadap demarkasi wilayah kampus, kekerasan, dan kebohongan publik telah terjadi pada peristiwa yang sangat menentukan ketika tanggal 23 Mei malam hari maklumat dari pemerintah kenaikan harga BBM tidak dapat lagi dibendung rakyat. 

Aku cukup heran melihat eskalasi politik saat ini, kegamangan dan kegelisahan tak kurang lebih sama dengan tempo dulu. Dan betul saja, akhirnya kembali lagi jatuh martir  yang tidak berdosa korban dari rezim baru. Kematian yang direkayasa seolah-olah ingin tetap terus mempermalukan dan memojokan para aktor jalanan yang siap mati demi rakyat, seperti tidak ada habisnya untuk memukul mundur semangat perlawanan rakyat.

Bahkan sebelum terjadi kenaikan harga BBM melalui media televisi SBY-Kalla seolah mengejek dan menantang para demonstran tidak lebih dari seminggu. Nyatanya sudah lebih dari 3 minggu aksi rakyat tetap saja terjadi dimana-mana diseluruh penjuru tanah air.

Apa yang terjadi dikampus UNAS menandakan kembalinya masa surut yang tak pasti seperti masa lalu dan kerasnya sudut pandang dari penguasa seperti batu karang yang sulit untuk berubah serta mau mendengar.

Selamat Jalan Maftuh Fauzi,  saudara berhak menyandang gelar Pahlawan Rakyat  buah martir dari cita-cita dan pengorbanan yang anda inginkan untuk melawan kebijakan SBY-JK.

Ditulis dalam Buku Harian, Pojok Kampus | 2 Komentar »

TRAGEDI UNAS

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 23, 2008

« KOMPAS (sebar) BOHONG!

Dalih ‘Penyebab Kematian’ Maftuh Fauzi

Diterbitkan Juni 23, 2008 Berita , Nation , Politik

 

 

 

“Ada kemiripan perilaku berbohong oleh pihak berwenang; Dokter (RSPP) dan Aparat (POLRI) dalam kasus penyebab kematian Maftuh Fauzi (Mahasiswa Unas) dan Irfan Maulana (Joki 3 in 1); Dokter (Puskesmas) dan Aparat (Pol.PP) sebagai perilaku pembohongan publik yang terus menerus digunakan”.

KENAIKAN HARGA BBM

SEMULA berawal dari kebijakan SBY-JK yang dinilai tidak Pro Rakyat. Yaitu menaikkan harga BBM sebesar 28.7% yang berakibat bertambahnya beban hidup, bertambahnya jumlah warga miskin. Berangkat dari keprihatinan dan empati kepada sesama tersebut, buruh, tani, mahasiswa dan rakyat miskin, bergerak bersama-sama menolak rencana kenaikan harga BBM tersebut. Karena kelompok masyarakat inilah yang memang menderita dan terkena dampak langsung kebijakan pro neoliberal.

Pergerakan (penolakan) ini bukan sekedar basa-basi atau rasa marah sesaat kepada pemerintah saja. Bahkan solusi pun sempat ditawarkan, yaitu cobalah menasionalisasi perusahaan-perusahaan tambang asing, berani-menolak hutang luar negeri, menyita harta koruptor-koruptor yang dianggap bisa menjawab masalah keterpurukan ekonomi dan politik Indonesia saat ini. Bahkan celoteh Kwik Kian Gie, kebijakan kenaikan BBM omong kosong. Menurutnya pemerintah tak harus memilih (ada alternatif) menaikkan harga BBM, lanjutnya lagi, jujur-kalau pemerintah memang memihak rakyat-sebagai pengahasil minyak bumi, Indonesia bisa menghindari harga krisis minyak dunia yang disebabkan oleh krisis ekonomi global, perang, dan krisis politik dalam negeri Amerika.

Bagi Maftuh Fauzi (almarhum) dan seratusan mahasiswa Unas (Universitas Nasional Jakarta) yang menolak rencana kenaikan BBM tersebut adalah sebuah perjuangan senyatanya. Bukan teori atau sekedar retorika belaka tapi aksi yang ditunjukkan melalui solidarita melalui Aksi Massa. Mereka orang-orang yang membuat pilihan secara sadar, berada diposisi bersama rakyat miskin, menolak kebijakan yang menyengsarakan dan menyesatkan itu. 

‘INSIDEN UNAS’

BERMULA dari ujuk rasa disertai orasi-orasi. Hingga pemblokiran jalan didepan kampus sebagai bentuk ‘protes keras’ kepada kebijakan SBY-JK tertangal 23 Mei 2008. Sikap penolakan tersebut benar-benar ditunjukkan oleh Maftuh Fauzi dan Mahasiswa Unas hingga berwujud ‘bentrok’ yang tidak bisa dihindari. Bentrok fisik antara Mahasiswa Unas dan anggota pengendali Massa (Dalmas) Polres Jakarta Selatan.

Bentrok tersebut pun berakhir dengan drama penyerbuan oleh pihak Polisi. Ditangkapnya 114 Mahasiswa. Ditemukannya ‘seonggok daun ganja’ dan Granat (!). Korban berjatuhan dari kedua belah pihak yang terluka.Menurut para wartawan yang meliput pada tanggal 24/05/08 sekira pukul 06.30 pagi itu, Polisi dianggap telah berlaku diskriminatif semisal melarang sebagian wartawan untuk ikut meliput prosesi penyerbuan dan penangkapan kedalam kampus. Sehari sesudahnya berita pun tersiar. Publik dipaksa menerima kejadian tersebut sebagai ‘Insiden Unas’. Tidak hanya penangkapan dan penahanan. Kerugian materi pun turut ditanggung pihak warga kampus Unas. Dari hancurnya beberapa motor, mobil, kaca-kaca berserakan, bahkan rung koperasi ikut menjadi sasaran penyerbuan, hancur berantakan mirip kondisi paska perang.

Insiden Unas pun dinilai sebagian pihak masyarakat-telah terjadi pelanggaran HAM. Pelanggaran tersebut berupa penangkapan dan penahan tanpa prosedur yang berlaku, pemukulan, penganiyayan, perlakuan kasar dan intimidasi, kepada mahasiswa-mahasiswi Unas yang ditangkap. Digelandanglah seratusan mahasiswa-mahasiswi Unas yang dianggap telah melakukan Kejahatan dan perbuatan meresahkan masyarakat karena melakukan upaya penolakan protes kenaikan BBM yang dinilai anarkis.

Beberapa hari kemudian para mahasiswa-mahasiswi yang ditahan tersebut diduga kuat, dicap dalam setiap kening, sebagai pengguna Narkoba. Ini dibuktikan dari hasil tes urin-55 mahasiswa adalah pengguna narkoba. Walaupun bentuk pemeriksaan tersebut dinilai tidak independen dan terkesan dipaksakan. Dan meskipun penahanan para mahasiswa-mahasiswi ini bukan lantaran terjerat razia Narkotik–namun akibat aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM. Dengan dalih ditemukannya ‘seonggok daun ganja’ pihak Polisi merasa berhak untuk memeriksa urin para mahasiswa tanpa menunggu proses penyelidikan darimana barang bukti—ganja tersebut berasal, tanpa menghormati hak-hak tersangka (dalam hal ini para tersangka mahasiswa) untuk mendapatkan perlakuan adil (a.l. adanya bukti permulaan yang cukup, bukti permulaan yang cukup terkandung dalam: laporan polisi, BAP TKP, Laporan hasil penyelidikan, Keterangan Saksi Ahli dan Barang Bukti). Prosedur terpenting dalam Insiden Unas yakni Polisi harus memperlihatkan surat penangkapan pun tidak dilakukan. Dengan dalih kondisi pada saat itu Polisi berhak menggunakan wewenangnya didasari KUHP dan UU Kepolisian.

Ketidakadilan itu juga muncul bagi para Mahasiswa yang mengalami luka (robek dikepala, patah, lebam dan trauma) dibiarkan, seperti disengaja tidak memberikan layanan medis untuk dua hari lamanya. Meskipun pada akhirnya diberikan dan asal-asalan. Hal ini bukan lantaran Pihak Polisi menyadarinya sebagai sikap profesional menjunjng tinggi dan menghormati hak-hak asasi manusia dalam setiap individu tersangka, melainkan takut karena kondisi yang terluka bertambah parah (Infeksi, bernanah pada luka robek dan menganga, serta kondisi muntah-muntah, dll).

Maftuh Fauzi adalah termasuk salah satu korban terluka yang mengalami perilaku pembiaran tersebut.

TIM PENCARI FAKTA

Insiden Unas kemudian mendapatkan perhatian dari berbagai pihak dan media. Termasuk anggota-anggota DPR, Komnas HAM, LBH Jakarta, PBHI, KONTRAS (Komisi untuk orang hilang dan korbn tindak kekeasan), dan tentu saja gerakan-gerakan mahasiswa dan rakyat lainnya. Desakan untuk mencari kebenaran pun melahirkan pembentukan Tim Pencari Fakta yang diketuai oleh Yoseph Adi Prasetyo koordinator TPF Komnas HAM. Dalam temuannya tersebut diungkapkan fakta dan kesimpulan antara lain:

- Ditemukannya Granat dan proyektil peluru karet sebanyak delapan belas butir. Tidak diakui sebagai proyektil yang biasa digunakan oleh Dalmas.
- Polisi tidak menggunakan Prosedur Tetap (Protap) Yang diterbitkan pada 5 Desember 2006, oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto. (a.l. Pasal 14 menyatakan Dalmas tidak boleh arogan dan terpancing oleh perilaku massa. Dalmas juga tidak perlu bertindak keras yang tidak sesuai dengan prosedur. Tindakan keras jika dalam kondisi yang proporsional –apakah hijau, kuning, atau merah).

Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Selatan, AKBP Elbin Darwin mengakui bahwa dalam menangani kasus unjuk rasa Unas dimengerti sebagai bukan kondisi kekacauan, sepengetahuan Kapolersta Jakarta Selatan Kombes Chairul Anwar, Protap tidak digunakan sebagai acuan. Diperjelas bahwa tak perlu ada alih komando Dalmas Lanjut kepada Brimob (PHH).

Berdasarkan temuan TPF dilapangan telah terjadi pemukulan oleh para Dalmas dan Polisi yang berseragam preman yang memang tidak diatur dalam protap (sumber: Hukum Oline.Com) Temuan ini juga diperkuat oleh hasil pemeriksaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) penyerbuan 24/05/08 memang melanggar prosedur tetap ujar Pandu Praja. Secara prosedur yang bisa melakukan penindakan aksi massa adalah Brigade Mobil (brimob). Contoh lain pelanggaran Proptap yakni kasus penembakan petani Alas Tlogo oleh pihak TNI-Al.

DALIH ‘PENYEBAB KEMATIAN’

Adalah Mahasiswa Akademi bahasa asing angkatan 2003. Ia termasuk 31 Mahasiswa yang dibebaskan paling akhir. Menurut rekan satu sel Maftuh Fauzi sering mengeluh karena menderita luka dikepala. Selama dua hari sejak ditahan Maftuh Fauzi tidak mendapatkan pengobatan. Luka dikepala semakin terasa. Bahkan karena terpaksa, Ia mengikat paksa kedua lengannya agar tak memukul-mukul kepala karena sakit yang maha hebat itu.

Berikut adalah kronologi meninggalnya Maftuh Fauzi (sumber: Solidaritas Mahasiswa Unas)
- Tanggal 2 Juni 2008 Maftuh dibebaskan pada pukul 08.00 WIB dan dirawat inap tanggal 10-17 Juni 2008 di RS UKI Cawang. Sebelum dibebaskan, ia sempat mengeluh sakit kepala hebat selama beberapa hari di tahanan Mapolres Jaksel. Kepala bagian belakang sobek dan beberapa bagian tubuh memar akibat pukulan benda tumpul.
- Tanggal 17-20 Juni 2008 Maftuh dipindahkan ke RS Pusat Pertamina Jakarta karena kurang mendapat perawatan yang memadai. Atas desakan beberapa rekan mahasiswa Unas meminta pertanggungjawaban pihak rektorat untuk merawat Maftuh di RSPP. Maftuh dipindahkan ke RSPP pada 17 Juni 2008 pukul 23.00 hingga akhirnya tanggal 20 Juni 2008 mengembuskan napas terakhir pukul 11.20 wib.

Yang menjadi pangkal persoalan kini Maftuh Fauzi telah meninggal dan diagnosa para dokter RSPP karena menderita HIV–hingga infeksi menyeluruh, sistemik, tidak berfungsinya organ tubuh menyebabkannya meninggal dunia. Dokter RSPP tidak menemukan luka atau kelainan pada bagian kepala Maftuh Fauzi.

Berbeda dengan pernyataan dokter rumah sakit fakultas kedokteran UKI Cawang, MIftah Fauzi dinyatakan menderita trauma terbuka dikepalanya. (lihat rekam medis sumber: Media Bersama)

Bahkan dalam blog ondosupriyanto (lihat disini) melaporkan dari Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, Kabumen, Sabtu (26/6) pukul 01.30 saat jenazah Maftuh Fauzi (27) mahasiswa Universitas nasional (Unas) Kebumen dimakamkan. Ondo menyatakan, Dalam keterangan kepada wartawan, ketua tim forensik RSU Margono Purwokerto, dokter M Zaenuri Samsul Hidayat didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Drs Syahroni dan Kapolres Kebumen AKBP Triwarno Atmojo mengatakan, hasil sementara dari pemeriksaan luar dan dalam, telah ditemukan luka memar akibat bersentuhan dengan benda tumpul di kepala bagian belakang. Namun luka tersebut telah mengalami kesembuhan. Tim forensik belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kematian Maftuh Fauzi. Untuk mengetahui penyebabnya, tim forensik mengambil sampel otak, hati, darah, untuk dikirim ke lab FK Undip Semarang. “Hasilnya baru akan diketahui seminggu mendatang,” katanya.

Cukup jelas, dengan membandingkan keterangan dari beberapa pihak Rumah sakit dan dokter yang berbeda, Miftah Fauzi, memang menderita luka dibagian kepala. Meskipun keterangan ini dianggap tidak pernah ada oleh pihak dokter RSPP. Wajar saja jika keraguan dan sikap penolakan penyebab kematian Maftuh Fauzi oleh pihak dokter RSPP ditolak mahasiswa Unas, cukup beralasan, karena Fakta telah dikesampingkan.

Bentuk kebohongan publik oleh Dokter (kaum profesional) bukan baru sekali ini terjadi. Pada kasus penganiayaan hingga meninggalnya Irfan Maulana (14) tanggal 8 Januari 2007 oleh Sembilan orang oknum Pol.PP juga berakhir dengan diagnosa dokter yang menyatakan Irfan Maulana ditemukan tak bernyawa ditengah jalan dan menderita Epilepsi.

Meskipun keterangan saksi (kawan Irfan) bertentangan, kini kebohongan publik tersebut terlanjur dipercaya, lantaran argumentasi para Dokter lebih dipercaya daripada keterangan saksi-bocah ingusan-yang selalu terpingirkan. (Baca disini: Kasus Irfan Maulana)

SEJAK SUHARTO dan Orde Baru berkuasa, sejak itu pula tatanan masyarakat dibangun dengan pondasi tulang belulang dan darah rakyat yang dihilangkan. Dusta menjadi hal yang teramat sering digunakan disemua aspek kehidupan. Kebohongan muncul dari para intelektual, kaum profesional dan tentu saja aparat. Kehidupan masyarakat tak ubahnya hidup dalam gelembung kebohongan yang diciptakan sejak awal pada tahun 1965.

Dalih penyebab kematian oleh pihak dokter RSPP sungguh memungkinkan kebohongan belaka karena kekuasaan memang berada dibelakangnya. Fakta telah membuktikan dalam kasus Irfan Maulana (14) Joki 3 in 1 seorang dokter mampu berbohong dan membuat kebohongan umum. Tak terkecuali dalam kasus Maftuh Fauzi dokter RSPP juga mungkin dan mampu melakukan hal yang sama, karena telah terjadi pelanggaran HAM.

Sumber artikel : http://andricahyadi.wordpress.com/2008/06/23/dalih-penyebab-kematian-maftuh-fauzi/

Ditulis dalam Pojok Kampus | 2 Komentar »

Maftuh Fauzi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Juni 23, 2008

PEOPLE HERO

Maftuh Fauzi is UNAS’S college student (National University) one that passes away Mapolres Jaksel’s hitting effect on the fifteenth 24th May then, now is forced as Hero of People.

BBM’S markup problem as trigger of SBY JK’S governance policy constitute failing of currently reform.

Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »

Tak Ada Subsidi BBM

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 20, 2008

INFO INDONESIA

Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni

Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »

Kebijakan Harga BBM Bertentangan Dengan Konstitusi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 20, 2008

Kebijakan Harga BBM Bertentangan Dengan Konstitusi Dan Sarat Dengan Penyesatan (Artikel2) Minggu, 25 Mei 08

Mahkamah Konstitusi RI (MK) telah menguji Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, apakah isinya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar kita. Vonisnya ditetapkan dalam Rapat Permusyawaratan 9 (sembilan) Hakim Konstitusi pada hari Rabu, tanggal 15 Desember 2004, dan dituangkan dalam PUTUSAN Perkara Nomor 002/PUU-I/2003.

Putusan MK tersebut yang tentang kebijakan harga BBM berbunyi sebagai berikut : “Pasal 28 ayat (2) dan (3) yang berbunyi (2) Harga Bahan Bakar Minyak dan Harga Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar; (3) Pelaksanaan kebijaksanaan harga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak mengurangi tanggung jawab sosial Pemerintah terhadap golongan masyarakat tertentu”; Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »

Turut Berduka Cita

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 20, 2008

Turut Berduka Cita atas meninggalnya sdr. Maftuh Fauzi (alm) di rumah sakit Pertamina. Semoga jasa dan niat baik yang diberikan almarhum diterima disisi-Nya dan tergolong husnul khotimah. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran untuk tetap tabah.

Amin

Ditulis dalam Buku Harian, Pojok Kampus | Leave a Comment »

Bingkai Retak Nasionalisme

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, Juni 20, 2008

BINGKAI RETAK NASIONALISME 2008 – 2009

Kita akan memiliki masa depan yang tidak pasti dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh SBY-Kala/

Kebijakan pemerintah semakin tidak memperdulikan hati nurani rakyat.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Buku Harian, Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik, Pojok Kampus | Leave a Comment »

Kontemplasi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juni 18, 2008

Ketika Terang Bulan dan Turun Hujan

Malam ini sebelum pagi subuh datang, aku melihat bulan sangat terang dan indah sekali ditengah alun-alun kota Serang. Aku merasa tercerahkan dan ekstase. Aku merasa sangat tenang dan damai. Sudah lama sekali aku tidak merenung dan bermeditasi mensyukuri semua nikmat tuhan yang telah Ia berikan padaku. Nikmat dan rasa syukur dari semua yang Ia berikan dan segala rintangan serta cobaan yang menghadang, juga kegelisahan yang kian tinggi intensitasnya saat ini. Dan aku melihat bintang dan bulan telah berada pula di hati jutaan rakyat nusantara, cahayanya memendar lewat sudut matanya yang berbinar dari balik gunung, sudut kota, hutan, lembah dan ngarai, juga danau yang jernih, tulus, dan bening.

Di tengah kepenatan melihat banyak sekali fenomena ekonomi, sosial, budaya, politik, dan hukum yang kini telah membuat kita kecewa. Apalagi kemarin malam melihat berita informasi acara kupas tuntas Trans 7 yang dipandu Teguh Usis. Salah satu narasumbernya selain Pukat Korupsi dari UGM, seorang kawanku Syahrin dari Komisi 3 DPR RI mengenai kasus suap yang melibatkan petinggi Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Untung Udji Santoso dan Arthalita pelaku suap kepanjangan tangan dari Samsu Nursalim. Cukup memprihatinkan sekali.

Di tengah beban rakyat akibat kenaikan harga BBM, penetrasi neoliberalisme yang kian deras pada sektor publik, dan berbagai kasus korupsi serta kebijakan publik lainnya yang telah banyak merugikan rakyat, maka sudah saatnya kita tak lagi percaya lagi sepenuhnya terhadap pemerintah dan penegak hukum, jika tak memiliki ketegasan dalam bersikap dan memiliki visi strategis untuk bangsa ini dan untuk kita semua.

Di pagi subuh yang dingin dan hujan gerimis datang yang mulai turun membasahi bumi, menutupi keindahan padhang bulan tadi malam, semoga kita masih tetap diberikan kesabaran, banyak bersyukur, dan TETAP BERGERAK !!! untuk masa datang yang lebih baik.

Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »

Kalkulasi Demokrasi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Juni 18, 2008

Kalkulasi Sistem Demokrasi

Oleh : Teguh Iman Prasetya

Resiko demokrasi multi partai sejak tahun 1999 dan demokrasi langsung yang diperkenalkan para aktor reformasi sejak 2004 Pemilihan Presiden dan 1 Juni 2005 Pilkada ditiap daerah sebagai dampak lanjutan proses demokratisasi, ternyata membawa resiko politik, ekonomi, akuntabilitas publik, modal sosial, dan demokrasi lokal bagi rakyat.

Pendapat ini dikemukakan oleh Kacung Maridjan dengan sangat detail dalam papernya yang bertemakan diatas,  disampaikan pada ‘In-house Discussion Komunikasi Dialog Partai Politik’ yang diselanggarakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokasi (KID) di Jakarta, 16 November 2007. Disambung kemudian oleh Eko Prasodjo dengan studi kasus peran dan fungsi KPU/D dalam reformasi birokrasi di Indonesia dengan tema artikel, “Menghapus Pilkada Langsung “ (Kompas Selasa, 5 Februari 2008).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Hukum & Politik, Komunikasi dan Perubahan Sosial | 1 Komentar »

My Blogs My Curhat

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, Juni 15, 2008

Bagi saya mengenal dunia blog sejak 8 bulan lalu tepatnya bulan November 2007 sangat bermanfaat sekali. Banyak yang telah menjadi guratan pada catatan hingga hari ini, baik yang sudah selesai tuntas ataupun yang belum tuntas sama sekali.

Begitupula dari pengirim pesan yang mengirim komentar, baik yang kukenal maupun yang tidak kukenal sama sekali.

Senang berkenalan kembali dengan sobat lawas dan anda sekalian kawan baru yang memberi semacam obat tidur penenang atau kegelisahan baru untuk terus berfikir mencerahkan.

Sekali lagi saya berterima kasih dan mohon maaf bila dari sekian banyak komentar yang kawan berikan belum saya jawab.

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Kaya SDA

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 14, 2008

Kompas Senin, 28 April 2008 | 15:52 WIB

INDONESIA sesungguhnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah baik sumber energi berupa minyak dan gas maupun sumber-sumber pangan, namun anehnya kita sekarang justru tidak bisa menikmati secara penuh keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia dan harga berbagai komoditas pangan yang saat ini sedang meroket. Pada tahun 1970-an, kita bisa menikmati kenaikan harga minyak karena Indonesia waktu itu sepenuhnya masih sebagai negara-negara pengekspor minyak.

Sekarang, Indonesia sudah menjadi net importir minyak sehingga kenaikan harga minyak dunia dirasakan dampaknya pada anggaran negara. Ibaratnya, kita bagaikan tikus yang nyaris mati di lumbung padi. Pemerintah dan DPR telah menyepakati anggaran subsidi bahan bakar minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008 sebesar Rp 126 triliun.

Sedangkan konsumsi BBM bersubsidi yang disetujui dalam APBN-P 2008 sebanyak 39 juta kilo liter sementara produksi minyak (lifting) ditetapkan sebesar 927.000 barrel per hari dan patokan harga minyak sebesar 95 dolllar AS per barrel. Sekarang kita bisa mengamati secara bersama kenaikan harga minyak di pasar spot sudah mencapai 120 dollar AS per barrel bahkan diperkirakan hingga akhir tahun ini bisa saja mencapai 140 dollar AS per barrel.

Memang, patokan harga minyak dalam APBN tidak didasarkan pada harga minyak di pasar spot tetapi berpedoman pada harga rata-rata minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) baik harga bulanan, tiga bulan maupun harga ICP tahunan. Dengan kata lain, harga minyak di ICP juga mengacu pada harga minyak dunia di pasar spot. Berdasarkan perhitungan sementara, saat ini harga ICP tiga bulan pertama tahun 2008 su dah mendekati 100 dollar AS per barrel.

Angka ICP tersebut merupakan batas terakhir dari kemampuan anggaran pemerintah tahun ini. Artinya, jika ICP diatas 100 dollar AS per barrel, harga BBM bersubsidi di dalam negeri dimungkinkan untuk dinaikkan oleh pemerintah kalau program penghematan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Kalau Indonesia saat ini sedang deg-degan dengan kenaikan harga minyak dunia, negara-negara di Timur Tengah justru sekarang sedang bingung dengan uang yang melimpah dari keuntungan minyak dunia.

Kelebihan dana

Dalam Forum Ekonomi Islam Dunia (World Islamic Economic Forum -WIEF) keempat di Kuwait, tanggal 29 April-1 Mei 2008, berbagai negara berkumpul termasuk Indonesia yang mengirim delegasi sebanyak 70 orang. Delegasi Indonesia dipimpin Irman Gusman, yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhalangan hadir.

Forum itu dimanfaatkan oleh berbagai negara Islam untuk menjalin kerja sama di bidang ekonomi. Indonesia sudah pasti memiliki kepentingan untuk menarik para investor dari Timur Tengah termasuk dari Kuwait yang saat ini sedang kelebihan dana. Sebagai salah satu negara petro dollar, pendapatan perkapita Kuwait pada tahun 2007 sebesar 34.500 dollar AS dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Sementara Indonesia yang berpenduduk sekitar 210 juta jiwa, pendapatan per kapitanya hanya 2.000 dollar AS.

Ekspor minyak dari Kuwait pada tahun 2006 sebesar 40,3 miliar dollar AS atau naik dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 36,9 miliar dollar AS. Dalam upaya memenuhi tuntutan untuk mengelola perekonomian, setelah diporak-porandakan oleh Irak pada awal tahun 1991, saat ini pemerintah Kuwait sedang mengembangkan berbagai proyek industri senilai 40 miliar dollar AS. Pengembangan proyek tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu 15 tahun.

Beberapa mega proyek yang akan dibangun di Kuwait antara lain jalan layang diatas laut sepanjang 25 kilometer (Kuwait City ke Subbiya), Bubiyan International Port (pelabuhan kontainer senilai 1,2 miliar dollar AS), dan jalan network regional sepanjang 250 km. Rencana pengembangan berbagai mega proyek itu, sebagian besar dilakukan melalui dana yang sudah dimiliki oleh negara Kuwait sendiri.

Berbeda dengan di Indonesia, berbagai rencana kegiatan di sektor riil termasuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur lebih banyak mengandalkan pada dana-dana dari investor. Saat ini pemerintah tidak lagi berperan lagi sebagai penggerak utama perekonomian nasional seperti di zaman rezim Orde Baru.

Peran swasta dan masyarakat luas sangat diandalkan untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sekarang sebenarnya kita tidak bisa lagi terbius pada ungkapan hampa yang menyebutkan Indonesia negara kaya raya, tapi ternyata tidak bisa berbuat apa-apa dengan kekayaan yang dipunyai Indonesia. Namun, tidak berarti kita harus pesimis dengan masa depan bangsa Indonesia.

(Tjahja Gunawan / tjahjag@yahoo.com)

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »

Never

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 14, 2008

Sejumlah aparat keamanan berbaju sipil berusaha menangkap aktivis yang diduga menyerang aparat keamanan saat berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/5). Pengunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM karena mereka menilai langkah tersebut akan menambah beban hidup warga miskin.

Demo BBM oleh Mahasiswa Akankah Berhenti?

 

Jumat, 30 Mei 2008 | 16:56 WIB

DI tengah maraknya demo mahasiswa yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak, tiba-tiba pemerintah mencanangkan program Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM). Rencananya BKM akan diberikan kepada 400.000 mahasiswa miskin di 83 perguruan tinggi negeri di Tanah Air. Besarnya BKM adalah Rp 500.000 per semester dan akan diberikan mulai Juli 2008.

Sebagian kalangan menduga program tersebut sengaja dibuat pemerintah untuk membungkan aksi mahasiswa yang marak terjadi di berbagai daerah di Tanah Air. Tapi ada juga yang berpendapat, tanpa ada program itu pun aksi demonstrasi akan berhenti dengan sendirinya begitu laga sepak bola di Piala Eropa dimulai pada tanggal 9 Juni 2008.

Sejatinya gerakan mahasiswa adalah gerakan moral politik dan bukan gerakan politik praktis meskipun aksi mereka sering dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Mahasiswalah sebenarnya lebih cocok disebut sebagai penyambung aspirasi masyarakat ketimbang para koboi politik di senayan. Selain sebagai kelompok intelektual, para mahasiswa termasuk golongan yang merasakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM. Uang untuk makan maupun untuk transport ke kampus dipastikan akan naik.

Dengan adanya kenaikan BBM, niscaya kiriman uang bulanan mahasiswa dari para orangtuanya akan tersendat atau bahkan mungkin malah terhenti. Dalam kaitan ini, sebenarnya ada atau tidak ada kenaikan BBM, program BKM patut diberikan kepada mahasiswa miskin. Akan tetapi karena BKM diberikan setelah pemerintah menaikkan harga BBM dan di-launching di tengah maraknya aksi demo mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah itu, maka program tersebut patut diduga bertujuan untuk membungkam para mahasiswa.

Oleh karena itu, betapapun baiknya tujuan BKM ini, namun program tersebut tetap akan dicurigai sebagai program politis dari pemerintah sehingga sangat boleh jadi tidak akan mencapai tujuan yang sebenarnya. Ini terjadi karena BKM diberikan di “waktu yang salah”.

Yang belum terang benderang dari program BKM ini adalah sumber dananya diambil dari pos anggaran negara yang mana? Apakah dana untuk BKM diambil dari program subsidi BBM ? atau dari pos anggaran Bantuan Ongkos Sekolah (BOS) atau dari Bantuan Langsung Tunai (BLT)? Kalaunpun misalnya sumber dana BKM itu jelas, tapi kalau kriteria mahasiswa miskin tidak jelas, tetap akan menimbulkan masalah di kemudian hari, sama seperti halnya dalam penyaluran BLT.

Para pejabat kampus di 83 PTN saat ini dituntut untuk bisa mendata jumlah para mahasiswa miskin. Mereka juga mungkin harus ikut merumuskan kriteria mahasiswa miskin sebagaimana halnya para kepala desa dan rukun tetangga di daerah, yang harus sibuk mengurus dan menyalurkan uang BLT. Kalau saja program BKM ini sebelumnya disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah, sangat boleh jadi masyarakat khususnya mahasiswa bisa mengerti dan memahaminya.

Resistensi mahasiswa terhadap program BKM saat ini lebih dikarenakan kurangnya komunikasi dari pemerintah. Program BKM ditafsirkan oleh sementara kalangan sebagai pencerminan dari kepanikan pemerintah atas maraknya demo mahasiswa. Kebijakan tersebut sebagai perwujudan dari sikap pemerintah yang reaksioner menghadapi kenyataan adanya penolakan dari masyarakat terhadap kenaikan harga BBM.

Elite di pemerintahan khususnya mereka yang berasal dari kalangan partai politik, sebaiknya harus legawa menerima kenyataan bahwa akibat dari kebijakan menaikan BBM akan dengan sendirinya mendiskon reputasi dan populariats mereka dalam Pemilu 2009. Setiap kebijakan pasti akan membawa berbagai implikasi baik sosial, ekonomi, dan politik.

Jadi, meskipun kenaikan BBM bisa diterima secara rasional ekonomi namun masyarakat khususnya mahasiswa merasakan langsung dampak dari kebijakan tersebut. Kepedihan masyarakat ini sudah diekspresikan dalam beragam aksi demonstrasi, namun perwujudan kekecewaan publik itu diperkirakan masih akan kita lihat dalam Pemilu 2009. Jika masyarakat benar-benar kecewa dengan rezim pemerintahan sekarang, dapat dipastikan sosok Susilo Bambang Yudhoyono maupun Jusuf Kalla, tidak akan laku lagi dalam pemilu mendatang.

Namun, bukan berarti tokoh-tokoh lama di luar pemerintahan yang berambisi untuk menjadi presiden lima tahun mendatang akan mendapat simpati dari masyarakat. Adakalanya aspirasi politik masyarakat di luar para analis politik. (tjahja gunawan/tjahjag@yahoo.com)

Ditulis dalam Pojok Kampus | Leave a Comment »

Misteri Timbunan Minyak

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 14, 2008

BP Migas Belum Periksa Minyak 14 juta Barel
Misteri Timbunan Minyak

Pengeboran minyak di Rig OW 700/40 milik Pertamina EP di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Bekasi, Jawa Barat, mencapai kedalaman 2.150 meter, Selasa (27/3). Minyak mentah dari anjungan ini diolah di kilang minyak Balongan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

    Jumat, 13 Juni 2008 | 09:07 WIB

    JAKARTA,JUMAT –  Makin misterius saja keberadaan timbunan minyak mentah sebanyak 14 juta barel. Badan Pengatur Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), yang pertama kali mengungkap keberadaan timbunan minyak itu, ternyata hanya mengantongi angka berdasarkan laporan dari kontraktor production sharing (KPS) minyak.

    BP Migas mengakui tidak mampu mengecek langsung lantaran sumber dayanya masih terbatas. “Laporan itu memang hanya dari KPS, namun kami yakin data itu memang benar,” kata Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin, kemarin (12/6).

    Bisa jadi, laporan mengenai jumlah itu memang benar adanya. Namun, yang perlu mernjadi perhatian, benarkah seluruh minyak mentah itu masih tertimbun di penampungan milik KPS? Sebab bisa saja terjadi, sebenarnya minyak tersebut sudah dijual. Namun Pertamina, yang bertugas menjualnya, belum melapor ke BP Migas. Seandainya hal terakhir yang terjadi, negara juga merugi. Maklum, status minyak itu adalah jatah bagi hasil untuk pemerintah. Seandainya minyak itu laku 100 dollar AS per barel, nilai seluruh minyak itu mencapai 1,4 miliar dollar AS. Mengendap sebulan saja di bank, potensi bunganya tentu sungguh besar.

    Sejauh ini, baru PT Medco Energy yang membantah telah menyimpan lifting. “Minyak itu tidak ada di kami,” kata Hilmi Panigoro, Presiden Komisaris PT Medco Energy, Adapun KPS lain tak bersedia berkomentar.

    Untuk mencari titik terang soal ini, Pertamina juga akan meminta setiap KPS melaporkan jumlah minyak yang belum terangkut. “Kami kan enggak tahu, minyak itu berada di mana,” kata Juru Bicara Pertamina Wisnuntoro.

    Pertamina bahkan menyatakan akan segera menjual begitu mengetahui tempat penyimpanannya. Pertamina mengklaim telah menyiapkan 36 kapal tanker milik sendiri dan 120 kapal sewaan untuk mengangkut timbunan minyak itu. (Sanny Cicilia Simbolon, Hans Henricus Benedictus)


    Sumber : KONTAN

     

    Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »

    Salut untuk TNI

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Juni 12, 2008

    Salut untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang telah menyerahkan aset bisnisnya tanpa kompensasi kepada pemerintah. Sangat melegakan sekali ditengah individualisme dan hedonisme para pejabat dan politisi serta aparat hukum korup  diera reformasi saat ini. Inilah jalan terbaru  dari TNI untuk terus mereformasi diri dan membuktikan profesionalismenya berkorban untuk negara. Sekali lagi salut

    Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »

    Kekayaan Menteri Bertambah Rp 3,5 Milyar dalam Setahun

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Sumber Info Indonesia Juni 4, 2008

    Kekayaan Menteri Bertambah Rp 3,5 Milyar dalam Setahun!

    Pantas saja para pejabat Indonesia dengan santai menaikan harga BBM hingga 125% tanpa takut merasa miskin sementara rakyat yang penghasilannya di bawah 4 juta pada harap-harap cemas. Pada saat rakyat susah, justru para pejabat kekayaannya bertambah pesat. Jadi kenaikan harga BBM tidak ada artinya bagi mereka. Justru penghasilan mereka jadi meroket.

    Di TV dan Media Massa lain diberitakan Mendagri Mardiyanto misalnya pada tahun 2006 kekayaannya “hanya” Rp 7,26 milyar, pada tahun 2007 jadi sekitar Rp 10,7 milyar atau naik sekitar Rp 3,5 milyar dalam waktu hanya 17 bulan. Naik 48% dalam 17 bulan. Tabungannya bertambah Rp 206 juta lebih per bulan. Padahal gaji menteri dari yang saya dapat di media massa tidak lebih dari Rp 60 juta/bulan.

    Ada pejabat yang punya rumah sampai 14 rumah padahal banyak rakyat yang tidak punya rumah dan cuma hidup di rumah kontrakkan atau pondok mertua Indah.

    Meski sebagian kekayaan disebut milik/tabungan istri, tapi kalau istrinya tidak bekerja/usaha itu berarti dari pejabat itu juga.Mudah-mudahan KPK bisa menyelidiki lebih jauh apakah kekayaan itu didapat dengan cara yang halal atau korupsi.

    Tapi dari sini saya melihat para pejabat Indonesia baru bisa mensejahterakan dirinya sendiri. Belum bisa mensejahterakan sebagian besar rakyatnya.

    Kekayaan Pejabat Melejit hingga Miliaran Rupiah Sebagian Kekayaan Disebutkan sebagai Tabungan Istri 

    Rabu, 4 Juni 2008 | 03:00 WIB

    Jakarta, Kompas – Kekayaan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto bertambah sekitar Rp 3 miliar dan 50.000 dollar Amerika Serikat dalam waktu sekitar 17 bulan. Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji memiliki 14 rumah yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Depok, Bogor, dan Subang, Jawa Barat. Harta kekayaan pejabat tersebut diketahui saat Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (3/6) di Jakarta, mengumumkan harta kekayaan kedua pejabat tersebut. Kekayaan penyelenggara negara lain yang kemarin juga diumumkan adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalatta.

    Dalam laporannya pada 12 November 2007, Mardiyanto menyatakan memiliki kekayaan Rp 10,309 miliar dan 50.000 dollar AS. Jumlah itu melejit dibandingkan dengan laporan pada 26 Juni 2006, kekayaan Mardiyanto sebesar Rp 7,26 miliar.

    Adapun Andi Mattalatta melaporkan, pada 18 Juni 2007 ia memiliki kekayaan Rp 7,411 miliar dan 92.252 dollar AS. Ini berarti naik sekitar Rp 700 juta dibandingkan dengan kekayaannya pada 31 Oktober 2006 atau delapan bulan sebelumnya, dengan data yang dilaporkan Rp 6,676 miliar dan 91.000 dollar AS.

    Baca selengkapnya di:

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/04/00273068/kekayaan.pejabat.melejit.hingga.miliaran.rupiah

    Dipertanyakan, Keinginan DPR Naik Gaji di Saat Rakyat Tercekik Kenaikan Harga BBM

    Kompas, Jumat, 04 Maret 2005

    “Presiden itu take home pay-nya sekitar Rp 75 juta. Wakil presiden itu sekitar Rp 50 juta. Sedangkan menteri Rp 45 juta. Sementara itu, take home pay DPR Rp 16 juta. Itu pun masih dipotong untuk partai Rp 5 juta,” paparnya.

    Baca selengkapnya di: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0503/04/Politikhukum/1600246.htm

    Selasa, 03-06-2008 | 17:32:02

    Harta Mardiyanto Kalahkan Mattalata dan Hendarman

    Laporan: Persda Network/Yuli Sulistyawan, tribuntimurcom@yahoo.com 

    Jakarta, Tribun – Dua menteri dan Jaksa Agung hasil reshuffle kedua kabinet Indonesia Bersatu pada mengumumkan harta kekayaannya sebagai penyelenggara negara di Gedung KPK.

     

    Mereka adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.

    Dari ketiga pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Mendagri Mardiyanto yang paling kaya. Total harta kekayaannya mencapai Rp 10.309.115.458 miliar. Menkumham Andi Mattalata miliki harta sebesar Rp 7.411.152.161 miliar. Jaksa Agung Hendarman Supandji paling sedikit hartanya, yakni sebesar Rp 3.476.432.647 miliar.

    Selain terkaya, pertambahan harta Mardiyanto juga paling besar. Selama 17 bulan, harta Mardiyanto bertambah sebesar Rp 3.048.476.458. Harta Andi Mattalata bertambah sebesar Rp 735.178, 161 selama delapan bulan. Sedangkan harta Hendarman selama enam tahun, bertambah sebesar Rp 1.168.230.647.

    Posisi harta Mardiyanto pada 26 Juni 2006 sebesar Rp 7.260.639.000. Pada 12 November 2007 menjadi sebesar Rp 10.309.115.458 dan 50.000 dolar AS. Untuk Andi Mattalata, jumlah hartanya pada 31 Oktober 2006 sebesar 6.675.974.000 dan 91.000 dolar AS. Pada 18 Juni 2007, harta Andi menjadi 7.411.152.161 dan 92.252 dolar AS.

    Sedangkan Hendarman,hartanya pada 18 Mei 2001 sebesar Rp 2.308.202.000. Pada Juli 2007, harta Hendarman menjadi 3.476.432.647.

    Mardiyanto dalam jumpa pers bersama Andi Mattalata dan Hendarman Supandji dengan didampingi Ketua KPK Antasari Ashar mengatakan, pertambahan harta kekayaannya yang paling besar berasal dari perubahan nilai jual obyek pajak (NJOP) dari tanah dan bangunan yang ia miliki. Mardiyanto memiiki enam tanah dan bangunan senilai Rp 2.778.404.000 pada 26 Juni 2006. Nilainya berubah menjadi 4.334.196.000 pada 12 November 2007. Sehingga,pertambaha nnya sebesar Rp 1.555.792.000.

    Namun dari LHKPN yang dibagikan ke wartawan, pertambahan harta terbesar Mardiyanto berasal dari giro dan setara kas lainnya. Pada 26 Juni 2006, jumlahnya Rp 3.025.000.000. Dan pada 12 November 2007, menjadi Rp 4.719.419.458. Sehingga, ada pertambahan sebesar Rp1.694.419.458. Pertambahan harta Andi Mattalata paling besar pada giro dan setara kas lainnya. Selama delapan bulan, pertambahannya mencapai Rp 610.178.161.

    Sedangkan Hendarman, pertambahan harta paling besarnya berasal dari tanah dan bangunan. Dari 21 tanah dan bangunan yang ia miliki, pertambahannya sebesar Rp 965.493.000.(*) http://www.tribun-timur.com/view.php?id=80189&jenis=Makassar

    Ditulis dalam Hukum & Politik | Leave a Comment »

    Kresna dan Lila

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Copy Right : India Exotix

    Ditulis dalam Buku Harian, Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »

    Ekstase

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian, Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »

    Pecinta Sejati

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Copy Right : India Exotix

    Ditulis dalam Buku Harian, Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »

    Kayla

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian, Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »

    Danau Mata Air

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian, Filsafat dan Sastra | Leave a Comment »

    Berkarakter

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 10, 2008

    Hugo Chavez akhirnya akan bekerjasama dengan Barack Obama. Mungkin akan menyusul berikutnya Evo Morales dan Ahmadinejad.Aku mengagumi karakter pemimpin besar yang kini menjadi pusat perhatian dunia. Aku berharap tata dunia yang adil tercipta lewat tangan mereka dan berharap selanjutnya membawa dampak yang positif bagi Indonesia. Misalnya politik diplomatis Global Warming dan Climmate Change di Indonesia melalui Sumatera, Borneo, Papua dll mesti mendapat jaminan kompensasi yang adil seperti di Brasil. Begitupula dengan neoliberalisme hendaknya tidak melanggar batas yang keterlaluan.

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    The National Conflict

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    Gerakan Mahasiswa Banten Di Untirta

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    The Fire Emotion

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    Protes

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    The Blokade Night

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    Tan Malaka

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Juni 7, 2008

    Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

    Materi Kuliah SEI

    Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Selasa, Juni 3, 2008

    Materi Kuliah 

    Untuk mahasiswa SEI (Sistem Ekonomi Indonesia) FISIP Ikom Untirta harap klik saja  di sawung kampus (www.sawungjati.wordpress.com)  materi kuliah  SEI  untuk bahan ujian akhir semester.

    Kisi-kisi dan materi UAS diberikan pada saat jam kuliah.

    Untuk konfirmasi harap kontak ke HP 085920770007 

    Ditulis dalam Pojok Kampus | 1 Komentar »