Arsip

All posts for the month Januari, 2008

Tugas Antropologi Hari Ini

Published Selasa, Januari 29, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tugas Antropologi dikirim melalui email : damarmurub@walla.com

dan kresna_untirta@yahoo.com .

Dikumpulkan segera paling lambat pada tanggal 4 Februari 2008

Tugas PKL Antropologi di Pandeglang pada tanggal 27-28 Januari 2008 diharapkan :

memilah dari banyak metodologi yang umumnya kualitatif (wilayah (setting), cara memperoleh data, teknik yang digunakan dalam analisis, validitas dan reliabilitas data yang digunakan atau tipe pertanyaan, pengumpulan data, penarikan sampel, tipe hasil) yang tepat sesuai dengan minat anda.

Banyak pilihan bidang kajian diantaranya :

  1. Etnografi
  2. Folklore
  3. Religi dan Ritual
  4. Fenomenologi
  5. Naturalisme
  6. Posmodernisme
  7. Budaya Politik
  8. Studi Kasus
  9. Analisa Conten
  10. Cross Cultural Studies
  11. Ethnosains
  12. Interaksionisme Simbolik
  13. Grounded Theory
  14. Life History
  15. Dll.

Tugas dalam bentuk pilihan bebas yaitu :

  1. Makalah lebih bersifat teoritis dan baku mengikuti standar penelitian budaya.
  2. Artikel lebih cenderung berdasarkan fakta dan teori, disertai opini dan argumentasi penulis.
  3. Feature lebih banyak menyerap fakta dari narasumber dan fenomena masyarakat setempat, umumnya kaya akan makna sebagai sebuah laporan jurnalistik
  4. Foto dan Film dokumenter mengenai laporan perjalanan, studi sejarah dan budaya

Contohnya : fenomena menarik peninggalan  batu-batu purba ditengah sawah, ritual para pejiarah, kolam mandi purba, dolmen, menhir, batu peta, cerita rakyat  dsb.  Situs Cihunjuran, Citaman, UjungKulon dan Gunung Pulasari merupakan satu kesatuan wilayah budaya dan peninggalan sejarah Salakanagara.

Upayakan untuk dapat dimuat di media massa lokal atau nasional.

Terimakasih untuk Muhammad Al Faris (budayawan), panitia, Muhit (mhs ane fisip & aktivis lingkungan), mang Nur (supir), Pak Anwar (Ketua RW), dan semua pihak yang telah membantu kegiatan ini terlaksana dengan baik. Terimakasih juga tugas PKL sebelumnya di Banten Lama, Hasanov dan Fitri yang selalu memberi kesempatan akses internet gratis di ruang komputer kampus hingga larut malam. 

Teguh Iman Prasetya

HP. 085920770007 / Esia 02549144437

Jika ada yang harus didiskusikan

Salakanagara

Published Senin, Januari 28, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Asal Muasal

Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).

Read the rest of this entry →

Salakanagara

Published Sabtu, Januari 26, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Asal Muasal 

Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak). 

Kerajaan Hindu pertama Salakanagara menurut Yoseph Iskandar dibuktikan berdasarkan literatur yang sebelumnya pernah ada. Sumber literatur berasal dari Pangeran Wangsakerta-Kasepuhan Cirebon dan bukti-bukti fisik yang ada di Pulau Panaitan serta tersebar diwilayah Gunung Pulosari.

Menurut pakar sejarah Edi S. Ekajati, dalam buku Naskah Sunda (1988), Pangeran Wangsakerta pada tahun 1677 M hasil pertemuan kekeluargaan (mapulung rahi) dan musyawarah (gotraswala) menyusun naskah berseri berjumlah 47 naskah, 4 (empat) diantaranya ditemukan di Banten. Huruf yang ditulis umumnya berasal dari Bahasa Kawi (Jawa Kuno) gaya Cirebon dengan menggunakan tinta Jafaron.

4 (empat) naskah kuno Pustaka Wangsakerta tersebut yaitu :

1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, 2. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadhipa

3. Pustaka Nagara Kretabhumi, 4. Pustaka Carita Parahiyangan.

Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta tebal tiap jilid bervariasi antara 100-250 halaman, dengan isi 21 sampai 23 baris tiap halaman.Naskah kuno tersebut mencakup pengetahuan sejarah, hukum, kesehatan, dsb. Bahasa yang digunakan juga terdiri dari; Jawakuna, Melayukuna, Balikuna, dan Sundakuna.

Setiap jilid karya Wangsakerta terdiri dari 3 (tiga) bagian : 1.Purwaka, 2.Uraian kisah sejarah, 3. Kolofon (sumber : ayatroehadi, 1985: 530-557)

Purwaka, memberikan keterangan tentang nama naskah, parwa dan sarga, penyusun, sumber, alasan penyusunan, tujuan penyusunan, dsb. yang berkaitan dengan tanggung jawab secara ilmiah dari para penyusun.

Bagian kedua, merupakan bagian isi tentang sejarah sesuai dengan jilid yang bersangkutan.

Kolofon, berisi akhir penulisan jilid tersebut.

Pertemuan (mapulung rahi) dan musyawarah (gotraswala) Nusantara tersebut diakomodir oleh Pangeran Wangsakerta dan dihadiri para ahli sejarah serta arkeolog dimasanya pada tahun 1677 M (1599 Saka), sebagai pengemban amanat dari Sultan Kasepuhan sebelumnya yaitu Pangeran Girilaya. Banyak karya dari berbagai penjuru nusantara tersebut disalin dan diambil isinya bahkan diserahkan kepada Sultan  Cirebon, termasuk diantaranya karya Mpu Prapanca yang dibawa mahakawi  dari Bali.  

Pertemuan dan musyawarah tersebut juga mendapat restu sangat kuat dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan  Susuhunan Mataram (Sultan Amangkurat II). Bukti otentik dan tradisi lisan yang diperoleh merupakan referensi sejarah yang tidak ternilai harganya.

Yosep Iskandar sebagai penulis sejarah Salakanagara selain menggunakan data pustaka Wangsakerta, juga menggunakan data Sejarah Babad Banten yang ditulis oleh Hussein Djayadiningrat.

Sebelumnya pakar sejarah Ayatroehadi dan Edi S Ekadjati pada tahun 2001 dalam acara Bedah Naskah Sejarah Banten di Puri Salakanagara milik Triana Syamun menyimpulkan, bahwa Kerajaan Salakanagara pernah ada di wilayah pesisir barat Pandeglang.

Kerajaan tersebut dipimpin oleh Dewawarman I (130-168 M) sampai dengan IX. Terakhir merdeka hanya pada masa dinasti Dewawarman VIII (348-363 M), sebelum akhirnya takluk oleh Purnawarman raja ketiga yang perkasa (434-455M) dari Kerajaan Tarumanegara pada masa dinasti Dewawarman IX, raja terakhir Salakanagara.
  
Kerajaan Salaka Nagara
Salakanagara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara.
Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada
Pandeglang.
Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa. Kemudian Dewawarman menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pohaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 363 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII).
Sementara Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya.
Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman pemuja fanatik Dewa Wishnu aliran Hindu itu mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara disebelah barat Citarum. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.

Referensi

Ayatrohaedi: Sundakala, Cuplikan Sejarah Sunda Berdasar Naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Pustaka Jaya, 2005
Iskandar, Yoseph: Sejarah Banten, Dari Masa Nirleka (Prasejarah) Hingga Akhir Masa Kejayaan Kesultanan Banten (abad ke 17), Tryana Syam’un Corp. Jakarta, 2001
  

Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat dan Banten

Kresna yang Seksi

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Jika Siti Jenar mengenalkan pada semua orang, bahwa hidup adalah kematian, maka Kresna menawarkan keindahan transendental bersatu dengan tuhan melalui jiwa romantisnya yang memikat dan dikelilingi banyak wanita. Saya tidak begitu yakin apakah ini berasal dari aliran asli Hinduisme atau aliran sufisme yang tumbuh berkembang pada masa dinasti Mughal Khan di India

Jenar

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Paham Jenar boleh dikatakan yang paling unik diantara para wali lainnya. Falsafahnya mati sejroning urip-urip sejroning mati lebih dikenal menganggap hidup tidak lebih sebagai kematian. Gairahnya pada kebenaran nurani, juga menampakan rasa simpatinya yang besar terhadap kebanyakan orang awam. Hal yang kemudian aliran ini sesungguhnya memiliki dinamika tersembunyi yang menarik banyak orang tertentu, juga penafsiran yang beragam. Bahkan para pewaris ajarannya kemudian diabad ke 18  dikenal paling bandel dalam menafsirkan ajarannya (Kitab Darmogandul dan Gatoloco, tanpa identitas pengarang, diduga penganut Kejawen)  

Jenar seorang revolusioner sejati mendobrak kemapanan para bangsawan dan kaum ulama, yang cenderung tidak berhati-hati menjalankan roda pemerintahan dan kaum ulama yang hanya ingin disanjung sebagai orang terhormat, bersih, tetapi tergelincir kesombongan dan kemunafikan, serta tidak lebih hanya menopang kekuasaan para raja. Suara kebenarannya telah hilang dengan kemilau harta, ketenaran,  dan kepalsuan yang diberikan para raja. 

Dalam banyak sisi, Jenar adalah identitas kaum pinggiran yang menyampaikan protesnya lewat cara dan ilmu yang sama, tetapi lebih menukik  pada esensi yang mungkin berbeda ruang dan dimensi.  

Babad Cirebon dan Gunung Ciremai

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku tidak percaya jika para wali serius menghukum mati seorang alim seperti Syeh Siti Jenar.  Paham panteisme manunggaling kawula gusti atau wihdatul wujud yang menjadi dalih biang keladi kerusakan, hanyalah sebuah sandiwara saja, bahkan paham ini dikenal dikalangan kaum tarekat. Sedangkan Sunan Bonang dan para wali lainnya adalah pengikut aliran tarekat, sangat dekat bahkan menjadi ruh spirit paham panteisme.  Sesungguhnya mereka semua mengerti dan paham, tetapi pura-pura bersandiwara.

Orang Kalang dan Suku Bajang

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Setelah Syeh Siti Jenar dihukum mati, konon menurut cerita para pengikut Syeh Siti Jenar dipelihara kembali oleh para wali dan pewaris tahta Demak, Pajang, dan Mataram. Mereka dikenal dan disebut sebagai orang Kalang dan Suku Bajang.

Orang Kalang itu umumnya memiliki raut muka dan tubuh yang aneh diluar kelajiman manusia.Mereka bertugas mengiringi para raja ketika upacara religi dan ritus  yang digelar oleh keraton. Hingga saat ini upacara yang mengikutkan sertakan  orang Kalang ini masih sering dilaksanakan adat Keraton Mataram, sebagai satu simbol kepedulian orang keraton terhadap mereka, bahkan merupakan pusaka keraton yang mesti dipelihara.

Sedangkan orang Bajang adalah kelompok kecil masyarakat terpencil yang hidup tersembunyi, dan bertugas menggiring kemana arah angin politik dan kekuasaan berlabuh dengan cara yang aneh pada saat yang gawat. Mereka adalah orang-orang yang sulit ditemui dan jarang sekali ikut bersentuhan dengan kekuasaan.

Simbol makna yang tersirat dari kedua kelompok itu adalah bahwa keberadaan mereka tidaklah diremehkan, tetapi dihargai, bahkan dianggap memiliki kelebihan tertentu diluar keumuman manusia.

Orang Gagah

Published Selasa, Januari 22, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Film Brave Hearts, Legends of the Fall, The Promise, Last Samurai dan banyak lagi, sangat membekas hingga hari ini. Orang-orang gagah dan pemberani yang bertarung untuk banyak orang. Mungkin hanya sedikit orang hingga hari ini.

Nabi juga sangat memuji muslim yang kuat, bukan muslim yang lemah hanya duduk mencangkung seharian dimasjid. Tetapi yang cerdas, pekerja keras, memiliki nurani, dan berani hidupi (Jihad Fisabillah). Apa yang terjadi hari ini di Palestina, Libanon dll. sebagai buktinya.

Begitupula di Indonesia, kita membutuhkan para pejuang tangguh baik dijalanan maupun diparlemen dan birokrasi, serta penegak hukum, apapun ideologinya. Apa yang terjadi hari ini kita masih membutuhkan orang-orang yang berkarakter sangat kuat, berani berkorban, serta memiliki visi yang layak sebagai pemimpin. Orang-orang gagah dan revolusioner, tidak membutuhkan mental yang penakut dan pengecut

Senja Hari Ini

Published Jumat, Januari 18, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Fenomena hari ini betul-betul mencengangkan kita semua, logika hukum telah dijungkir-balikan seperti telapak tangan yang dibalik dengan mudah, seperti menggenggam angin dikepalan tangan.Kosong tanpa hasil. Apa yang kita lihat dari pagelaran kekuasaan politik sangat menarik dan satir.

Peradilan Soeharto dianggap selesai dengan diampuninya beliau, dan kompensasi damai ditawarkan SBY melalui Kajagung dengan Yayasan Supersemar dibagi dua, yaitu sekitar 4 trilyun pada tanggal 12 Januari. Itupun gagal, dan ditolak oleh OC. Kaligis mewakili keluarga Cendana. Belas kasihan yang nyatanya malah nol, bahkan menurut Adnan Buyung Nasution, Presiden dapat di impeachment oleh DPR karena melanggar hukum.

Read the rest of this entry →

FOLKer 98

Published Kamis, Januari 17, 2008 by Teguh Iman Prasetya

PRESS RELEASE FOLKER 98

KEMANUSIAAN DAN IDENTITAS  KITA

TOLAK BEBASNYA SOEHARTO    

Kemarin Soeharto Telah Banyak Peristiwa 

Soeharto adalah manusia bagian dari kita, dimana kitapun sangat mungkin mencintainya dalam rangka mempertahankan keinginan tunggal dalam keselarasan dan kelangsungan kemanusiaan. Sebab “kemanusiaan”, selain mimpi buruk adalah juga teologi, cinta, harapan bahkan perkara identitas.

Dengan demikian beberapa bentuk penolakan atas proyek diampuninya Soeharto sangat mungkin menjadi bagian dari proses kembali mencintai kemanusiaan. Sangat kasihan, apabila seseorang diampuni bila pengampunan itu atas dasar sedang sakit atau sepuh, itu sama artinya dengan penghinaan. Penghinaan akan menjadi kultur, tradisi atau bisa pula menjadi bagian dari target.

Pengampunan semacam ini adalah pengampunan yang justru lalim pada prospek kemanusiaan selanjutnya, sedang kemanusiaan adalah juga keimanan. Lalai dari kemanusiaan berarti abai pada aspek spiritual kehidupan. Dan pengampunan bukan cara memberi identitas.  

Peristiwa Terakhir Kemudian 

Bebasnya mantan presiden tiran Soeharto dengan dikeluarkannya SK.P3 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara) pada tanggal 11 Mei 2006 yang menandakan bahwa keadilan tidak mendapat tempat  dalam menegakan hukum di Indonesia. Apalagi jika berdasarkan pasal 4 MPR No. XI/MPR/1998 pada tanggal 13 November 1998 yang menyatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme, harus tegas dilakukan terhadap siapapun baik pejabat negara, keluarga atau kroni, swasta/konglomerat, termasuk mantan Presiden sendiri dan kroni, maka sudah sangat layak apabila keadilan dan mendapat tempat kembali dibumi Indonesia. Mengingat masa 32 Tahun Soeharto berkuasa seharusnya kini merupakan masa akumulasi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat, jika sepanjang masa kekuasaannya itu tidak melakukan penindasan dan negara dikelola dengan benar. 

Mengenang masa menakutkan, menggetirkan, menyedihkan dan sangat represif  dibawah tekanan kekuasaan rejim Soeharto yang penuh kekerasan dan kepentingan ambisi kekuasaan pribadi, serta dengan melihat ketidak adilan hukum saat ini (sangat permisif dan mudah dilakukan). Untuk itu FOLKer (Forum Lintas Kerakyatan) yang merupakan wadah komunitas bagi para aktivis yang pernah melawan dan menjadi korban rejim Soeharto pada decade 70-an hingga tahun 1998 menyatakan ; 

1.Menolak bebasnya mantan Presiden Soeharto dari tuntutan hukum dengan dianggap selesainya kasus tersebut berdasarkan pada fakta-fakta historis dimasa lalu yang sarat dengan kekejaman, despotism, kejahatan korupsi, dan tindak kesewenang-wenangan lainnya. 

 2.Dengan bebasnya Soeharto maka merupakan kegagalan reformasi penegakan hukum dan proses penyadaran hukum bagi masyarakat. 

3.Tetap usut tuntas kekayaan Cendana dan kroni Orde Baru sebagai amanat agenda reformasi. 

 

Bercermin pada masa lalu kami berharap pada tanggal 1 Juni 2006 yang merupakan Hari Lahirnya Pancasila ini, merupakan refleksi kesadaran diri kita dalam bertindak untuk TIDAK melakukan : 

  1. Keserakahan yang maha esa
  2. Kemanusiaan yang tidak adil dan  biadab
  3. Persatuan dan Kesatuan yang direkayasa dan mudah diadu domba
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan yang salah kaprah dan  merugikan  orang banyak.
  5. Keadilan Sosial bagi segelintir orang saja.  

Serang. 1 Juni 2006 

FOLKer 98 terdiri dari para mantan aktivis mahasiswa pada decade 80-an hingga tahun 1998 yaitu : M. Al Faris, Teguh Iman Prasetya, Ali Suro, Eka Satialaksamana, M. Yulis Martawena, Manar Mas, Heri Sanjaya, Heru, Firdaus Ghozali, Arif Sanjaya, Nandang Wirakusumah 

 

1.Isi Statemen : Teguh Iman Prasetya  dan Arif Sanjaya

2.Kord. Aksi : Eka SL dan Ali Suro 

Catatan Kajian Rakyat Kuat

Published Rabu, Januari 16, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Studi tentang partisipasi rakyat diakar rumput ternyata berhasil digolkan. Di Kabupaten Serang dua tahun lalu berdasarkan Intruksi Bupati. Pada Perda BPD (Badan Perwakilan Desa) yang baru, mungkin ada yang memuat partisipasi rakyat dalam hal program/proyek pembangunan tertentu, tertuang dalam Perdes (Peraturan Desa). Hal ini jelas akan menguatkan otonomi desa dan partisipasi warga.

Dengan demikian diharapkan adanya program/proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik oleh pihak swasta atau instansi pemerintah, tidak menimbulkan dampak yang justru merugikan rakyat.   

Terakhir, partisipasi rakyat sebagai salah satu bagian (banyak unsur lainnya) dari apa yang tertuang dalam AMDAL -Andalsos diberbagai kota di perdakan sekaligus (Perda Amdal). Hal ini menambah motivasi untuk menegakan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya, terutama dalam hal dampak yang terjadi, dan umumnya sektor ekonomi.

Pun demikian, partisipasi rakyat yang umumnya tertuang dalam Amdal-Andalsos suatu program/proyek hendaknya tidak hanya mengandalkan studi kuantitatif yang datanya kadang akurat (umumnya konsultan), tetapi sudah saatnya pula mengandalkan  studi kualitatif yang matang (kombinasi diantara keduanya). Dengan demikian kasus krusial tidak lagi menjadi masalah dimasa datang.

Selain itu, pentingnya advokasi dan pendidikan serta kesadaran bagi semua pihak terkait, baik dampak yang terjadi,  legal formal, maupun hukum adat yang berlaku, serta studi literatur dan kajian  dari adanya proyek tersebut. cthnya. proyek pertambangan didaerah hutan lindung, penambangan pasir laut, penggundulan hutan, dsb.

Sedangkan di wilayah negara baik di tingkat pusat maupun daerah, banyak hal yang masih harus dibenahi, bagaimana rakyat turut ikut mengetahui dan memonitor kinerja pemerintah, yudikatif serta legislatif. Diantaranya hak informasi publik yang hingga kini masih banyak yang belum sempurna, dan perlu diperbarui. Dan masih banyak lagi. Semoga para pendekar intelektual dan lainnya dapat menuntaskan agenda yang tertunda.

Hutan dan Lokal Banten

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Menulis bagiku sebetulnya cukup banyak, tetapi banyak yang kurang lengkap dan hanya sekedar sketsa atau coretan saja. Jadi mohon maaf dan dimaklumi, besok tentang masalah hutan kita  dan mosaik banten yang bersejarah, sedikit yang belum terkover datanya dengan kondisi aktual saat ini. Semoga besok segera dapat direvisi ulang.  

Saya sudah ngantuk dan masih banyak pekerjaan. Bantu donk !!!!!!!!!  koreksi ujian yang masih tertunda dan membereskan kamar,….he3x merangkap pembantu. Ok Mau ???

hmm… ditunggu sore hari

HUT Malari 1974

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) bagiku  adalah sebuah tragedi dari percaturan politik dimasa awal orde baru menancapkan taringnya. Korbannya adalah Soemitro yang disingkirkan dan Dewan Mahasiswa yang dibubarkan.

Aku memandang dimasa 70-an adalah masa awal transisi bagaimana kekuasaaan mencoba disistematiskan dengan cara yang dipaksakan.

Last Kaibon 2001-2002

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Malam yang dingin dipelataran puing-puing keraton, merenung menatap langit sambil duduk menunggu si ehm … dengan kegelisahan, keresahan mencari ilham, aku seperti terpental ke angkasa luar sebelum akhirnya hawa dingin memelukku. Aku kembali melihat banyak meteor beterbangan. Indah sekali

Tahun itu kami berpacaran di seputar keraton, aku naksir berat dengan kejujurannya, kecantikannya yang alami, dan mungkin sedikit liarnya sebagai gadis desa dari pulau seberang. Masyarakat disekitar kampung dekat situs keraton itu sudah terbiasa dengan kehadiran kami. Jika sore datang, indah sekali pemandangan di Kaibon, matahari yang tenggelam, anak-anak yang bermain bola, dan suasana alam yang menyegarkan.

Banyak sekali masa-masa indah, tetapi juga tidak sedikit ide pada masa itu yang menjadi catatan untuk kembali bergerak

Partisipasi dan Legal Draft

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

P A  R T I S I P A S I 

Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara mental, pikiran atau emosi  dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan dalam upaya untuk memberikan sumbangan dalam usaha mencapai  tujuan yang telah ditentukan dan ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut.(Syamsuddin Adam, 1993 : 79) 

Partisipasi adalah :1.    Dalam aktivitas pembangunan 2.    Sebagai individu diluar aktivitas pembangunan 

Jenis

Aktif ialah sikap menerima dan aktiv mengajak orang lain untuk melaksanakan program pembangunan. Pasif ialah  sikap tidak memperlancar tidak menolak

Jenis

Menggunakan pikiran , tenaga, keahlian, social 

Sifat 1.    Sukarela.2.    Terbuka 3.    Obyektif.4.    Berarti dan berkesinambungan 

Faktor yang mempengaruhi partisipasi yaitu :

1.    Pendidikan 2.    Agama. 3.    Motivasi 4.    Kesempatan 5.    Dukungan  

Syarat Partisipasi 1.    Waktu 2.    Dana 3.    Keahlian 4.    Komunikasi 5.    Kebebasan , partisipasi tanpa paksaan  

Inti Human Development 

a. Development of The People

Manusia harus dibangun secara langsung, harus mendapatkan peningkatan ex. Pendidikan  

b.    Development for The People

Pembangunan bisa dinikmati semua manusia yaitu tersedianya lapangan kerja untuk hidup, memperoleh penghasilan. 

c.    Development by The People

Pembangunan mengartikan pelaku pembangunan yaitu setiap orang / gerakan rakyat melihat kemampuan masyarakat.        

RENCANA LEGAL DRAFTING PERDA PUBLIC HEARING  

Klasifikasi Jenis Proyek / Program di Desa dan Kelurahan yakni :

  1. Pembangunan Prasarana Desa
  2. Pembangunan Transportasi
  3. Pembangunan Ekonomi / Sosial / Budaya
  4. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan
  5. Pembangunan Prasarana dan Sarana Kesehatan
  6. Pembangunan Industrialisasi dan Dampaknya yaitu :

a. Dampak Industrialisasi b. Pemberdayaan melalui CD / Community Development terhadap masyarakat       sekitar terkena dampak.

     7. Pembangunan lainnya yang bersentuhan langsung dengan rakyat

Program / Proyek terbagi dua yaitu :a)    Top Down ( langsung dari atas) b)    Bottom Up (langsung dari bawah) b.1. Swadaya dan prakarsa masyarakat setempatb.2. Donasi pihak luar

Public Hearing /  Dialog Terbuka terbagi 3 (tiga) yaitu :

a. Prakondisi b.         Pelaksanaan  c.         Studi Evaluasi  

Pentingnya Public Hearing yaitu :

Untuk terjadinya komunikasi dan sosialisasi program/proyek pembangunan secara transparan dan akuntabilitas, dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang ada di lingkungan tersebut melalui monitoring, partisipatif, dan konsultatif bersama. 

Siapa yang berhak ada di Public Hearing

  • Masyarakat terkena dampak 
  • Aparat pejabat desa
  • Tokoh masyarakat dan pemuda
  • Pihak pemerintah lainnya
  • Pihak swasta / pelaksana proyek
  • Konsultan

Payung hukum dan dasar hukum yang sebelumnya pernah ada yaitu :

  • Perda BPD (Badan Perwakilan Desa)
  • UU Pemerintahan Daerah 34/2004
  • dsb.

Kendala dan hambatan yang terjadi yaitu :

  • Birokrasi yang dianggap menghambat waktu pelaksanaan.
  • Perlunya analisa Stake Holder agar dapat  mewakili masyarakat.
  • Dasar hukum yang sebelumnya pernah ada sebagai referensi kurang dipatuhi.
  • Kemungkinan tidak seluruhnya proyek  membutuhkan public hearing.
  • Studi evaluasi program / proyek tsb. diperlukan tim ahli yang tangguh berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran ilmiah dan pengamatan lapangan.
  • Konflik sosial yang mungkin terjadi membutuhkan manajemen konflik yang tepat
  • dsb.

 Keuntungan dari kekuatan Public Hearing yaitu :

  • Membangun partisipasi rakyat secara demokratis
  • Transparansi dan akuntabilitas publik
  • Lokal clean governance  mandiri dan partisipatif
  • Tindakan proaktif dan prefentif mencegah terjadinya penyimpangan dan penyelewengan.

  Media 30 Agustus 2003

Rakyat Madani

Published Selasa, Januari 15, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Partisipasi Rakyat Kuat di Akar Rumput

“Studi Kritis Membangun Civil Society di Desa dan Kelurahan”

Oleh  : Teguh Iman  Prasetya

Pendahuluan

Pembangunan Indonesia  sejak masa orde baru hingga reformasi telah banyak mengalami kebocoran dan  penyalahgunaan wewenang, terutama menyangkut masalah keuangan dalam jumlah besar. Tak heran persoalan yang satu ini, kita semakin bertumpuk dengan hutang-hutang  baru, kebocoran, serta penyelewengan yang diakibatkan oleh korupsi  diberbagai lapisan masyarakat.

Masalah ekonomi, politik,budaya  dan penegakan hukum  menjadi missing link (mata rantai yang hilang) yang sangat serius bagi persoalan bangsa Indonesia.  Sejak pola pembangunan menganut  tricle down effect (air  yang sedikit menetes kebawah) melalui industrialisasi besar-besaran dan kroni orde baru yang menggerogoti dari dalam, kemudian masalah korupsi saat ini  yang   terdesentralisasi dan tersebar diberbagai pelosok daerah, jelas membawa implikasi masalah yang akut hingga saat ini.

Read the rest of this entry →

Sartono Kartodirdjo

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

 Mengenang Prof A Sartono Kartodirdjo 

M Nursam  

Sudah sejak setahun terakhir kondisi kesehatan Prof Dr Aloysius Sartono Kartodirdjo kian menurun. Akhirnya, pada Jumat, 7 Desember 2007, pukul 00.45 WIB, guru utama Sejarawan Indonesia itu menghembuskan napas terakhir. Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sepanjang usianya yang hampir 87 tahun, Prof Sartono tidak saja memberi contoh di wilayah publik sebagai guru utama Sejarawan Indonesia, tetapi juga memberi teladan dan inspirasi dari sosok pribadinya: memilih hidup asketis.

Generasi Awal 

Sartono merupakan wakil pertama generasi baru sejarawan Indonesia yang menerapkan metode penelitian modern pada lapangan studi sejarah.Puluhan buku dan ratusan artikel telah lahir dari tangannya. Kariernya sebagai sejarawan bermula ketika pada tahun 1950, ia memilihmelanjutkan studi di Jurusan Sejarah UI dan menyelesaikannya enamtahun kemudian, 1956. Sepuluh tahun kemudian, 1966, ia mendapat gelar Doktor di Universitas Amsterdam dengan disertasi, “The Peasants’Revolt of Banten in 1888, It’s Conditions, Course and Sequel: A CaseStudy of Sosial Movements in Indonesia”.

Disertasi ini menjadi batu loncatan dalam studi sejarah Indonesia. Menurutnya, penulisan disertasinya didorong oleh hasrat melancarkan protes terhadap penulisan sejarah Indonesia yang konvensional dan Neerlandosentris. Dengan menggunakan social scientific approach, Sartono memberikan cahaya terang dalam perkembangan dan arah historiografi Indonesia-sentris. Petani atau orang-orang kecil yang dalam sejarah konvensional menjadi non-faktor, dalam karya Sartono menjadi aktor sejarah. 

Berbuah Sekali Lalu Mati 

Pada ulang tahunnya yang ke-80, tahun 2001, Sartono masih menerbitkan buku berjudul Indonesian Historiography. Apa yang ingin diperlihatkanSartono adalah usia bukan alasan untuk berhenti berkarya. Kerja seorang ilmuwan adalah kerja tanda henti. Dalam setiap kesempatan, ia selalu mengingatkan siapa pun, khususnyakepada murid-muridnya, bahwa ilmuwan “jangan seperti pohon pisang,yang hanya berbuah sekali kemudian mati.” Menurut Sartono, apa yang dihasilkan adalah buah dari asketisme yangdihayatinya secara terus-menerus; ketekunan, ketelitian, ketuntasan,serta kesempurnaan teknis. Ia menjalani apa yang dalam Wedatama disebut mesu budi. Bau kertas arsip atau buku kuno akan merangsang semangatnya untuk bergulat tanpa henti. Baginya, identitas seorang profesional memuat secara inheren suatu keahlian, keterampilan, pengetahuan teknis, otonom, dan memiliki integritas tinggi. 

Sikap Asketis 

Dalam berbagai kesempatan, Sartono selalu mengingatkan bahwa sikapasketis menjadi esensi dari keahlian seorang profesional. Sebagaisejarawan generasi pertama, Sartono telah menghasilkan banyak muridyang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Murid-muridnya itulahyang menjadi benang penyambung ide dan gagasan Sartono. Di tingkat global, jaringannya tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaan dari berbagai universitas dan lembaga internasional telah didapatkannya. Salah seorang koleganya, Joseph Fischer, dari University of California, mengatakan, “Bagi saya, Pak Sartono merupakan kombinasidari tokoh Arjuna, Gatotkaca, dan Semar. Arjuna karena kehalusan sikapnya. Gatotkaca karena kejujurannya, dan Semar karena kearifannya.Pak Sartono benar-benar seorang cendekiawan profesional dan seorang guru yang baik.” 

Budaya Abangan 

Sartono dilahirkan pada tengah malam di Wonogiri, 15 Februari 1921,dari pasangan Tjitrosarojo dan Sutiya sebagai anak bungsu dari tigabersaudara kandung. Sebagai manusia Jawa, Sartono dibesarkan dalamruang sosial budaya abangan. Ruang inilah yang paling awal membentukpandangan dunianya. Melalui dunia pendidikan formal yang dijalaninya—HIS, MULO, HIK—iamenyerap nilai budaya Barat. Di HIK Muntilan, selain menyerap budayaBarat secara lebih intensif, Sartono juga menyerap nilai-nilai dan ajaran Kristiani. Selama di HIK, nilai Kristiani semakin membentuk kepribadian Sartono karena ia mendapat pendidikan khusus sebagai (calon) bruder. Meski akhirnya memilih karier sebagai guru, nilai-nilai yang diajarkan selama di HIK tetap menjadi pemandu dalam perjalanan hidupnya. Endapan pengalaman Sartono yang demikian beragam dan multidimensi menjadi batu-batu dalam perjalanan hidupnya, baik sebagai sejarawan maupun sebagai manusia biasa.

Ketetapan Hati 

Sebagai manusia biasa, ia pernah mengalami berbagai keraguan dan kebimbangan dalam hidupnya, baik saat merintis karier maupun mempertahankan integritasnya sebagai sejarawan. Dalam kondisi demikian, menurut Sartono, dibutuhkan ketetapan hati berdasarkan keyakinan bahwa “setiap usaha membawa pahalanya sendiri”. Pada titik-titik kisar seperti itu, peran istrinya, Sri Kadaryati,yang dinikahinya 60 tahun silam, memiliki peran besar. Bagi Sartono, dalam pembangunan bangsa, sejarawan memberi sumbangandalam merekonstruksi sejarah nasional sebagai lambang identitas nasional.

Fungsionalisasi pelajaran sejarah dapat merevitalisasi nasionalisme pada generasi muda sehingga dapat dijiwai lagi etos nasionalismenya. Dengan demikian, generasi baru dengan spirit baru dapat menghadapi tantangan masa depan dengan menengok ke belakang sesuai semboyan bahwa melupakan sejarah berarti menutup pintu bagi masa depan. Hidup dan karya Prof A Sartono Kartodirdjo telah diabdikan untuk“membuka pintu bagi masa depan”. Untuk Sang Teladan: Selamat jalan kepangkuan-Nya dengan damai!  

M Nursam Alumnus Ilmu Sejarah UGM; Penulis Buku Biografi Sartono Kartodirdjo yang sedang dalam Proses Penerbitan, Tinggal di Yogyakarta. Sumber: Kompas 8 Desember 2007

Lahir Kembali

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

“Lepaskanlah masa silammu dengan ikhlas dan engkau akan mendapatkan penerangan,” kata Sang Guru. “Kulakukan tahap demi tahap”, jawab sang murid.

“Pertumbuhan itu setahap demi setahap, pencerahan itu datang mendadak.”jawab Sang Guru. Kemudian lagi ia berkata, “Terjunlah!” Engkau tidak dapat menyebrangi jurang dengan satu loncatan kecil.”

Antonio de mello – Sejenak Bijak

Penciptaan

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Sang Guru berpihak pada revolusi, bahkan dengan bahaya ia tidak disukai pemerintah. Ketika ditanya, mengapa ia sendiri tidak aktif terlibat pada revolusi sosial. Ia menjawab dengan peribahasa penuh teka-teki; “Duduk-duduk tenang, bersantai-santai. Musim Semi selalu datang, rumput tumbuh permai.”  

Antonio de Mello – Sejenak Bijak

Last Samurai

Published Senin, Januari 14, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Pada tanggal 12 Juni 2003,  ribuan aktivis diperkirakan berjumlah 10.000 orang berduyun-duyun berdemo di gedung Mahkamah Agung, menuntut Akbar Tanjung di adili untuk kasus Bulog Gate. Aksi terbesar kali itu mengingatkan seperti peristiwa Semanggi I dan II. Banyak organ seperti, BEM UI, KAMMI, FAM UI, BEM SE-Bandung, dll. turun dengan massa terbanyaknya. Massa yang tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bogor, Bandung, dan Banten.

Peristiwa itu dikenang pada saat ini, sebagai aksi massa terbesar dan terakhir dari berbagai daerah yang terkonsentrasi di Jakarta. Banyak peristiwa yang terjadi pada saat itu, yaitu belasan para mahasiswa yang dipukul mundur, terluka dan berdarah-darah mengalami cidera, karena diserang oleh aparat keamanan yang mulai berlaku keras menjelang sore hari.Barisan demonstran bubar berantakan dihalau petugas keamanan diserang dipukul mundur dan dilempar botol minuman. Tidak sedikit mahasiswi yang terluka pada waktu itu, yang umumnya kebanyakan dari KAMMI dan BEM. Sangat tidak manusiawi sekali. Pada peristiwa itu, banyak juga para aktivis yang terbilang senior dimasa lalu ikut turun mengawasi adik-adiknya dan bersimpati dengan aksi itu. Rendevouz ditengah aksi.

Akhirnya menjelang magrib tembakan salvo para perwira dari kantor PM (Polisi Militer) diujung jalan mengakhiri segalanya. Upacara bendera Merah Putih berkibar-kibar dengan sangat gagah dan megah, seperti memberikan semacam kehormatan dan keberanian bagi para mahasiswa.

Hingga larut malam, hanya segelintir kelompok demonstran yang masih bertahan, bernyanyi, berteriak, dan berorasi membacakan puisi, dijalan yang mulai sepi mencekam dan masih dikepung ribuan tentara dan para perwira yang berjaga dari kejauhan.

Catatan Khusus :

Peristiwa itu kisah nyata seperti film Last Samurai.

Untuk Ail, Ato, Adit, dll. terimakasih

Ok

Published Sabtu, Januari 12, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kata, “Ok”, berasal dari bahasa Indian Kuno yang diadopsi menjadi kosa kata kaum Yankes, pendatang imigran dari Inggris yang datang ke benua Amerika menyebar hingga keseluruh dunia. Sisi lainnya yaitu mithos suku Indian dan orang pedalaman lainnya, menarik untuk dibahas. Berbicara tentang keterasingan, marginalisasi, kekalahan,  kegagalan orang pribumi dari kaum pendatang. Akses sumber daya ekonomi, politik, sosial budaya, lingkungan, dsb.

Balada orang pedalaman adalah spirit perjuangan orang lokal lainnya. Termasuk di Indonesia, suku pedalaman umumnya mereka mengalami kekalahan. Saya sangat bersimpati untuk masalah ini.

Banyak film bagus bertema hal senada diatas, dengan sangat kuat memaparkan realitas kebudayaan lokal tersebut, diantaranya, Brave Hearts, The Last Samurai, The Legends Of The Fall, Dances With Wolfes,  dll.

Tetap Adili Soeharto

Published Jumat, Januari 11, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku berfikir bahwa masalah nurani kemanusiaan adalah hubungan antar manusia, bukan dengan tuhan, apalagi dengan politik, budaya, dan agama yang hanya diwakili segelintir manusia.

Bagaimana mungkin hutang 1500 trilyun, sumber daya alam yang kita kini tinggal ampasnya, kejahatan korupsi, kejahatan kemanusiaan, dapat mudah dilupakan banyak orang dengan kata, “Maaf ”.  Dampak dari peristiwa kejahatan Orde Baru masih meninggalkan kenangan pahit bagi banyak orang  (200 juta manusia). Seharusnya kemakmuran sudah kita nikmati pada saat ini. 

Jadi selesaikan saja masalah hubungan antar manusia dengan hukum yang setara tanpa membedakan kasta dsb. dari negara.

Refleksi dan Tahun Baru Islam

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Refleksi dikampus menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1429 Hijriyah hingga larut malam oleh BEM Untirta ternyata lebih menarik. Banyak yang diulas dari peristiwa tahun lalu, tetapi mungkin sudah seringkali dibahas dan tidak aneh lagi bagi kita semua. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepala jernih, hati bersih, serta tekad untuk bekerja keras memecahkan masalah, baik didalam maupun diluar kampus, serta membangun Untirta. Dengan silih asah, silih asih, dan silih asuh, semoga peribahasa ini sangat berguna bagi kita semua.

Tahun Baru Islam juga menyiratkan sesuatu yang lain, bahwa refleksi tidak selalu digelar pada musim tutup tahun masehi akhir desember. Pergantian tahun yang jarang diminati banyak orang dengan acara introspeksi, restropeksi, dan refleksi menyikapi keadaan diri kita dan sekitarnya.

Secara filosofi spiritual,  Tahun Kabisat,  bulan yang beredar mengelilingi bumi jelas berbeda dengan  planet bumi yang  beredar mengelilingi matahari. Sebuah penghormatan dari alam raya tertinggi tentang keberadaan manusia sebagai mahluk mulia yang diciptakan tuhan. Sungguh sangat mendasar sekali bagi saya sejak dulu.

Perbincangan sangat menarik namun sangat formal, yaitu banyak menyoal tentang keberadaan organisasi kampus, baik kinerja Untirta dan ormaswa, serta fenomena sedikit tentang dunia luar.

Sebagian besar isi dialog tersebut adalah ;

  1. Dewan Mahasiswa (Student Government)
  2. Kontrak Politik Rektor yang diusung mahasiswa dengan indikator capaian kinerja (proses dan hasil)
  3. Pembangunan Untirta kemarin,  saat ini, dan dimasa datang.
  4. Lanjutan tentang Pilrek, Pildek, Kajur, serta keberadaan kelas NR
  5. Fenomena masalah negara diluar kampus (demokrasi, hutang, dan lain sebagainya)

Satu hal yang disadari  saat ini adalah justru pada saat terakhir ketika zikir bersama, bahwa demokrasi bukanlah apa-apa dibanding jiwa revolusioner melalui kedekatan kita dengan-Nya.  Hablumminallah dan Hablumminnanas. Maaf  jika tidak ada yang sepakat. Dekat dengan tuhan biasanya seseorang lebih peka dengan lingkungannya, hatinya lebih dekat dengan kasih sayang dan menjauhi larangan-Nya, serta ikhlas, juga tegas menjalankan prinsip hidup.

Saya mengakui demokrasi bukan segalanya dan belum tentu membawa kita menuju tujuan yang sesungguhnya, apalagi mempersoalkan tentang hakikat kebenaran. Hanya sebuah jalan atau cara saja, tinggal bagaimana itu semua diperbaiki.

Diskusi Terbuka dipandu :

  1. Teguh Iman Prasetya  (Dewan Mahasiswa)
  2. Widjiyanto                     (Manajamen Organisasi)
  3. Eri Teguh Sabhara       (Mekanisme Ormaswa)

Ditutup dengan doa dan zikir bersama oleh

Imam Ni’matullah Lc.

Catatan Khusus :

Terimakasih untuk Presma BEM Untirta  Suroyo  dan kesempatan berbicara yang diberikan PR III Untirta Beni Irawan

Mata itu

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Aku merasa ada yang aneh, batinku seringkali tergetar jika sepasang mata perempuan begitu sangat tajam menatapku. Tetapi tidak semuanya berkesan sangat dalam.

Sehabis acara keluarga pada waktu lebaran haji yang lalu disebuah rumah makan, ketemu lagi dengan seseorang yang matanya begitu sangat tajam menusuk dan hmmmmmmm ….. bukan main. Indah sekali.

Sayang 1000 x sayang sudah ada yang punya.

Syukur

Published Rabu, Januari 9, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Alhamdulillah akhirnya laptop kembali, untung ada yang ngerawat, dulu selalu hilang bahkan sudah  yang ke 3 kalinya. Penyakit lupa, teledor dan ceroboh, yang berbahaya. Dimasjid saja sempat hilang. Terakhir pada waktu pilkada hilang di rumah. Menduga ada unsur kesengajaan, sehingga menjadi pemberontak paling  berani.

Sby hari ini

Published Selasa, Januari 8, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Syukur pengampunan dosa Soeharto tidak jadi. Tidak ada yang harus diampuni karena belum ditahan untuk memberikan grasi, abolisi, amnesti dll.

Hari ini juga kelihatannya SBY gerak cepat dengan BPKP untuk memberantas korupsi di daerah, setidaknya mencegahnya, begitu katanya.

Masalah nasional yang tersisa masih banyak, berharap tempo satu tahun ini berakhir segera tuntas terutama,  selesaikan hapuskan hutang, korupsi besar, dan lain sebagainya. Selain itu juga harus korelasional dengan kebijakan publik saat ini dan akan datang,  yaitu tidak akan merugikan dan memberatkan rakyat yang sedang menikmati masa tenang.

Ok Mr. Presiden saya tunggu , dengan rakyat yang mungkin sudah tidak sabar lagi menunggu   

Hutang, Hutan, dan Korupsi

Published Sabtu, Januari 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya berfikir mestinya hutang  luarnegeri kita sebesar $ 140 millyard atau sama dengan 1200 trilyun (pemerintah dan swasta) lebih, sudah dihapuskan pemilik modal lembaga donor asing. Banyak hal yang menjadi sebab bahwa itu adalah hak kita.  Pada awalnya mereka meniru konsep Marshall Plan (bantuan Pasca PD Ke 2 di Eropa Barat)  yang salah kaprah, ketika diterapkan pada negara berkembang seperti Indonesia.  Marshall Plan pun,  ternyata tidak selalu benar di Eropa, bahkan Jerman Barat sendiri akhirnya menuntut dihapuskannya hutang, dan berhasil (pemerintah partai sosialis).

Read the rest of this entry →

Soeharto Sakit Keras

Published Sabtu, Januari 5, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Soeharto sakit keras mungkin sebentar lagi mangkat, dia seperti raja bukan presiden, banyak dikagumi, dicintai sekaligus dibenci dengan kelakuannya. Sebagai manusia biasa dia tetaplah manusia.Hitam, putih, dan abu-abu.  Prestasi swasembada beras, figur kebapakan yang dihormati misalnya.

Seperti negara Astina dia mewakili tokoh Destarata yang buta tetapi ikutpula terlibat didalamnya (kombinasi dengan Rahwana), tidak dapat membendung nafsu serakah dirinya, kekuasaan kurawa anak-anaknya, dan kroninya. Tak heran korupsi, kolusi, nepotisme begitu sangat merajalela, dan dengan hutang luarnegeri yang sangat luarbiasa, serta tentara yang begitu sangat keras. 

Orang Hutan Kembali

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Kembali kumel, dekil, dan gondrong tidak terawat, seperti jaman mahasiswa dimasa lalu. Elang perak yang hilang dan orang hutan yang nekat, tidak pernah merasa tua seperti dalam film Legends of The Fall. Bedanya sekarang dibatasi kesibukan dan kebekuan yang menjenuhkan. Sangat amat jenuh, aku ingin kembali berlari terbang menerobos hutan, ngarai, lembah, danau, dan menikmati kesunyian.Terbang menikmati eksotisme alam dan mandi ditengah danau, dimalam bulan purnama yang indah.

Lelah

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Tersita seluruh tenaga dan banyak berfikir untuk rakyat serta kampus lebih dari 3 tahun belakangan ini. Saya kadang iri dan kesal dengan gaya hidup santai, hedonis, juga pragmatis. Cape dan melelahkan, bahkan waktu luang untuk jeda (istirahat) berhenti sebentar menghirup nafas segar dan menikmati hidup dengan tenang.

Tetapi akhir-akhir ini juga karena menunggu sesuatu, kadang membuat malas untuk mengerjakan dan menuntaskan pekerjaan yang masih menunggu. Saya gelisah.Kesibukan lebih banyak lagi malah sudah menanti, segudang ide, pekerjaan baru, mestinya dihadapi dengan tenang dan tidak lagi gelisah. Ada terminal terakhir yang dituju ketika pulang.

Indiana Jones Banten

Published Jumat, Januari 4, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya membayangkan kembalinya Indiana Jones  seperti alm. Halwany Michrob didaerah kami. Dari catatan masa lalu dan pengalaman beliau, ternyata loyalitas dan perjuangannya sangat luarbiasa.Banyak sekali yang harus digali dari penemuan dan rekonstruksi peninggalan Sejarah Banten yang tertunda.  Situs bekas Kerajaan Hindu-Pajajaran didaerah Sempu (Banten Girang) dan rekonstruksi Kesultanan Banten lama.

Merekonstruksi Kesultanan Banten lama sesuai aslinya jelas tidak mudah, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mungkin hanya dapat terlaksana dengan bantuan dana hibah dari luar negeri atau dari pemerintah pusat.

Saya juga membayangkan romantisme Sejarah Banten akan kembali, sekaligus ajang pariwisata dengan tradisi lama dihidupkan seperti di Kesultanan Cirebon dan Yogyakarta.  Tentunya feodalisme religius dengan pemikiran baru yang tercerahkan.

Masjid Agung Banten dan areal wilayah Kesultanan Banten Lama (Surosowan dan Kaibon) dapat digunakan untuk pelantikan  gubernur dan bupati/walikota secara adat (di sumpah diwatu gilang), pemberian gelar kehormatan, upacara perkawinan terbuka untuk umum, kantung-kantung kebudayaan, kereta kuda, dsb.  Penguatan identitas lokal ini saya pikir sangat menarik dan baik untuk kita semua.

Terakhir ke Banten lama pada tanggal 24 Desember 2007 bersama rombongan kelas, saya sangat kecewa sekali dengan kondisi terminal dan pasar baru yang masih semrawut, berantakan, dan terlihat sarat korupsi. Banyak sekali coretan (khas kucing hitam) dikios-kios pasar yang ditinggalkan para pedagang bernada protes, dengan kondisi bangunan pasar yang rapuh, dan asal jadi.

Kawan saya Al-Faris,   begitu sangat kecewanya dengan kondisi pasar tersebut, dan mengecam cara kerja pemborong nakal itu. Petak-petak kotak sabun yang rapuh, dan mungkin hanya tahan 3 tahun.Saya sangat berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini.

Banten Selatan yang Seksi

Selain Banten lama ekspedisi yang paling seksi (misterius) adalah di wilayah Banten Selatan. Disana banyak sekali yang belum terungkap. Lebak Sibedug, Baduy, dan Salakanaga. Bukan hanya itu saja, area Gunung Karang, Ujung Kulon (termasuk P. Panaitan dan Peucang), juga merupakan wilayah yang masih diliputi kabut misteri. Siapa tahu banyak yang terungkap dari peninggalan purba dan sejarah lebih banyak lagi.

Saya berharap banyak para antropolog dan arkeolog menjadi Indiana Jones di daerah kami. Semoga

universalisme sufisme

Published Kamis, Januari 3, 2008 by Teguh Iman Prasetya

terkadang jika ingat masa lalu seringkali bertabrakan dengan realitas sosial yang terjadi, bagaimana dimensi ketuhanan kita, diuji dengan dimensi kemanusiaan dan realitas sosial yang terjadi.  

cahaya keimanan yang sebetulnya melewati batas-batas ruang dan waktu, kegelapan dan sekat-sekat kesukuan, ras dsb.

Primordialisme Saya Tersentuh

Published Rabu, Januari 2, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Saya cukup kaget dan sangat miris dimasa lalu, ketika seorang kawan dengan sangat marah mengingatkan tentang kekalahan orang lokal di tanah kelahirannya sendiri (seperti orang Indian saja).Ada beberapa sebab yang nantinya suatu saat akan menjadi pemicu konflik.

Menurut seorang dosen saya, lahirnya konflik bernuansa SARA disebabkan oleh ; tersumbatnya akses ekonomi, politik, sosial budaya, dan hukum.

Read the rest of this entry →

Banten Rawan Bencana

Published Rabu, Januari 2, 2008 by Teguh Iman Prasetya

Banten ternyata rawan bencana bersifat fisik bukan hanya masalah ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan politik. Bencana ini sangat berbahaya bagi keselamatan banyak orang.

Banten yang sering kebanjiran, longsor, gempa (terutama didaerah selatan), ancaman badai tsunami, dan mungkin saja gunung Krakatau (analisa vulkanologi diperkirakan masih sangat lama).

Pelatihan baru lalu di Ciwandan Kotamadya Cilegon yang diikuti 2000 orang untuk menghadapi bencana tsunami, rasanya masih ada yang kurang mengenai mengenai dampak  lanjutannya.

Beberapa saran yang menjadi masukan untuk Pemkot Cilegon dan Pemerintahan Propinsi Banten yaitu sbb. : 

Pertama, Sistem Peringatan Dini Kota  yang diintrusksikan oleh Satkorlak dan Basarnas harus mampu diterjemahkan dengan cepat, akurat, dan terpercaya, serta mampu melakukan koordinasi yang kuat dengan semua lini terkait dalam penanggulangan bencana tersebut.

Kedua,  dampak limbah industri kimia B3 dan radiasi zat kimia yang sangat banyak di Cilegon berbahaya bagi keselamatan banyak orang, bukan hanya diwilayah Cilegon, tetapi hingga keluar kota radius puluhan kilometer, terutama dampak berbahaya yang terbawa angin dan air. Ini harus ditanggulangi dengan sistem yang terkoordinasi dengan pihak perusahaan dan teknik cepat menon-aktifkan, serta pembuangan limbah dampak tersebut. Begitupula sistem pengamanan dan keselamatan bagi warga kota harus dipikirkan.

Ketiga, antisipasi tsunami dengan adanya air pasang dari laut diperlukan Benteng Alam yang sangat kuat, apalagi jika  pantai sudah tergerus akibat abrasi, yaitu dengan menanam mangrove (bakau) di daerah  titik kritis. 

Sebab abrasi ini banyak juga  disebabkan oleh penambangan pasir laut, lebih baik semua dihentikan dan fokus pada potensi perikanan, serta kelautan di seluruh wilayah Banten.

Semoga ini menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait  untuk dapat kembali dianalisa dan dikaji ulang.

Banjir Merendam Kita 

Apa yang terjadi hari ini di Jateng (terutama Karang Anyar-Bengawan Solo), Jatim dan Pandeglang adalah fenomena alam yang kerap terjadi disebabkan oleh banyak hal. Baik oleh tangan tuhan maupun kelalaian manusia.

Saya turut prihatin atas terjadinya banjir tahunan yang cukup besar ini, semoga solidaritas sosial  kita tetap terjaga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang tinggi diantara kita semua.  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.