Pagi tadi sulit sekali beranjak dari tidur, badan demam dan terpaksa tidak kekampus. Banyak istirahat dan tidur membuatku sehat kembali. Sore hari meluncur kembali membereskan sedikit masalah sebelum kembali pulang. Dan aku melihat banyak aksi oleh serikat pekerja di televisi menyoal Hari Buruh Internasional masih dengan tema klasik yang hingga kini masih menjadi masalah, seperti masalah outsourching (buruh kontrak), UMK-Upah Minimum Kabupaten/Kota berdasarkan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) diberbagai daerah yang masih rendah, trafficking, masalah HAM TKI kita yang ditindas dll. Solidaritas untuk buruh sebagai tulang punggung ekonomi negara rasanya layak diberikan.
Arsip untuk April, 2008
Hari Buruh
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, April 30, 2008
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Buku Sejarah Banten Terbaru
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, April 30, 2008
Buku Sejarah Banten kini bertambah lagi setelah Lukman Hakim menelaah Sejarah Banten dari perspektif sebagai seorang jurnalis, kini lahir dari seorang perempuan berpendidikan tinggi asal Banten yaitu Dr. Titik Pujiastuti, Ketua Departemen Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Buku setebal 377 halaman diselesaikan dalam waktu dua tahun dengan mengumpulkan bahan-bahan dari Perpusatakaan Jakarta, Museum Leiden Belanda dan London berjudul, “Perang, Dagang, Persahabatan,: Surat-surat Sultan Banten ”
Surat-surat Sultan Banten ini berjumlah 54 surat dari tahun 1605-1819. Selain itu buku ini juga menyertakan 26 naskah sejarah Banten yang merupakan karya fiksi. Kajian yang digunakan berdasarkan kodikologis, filologi, dan historis.
Buku ini terbagi 5 bab. Bab satu, “Menoleh Kebelakang Menggapai Pemahaman Baru” memberikan gambaran Banten abad 16-17, tentang kerajaan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar di Nusantara.
Bab dua, “Pesan Dari Masa Lalu “ , surat-surat Sultan Banten tentang hubungan dengan kerajaan luarnegeri Denmark, Inggris dan penguasa lainnya pada abad 17-19 masehi.
Bab tiga, “Warna Sejarah dan Sastra Klasik Banten”, memberikan naskah-naskah karya sastra dimasa lalu yaitu, “Babad Banten” dan ”Sedjarah Banten”.
Bab ke empat, “Antara Fakta dan Cerita” ; Relevansi Surat-Surat Sultan Banten dan Teks Sejarah Banten. Peristiwa disusun berdasarkan dongeng dan legenda sehingga tidak jelas lagi mana yang fakta dan fiksi.
Sumber Berita ; Gito Waluyo (wartawan Fajar Banten)
Dari Hasil Diskusi Buku di Gedung Kopri Serang pada tanggal 24 April yang menghadirkan pembicara pembanding; Prof. Dr. Tihami, Dr. Tubagus Najib dan Dr. Mu’jizah
Ditulis dalam Resensi Buku | 21 Komentar »
Kenaikan Harga BBM Tidak Perlu
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, April 30, 2008
Saya bersyukur tidak keluar rumah malam ini dan sempat mendengarkan pidato khusus Presiden SBY mengenai keadaan ekonomi global, krisis kenaikan harga minyak mentah dunia, serta dampaknya terhadap situasi ekonomi kita tahun ini.
Pidato Khusus Presiden SBY mengenai situasi ekonomi kita kali ini terutama masalah kenaikan harga minyak mentah dipasaran dunia $120 perbarel, dan menawarkan berbagai pihak dan profesi untuk mencari solusi terbaik bagi negara, serta tetap optimis ditengah situasi yang berat saat ini. Apa yang sudah dicapai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 6 % lebih tahun ini diharapkan masih tetap optimis untuk maju, dengan melihat peluang dan kesempatan ditengah krisis saat ini.
Mengenai kondisi ekonomi makro kita meskipun sangat berat terutama masalah BBM tidak terjadi kenaikan harga untuk APBN-P tahun 2008-2009. Tetapi meminta kepada kita untuk melakukan penghematan energi dan BBM. Pemerintah juga akan melakukan diversifikasi produk BBM jenis tertentu dengan cara Smart Card. Sementara itu penghematan energi dan BBM, Presiden menginstruksikan KETAHANAN ENERGI & BBM dipatuhi semua pihak baik di pusat maupun didaerah yaitu kantor-kantor pemerintah, mobil dinas, tempat hiburan, pusat perdagangan /mall dll.
Menyoal KETAHANAN PANGAN, apa yang sudah dapat dilakukan dengan SWASEMBADA BERAS tahun lalu hendaknya dipertahankan (sudah tidak adanya beras import). Dan berharap pengembangan kapasitas produksi pangan ditingkatkan.
Salah satunya dengan cara memanfaatkan jutaan hektar lahan menganggur yang ada di seluruh tanah air dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah (mengingatkan kebijakan land reform agraria, red) untuk meningkatkan produksi pangan. Petani dapat meningkatkan dan melakukan diversifikasi usaha dalam skala besar.
Untuk itu diharapkan pula solusi adanya bantuan investasi dan teknologi dari berbagai sumber sehingga tercapai kenaikan produksi pangan nasional sekaligus menaikan GDP nasional dan PDRB diberbagai daerah.
Kenaikan harga bahan tambang sumber daya alam dunia menguntungkan bagi Indonesia karena kita sangat kaya dengan bahan tambang. Diharapkan dapat menyumbangkan penerimaan pada sektor pajak pendapatan negara.
Demikian intisari mengenai pidato Presiden SBY malam ini yang cukup mengundang banyak komentar, baik yang pro maupun yang kontra seputar masalah kenaikan harga BBM ditingkat dunia.
KOMENTAR PAKAR DAN ANALISA
Sementara itu komentar Didik J. Rachbini menanggapi bahwa pernyataan presiden SBY masih normatif belum pada tataran eksekusi dan implementasi sektor produksi mana yang harus ditingkatkan (An TV).
Saya sependapat dengan Didik J. Rachbini, bahkan bukan hanya sektor pertanian saja yang harus ditingkatkan tetapi juga kelautan dan perikanan. Sektor ini layak untuk diperhitungkan seperti halnya Jepang dan negara kelautan lainnya, karena menyumbangkan devisa negara yang sangat besar. Begitupula pemanfaatan lahan tidur untuk perkebunan dan peternakan. Dapat juga dianggap relatif tergantung dari potensi regional wilayah baik secara geografis, kesuburan tanah, potensi ekonomi, dan lain sebagainya.
Mengenai luas lahan daratan tiap daerah berbeda-beda, begitupula jumlah penduduknya. Bagaimana jika pada jumlah penduduk yang sangat padat seperti di Pulau Jawa , tentu sangat menyulitkan (Teori Clifford Gertz, semakin terbatasnya lahan pertanian akibat pertambahan jumlah penduduk). Bukan hanya itu saja, tidak adanya aturan mengenai luas lahan yang boleh dimiliki (dibatasi) terutama untuk kelompok kelas kaya seperti dinegara Amerika misalnya hanya 6 hektar (jika tidak salah), membuat kita tidak memiliki aturan yang jelas dimasa datang, mana untuk usaha dan mana untuk pribadi. Kita lebih tepat memiliki peluang sangat besar diluar Pulau Jawa.
Pun demikian Pulau Jawa didaerah tertentu sampai hari ini kita masih memiliki lahan yang sangat luas dan masih menganggur. Misalnya di Propinsi Banten Kabupaten Lebak mengenai aturan mengenai pemanfaatan lahan mengganggur tsb., Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) telah melakukan kredit lunak program Revitalisasi lahan perkebunan tahun 2008 senilai 44 milyard dari APBN. Lahan untuk mengoptimalkan manfaat lahan tidur tersebut bagi kepentingan rakyat dan daerah seluas 2.302 ha. yang tersebar diwilayah Kabupaten Lebak.
Kegiatan terbagi tiga dengan jumlah petani 3800 orang dengan bantuan kredit nominal 19 juta persatu hektare lahan yaitu; penanaman jarak 105 ha, tanaman karet 200 ha, dan yang terakhir bantuan ternak sapi potong 44 ekor untuk petani, bantuan alat alat pengolahan karet dan bangunannya, kerjasama pengolahan dan hasil perkebunan (P2PH), program peningkatan produk dan produktivitas perkebunan (Fajar Banten, 26 April).
Kenaikan harga minyak bumi sebesar $120 perbarel membuat anggaran kita tertekan dengan besaran subsidi yang ditanggung negara. Kira-kira kenaikan $ 1 sama dengan subsidi bertambah 3,5 trilyun sehingga ketika minyak bumi naik $120 subsidi dalam APBN 2008 diperkirakan naik menjadi Rp.231 triliun dan jika dinaikan selain menutup subsidi juga akan menghemat sebesar 21, 49 Trilyun. Sementara itu jika tidak dinaikan dengan mengggunakan Smart card hanya menghemat kira-kira sebesar 6 Trilyun.
Sementara itu Alvin Lie berpendapat tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikan BBM meskipun harga minyak mentah dunia $120/barel.Belum berbahaya kecuali jika melebihi angka tersebut, dan bila terjadi maka pemerintah dapat memangkas anggaran pos-pos tertentu (berita kota, 2 Mei 2008).
Pengalaman tahun 2005 ketika BBM dinaikan 50% pada bulan Maret hingga bulan Oktober lebih dari 100%. Dampak kenaikan tersebut menimbulkan jumlah penduduk miskin meningkat sebelumnya 35 juta menjadi 39,05 juta jiwa naik 4,05 juta jiwa, sekaligus menaikan pula laju inflasi 17,11% pada tahun 2005.
Bagi masyarakat kenaikan harga BBM telah memukul daya beli semakin rendah dengan turunnya pendapatan dan karena harga kebutuhan pokok semakin naik. Yang paling terpukul juga adalah dunia usaha ketika BBM non subsidi naik 21% pada bulan Desember 2007 terutama kelompok usaha kecil-menengah.
Kelompok UKM ini adalah sektor yang paling banyak menyumbangkan penyerapan tenaga kerja sebesar 98% dari 108,13 juta jiwa angkatan kerja tahun 2007. Sementara itu bagi perusahaan besar bahan baku yang naik telah membuat hasil produksi yaitu harga jual semakin ikut pula merambat naik, selain itu yang akan terjadi adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Jumlah penduduk menganggur menurut data BPS awal tahun 2007 mencapai 10,55 juta jiwa dan angkatan kerja baru tahun ini 2,1 juta jiwa.
Menurut Purnomo Menteri ESDM di Trans 7 kenaikan diperkirakan jika tidak dapat dielakan untuk harga premium dari 4500 menjadi 6000, solar 4300/liter naik menjadi 5500/liter, minyak tanah 2000/liter naik menjadi 2500/liter. Pemerintah dapat menghemat 21,491 triliun.
Dan jika terjadi penghematan energi dan BBM besar-besaran terjadi maka kita memiliki penghematan uang negara puluhan trilyun lebih. Demikian komentar menurut Purnomo Menteri ESDM malam ini di acara Trans 7 yang menurut rencana akan berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melakukan skenario khusus jika terjadi kenaikan BBM.
KENAIKAN BBM TIDAK PERLU
Kenaikan BBM sesungguhnya tidak perlu jika kita tidak berpatokan pada harga pasar minyak dunia dengan dimasukan dimasukannya dalam indikator penyusunan APBN. Dampaknya lebih besar menambah masalah bagi masyarakat dan yang paling dirugikan adalah masyarakat miskin karena tidak memiliki proteksi khusus.
Asumsi lainnya bahwa kita memiliki kekayaan SDA minyak mentah itu benar, bahkan untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2008 sudah tercukupi 1.170.000 barel/hari. Kekurangan 30.000 ribu dapat diupayakan dengan menghemat atau mengimpor dari negara OPEC, menggunakan cadangan minyak mentah kita sebesar 50 juta barel. Lainnya kerja keras mengeksplorasi dari temuan tambang minyak baru.
Informasi dari pemerintah BPH Migas disebutkan bahwa produksi minyak mentah kita 170.000 barel/hari dari blok Cepu. Direncanakan bila telah mulai beroperasi Blok Cepu (akhir 2008) akan menghasilkan 170.000 barel/hari. Pembagian saham tersebut adalah 45 % PT.Pertamina, 45% PT. Exxon Mobil dan 10% untuk Badan Usaha Milik Daerah.Perjanjjian ketika mengeksplorasi pada waktu itu tahun 2006 dipatok hanya $45 barel / hari hingga akhir tahun 2008. Friksi sempat terjadi antara pemerintah dengan DPR RI yang tidak setuju sebagian saham diambil oleh Exxon Mobil sebesar 45%.
Sedangkan hasil produksi seluruh negara sekitar 1 juta barel/hari. Blok Cepu diperkirakan mengandung minyak antara 600 juta – 1,4 miliar barel dan gas bumi sekitar 1,7 – 2 Triliun kaki kubik. Selain lapangan Banyu Urip, lapangan produksi lainnya adalah Alas Dara/Kemuning, Jambaran, Sukowati, Cendana dan Alas Tua.
Pencarian dan penemuan kembali minyak bumi seperti dugaan di Nanggroe Aceh Darusallam lebih besar dari Arab Saudi paska bencana Stunami baru lalu, telah membuka mata kita bahwa negara kita masih sangat kaya dengan potensi minyak bumi dan bahan tambang lainnya.
Sedangkan pasokan minyak bumi dalam negeri selama ini berdasarkan data PT. Pertamina adalah Kilang Dumai dengan kapasitas 170.OOO barel/hari, Kilang Musi 130.000 barel/hari, Balongan 120 ribu barel / hari, Cilacap 300.000/hari, Balikpapan I 60.000 barel/hari, Balikpapan II 200.000 barel/hari dengan total 25% konsumsi minyak dalam negeri. Dengan demikian dari keseluruhan pasokan minyak mentah di Indonesia tahun 2010 sudah dianggap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu kapasitas produksi minyak mentah dalam negeri akan ditingkatkan pada tahun 2010 sebesar 200.000 barel perhari sehingga totalnya menjadi 1,2 juta barel perhari untuk mencapai konsumsi masyarakat, karena selama ini hanya 1 juta barel/hari. Tetapi jika menunggu hingga kahir tahun 2008 pasokan minyak mentah kita diperoleh dari 170.000 barel/hari dari blok Cepu.
Dengan demikian kekurangan 30.000 barel/hari dapat diperoleh dari hasil eksplorasi ditempat lainnya yang tidak terdata, atau dengan cara menghemat pasokan yang hanya 1.170.000 barel/hari, atau kekurangan tersebut dengan cara mengimpor dari sesama negara OPEC yang dapat dianggap lebih murah dibanding keluar dari negara OPEC.
Semoga kita kembali sebagai negara pengekspor minyak hingga tahun 2010 berhasil mencukupi kebutuhan dengan ditingkatkan eksplorasi produksi tersebut dan ditemukannya sumur-sumur minyak baru.
Mencari alternatif solusi yang terbaik adalah tidak menaikan harga BBM masih sangat terbuka lebar bahkan paling mungkin dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian maka dunia usaha dan masyarakat, sekaligus membangun solidaritas sosial yang sangat kuat untuk bekerja keras bahu membahu dengan pemerintah.
PENUTUP
Apa yang terjadi malam ini saya mendukung pernyataan Presiden SBY, mengingat harga kebutuhan pokok sudah naik tentu akan membebani masyarakat lagi dengan kenaikan harga susulan, masalah yang sangat memberatkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu.
Dengan cara lain mengurangi volume konsumsi BBM bersubsidi, menaikkan penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan deviden BUMN, serta memangkas belanja lembaga, kementerian, dan belanja lain-lain.
Diharapkan solusi jalan keluar lainnya lebih banyak lagi untuk memecahkan situasi ekonomi saat ini. Misalnya mengaudit sektor-sektor lainnya yang dianggap tidak berguna dan memboroskan keuangan negara untuk dihentikan, begitupula masalah korupsi. Dengan begitu skala prioritas pembangunan diharapkan lebih membawa dampak bagi sektor rill ekonomi masyarakat dan masih banyak lagi.
Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan | Leave a Comment »
Sawung Kampus
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 26, 2008
Hari ini aktivitas dikampus kembali mangkal di sawung dengan kegiatan yang kini jadi tradisi budaya baru para mahasiswa dan dosen, mendownload internet gratis dengan fasilitas hotspot yang ada ditiap gedung.
Bertemu kembali dengan Pa Yoyo Mulyana rektor lama, Rizal, dan para aktivis lainnya di sawung kampus. Kami mengenang kembali mancing ikan dan mandi di laut Pulau Panjang dan Pulau Tunda.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Menulis Sampai Mati
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 26, 2008
Mengumpulkan banyak kenangan dan pengalaman, juga kembali harus banyak membaca, baik kumpulan literasi maupun text peristiwa, membuatku bergairah menulis sampai mati.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Kmbli Krja dan HP Hlng
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, April 21, 2008
Pulang dari kampus malam hari ini, aku berfikir untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang bertumpuk. Sayangnya seperti yang sudah-sudah tidak ada yang bantuin. Aku butuh asisten, ada yang bersedia ?
Catatan Kemarin yang hilang
Untuk nomor HP yang hilang 085920770007 Besok mungkin ke ke XL. Center untuk blokir nomor Hp sementara waktu.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Refresh
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, April 21, 2008
Mandi tadi sore jam setengah tiga ternyata sangat menyegarkan, aku merasa muda kembali. Segar bener seperti melepaskan kepenatan dan kelelahan, nikmat sekali. Datang ke kampus, aku melihat kiriman email dari sobat lama. Isi suratnya bagus sekali.
Seperti Widji Tukul yang hilang dengan puisi singkatnya, bukannya akupun pernah memberimu sebuah tanda mata puisi dari suara masa lalu, ” Na, bangunkan aku besok pagi!, besok pagi aku ingin demonstrasi”. Dan itu sudah sering kamu lakukan. Terimakasih Na, kamu masih tetap baik seperti dulu, banyak mengingatkan dan memberi nasehat. Kali ini suratmu kuyakin akan memberi banyak motivasi pada banyak orang.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Ok
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 19, 2008
Suatu ketika terbang mengikuti naluri dan getaran nasib yang tergurat lewat sms. Ah perempuan itu sungguh menggoda dan menyayangiku. Dalam tidurku aku melihat jelas kemana dia pergi. Dan kemudian diantaranya mengajakku diam, diam yang sangat dalam.
Suatu ketika kemudian, bertemu perempuan yang lembut dan eksotis itu datang menggoda, ah aku merasakan sesuatu
Dari semuanya termasuk padamu, aku menyerahkan semuanya pada takdir.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
ekstase
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 19, 2008
Kehilanganmu dan pengembaraan kesibukanku, kadang ternyata masih ada sedikit yang tersisa dari keindahan yang menyala sangat terang. Menyentuh keyakinan kembali pada cinta.
Aku berterimakasih dari apa dan siapa yang mencintaiku, dan masih menyadari memiliki sesuatu yang berharga dalam diriku terperangkap belum berani untuk keluar menjadi cahaya yang terindah, menelusuri jejak sungai, lembah, rawa, danau, langit biru, dan menjadi semesta….
Ditulis dalam Buku Harian | 1 Komentar »
mimpi
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 19, 2008
Desember 2006
Hari ini aku ingin berbagi denganmu, entah yang keberapa kali dan tak ingin memberimu masalah yang berat. Waktu yang berlari cepat seperti kuda terbang membuatku ingin berbisik padamu untuk menghabiskan waktu atau berlari bersama waktu.
Sejak aku kehilangan keindahan dan nyala apimu, hidup terasa beku dan keras. Mungkin aku harus kembali seperti dimasa lalu dengan semua keberanian dan kegelisahanku. Tetapi itu artinya aku hidup di masa lalu, bukan hari ini atau yang akan datang.
Banyak yang telah berubah, tetapi aku masih tetap bermimpi menjadi bagian darimu menjadi pemuja cinta yang saling menatap dari hati yang paling dalam dengan diam yang tidak berujung. Dalam mimpi dimasa lalu dan tiap musim semi bunga yang hanya tumbuh satu kali, aku sayang kamu
Ditulis dalam Buku Harian | 1 Komentar »
Ok
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Minggu, April 13, 2008
Senja datang seperti dalam mimpi, aku bertemu keindahan yang hilang dihalte kampus jam 3 sore. Bidadari cantik yang membuatku asing dan kagum, entah berapa abad aku hanya mencumbu bayangnya.
Hingga detik ini aku tak pernah berani menyapanya, meski kenangan abadi itu masih terpakai padanya. Sumpah, sungguh mati aku tidak berani
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Kembali Pulang
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 5, 2008
Pulang kembali ke kampus sore tadi cukup melegakan bagiku. Tetapi sayangnya aku terlambat mengajar kembali, arus jalanan begitu sangat padat dan macet di Jakarta. Begitu juga bis antar kota dari kali deres hmm… membuatku berkeringat kepanasan akibat macet dan ngetem cukup lama di pool Arimbi.
Untungnya para pengamen jalanan cukup menghibur dengan lagu-lagunya. Saat pertama lagu dangdut yang menggoda, saat kedua qosidahan yang religius, dan yang ketiga adalah lagu-lagu Iwan fals. Aku merasa sudah cukup terhibur.
Pulang kembali ke kota asal aku berfikir untuk mencari pengganti HP ku yang hilang.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Jika Jam Tangan Di Kanan
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 5, 2008
Jika jam ditangan kanan adalah mythos dan legenda, kubunuh dengan telanjang tanpa jam tangan kembali seperti dimasa silam dengan ideology baru. Tetapi kini kupakai kembali tadi siang setelah mengisi baterai dari seorang anak muda yang berjualan diemper toko.
Banyak kenangan telah terlewati dengan jam tangan yang kupakai ditangan kanan sebagai bentuk symbol pengembaraan dan pencarian, pekerja keras, romantisme, cinta, kegagahan, kejantanan, kepemimpinan, keindahan, juga pemberontakan, bahkan pernah juga dianggap kekiri-kirian. Ditahun 2000 sepulang haji kebiasaan itu kumulai menjadi ciri khas hingga terakhir tahun 2003. Masa itu Kota Serang adalah kota mati dan sepi, tidak seramai sekarang.
Tetapi pernah sekali diantara tahun itu ketika cinta merubah jam tanganku berpindah ke tangan kiri sekali, aku melihat dampaknya luarbiasa sekali. Sedangkan tahun 2004 hingga sekarang adalah masa pancaroba ditengah lapangan yang melelahkan ketika jam tangan kulepaskan.
Sementara itu salah seorang kawanku seorang wartawan hingga kini sangat fanatik bertahan memakai jam tangan di pergelangan kanan, entah apa maknanya baginya. Sedangkan kawanku yang satu lagi telah pergi jauh. Kami dulu hanya bertiga, aku menyebutnya Trigan seperti cerita dalam komik dan memiliki kebiasaan memakai jam tangan ditangan kanan.
Sebetulnya dari dulu sejak jaman mahasiswa dan terakhir 1999 aku selalu memaknainya tanpa jam tangan sebagai satu symbol ketelanjangan, membumi bersama tuhan, bersama rakyat, bersama semesta, sekaligus penyerahan diri, keberanian, juga ketabahan.
Tetapi saat ini, aku ingin memaknainya kembali jam itu pada pergelangan tangan kananku, karena aku merasa sangat lebih nyaman saja, tanpa ada maksud mensakralkannya kembali.
Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »
Serasa Naik Ferari
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, April 5, 2008
Kecepatan bertambah semakin tinggi seperti terbang dan serasa naik mobil Ferari dengan Ram 1,5 GB dan driver acer yang mulai aktif dilaptopku. Sekarang laptop acerku tidak lagi aseran/pemarah dan sering ngambek. Aku berjanjji merawat komputerku, tidak akan lagi ceroboh dan teledor. Bahkan mesin pendingin akan kupasang untuk mengurangi panas baterai dan arus listrik, juga layar monitor yang terlindung dari debu dan kubuat mengkilat bersih.
Bagiku laptop sekarang seperti istri dan pacar kedua, mungkin aku akan banyak mencurahkan pikiran dan perhatian serta mencurahkan banyak perasaan dengan menulis. Setidaknya dengan begitu aku mengurangi kegiatan di lapangan atau mentransformasikan kegiatan yang sangat banyak dan seabrek itu dengan menulis, bersama harapan untuk mengkomunikasikan setiap peristiwa/narasi dan wacana dengan lebih baik.
Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »
Hp Hilang dan Terjebak di Jkt
Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Jumat, April 4, 2008
Dibelantara beton jakarta kembali aku berkelana memperbaiki laptop dan tambah ram. Ngantuk dan cape pada saat berangkat membuatku tertidur pulas didalam bus antarkota. Ngantuk berat membuatku lupa dengan HP bututku, ketika turun akhirnya tertinggal lagi.
Jadi, aku mohon maaf kepada kawan-kawan, jika ada yang kontak tak lagi terbalas. Saat ini didaerah mall mangga dua aku merasa tanggung untuk pulang kembali ke kota Serang, karena besok pagi sudah dapat diambil dan siang harinya harus segera cepat kembali mengajar.
Laptop bagiku saat ini sangat penting bukan lagi barang mewah, ada banyak pekerjaan yang harus segera kuselesaikan. Mengejar waktu dan menyelesaikan banyak program. Aku sekarang menikahi banyak proposal dan banyak konsep, hingga dahiku juga kini kian berkerut-kerut berfikir keras, kadang malas untuk bicara banyak, juga diskusi. Aku sekarang lebih suka menjadi pendiam.
Jika waktuku kian sempit tak ada lagi waktu buat bersantai, aku merasa sudah saatnya untuk bekerja keras. Hanya berita yang menggembirakan kemarin untuk kawan-kawanku, badanku sekarang mulai gemukan.
Ditulis dalam Buku Harian | 1 Komentar »






































RSS - Posts







