Teguh Iman Prasetya

Arsip untuk Maret, 2008

The Art of War

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Maret 31, 2008

 THE ART OF WAR

SUN TSU

You make war using a deceptive positition

If you deception, then you can move

Using deception, you can move

You can move as quickly as the wind

You can rise like the forest
You can
invade and plunder like fire
You can stay as motionless as a mountain

You can be as
mysterious as a fog

You can strike like sounding thunder

Sun Tzu’s Art of War

According to Sun Tzu

All arts of war should aim at obtaining total control of the enemies as a nation. How ever , force and military might should only be used as a last resort

According to Sun Tzu

There are five dangers for a military leader

1. Death

2. Capture

3. Loss of confidence

4. Corruption

5. Impulse

Zona of War

1. Accessible

2. Difficult

3. Indiferent

4. Restricted

5. Preciptous

6. Extensive

According to Sun Tzu

All arts of war should aim at obtaining total control of the enemies as a nation. However, force and milliatry might should only be used as a last resort. If a war has tobe fought it is best to gain control of the enemies through a total victory. Of cource, it is good to have fewer than more casualties.

According to Sun Tzu

If military might has always to be used to ensure victory, it is not the most desirable. The best and most artful way is to win the enemies over without a war because there are bound to be casualties in a war

The supreme art of war is to triumph over the enemies through intelegent plots and control so that their war strategies are destroyed and they surrender without a war.

The second best scheme in the art is to of war is to isolate the enemies so that so they have no allies. Declaring war is an unfavourable resource and attacking the city of the enemies should be the last resort. An attack requires six months of preparatory work, such as making the weapons and tools for the attack it is also possible that one third of the of the soldiers will be lost before the attack lost before the attack of the city is successfully carried out..This is the risk of a direct attack.

TRUE ECXELLENCE IS TO SUB DUE THE ENEMY WITHOUT FIGHTING

According to Sun Tzu

Warfare is a very important affair of a country because it involves life and death, and survival and extinction.it must, therefore, be seriously considered . Before embarking on it five strategies must be planned :

1. DAO (POLICY)

2. TIAN (TIMING)

3. DI (SITE)

4. JIANG (WARIORS), AND

5. FA (METHOD)

INTELEGENCE NEEDS

Those who don not know the plans of competitors cannot enter capably into prelimeninary negotiations; those who do not know the lay of the land cannot maneuver a militia ; those who do not use local guides cannot gain the advantages of the terrain.

THE SPY (TELIK SANDI)

1. LOCAL SPIES

2. INSIDE SPIES

3. COVERTED SPIES

4. DOOMED SPIES

5. SURVING SPIES

SURPRISE TACTICS

Usualy battle is engaged in a conventional manner but is won by surprise tactics. So those who are good at surprise tactics. So those who are good at surprise maneuvers are endless as sky and earth, inexhaustible as the great rivers, finishing, then starting again, as epitomized by the four seasons.

Sun Tzu’s Art of War

 

 

Ditulis dalam Ensiklopedia | 2 Komentar »

Diskusi Fisip Untirta

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 26, 2008

Fisip Untirta kembali menggelar acara Diskusi Bulanan dengan Tema Sentral ; Komunikasi dan Perubahan Sosial . Menjadi pembicara berdua dengan Neka Fitriah (Demokratisasi Komunikasi) dengan tema berbeda tetapi saling berkaitan dan sinergis. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi Pembangunan, Komunikasi dan Perubahan Sosial | Bertanda: | Leave a Comment »

Kisah Lalat dan Nyala Api

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Maret 24, 2008

Rombongan lalat tertegun tegun kagum melihat nyala api sangat indah dari balik bukit. Nyala api itu menyala sangat terang mempesona, serta mengoda mereka untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Tengah malam temaram dengan nyala api yang sangat indah dari kejauhan memendarkan seribu cahaya berkilau dari balik bukit bagaikan pertunjukan seorang penari, akhirnya membuat rombongan lalat memutuskan mengutus salah satu dari mereka mendekati nyala api itu.

Tiap orang yang diutus ketika kembali menceritakan mengenai api itu dengan pendapat yang berbeda-beda. Akhirnya diutuslah lalat yang dikenal sebagai pemabuk pergi mendekati cahaya api itu.

Lama menanti tak kunjung datang, anehnya lalat pemabuk itu tak pernah pulang kembali

Jalan cinta adalah jalan pengorbanan ia haruslah tenggelam dan terbakar dengan cintanya

Disadur dan diedit dari : Buku Musyawarah Burung karya Fariduddin Attar

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Dibalik

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Senin, Maret 24, 2008

Berbeda dengan kemarin, kesadaran datang sesaat hanya sekian detik secepat kilat, selebihnya hari ini lebih banyak ketidak sadaran, gelisah, sibuk berat, dan kadang sekedar  ikhtiar saja dengan kerja keras.

Ah …  seorang kawan baru dari blog berkata dengan amat keras dan sangat tepat, “ kau ingin tetapi malah agar tidak ingin “… hehehe …

berharap untuk tidak berharap, tidak berharap biasanya dapat undian, bulan jatuh, dan durian runtuh …hehehe …

trimakasih saya terharu, hidup benar tidak ada yang pasti, takut juga terjebak munafik dan gilanya kadang saya bolak-balik

saya menghormati proses, latihan, dan kesabaran, tetapi  juga sangat menikmati kewajaran biasa saja

Ditulis dalam Buku Harian | 3 Komentar »

Diam yang aneh

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Maret 22, 2008

aku jenuh ingin kembali berpuisi dan bercinta menyelami rasa, mengaji sukma sejati yang mengasuh jiwaku siang malam

dari balik tirai kamarku yang bersinggungan dengan langit, aku sangat berharap diam yang hening, diam yang sepi,  diam yang aneh dan melegakan, serasa tuhan sedang memberikan semesta dan menaungi jiwaku

Ditulis dalam Buku Harian | 2 Komentar »

Iqro

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Maret 22, 2008

Membaca atau mati kutu!!!

menoreh kembali relung hati yang kosong dengan ukiran huruf-huruf dan mengambil semua hikmah dari setiap pelajaran dengan merenung menyelami kembali hakekat dari semuanya, aku merasa masih tetap saja bodoh

mungkin dengan cara yang sangat sederhana semuanya dapat diterjemahkan dengan mudah, umumnya tanpa kata dan hanya tersenyum

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Madah Doa

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Maret 22, 2008

 بسم الله الرحمن الرحيم 

Madah doa hari ini hanya kupersembahkan kepada-Mu

lelah bergulat dengan 1000  kehidupan yang tak pernah mati

hari ini atau esok yang mungkin tak pasti, semua kembali pada jalan hidup keabadian tinggalkan kematian

madah doa dimasa lalu yang entah apa yang kuingat ditengah hiruk pikuk keramaian dan terjebak kepenatan fatamorgana saat ini

Kau yang kucinta dimasa lalu bagai attar, rumi, jenar, dan al-hallaj

aku memohon ampunan atas segala kesalahan dan diperkenankan kembali mencium sedikit wangi kesturi sorga-Mu

jika itu tidak Kau berikan padaku, cukup aku sedikit tetap diberi kekuatan untuk mencintai-Mu 

hari ini aku betul-betul mengetuk batinku untuk kembali terjaga dan

bercinta bersama-Mu     

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Korupsi Banten

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Maret 15, 2008

Sebetulnya apa yang telah terjadi di Banten masih banyak yang belum terungkap oleh BPK RI Jakarta, bahkan masih mengendap di bawah karpet mewah, tentang praktek korupsi yang sesunguhnya sangat besar. Data BPK RI lebih cenderung pada penyimpangan anggaran seperti mark up (harga terlalu mahal) dan kesalahan adminstrasi.

Bukan itu saja, banyak kasus yang hingga saat ini belum selesai dituntaskan apalagi menyangkut tokoh elit feodal-kapitalisme lokal  semodel Dinasti H. Hasan Sochib.

Penetrasi dan tekanan terhadap pejabat birokrasi (halus terselubung maupun ancaman) dalam melakukan manuver dan praktek monopoli proyek serta korupsi  dilakukan sangat  lihai, canggih, dan melibatkan banyak orang juga melanggar hukum (Kepres 80/2003 dan  61/2004). Tidak ada satupun yang berani untuk mencegah dan mengganjal langkahnya.

Bahkan pernah suatu ketika dimasa lalu, balik menuduh dan mengancam parlemen pada tanggal 18 Agustus 2006 (Hari Kemerdekaan) , sehubungan dengan pertanyaan proyek pembangunan jalan raya lebak-sukabumi bantuan dari Bank Dunia, dll. Padahal hak bertanya (interpelasi) dan hak angket  adalah sah dijamin undang-undang milik parlemen sebagai fungsi pengawasan terhadap jalannya roda program pembangunan.

Rumor lainnya tentang asosiasi pengusaha atas perintahnya sebagai Ketua Kadin dan Jawara Banten, memalak kepada pengusaha dan tiap dinas sebesar 10 % hingga 30 % (data PSK UGM 2006) untuk mendapatkan proyek.

Jadi, bagaimana pembangunan Banten akan sesuai dengan mutu kualitas yang terbaik, jika pada tahap awal saja biaya pembangunan sudah dikorupsi.

Ditulis dalam Hukum & Politik | 3 Komentar »

APBD 2003-2007

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Sabtu, Maret 15, 2008

BPK RI Jakarta rencana akan menuntut jalur hukum kepada SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) bila batas waktu yang diberikan guna menyelesaikan temuan Laporan hasil pemeriksaan BPK atas pengelolaan APBD Banten, tidak diindahkan.

Upaya hukum ini akan ditempuh untuk memberikan sangsi pidana atau perdata sesuai UU No. 15 / 2006 tentang BPK. “Sangsi itu akan diberikan kepada pegawai  seperti yang ada dalam saran BPK, misalnya dalam saran itu, Gubernur Banten harus segera memberikan teguran kepada kepala dinas pertambangan, karena ada salah satu pekerjaan yang tidak sesuai. Maka yang terkena adalah dinas bersangkutan yang disampaikan langsung oleh gubernur., ” kata humas BPK Chriss Kuntadi SE, saat dihubungi Tangerang Tribun kemarin.

Pernyataan ini Chriss ini terkait dengan belum rampungnya LHP BPK untuk pemeriksaan APBD 2003-2006, terdapat potensi kerugian Rp. 16,196 milyard dan belum dikembalikan pada kas negara.

Dalam LHP BPK untuk pemeriksaan semester II tahun anggaran 2007 No.14/LHP/XVIII/JKT-XVIII Jakarta 06/01/2008 tanggal 29 Januari 2008, Pemprov Banten juga dilaporkan belum menyelesaikan kekurangan pembayaran Rp.6,301 milyard yang harus segera disetorkan ke kas negara serta temuan kesalahan administrasi  sebesar 36,875 milyard.

Menurut Criss dalam UU No. 15 / 2006 itu temuan BPK harus segera diselesaikan selama 60 hari, sejak hasil laporan hasil  pemeriksaan audit BPK diserahkan perwakilan BPK kepada pemerintah daerah.  Untuk itu, BPK akan kembali melihat secara rinci LHP atas pengelolaan APBD Banten, yang belum diselesaikan Pemprov Banten.

Untuk sangsi perdata, hukuman dapat dijatuhkan sesuai undang-undang kepegawaian bagi orang yang dimaksud dalam saran BPK. Namun sangsi ini tergantung kebijakan kepala daerah.

Sedangkan sangsi pidana dapat berupa kurungan badan selama 1,5 tahun dan denda 500 juta, setelkah mendapat ada putusan pengadilan.

Sedangkan Tjetje Samas Kepala Inspektorat Banten, LHP BPK 2003-2006, sekarang ini sudah menurun dan untuk mempercepat proses tindak lanjut pihaknya telah membuat draft Raperda Pembentukan Lembaga Tuntutan Perbendaharaan Ganti Rugi (TPGR), karena TPGR yang lama sudah lama tidak berjalan (Dd : Tangerang Tribun, 13 Maret 2008)

Hasil Temuan BPK APBD Banten Tahun 2003-2007

———————————————————  

Temuan dugaan Penyimpangan Anggaran Thn 2003  sebesar Rp. 54,748 milyard

Rincian Data

  • Indikasi kerugian Rp. 10,031 milyard (diselesaikan 199 juta).
  • Kesalahan administrasi Rp. 44,035 milyard (diselesaikan Rp. 35,579 juta). 
  • Temuan Penyimpangan Anggaran Tahun 2004 sebesar Rp. 157, 709 milyar.

——————————————————- 

Rincian Data 

  • Indikasi kerugian negara Rp. 2,136 miliard (dikembalikan Rp. 1,280 miliar.)
  • Kekurangan Penerimaan Rp. 6,317 miliar (diselesaikan 67,5 Juta)
  • Kesalahan administrasi Rp. 149,255 miliard (diselesaikan  Rp. 141,760 miliar)

——————————————————- 

Temuan Penyimpangan Anggran Tahun 2005 sebesar Rp. 87,6 miliar 

Rincian Data 

  • Indikasi kerugian negara Rp. 691 , 3 juta (diselesaikan 635, 6 juta)
  • Kekurangan penerimaan Rp. 966,5 juta (diselesaikan Rp. 635.6 juta)
  • Kesalahan administrasi Rp. 84,9 miliar (diselesaikan Rp. 75,1 miliar)

——————————————————-Temuan Penyimpangan Anggran Tahun 2006 sebesar Rp. 87,6 miliar 

Rincian Data 

  • Indikasi kerugian negara Rp. 8,6 miliar (diselesaikan Rp.3,1 miliar) 
  • Kesalahan administrasi Rp. 49,3 miliard (diselesaikan Rp. 47,2 miliard)

——————————————————- 

Temuan Penyimpangan Anggaran Tahun 2007 sebesar Rp. 26 miliar 

Rincian Data

  • Indikasi kerugian negara Rp. 1,058 miliar
  • Kekurangan penerimaan daerah Rp. 130 , 6 juta
  • Kesalahan administrasi Rp. 24,8 miliar

——————————————————- 

Temuan Penyimpangan Anggaran Semester II Tahun 2007

  • Belum menyelesaikan kekurangan pembayaran sebesar Rp. 6,301 miliar 
  • Kesalahan administrasi sebesar Rp. 36,874 miliar

Sumber : BPK RI JKT

Ditulis dalam Hukum & Politik | Bertanda: | Leave a Comment »

Tarekat

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Maret 13, 2008

menungggu waktu pulang ke dunia tarekat 

kembali tenggelam dari apa yang dikenang

berlari bersama dibawah naungan cahaya

melepaskan sedikit keterikatan dunia yang semakin fana

dan menjenuhkan

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Warnet ke Warnet

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Kamis, Maret 13, 2008

Sudah 3 (tiga) hari ini meluncur dari warnet ke warnet milik kawan lama sekaligus mengenang sedikit dari keakraban dan  kegundahan dikampus. Dunia kampus  harus melihat bahwa cahaya lampu kecil  dibawah terkadang lebih abadi. Lantas perubahan sosial dan budaya apa yang harus kita sumbangkan untuk propinsi dan kota ini ?  

Ditulis dalam Buku Harian | Leave a Comment »

Syekh Nawawi Al Bantani

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

PELOPOR GERAKAN INTELEKTUAL ISLAM NUSANTARA
Oleh: Martin Muntadhim S.M.

Kiai Nawawi Banten(1230-1314 H/1813-1897 M) alias Syaikh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani Asy-Syafi’I adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib MInangkabau, dan Kiai Mahfudz Termas (wafat 1919-20 M).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | 15 Komentar »

Padhastrian Ilmu

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

JALAN KE ARAH SYEIKH NAWAWI
Oleh Wan Anwar

Ikan-ikan di laut akan memohonkan ampunan
bagi orang yang mau berjalan
menuju orang alim (guru) untuk belajar.

Hidup itu pilihan, dan pilihan adalah kesadaran. Manakala sebuah jalan ditetapkan sebagai pilihan, jalan-jalan lain niscaya ditinggalkan. Ilmu mantik (logika) mengajarkan kepada kita: tak mungkin satu wujud (katakanlah seseorang) berada di beberapa tempat (jalan) pada waktu bersamaan. Seperti jalan kebenaran dan kebatilan, tak mungkin keduanya ditempuh bersamaan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | Leave a Comment »

Figur Ulama Besar

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

Baca Nawawi

KIAINYA PARA KIAI TERKEMUKA DI INDONESIA
Oleh Ahmad Rofi’ Usmani

Serang, Banten, Ahad 2 September 2007.

Selepas menginap semalam di Wisma Puspitek, Serpong, saya dan istri bersama tiga saudara ipar, pada siang hari itu meluncur ke Desa Ciloang, Serang. Tujuan kami adalah untuk bersilaturahmi dengan Mas Gola Gong yang telah mendirikan Pustakaloka “Rumah Dunia” bersama beberapa temannya: Tias Tatanka, Rys Revolta (alm.), dan Toto ST Radik (lihat websitenya: www.rumahdunia.net). Ketika menjelang berpamitan, Mas Gong bercerita, salah satu ruang di pustakaloka tersebut sedang disiapkan sebagai ruang khusus yang berkaitan dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani: seorang ulama besar yang bertaraf internasional asal Serang, Banten. Mendengar cerita Mas Gong tersebut, segera dalam benak muncul ide untuk mencari tahu lebih jauh tentang ulama yang namanya mampu tinggi menjulang di kawasan Timur Tengah ini.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | 1 Komentar »

Kyai Betawi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

Kisah Ulama-ulama Betawi

Melaksanakan ibadah haji saat ini — dengan pesawat udara — hanya perlu waktu 10 jam. Tidak demikian ketika perjalanan masih menggunakan kapal layar. Perlu waktu berbulan-bulan, mungkin lebih setahun, dengan berbagai resiko selama pelayaran.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | 6 Komentar »

Ikon Ilmu

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

19 Agustus 2007 (Diposting dari : Rumah Dunia)
NAWAWI JADI IKON KEILMUAN DI BANTEN
Oleh Gola Gong

“Keranda Merah Putih”, 15 – 26 Agustus 2007 yang digagas Rumah Dunia, Forum Kesenian Banten, dan Komunitas Perupa Banten tidak hanya menampilkan pameran lukisan, pertunjukan teater, pembacaan puisi, bimbingan melukis untuk guru dan murid, serta lomba melukis tingkat SD saja, tapi juga dua tuntutan penting, yaitu Taman Budaya Banten/gedung Kesenian dan Perpustakaan segera dibangun. Itu terus mengerucut dalam menu disuksi-diskusinya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | 1 Komentar »

Simbol Perlawanan

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

15 September 2007 (Diposting dari: Rumah Dunia)
SYEKH NAWAWI SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN
Oleh Aji Setiakarya

Nama Syekh Nawawi dilingkungan pesantren salafi tentu tidak bisa diragukan lagi keterkenalannya. Itu disebabkan karya-karya beliau banyak digunakan di pesantren. Sebut saja misalnya Syarah Al-Jurummiyah yang isinya tentang tatabahasa Arab, yang terbit tahun 1881 di Mekkah. Kitab ini menjadi kitab dasar bagi para santri yang masuk pesantren salafi. Selain Sarah Al-Jurumiyah ada pula Fathul Mujib, yang isinya uraian tentang lima bagian-bagian penting daripada hukum Islam dan lima rukun Islam.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | Leave a Comment »

Mencari Syekh Nawawi

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 12, 2008

31 Agustus 2007 – 03:39 (Diposting dari : Rumah Dunia)

YANG MENCARI SYEKH NAWAWI

Oleh: Ibnu Adam Aviciena

Suatu hari aku bertemu dengan seorang yang ingin sekali bertemu dengan Syekh Nawawi al-Bantani. Ia, Chaidar, bertutur kepadaku bagaimana keinginan kuatnya itu mempertemukan dirinya dengan Syekh Nawawi di Ma’la, Mekkah, Arab. “Hatiku bergolak selalu, seolah-olah berteriak: Kyai Nawawi! Kalau tuan bersedia menerima kedatangannku, aku pasti mampu tiba di hadapanmu, Insya Allah. Sebaliknya, bila mana aku gagal berusaha berangkat ke Mekkah, kuartikan tuan tidak rela aku datang kepadamu. Dan dengan ini terimalah salam perkenalanku dari jauh, berupa bacaan Surat Alfatihah untukmu semata-mata.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya Lokal, Ensiklopedia | Leave a Comment »

Hapuskan kasus KUT ?

Ditulis oleh Teguh Iman Prasetya di/pada Rabu, Maret 5, 2008

Saya mohon maaf karena beberapa hari lalu sebelum dihapuskannya kredit macet KUT 1998-1999 sebesar 5 trilyun lebih oleh SBY,  tulisan tentang fresh money memuat juga tentang kasus KUT di Pandeglang sebesar 174 milyard dan brengseknya LSM di biro kesra dan lainnya telah dihapus.

Masalahnya kini telah terpecahkan bahwa kasus KUT harus dipilah berdasarkan temuan dilapangan. Ada hal yang sangat kontroversial telah terjadi pada waktu itu.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Ekonomi Pembangunan, Hukum & Politik | Leave a Comment »