Studi Ethnografi Baduy

A. Pengertian Etnografi

Etnografi berasal dari kata etnos yang berarti suku bangsa dan graphein yang berarti gambaran. Jadi etnografi adalah gambaran tentang suku-suku bangsa. Menurut J.A. Cliffton, kesatuan social dalam etnografi ditandai oleh:


  1. Dibatasi oleh 1 desa atau lebih
  2. Bahasa dan logat
  3. Political Administracion
  4. Identitas bersama
  5. Wilayah geografi
  6. Kesatuan ekologi
  7. Ilmu penetahuan dan sejarah yang sama
  8. Frekuensi interaksi yang tinggi
  9. Susunan social mempunyai kecenderungan yang seragam

B. Kajian Etnografi Baduy

Adapun yang termasuk kajian etnografi pada masyarakat Baduy terdiri dari:

  1. Lokasi dan Tempat Demografi

Baduy yang berlokasi di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Rangkasbitung Banten terdiri dari kampung Gajebo, Cikeusik, Cibeo,dan Cikertawana.dan terbagi atas abaduy luar dan baduy dalam.Daerah yang berluas 138 ha, terdiri atas 117 kk yang menempati 99 rumah yang dinamakan Culah Nyanda atau rumah panggung, sedangkan rumah kokolot atau duku dinamakan Dangka, yang menghadap keselatan.Masyarakat suku baduy yang berpenduduk kurang lebih 10 ribu jiwa ini tinggal di wilayah yang berbukit-bukit, dan berhutan-hutan, dengan memilki lembah yang curam sedang, sampai curam sekali. Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan wilayah-wilayah pemukiman baduy rata-rata terletak pada ketinggian 250 m diatas permukaan laut, dengan wilayah pemukiman di daerah yang cukup rendah 150 m diatas permukaan air laut dan pemukiman yang cukuop tinggi pada ketinggian 400 m diatas permukaaan laut.

Wilayah Baduy itu berdasarkan lokasi geografinya terletak pada 60 27’ 27” – 60 30’ LU dan 1080 3’ 9” – 1060 4’ 55” BT. wilayahnya berbukit – bukit dengan rata –rata terlelak pada ketinggian 250m diatas permukaan laut.

b. Asal Muasal Sejarah Tempat

Mengenai asal usul orang Baduy, jawaban yang akan diperoleh adalah mereka keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Baduy mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Mereka juga beranggapan bahwa suku Baduy merupakan peradaban masyarakat yang pertama kali ada di dunia.

Pendapat lainnya yang membuktikan orang Baduy manusia tertua setidaknya di Pulau Jawa , berdasarkan  bukti-bukti prasejarah dan sejarah, punden berundak Lebak Sibedug di Gunung Halimun 3 km lebih dari Cibeo berusia 2500 SM masa neolitik, memiliki kesamaan simetris dengan peninggalan yang sama  dengan piramida di Mesir dan Kuil Mancu Pichu di Peru ribuan tahun silam.

Sedangkan  Arca Domas hingga kini masih misterius, terletak disebelah selatan Cikeusik dihulu sungai Ciujung, pegunungan Kendeng. bagian selatan dan dipublikasikan pertamakali oleh Koorders yang datang pada tanggal 5 Juli 1864 (Djoewisno, 1987). Arca domas adalah menhir berukuran besar diatas punden berundak paling atas. Bangunan punden berundak ini juga dilengkapi menhir lainnya. Mereka percaya arca domas adalah lambang Batara Tunggal tempat dimana roh diciptakan dan berkumpul. Selain itu arca domas merupakan pusat bumi dan asal muasal manusia diturunkan ke bumi dan menjadi nenek moyang orang Baduy. Karena itu arca domas merupakan daerah larangan yang tidak boleh dimasuki orang luar (purwitasari, 2000)

Asal-usul orang Baduy tersebut berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Cina, dan ceritera rakyat mengenai Tatar Sunda yang cukup minimal keberadaannya. Masyarakat Baduy dikaitkan dengan Kerajaan Sunda atau yang lazim disebut sebagai Kerajaan Pajajaran pada abad 15 dan 16, atau kurang lebih enam ratus tahun yang lalu. Wilayah Banten pada waktu itu merupakan bagian penting dari Kerajaan Pajajaran, yang berpusat di Pakuan (wilayah Bogor sekarang). Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran

c. Sistem Kepercayaan dan Religi

Suku Baduy yang merupakan suku tradisional di Provinsi Banten hampir mayoritasnya mengakui kepercayaan sunda wiwitan.

Yang mana kepercayaan ini meyakini akan danya Allah sebagai “Guriang Mangtua” atau disebut pencipta alam semesta  dan melaksanakan kehidupan sesuai ajaran Nabi Adam sebagai leluhur yang mewarisi kepercayaan turunan ini. Kepercayaan sunda wiwitan berorientasi pada bagaimana menjalani kehidupan yang mengandung ibadah dalam berperilaku, pola kehidupan sehari-hari,langkah dan ucapan, dengan melalui hidup yang mengagungkan kesederhanaan (tidak bermewah-mewah) seperti tidak mengunakan listrik,tembok, mobil dll.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Baduy menurut kepercayaan sunda wiwitan:

  1. Upacara Kawalu yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan kawalu yang dianggap suci dimana pada bulan kawalu masyarakat baduy melaksanakan ibadah puasa selama 3 bulan yaitu bulan Kasa,Karo, dan Katiga.
  2. Upacara ngalaksa yaitu upacara besar yang dilakukan sebagain uacapan syukur atas terlewatinya bulan-bulan kawalu, setelah melaksanakan puasa selama 3 bulan. Ngalaksa atau yang bsering disebut lebaran.
  3. Seba yaitu berkunjung ke pemerintahan daerah atau pusat yang bertujuan merapatkan  tali silaturahmi antara masyarakat baduy dengan pemerintah, dan merupakan bentuk penghargaan dari masyarakat baduy.
  4. Upacara menanam padi dilakukan dengan diiringi angklung buhun sebagai penghormatan kepada dewi sri lambing kemakmuran.
  5. Kelahiran yang dilakukan melalui urutan kegiatan yaitu:

1. Kendit yaitu upacara 7 bulanan ibu yang sedang hamil.

2. saat bayi itu lahir akan dibawa ke dukun atau paraji untiuk dijampi-jampi.

3. setelah 7 hari setelah kelahiran maka akan diadakan acara perehan atau selametan.

4. Upacara Angiran yang dilakukan pada hari ke 40 setelah kelahiran.

5. Akikah yaiotu dilakukannya cukuran, khitanan dan pemberian nama oleh dukun
(kokolot) yuang didapat dari bermimpi dengan mengorbankan ayam.

  1. Perkawinan, dilakukan berdasarkan perjodohan dan dilakukan oleh dukun atau kokolot menurut lembaga adat (Tangkesan) sedangkan Naib sebagai penghulunya. Adapun mengenai mahar atau seserahan yakni sirih, uang semampunya, dan kain poleng.

Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari tentunya masyarakat baduy disesuaikan dengan penanggalan:

  1. Bulan Kasa
  2. Bulan Karo
  3. Bulan Katilu
  4. Bulan Sapar
  5. Bulan Kalima
  6. Bulan Kaanem
  7. Bulan Kapitu
  8. Bulan Kadalapan
  9. Bulan Kasalapan
  10. bulan Kasapuluh
  11. Bulan Hapid Lemah
  12. Bulan Hapid Kayu

Seperti yang telah diuraikan diatas, apabila ada masyarakat baduy yang melanggar asalah satu pantangan maka akan dikenai hukuman berupa diasingkan ke hulu atau dipenjara oleh pihak polisi byang berwajib.

d. Bahasa

Mayoritas masyarakat Baduy Sunda namun mereka tak menutup diri untuk terus mempelajari Bahasa nasional yalkni bahasa Indonesia. Terbukti, tidak sedikit masyarakat Baduy yang dapat berbahasa Inbdonesia.

e. Sistem Pemerintahan

Orang Baduy mengnggap dirinya sebagai keturunan jauh dari 7 Batara atau Dewa, yang dikierim ke dunia di Sasaka Pusaka Buana oleh Batara  Batara tunggal. Mereka membagikan diri kedalam beberapa kelompok berdasarkan keturunan mereka. Karena itu mereka hidup dalam pemukiman yang berbeda. Ada 3 pemukiman di Tangtu ( daerah bagian dalam ), yaitu Cibeo,Cikeusek, dan Cikartawana.Setiap daerah pemuk,iman memiliki puun sendiri yang secara adapt memiliki tugas khusus dan mengadakan hubungan dengan sejumlah pemukiman di Dangka (daerah bagian luar Baduy).Setiap pemukiman luar memiliki pemimpin sendiri yang disebut Jaro. Seluruh organisasi ini disebut “Masyarakat tiga Tangtu dan tujuh Jaro”. Dengan semakin banyak penduduk ada juga orang Baduy yang kini tinggal diluar tata susun resmi, yaitu di pemukiman tambahan yang disebut penamping atau pajaroan.

f.  Kesenian

Dalam melaksanakan upacara tertentu, masyarakat Baduy menggunakan kesenian untuk memeriahkannya. Adapun keseniannya yaitu:

  1. Seni Musi (Lagu daerah yaitu Cikarileu dan Kidung ( pantun) yang digunakan dalam acara pernikahan).
  2. Alat musik (Angklung Buhun dalam acara menanan padi dan alat musik kecapi)
  3. Seni Ukir Batik.

g.Peralatan dan Teknologi

Kehidupan orang Baduy berpusat pada daur pertanian yang diolah dengan menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana. Dalam adapt Baduy terutama Baduy Dalam, masyarakat tidak boleh menggunakan peralatan yang sudah modern. Mereka mengandalkan peralatan yang masih sangat primitive seperti bedog, kampak, cangkul, dll.

h.Mata Pencaharian

Kehidupan orang Baduy berpenghasilan dari pertanian, dimulai pada bulan kaampat kalender Baduy yang dimulai dengan kegiatan nyacar yakni membersihkan semua belukar untuk menyiapkan ladang. Ada 4 jenis lading untuk padi gogo yaitu humas serang, merupakan suatu lading suci bagi mereka yang berpemukiman dalam. Huma tangtu merupakan lading yang dikerjakan oleh orang Baduy Dalam yang meliputi Huma tuladan atau huma jaro. Huma penamping merupakan ladang yang dikerjakan oleh orang Baduy diluar kawasan tradisional.

i. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan orang Baduy adalah Pikukuh yaitu memegang teguh segala perangkat peraturan yang diturunkan oleh leluhurnya. Dalam hal pengetahuan ini, orang Baduy memiliki tingkat toleransi, tata krama, jiwa social, dan teknik bertani yang diwariskan oleh leluhurnya. Dalam pendidikan modern orang Baduy masih tertinggal jauh namun mereka belajar secara otodidak. Jadi sebetulnya orang Baduy sangat informasional sekali sebetulnya, tahu banyak informasi. Hal ini ditunjang karena kegemaran sebagai orang rawayan (pengembara).

Sebagai penutup dan catatan penulis, kemungkinan bahwa budaya lama telah banyak digantikan dengan budaya baru menandakan sebetulnya budaya sangat relatif dan adaptif di lingkungan Suku Baduy, terutama Baduy luar. Namun, sebagai pelengkap yang lebih akurat dibandingkan foklore (cerita rakyat) dan narasumber lainnya, adalah peninggalan sejarah dan prasejarah yang tertinggal sebagai bukti terkuat, bahwa mereka termasuk komunitas masyarakat yang tertua di Banten.

About these ads

28 responses

  1. uty

    ide bgs tu,ak jd pingn plg kmpg ni.ak suka klo liat cewek2 baduy pake pakaian kas mrk.

    Kamis, Oktober 14, 2010 pukul 8:12 pm

  2. Terimakasih banyak pak Teguh yg telah memuat artikel tentang suku Baduy..Salut dan Jempol bwt Bapak. sy saja yg asli sana (saya tetangga baduy). tdk begitu faham banyak mngenai baduy secara profile. namun sudah lama sekali saya bercita cita ingin menjadi orang nomor satu yg mengaplikasikan ide saya mengenai fashion batik dr baduy. saya tertarik sekali dengan kain2 yg biasa dipakai orang2 suku baduy tapi saya tdk punya bnyk keberanian untuk mengeksplorasi kain tersebut dlm fashion yg lebih modern takut ada peraturan tertentu yg malarang kain baduy di buat fashion modern. namun untuk meneliti scr langsung sy tdk punya waktu krn saya hrs fokus dulu pada anak2 saya.dn kebetulan sy sdh lama tdk tinggal di kampung saya. saya mohon info mengenai kain baduy….asal usul kainnya dan yg lain berhubungan dgn busana orang baduy serta tata tertib/peraturan siapa saja yg boleh menggunakannya.

    Minggu, Mei 23, 2010 pukul 11:40 am

  3. terimaksih pak saya hanya peminat dan sedang belajar, bagus sekali mengenalkan baduy keluar, fokus ya pak, semoga sukses

    Kamis, Januari 21, 2010 pukul 7:11 pm

  4. Wah, teman-teman..rame juga bicara tentang Baduy. Makasih mas Teguh sudah menyempatkan mengisi blognya dengan tulisan tentang Baduy. Kalau masih ada, boleh tuh nulis lagi. Oh, ya..bagi teman-teman yang ingin menyumbang tulisan tentang Masyarakat Baduy dalam bahasa Inggris bisa register di Baduy Village atau kasi komentar dalam bahasa Indonesia di blog Kampung Baduy..biar tambah seru..

    Kamis, Januari 21, 2010 pukul 11:44 am

  5. Terimakasih untuk info tentang baduynya.

    Rabu, Januari 6, 2010 pukul 1:23 pm

  6. budhi

    ass.
    saya sangat tertarik untuk meneliti ttng kebudayaan suku Baduy…..
    untuk itu saya sangat membutuhkan referensi tentang suku Baduy.
    wass

    Selasa, Oktober 20, 2009 pukul 11:18 am

  7. Rizki Amelgia

    artikel yang menarik pak teguh..
    saya ingin menggali lbh dalam lagi tentang baduy..terutama mengenai masalh ketergantungan masyrakt baduy terhadap hasil hutan. masyarakat ini mash menggunakan hasil hutan utuk bertahan hidup..
    bagaimana prosedur perijinan utk tinggal sekitar 2 minggu disana?apakah memungkinkan utk menetap sementara& melakukkan research di sana?
    terima kash pak teguh..
    di tunggu jawabannya

    kiki (amelqq@yahoo.com)

    Senin, Mei 11, 2009 pukul 10:34 am

  8. trimksh bung kbtln kita akan kmbali brgerak

    Selasa, Maret 24, 2009 pukul 11:33 pm

  9. bukitpadjadjaran69

    artikel2 dan video baduy dapat diihat juga dalam blog kami di http://bukitpadjadjaran69.wordpress.com/

    terima kasih

    Selasa, Maret 24, 2009 pukul 3:31 pm

  10. iman fachruliansyah

    saya pikir kesimpulan baduy sebagai komunitas tertua di banten perlu dibuktikan dan diteliti lagi. karena peninggalan sejarah dan prasejarah saja tidak cukup untuk membuktikan hal tsb.

    Jumat, Maret 20, 2009 pukul 1:02 pm

  11. Arul

    mas, saya butuh referensi buku2 tentang baduy buat TA, tau tempat nyarinya ga mas?

    Selasa, Maret 17, 2009 pukul 2:21 am

  12. Joe

    apakah kita bisa minta tolong dukun baduy untuk keperluan magis orang diluar suku baduy?
    Terus apa mereka pasang tarif juga kaya’ Mbah Roso?

    Jumat, Maret 6, 2009 pukul 12:25 am

  13. julia

    hmm…baDuy…
    keren bgt!!!
    daripada liburan kdufan/tempat2 wisata/rekreasi laennya, mendingan liburan kbaduy aja. itung2 ikutan jika aku menjadi…(jd judulny: Jika Aku Menjadi Orang Baduy)^__^
    berjalan kaki dari ciboleger sampe cijengkol dengan beban ransel 60 liter terisi penuh lumayan bikin saya terus2an istighfar.hehehe
    sapa tau bisa ngurangin dosa.
    setelah nyampe sana, semua capek dan lelah itu hilang.
    sumpah, pengen lg ksana.
    sapa mau ikut???

    Selasa, Januari 6, 2009 pukul 8:32 pm

  14. Efa

    ada info mengenai organisasi yang peduli keberadaan, konservasi dan perkembangan masyarakat baduy atau tribe yang lain? terimakasih sebelumnya.

    Rabu, Oktober 29, 2008 pukul 10:26 am

  15. Ali

    Arca Domas itu pernah ada yang merportase, dan diterbitkan dalam sebuah buku, lengkap dengan foto2nya, meski hrs melewati resiko bhw sang penulis harus disidang adat meminta maaf atau tobat ke hadapan dewan adat. Hehe…kameranya di sita! Kasihan… Tapi, yaa itu, bukunya bisa kita nikmati. Tapi sekarang, entah kemana bukunya. Mudah2an, di Perpustakaan Nasional ada deh. Hehe…

    Jumat, September 26, 2008 pukul 5:35 am

  16. Ali

    Pu’un/jaro mereka melarang orang (WNA) keturunan Cina dan Eropa/bule untuk masuk ke perkampungan Baduy Dalam. Dendam historik nih, hehe…

    Saya pernah main ke sana dengan ayah saya, waktu masih SMP (1990), di Cibeo dan Citakawarna, melalui pintu Desa Ciboleger.

    Jumat, September 26, 2008 pukul 5:30 am

  17. Datang saja ke cibeo disana kamu dpt brknln dgn ayah mursid
    ia salah satu puun dibaduy. Baduy terdiri dari 3 wlyah cibeo, cikertawana dan cikeusik. Bareng sja kami kbtln hbs lbrn kewilyh lebak sibedug meneliti menhir dkt dgn daerah cibeo. Di Baduy dilarang keras membawa handy camp kecuali dibaduy luar. Jika jadi tim ekspedisi kami menyisir banten selatan hingga ujungkulon kecuali baduy. Karena kami menghargai adat mereka.

    Rabu, September 24, 2008 pukul 1:45 am

  18. Selly

    Maf ni,nama saya selly,saya butuh banget informasi lebih byk tentang baduy,soalnya ini buat bahan TA saya,klo bisa saya ingin tau siapa orang terpandang disana agar saya bisa ambil dokmenter tentan baduy !
    mohon bantuanya y..
    mkc :)

    Selasa, September 23, 2008 pukul 6:30 pm

  19. f509d7ba0dae3fe47fd3ac7da76d7a8c
    http://njdokj.info/a1131696e2c4602d8eadacfc57d936d4/f509d7ba0dae3fe47fd3ac7da76d7a8c

    http://njdokj.info/a1131696e2c4602d8eadacfc57d936d4/f509d7ba0dae3fe47fd3ac7da76d7a8c

    [url]http://njdokj.info/a1131696e2c4602d8eadacfc57d936d4/f509d7ba0dae3fe47fd3ac7da76d7a8c[url]

    Selasa, Agustus 12, 2008 pukul 2:07 pm

  20. Dee

    Salam,

    Thx ya untuk pemaparan panjang ini.

    Salam,

    _dee_

    Jumat, Juli 25, 2008 pukul 5:16 am

  21. Mengenai peradilan adat suku Baduy saat ini masih ada, bahkan tergolong cukup keras diterapkan pada komunitas mereka. Menurut pengakuan Puun Cibeo adanya sangsi pengucilan itu ada dan diasingkan di tempat tertentu bagi pelanggar hukum adat yang paling berat (saya lupa nama tempat tersebut), sepertihalnya penjara yang dijaga ketat oleh perangkat adat.

    Anda dapat menghubungi saya sementara ini melalui telp 0254-217877 atau HP jika nanti sudah beli yang baru, yang lama sudah hilang.

    Rabu, April 16, 2008 pukul 3:00 pm

  22. Marcella Elwina

    Saya membutuhkan data mengenai peradilan adat suku Baduy untuk penelitian saya, terutama mengenai sanksi adat yang masih dijalankan oleh masyarakat adat baduy.
    Bagaimana saya bisa mendapatkan informasi tersebut? Terimakasih.

    Selasa, April 15, 2008 pukul 6:31 am

  23. Ping-balik:   Daerah Kunjungan Wisata di Banten : Sebuah Cerita Perjalanan — www.serpong.org

  24. Bejo

    Terimakasih banyak atas ditulisnya tentang suku di situs ini, saya jadi mudah mengerjakan tugas sekolah saya terimakasih banyak…

    Kamis, April 3, 2008 pukul 12:14 pm

  25. utk gunawan wijaya anda dapat hubungi saya di hp. 085920770007 kampus fisip untirta

    Kamis, Maret 6, 2008 pukul 3:43 pm

  26. wied

    saya tertarik dengan nama-nama bulan menurut orang Baduy tersebut sama persis dengan istilah yang dikenal oleh masyarakat jawa kuno yang terangkum dalam ilmu astronomi yang bernama “Pawukon”.

    Kajian seseorang tentang “Pawukon” ini telah saya arsip dalam blog. Kiranya ada para ahli yang bisa mengkaji hal ini lebih dalam.Tks

    Rabu, Februari 27, 2008 pukul 10:09 am

  27. Gunawan Wijaya

    Maaf, nama guni dr majalah eve. Bolehkan saya minta bantuan sedikti mengenai suku baduy? bisa dimana saya menghubungi, karena ada yang ining saya tanyakn untuk penulisan artikel saya.

    terima kasih

    Selasa, Februari 19, 2008 pukul 7:05 am

  28. Yang mulia arca domas sesembahanku

    Sabtu, Januari 19, 2008 pukul 8:03 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 197 pengikut lainnya.